Category Archives: Blog

Salila, The First Luxurious Cruise Ship in Indonesia

Melihat foto ini, jadi ingin bernostalgia hehe yup foto ini termasuk salah satu foto yang dibuang sayang… Ya fotoku bersama crew pertama Salila sangat sayang bila dibiarkan saja hehe

Tahun 2009 lalu, saat saya masih bekerja di salah satu perusahaan pembuat kapal laut. Boss saya saat itu telah lama bergabung dengan YPO Indonesia (Young President Organization), sebuah organisasi yang berkantor pusat di Texas, beranggotakan Young President / Penerus perusahaan2 keluarga di Indonesia. Bersama dengan teman2nya di YPO Indonesia, mantan bossku itu membeli kapal “ocean going”. Ocean-going ship adalah kapal yang memang didesign dan diperlengkapi untuk menjelajah samudra. Kapal ocean-going buatan Jepang itu kemudian diconvert menjadi “kapal pesiar”. Kapal pesiar tersebut dinamakan Salila. Lupa artinya tapi bagus artinya, ya iyalah kalau jelek artinya gak akan dipakai untuk nama sebuah kapal, ya khan hehe

salila-crew

Di foto di atas, kami berada di dalam Salila, crew pertama Salila beserta designer dan admin staff Salila, minus Paul, sang kapten kapal. Persis di sampingku adalah pak Ismail Ning, bersama dengan mantan bossku, beliau PIC Salila dari pertama, hingga saat ini sepertinya. Pak Ismail Ning ini adalah anak konglomerat Hasyim Ning, yang punya cikal bakal Lippo Bank sebelum akhirnya sahamnya dijual ke Mochtar Riady. Aihh jadi inget udah beli bukunya “Manusia Ide” tapi belum sempat-sempat dibaca. Buku tersebut tentang Mochtar Riady yang keren bangettttt, dia adalah orang di belakang suksesnya BCA dan Lippo. Waduh harus siapin waktu ahh buat baca bukunya.

salila-outside

Mau lihat kerennya Salila? Visit sini aja yaaa : http://salila-indonesia.com/

Dan ini pak Ismail, keren banget yaaa…

Pernahkah Kamu Merasa Sangat Ketakutan?

Yup, Pernahkah Kamu Merasa Sangat Ketakutan? Jujur saya pernah… dan itu baru-baru saja, tepatnya hari Jumat lalu, sewaktu di dalam pesawat terbang dalam perjalanan dari Jakarta ke Solo. Bisa dibilang, perjalanan dengan maskapai Citilink tersebut adalah yang terburuk dibanding perjalanan2 saya lainnya. Memang sih saya gak banyak traveling menggunakan pesawat terbang, seumur hidup saya ini, ke luar negeri hanya 3x, Manado 2x, Makassar, Kendari, dan terakhir ke Solo (bener2 gak banyak khan hehe). Jadi ceritanya teman saya mengajak saya untuk ke Solo untuk mendemokan mixer Bosch yang saya jual, beliau juga yang menyarankan untuk naik pesawat karena beda tipis dengan kereta. Kebetulan dapat harga promo, pp hanya 500rb-an. So, kenapa tidak?

on-the-plane
on the way back, selfie dulu hehe

Jadi hari Jumat itu kami bertemu di bandara Halim PK, dan kami naik Citilink yang berangkat pukul 14.10, perjalanan hanya 1 jam lebih 10 menit. Pesawat take-off dengan mulus, walaupun saat berangkat mendung dan mulai gerimis. Setelah kurang lebih 30 menit di atas, cuaca terlihat cerah dan gumpalan awan terlihat putih. Namun tiba-tiba kami seperti dihempaskan, seolah-olah posisi pesawat turun dan turunnnn… ada kali 1 detik… setelahnya tenang, lalu terhempas lagi. Teman saya, Madam Sisca langsung memegang tangan saya, dan komat-kamit berdoa. Dia terlihat ketakutan sekali. Sementara saya? Takut juga donk tapi saya coba berani2in hehe dan saya coba mengalihkan perhatian Madam Sisca dengan menerangkan buku yang sedang saya baca. Saat itu saya membaca buku “Marketing Revolution”-nya pak Tung Desem Waringin. Sembari saya berusaha menenangkan Madam, “tenang Madam… hanya sebentar kok”. Padahal dalam hati saya juga takutttt… mencoba fokus membaca tapi sebenarnya pikiran tidak di sana, mencoba berbicara tapi kelihatan tidak yakin. Saat kami separuh bisa menguasai perasaan, kembali kami dihempaskan, duhhhh serem bangetttt… Seorang ibu yang sedang menggendong anaknya berteriak dan suaminya di sebelahnya menepuk2 pundak ibu tersebut, berusaha menenangkannya.

