Category Archives: Blog

Resep Kombucha Sirsakti

Daku dapat Resep Kombucha Sirsakti ini dari oma Ning, herbalist seperti alm. Hembing gitu… Dibuang sayang Resep Kombucha Sirsakti ini jadi aku posting di sini saja ya, kapan-kapan aku mau bikin Kombucha tinggal cari di sini deh 🙂 setelah mendapat resep ini daku langsung bikin lho tapi sayangnya gagal, karena daku gak telaten orangnya wkwkwk lain waktu akan coba lagi ahh…

RESEP KOMBUCHA SIRSAKTI

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • 2 liter air bersih (jangan air sumur, sebaiknya pakai aqua atau sejenisnya)
  • 250 gram gula pasir
  • 5 sachet teh Sirsakti atau teh hijau/hitam. Teh Kombucha yang sudah asam (cuka), kira-kira 10% dari bahan baru yang akan kita buat (dalam contoh ini berarti 200 ml)

Alat-alat yang dibutuhkan :

  • Panci stainless steel untuk merebus air. Perhatikan : jangan menggunakan panci alumunium. Bisa juga menggunakan panci email yang tidak ada cacatnya (karena kalau lapisan emailnya sudah mengelupas, biasanya keluar karat dari dalam lapisan email).
  • Stoples kaca/gelas bening untuk tempat fermentasi / pembuatan teh Kombucha. Jangan menggunakan tempat dari plastik (botol aqua dsb) atau tempat dari bahan logam karena akan mengakibatkan oksidasi. Tempat dari kaca adalah yang terbaik.
  • Serbet atau sapu tangan untuk menutup stoples tempat teh Kombucha dibuat.
  • Karet gelang atau tali.

Cara Pembuatan :

  1. Rebus kurang lebih 0.5 liter air dalam panci stainless.
  2. Setelah air mendidih lalu masukkan daun teh ke dalamnya, tutup rapat panci, biarkan selama 2-3 menit. Rata-rata pemakaian daun teh adalah 15 gram/liter. Tapi ini tergantung selera Anda. Jika ingin lebih pekat, daun teh bisa ditambahkan atau sebaliknya.
  3. Saring daun teh dan tambahkan gula. Aduk sampai gula meleleh sempurna.
  4. Tambahkan 1.5 liter air dingin sisanya ke dalam panci agar teh menjadi cepat dingin.
  5. Setelah temperatur sama dengan suhu ruang, pindahkan cairan teh manis tersebut ke dalam stoples kaca yang sudah disediakan, sambil disaring.
  6. Masukkan teh Kombucha biang sebagai starternya dan kemudian jamur Kombuchanya. Tidak masalah apakah jamur tersebut nantinya tenggelam atau mengapung di permukaan.
  7. Tutup stoples kaca tersebut dengan secarik sapu tangan bersih agar debu/lalat buah tidak masuk ke dalam stoples namun tetap ada udara, jamur Kombucha tersebut butuh bernafas. Ikat saputangan dengan tali atau karet agar tidak mudah terbuka (rapat). Ingatlah bahwa lalat buah sangat menyukai bau dari kombucha. Jika Anda tidak menutupnya rapat-rapat, lalat buah akan masuk dan bertelur di dalamnya.
  8. Jangan menaruh wadah fermentasi di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena sinar ultraviolet akan membunuh bakteri dari Kombucha.
  9. Diamkan selama 7-12 hari, baru setelah itu Teh Kombucha bisa dipanen. Selama masa fermentasi, stoples jangan diguncang-guncang. Apabila Anda ingin mencoba terlebih dahulu hasilnya, Anda bisa memasukkan sedotan dan mencicipinya sedikit dari dinding kaca. Apabila dirasakan kurang asam, Anda bisa melanjutkan mendiamkannya kembali 1-2 hari lagi.
  10. Pada setiap stoples dengan bibit/jamur Kombucha yang dipanen akan ada “Baby Kombucha” yang berupa lapisan tipis di atas jamur Kombucha yang lama. Pisahkan “Baby Kombucha” ini di tempat terpisah (dalam wadah kaca juga) untuk dijadikan sebagai cadangan. Kami menyebutnya : disimpan dalam “Hotel Kombucha”. Baby Kombucha ini kemudian berguna untuk dijadikan bibit untuk membuat teh Kombucha yang baru.

 

 

Hipertiroid | Penyakit Hormon Urutan Kedua di Indonesia

Sebulan lebih tidak update website hikss maafkeun yaaa… juga di socmed dll, hanya di tokped dan bukalapak saja yang masih aktif, itu pun slow respond bangetttt… Rasa malas makin mendera setelah November lalu daku dinyatakan positif terkena Hipertiroid.

Duh apa pula itu Hipertiroid? Nama Hipertiroid baru saja akrab di telingaku, setelah test lab dengan TSH dan juga T3 tinggi. Jadi tuh November lalu tiba-tiba saja aku merasakan jantungku berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Walaupun tidak berasa sakit tapi gak nyaman aja, kenapa ya kira-kira ini jantung, kenapa cepat banget, gak seperti biasanya. Hari ketiga setelahnya aku pun memutuskan ke dokter jantung di RS dekat rumah. Ya, rumahku memang dekat banget ke RS Pelabuhan, cukup berjalan kaki saja, kira-kira 5 menitan pun dah sampai RS.

Di RS, perawat memeriksa tekanan darahku dan juga EKG. Hasilnya : 104, rujukan normalnya antara 60-100. Duhhh… pas bertemu dokter, dokter bertanya macam-macam dan berakhir untuk periksa darah lengkap, termasuk TSH dan T3.