Saya jadi paham bagaimana rasanya kondisi seseorang yang ketakutan. Madam sampai bilang, “kayaknya kita pulang naik kereta aja ya”, sebenarnya saya juga setuju tapi diam aja hahaha Tapi sih saat pulang kami tetap stick to the schedule, naik Citilink hahahaha sayang mengeluarkan uang lagi, dan juga kami positive thinking saja, bahwa hal tersebut tak akan terjadi saat pulang nanti. Tapi kenyataannya, tetap terjadi dan syukurlah hanya sekali saja.

Barusan saya browsing, apakah yang kami alami itu adalah Turbulensi Level 1? Atau Level 1/2? Kami gak tahu juga, tapi menurut Madam Sisca saat dia di toilet, penumpang lain pun membicarakannya. Mereka mengira pilotnya mungkin masih baru (saya juga mengira demikian, tebakan saya, masih umur 30-an wkwkwk)

Nah, itu pengalaman saya saat merasa sangat ketakutan, ya takut jatuh dari pesawat, takut mati intinya… Hal yang wajar khan? namanya juga manusia hehe Itu ceritaku, bagaimana dengan teman-teman?

Cooking Class Membuat Kue dan Aneka Masakan PT SICO

PT SICO SUMBER SAKTI adalah sebuah perusahaan yang menjual alat masak atau peralatan rumah tangga yang berpusat di Jakarta. Peralatan rumah tangga tersebut diimpor dari berbagai Negara seperti Korea, Italy, Jerman, Turki, dll. Salah satunya adalah Mixer Bosch Universal MUM 6N11.

demo-sico-cawang-3

Apa sih yang special dari PT Sico Sumber Sakti? PT SICO Sumber Sakti adalah perusahaan distributor home appliances yang selalu MENGUTAMAKAN MUTU, sehingga PT SICO terkenal karena barang-barang yang dijualnya berkualitas BAIK. Contohnya adalah mixer Bosch, yang telah dijual PT SICO selama lebih dari 30 tahun, adalah produk terlaris dari PT SICO. Selain mixer Bosch, ada Electric Pressure Cooker Hamada atau Panci Presto Elektrik yang buatan Korea dan banyak dipakai customer PT SICO. Juga ada Big Oven SICO buatan Italy dengan penampakan cantik dan watt yang relative lebih rendah dibanding oven listrik lainnya.

PT SICO SUMBER SAKTI berusaha memberi yang terbaik, salah satunya dengan mengadakan Cooking Class secara rutin. Dalam sebulan PT SICO bisa mengadakan Cooking Class hingga 2x dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya saja, bulan lalu Cooking Class diadakan di Cawang, akhir bulan diadakan di Pasar Baru. Dengan Cooking Class, pembeli mixer Bosch misalnya, dapat belajar membuat aneka roti, cake ataupun kue kering. Customer yang bingung bagaimana mengoperasikan Electric Pressure Cooker Hamada, bisa datang ke Cooking Class dan mendapatkan selain demo produknya, juga resep-resep baru.

Untuk bisa hadir di Cooking Class, Anda harus memiliki undangan seperti ini: Oh iya, Cooking Class SICO selalu banyak pesertanya, gak percaya? coba deh ikutan 🙂

undangan-demo-mt-haryono-2 undangan-demo-mt-haryono-3

Untuk mendapatkannya, silakan WA 0878-8106-0909 atau call 0813-8071-2348, dengan senang hati saya akan mengirimkannya pada Anda.

 

demo-sico-cawang-1

Latbar BCL Solo : Membuat Roti, Kue Kering dan Cake

Requestnya Madam Fransisca Yunisha, Founder BCL (Baking Cooking with Love) http://bit.ly/2fxnZ9W untuk mengadakan Latbar membuat Roti, Kue Kering dan Cake di BCL Solo. Sekaligus mendemokan Mixer Bosch  http://kaliskukis.com/mixer-bosch/

Roti yang dibuat adalah Roti Manis, Kue Keringnya Cheese Button dan Cake yang mudah saja : Marmer Cake. Oh iya hasilnya semuanya OK lho, Roti Manis mengembang cantik, Cheese Button pun cantikkkk begitu pula Marmer Cake mengembang bagus walaupun tidak menggunakan SP (stabilizer). Semuanya matang cantik karena juga menggunakan oven yang bagus. Yup ovennya mbak Lina (tuan rumah) memang bagus. Buatan Taiwan dan dulu belinya di Sinar Himalaya Semarang seharga 5.5jt. Ternyata mbak Lina sewaktu tinggal di Pekalongan pernah bakulan roti, beliau punya mesin proofing juga, sayang mesinnya rusak. Kalau saja mesinnya bisa difungsikan, akan tambah cakep deh rotinya.

Sebetulnya daku tidak pede lho untuk sharing2 membuat kue, bukannya gak pernah sharing sih tapi gak pede aja xixi Sebetulnya daku pernah sih sharing Cheese Button, Roti, dll di seputaran teman2 baking saja. Atau saat mendemokan mixer Bosch ke calon pelanggan ataupun yang telah beli mixer Bosch namun masih bingung cara memakainya.

Bersyukur daku bisa menjawab pertanyaan dengan baik…. ya khan ya khan? hehehe

Senang deh bisa sharing2 baking dengan teman-teman BCL di Solo, mendapat teman-teman baru yang baik dan ramah-ramah, walaupun aku gak ngerti boso Jowo, yo wis ae tahunya wkwkwk bisa berkenalan dengan mbak Nita yang pintar masak dan punya kedai mie dan wedangan, dengan mbak Kristin, satu-satunya yang mengerti tentang Pegagan yang kupakai untuk membuat Opak Singkong, mbak Cecil yang bakulan kue kering, mbak Ayu yang antusias banget belajarnya, bu Sri yang membawa potluck jelly art yang cantikkkk dan punya anak di Jakarta, aku tunggu ya kalau ke Jakarta… Hebat-hebat deh wong Solo 🙂

Semoga sharing yang saya berikan bermanfaat ya buat teman-teman BCL Solo 🙂

latbar-solo-1

latbar-solo-2

latbar-solo-3

latbar-solo-4

latbar-solo-5 latbar-solo-6

Kolam Renang Bukit Duri Permai

Sebagai ex warga Jakarta Timur, eh sebetulnya bukan warga Jakarta Timur beneran sih… Jadi ceritanya dulu bangetttt, tempat kerja pertamaku itu lokasinya di Jakarta Timur, tepatnya di Jl. Matraman Raya, tepatnya lagi di lokasi Gramedia Matraman, lantai atasnya tapi… Ada yang tahu tempat apakah itu? Tepatnya saat saya pertama kali mengenal dunia kerja di tahun 1988.

Yang tahu pastinya yang pernah domisili seputar Matraman dsk. Yup, dulunya di lantai atas gedung Gramedia, adalah Grasera, atau Gramedia Serba Ada, anak perusahaan atau masih dalam group KKG (Kelompok Kompas Gramedia).

Ceritanya saya kost di sebrangnya Grasera, atau daerah Tegalan namanya. Dari teman-teman Grasera jugalah saya tahu lokasi asinan enak di Jakarta (yak, di Asinan Kamboja Rawamangun), juga lokasi asinan enak di Kayumanis (dulu adaaa.. dekat rel KA gitu), tempat bubur enak di Nusantara, bioskop di Nusantara, lokasi kolam renang di by pass, kolam renang di Pondok Gede termasuk juga lokasi kolam renang Bukit Duri Permai. Aihhh jadi bernostalgia deh saya hahaha

Sebetulnya kerja di Grasera itu enakkkk banget karena banyak teman-temannya dan semuanya menyenangkan. Walaupun kerjanya on shift gitu, untuk para wanita yang shift malam disediakan mobil jemputan untuk area Jakarta Timur, biasanya daku ikut hanya sampai by pass. Jadi yang keliaran malam-malam jam 10-11 itu sudah jadi makanan sehari-hariku sejak dulu xixixi

Sayang daku gak lama di Grasera, hanya 3 tahun, kalau mau sabar sebetulnya enak karena setelah Grasera dibubarkan (karena kurang profit kali ya), teman-teman yang bekerja di sana tidak di-phk. Mereka diberi pilihan, ditawarkan bekerja di Gramedia atau mengambil paket (paket berupa rumah)… keren khan?

Dulu itu bekerja shift tidak enak buatku karena aku gak bisa nyambi kursus, iya aku memang type yang suka meng-upgrade diri lewat kursus-kursus yang tidak mahal namun kutahu akan bermanfaat nantinya. Dengan bekerja shift, agak sulit untuk mengikuti kursus yang jamnya sudah ditentukan. Jadilah aku mencari-cari kesempatan untuk pekerjaan yang lebih baik lagi, yang gak pake shift kalau bisa.

Ealah jadi manjang xixi back to kolam renang yaaa… karena aku suka berenang jadi kolam renang merupakan salah satu tempat favoritku untuk berolahraga. Walaupun saat itu gak bisa berenang.

Kolam renang yang berada di lokasi Kompleks Bukit Duri Permai ini agaknya tidak banyak diketahui warga, karena lokasinya yang di dalam kompleks, sehingga pengunjungnya tidak banyak. Justru enak buat yang fokus berenang. Oh iya, airnya hangat lho, jadi jangan kuatir kedinginan kalau berenang sore-sore. Aku juga gak tahu kenapa airnya tidak dingin, lupa tanya xixi

Seperti bisa dilihat di gambar, kolam renangnya kecil saja, untuk lebarnya panjangnya itu hanya 2 kali napas berenang gaya bebas. Buatku justru memudahkan, jadi tidak capek ambil napas hahaha Karena tujuanku berenang adalah buat terapi,, jadi justru lebih senang dengan kolam yang kecil.

Kalau tahu Gereja Koinonia, atau tepatnya lokasi ex bioskop Nusantara, atau bubur ayam Betawi di samping bioskop Nusantara, tinggal tanya saja ke warga situ, lokasi kolam renang. Pasti akan dikasih tahu. Aku amazed sendiri karena masih ingat jalan ke lokasi.

kolam renang bdp 1

kolam renang bdp 2

kolam renang bdp 3

kolam renang bdp 4

kolam renang bdp 5

kolam renang bdp 6

kolam renang bdp 7

kolam renang bdp 8

Kopdar Komunitas BCL Baking Cooking with Love

Sabtu, 1 Agustus lalu, kebetulan gak ada jadwal syuting (hahaha walaupun bukan artis kita juga khan seksi sibuk yak wkwkwk), jadi kusempatkan ikut kopdar komunitas BCL Baking Cooking with Love yang diadakan di Kalcit (alias Kalibata City), Jakarta Selatan.

Sebagai wong ndeso, alias wong Tanjung Priok, aku tuh memang seperti orang deso lho karena biasanya kalau ke mall hanya sekitar Kelapa Gading area saja, males euy ke tempat2 lain yang jauhhh… termasuk ke Kalibata City, belum pernah tuh hahaha ndeso khan…

Ternyata di Kalcit itu adalah apartment area, mungkin ada 10 tower apartment kali ya… mirip-mirip di Taman Rasuna gitu deh… hanya sayangnya gak ada kolam renangnya, kolam renang hanya ekslusif untuk beberapa tower saja. Kalau di Taman Rasuna khan untuk semua penghuni kalau tidak salah… jadi ingat temanku yang punya unit di sana, jadi ingat berenang di sana, bila sore hari dinginnn… karena terbuka gitu…

Back to Kalcit, kopdar diadakan di resto d’cost, tahu donk dengan resto satu ini, resto dengan segudang inovasi kalau menurutku… dan kali ini cara menyajikan menu dari d’cost sangatlah unik.

kopdar bcl 5

Pengunjung memilih menu-menu di atas, lalu mengambil kartu-kartu yang ditempel dan membawanya ke kasir, jadi tugas waiter agak lebih ringan karena tidak memberikan daftar menu lagi… unik khan? belum lagi dengan banyaknya menu yang ditawarkan, kayaknya ada kali ya 60 menu, hmm… luar biasa yaa

Oh iya, senang banget akhirnya bisa ketemuan dengan teman-teman di group BCL, walaupun aku gak aktif, kalau ada waktu pasti kusempatkan membaca sharing2 di group.

kopdar bcl 1
Spv d’cost ikutan foto, hahaha the power of self-exist 🙂
kopdar bcl 2
aku juga gak mau ketinggalan donk, gpp ya naik di kursi xixixi
kopdar bcl 3
anak balita member yang ikutan, juga sibuk lho bermain, sayang foto dan video mereka yang asyik bermain di bawah kolong meja yang sempat kuambil, dah kehapus dari hpku hehe
kopdar bcl 4
sampingku L (putranya Listiana), Christiana, depanku Anna Suherman dan Tien #edisibiargaklupawkwkwk

Toko Bahan Kue dan Kursus Kue dan Masak Fortuna

Perkenalanku dengan Fortuna sebenarnya sudah jauh sebelum daku join SICO. Sering banget dengar nama Fortuna disebut-sebut dalam perbincangan teman-teman. Banyak yang kursus di situ dan kata mereka resepnya oke-oke. Cukup take note saja saat itu.

Dua tahun lalu aku jadi mulai sering melewati Jalan Zainul Arifin atau orang menyebutnya daerah Ketapang. Yup sejak menjadi dealer Sico, daku bermotor ria dari rumah ke kantor Sico yang terletak di Jalan Cideng Barat. Dari arah Koja, daku selalu ambil jalan dalam atau jalan tikus yang bebas macet tapi ya lamaaa… dan banyak polisi tidurnya. Tembus-tembus Pasar Ular Plumpang, nyebrang kali, sampai daerah Pool lalu tembus Sunter. Lanjut Kemayoran, Jl. Garuda, belakang Pasar Baru, lurusss aja hingga sampailah daerah Ketapang. Lurus2 ketemu jembatan belok kiri, gak lama ke kanan, lawan arah sedikit sampai deh kantor Sico.

Nah otw ke kantor, saat di Jalan Ketapang itulah gak sengaja mataku menangkap signboard bertuliskan Kursus Kue dan Masak “Fortuna”, membuatku teringat kembali perbincangan teman-teman dulu. Oh ternyata ini toh tempat kursus Fortuna yang tersohor itu.

Kursus Kue dan Masak : FORTUNA

Jl. K.H. Zainul Arifin No. 37-A (Jl. Ketapang Raya)

Jakarta Pusat

Telp. 021-6322937 / 021-6323089

Bisa juga tanya2 via WA 0816-1151-578

Di situ ada tepung ararut, tepung talas, tepung kentang, tepung ubi ungu, dll. Tapi tepung ararut di Toko Fortuna adalah yang berwarna putih, telah melalui 2x proses pengeringan. Kalau aku jual tepung ararut yang sekali proses pengeringan. Bila cari info mixer Bosch, panci presto Isa, atau produk-produk Signora, silakan WA daku ya di 087881060909.

Iseng aku mampir, melihat-lihat dan akhirnya mengambil beberapa kursus kue dan memasak di situ.

fortuna 1

 

fortuna 2

fortuna 3

fortuna 4

fortuna 5

 

Buat yang mencari tepung ubi ungu, tepung talas, tepung ting mien, tepung larut, di Fortunalah tempatnya.

Silakan telpon adi 021-6323089 / 021-6322937 atau WA saja di 0816 1151 578

Pesanan bisa dikirim kok via jne atau yang lainnya.

fortuna 6

Serunya PWN Pesta Wirausaha TDA 2016

Serunya PWN TDA 2016 mungkin bisa dilihat dari beberapa foto yang kuambil ini.
Mulai dari belajar dari para mastah n successful people in offline n online business, mengejar e-book n training murah, gathering’s night, bazaar produk negeri sendiri hingga berwelfie dengan teman2 “sevisi” 🙂

Yup, bagaimana tidak mengejar dan antri untuk mendapatkan trainingnya Tung Desem Waringin, karena dibatasi banyaknya dan juga waktunya.Training TDW untuk Silver seharga Rp 927.000 tapi untuk 3 orang selama 3 hari dan untuk bulan September nanti. Jadi per orangnya Rp 309.000 selama 3 hari atau setara dengan Rp 103.000 per harinya, murah khan?

Sementara e-booknya Dewa Eka Prayoga dari harga semula Rp 1.141.000 akhirnya menjadi Rp 50.000 dan semua hasilnya disumbangkan untuk pembangunan TDA Center di Gedung Smesco. Sayang aku lupa jadi pas ke boothnya Billionaire Store, pendaftaran untuk beli e-book sudah ditutup hikss

pwn1 2016

pwn2 2016

pwn3 2016

Taman Cut Mutiah, Pasar Jongkok di Daerah Menteng

Saat bazaar di Kedutaan Amerika hari Jumat tanggal 29 April lalu adalah hari terakhir pelaporan pajak individu. Sebagai warganegara yang baik (jiahhhh),,,, daku ikut melaporkan pajak, walaupun sebetulnya omzet si roa masih dikitttt banget alias kalau ada yang pesan saja xixi

Nah saat tanya-tanya di manakah kantor pajak yang terdekat dari kantor US Embassy, oh iya saat ini US Embassy pindah ke Gedung Sarana Jaya (kecuali Consular Section / urusan visa) karena gedung utama sedang renovasi, yang kabarnya memakan waktu bertahun-tahun… akhirnya daku dapat info kalau kantor pajak terdekat adalah kantor pajak Menteng yang terletak di Taman Cut Mutiah, Menteng.

Segera daku meluncur ke Taman Cut Mutiah. Jam menunjukkan pukul 11.30 dan saat tiba di Taman Cut Mutiah, daku takjub dengan banyaknya orang yang datang ke sana, rata-rata sih untuk sholat Jumat di masjid di Taman Cut Mutiah. Tapi sih yang datang untuk makan siang ataupun belanja cukup banyak juga. Ternyata, setiap Jumat siang, Taman Cut Mutiah berubah menjadi pasar jongkok alias pasar kaget yang rameee pake bangetttt… bisa dilihat dari gambar-gambar yang kuambil ini.

Jadi pengen jualan di situ, yukkk yang minat… yang minat… kita gelar dagangan di situ hari Jumat hahaha

 

taman cut mutiah 1
Lupa foto saat pada sholat Jumat, sesudah selesainya baru kufoto… Saking penuhnya, ada lho yang sholat di luar taman dan kepanasan pula, saluttt saluttt 🙂

 

taman cut mutiah 2
nie si mbak masih bingung mau beli apaan, tapi kok ngelihatnya ke lantai yak hehehe
taman cut mutiah 3
mari dipilihhh dipilihhhh dompetnya… upss ada kacamata juga xixixi
taman cut mutiah 4
motor dan mobil pun ikut meramaikan pasar kaget Taman Cut Mutiah
taman cut mutiah 5
asyiknya jualan di sini, selain adem karena pohon yang tinggi, ada kapstock alami lho, cukup digantung di ranting2 pohon
taman cut mutiah 6
ada nasi bakar, pepes teri, pepes tahu, udang goreng hmm… yummy
taman cut mutiah 7
aneka “tools” yang mungkin saja kelupaan beli, saat2 dibutuhkan tidak ada, bisa dibeli di sini
taman cut mutiah 8
sosis bakar ini masih saja banyak peminatnya lho, orang dewasa pula yang beli :-), sebelahnya jus buah, hmm segarrr
taman cut mutiah 9
penasaran sebenarnya pengen nyobain sandal kawai kw ini, tapi sayang mengeluarkan uang buat coba-coba hahaha soalnya daku gak bisa lama-lama memakai sandal teplek, sakit booo
taman cut mutiah 10
baju-baju ini pun banyak peminatnya, entah second entah reject export… iseng kutanya ke si mbak yang beli, kantor di mana? di Pluit ternyata, busettt jauh juga yaaa… gak sengaja datang sih, karena lewat Menteng jadi sekalian mampir kata si mbak