Dari dokter jantung aku pun ke dokter di puskesmas untuk meminta rujukan ke dokter mana lagi sebaiknya aku berkonsultasi. Dan dirujuklah daku ke dokter internist (penyakit dalam) di RS yang sama. Aku memilih RS tsb alasannya karena lebih dekat ke rumah saja jadi kalaupun antri bisa pulang ke rumah dulu, asyikk khan hehe Oh iya, aku berobat menggunakan BPJS berbayar dan memang keren banget ya fasilitas kesehatan BPJS itu 🙂 two thumbs up buat mereka-mereka yang memperjuangkannya 🙂

Oh iya, aku juga browsing-browsing donk mengenai si hipertiroid ini, dan bersyukur bisa tahu lebih banyak, makasih om gugel 🙂

-bersambung-

Salila, The First Luxurious Cruise Ship in Indonesia

Melihat foto ini, jadi ingin bernostalgia hehe yup foto ini termasuk salah satu foto yang dibuang sayang… Ya fotoku bersama crew pertama Salila sangat sayang bila dibiarkan saja hehe

Tahun 2009 lalu, saat saya masih bekerja di salah satu perusahaan pembuat kapal laut. Boss saya saat itu telah lama bergabung dengan YPO Indonesia (Young President Organization), sebuah organisasi yang berkantor pusat di Texas, beranggotakan Young President / Penerus perusahaan2 keluarga di Indonesia. Bersama dengan teman2nya di YPO Indonesia, mantan bossku itu membeli kapal “ocean going”. Ocean-going ship adalah kapal yang memang didesign dan diperlengkapi untuk menjelajah samudra. Kapal ocean-going buatan Jepang itu kemudian diconvert menjadi “kapal pesiar”. Kapal pesiar tersebut dinamakan Salila. Lupa artinya tapi bagus artinya, ya iyalah kalau jelek artinya gak akan dipakai untuk nama sebuah kapal, ya khan hehe

salila-crew

Di foto di atas, kami berada di dalam Salila, crew pertama Salila beserta designer dan admin staff Salila, minus Paul, sang kapten kapal. Persis di sampingku adalah pak Ismail Ning, bersama dengan mantan bossku, beliau PIC Salila dari pertama, hingga saat ini sepertinya. Pak Ismail Ning ini adalah anak konglomerat Hasyim Ning, yang punya cikal bakal Lippo Bank sebelum akhirnya sahamnya dijual ke Mochtar Riady. Aihh jadi inget udah beli bukunya “Manusia Ide” tapi belum sempat-sempat dibaca. Buku tersebut tentang Mochtar Riady yang keren bangettttt, dia adalah orang di belakang suksesnya BCA dan Lippo. Waduh harus siapin waktu ahh buat baca bukunya.

salila-outside

Mau lihat kerennya Salila? Visit sini aja yaaa : http://salila-indonesia.com/

Dan ini pak Ismail, keren banget yaaa…

Pernahkah Kamu Merasa Sangat Ketakutan?

Yup, Pernahkah Kamu Merasa Sangat Ketakutan? Jujur saya pernah… dan itu baru-baru saja, tepatnya hari Jumat lalu, sewaktu di dalam pesawat terbang dalam perjalanan dari Jakarta ke Solo. Bisa dibilang, perjalanan dengan maskapai Citilink tersebut adalah yang terburuk dibanding perjalanan2 saya lainnya. Memang sih saya gak banyak traveling menggunakan pesawat terbang, seumur hidup saya ini, ke luar negeri hanya 3x, Manado 2x, Makassar, Kendari, dan terakhir ke Solo (bener2 gak banyak khan hehe). Jadi ceritanya teman saya mengajak saya untuk ke Solo untuk mendemokan mixer Bosch yang saya jual, beliau juga yang menyarankan untuk naik pesawat karena beda tipis dengan kereta. Kebetulan dapat harga promo, pp hanya 500rb-an. So, kenapa tidak?

on-the-plane
on the way back, selfie dulu hehe

Jadi hari Jumat itu kami bertemu di bandara Halim PK, dan kami naik Citilink yang berangkat pukul 14.10, perjalanan hanya 1 jam lebih 10 menit. Pesawat take-off dengan mulus, walaupun saat berangkat mendung dan mulai gerimis. Setelah kurang lebih 30 menit di atas, cuaca terlihat cerah dan gumpalan awan terlihat putih. Namun tiba-tiba kami seperti dihempaskan, seolah-olah posisi pesawat turun dan turunnnn… ada kali 1 detik… setelahnya tenang, lalu terhempas lagi. Teman saya, Madam Sisca langsung memegang tangan saya, dan komat-kamit berdoa. Dia terlihat ketakutan sekali. Sementara saya? Takut juga donk tapi saya coba berani2in hehe dan saya coba mengalihkan perhatian Madam Sisca dengan menerangkan buku yang sedang saya baca. Saat itu saya membaca buku “Marketing Revolution”-nya pak Tung Desem Waringin. Sembari saya berusaha menenangkan Madam, “tenang Madam… hanya sebentar kok”. Padahal dalam hati saya juga takutttt… mencoba fokus membaca tapi sebenarnya pikiran tidak di sana, mencoba berbicara tapi kelihatan tidak yakin. Saat kami separuh bisa menguasai perasaan, kembali kami dihempaskan, duhhhh serem bangetttt… Seorang ibu yang sedang menggendong anaknya berteriak dan suaminya di sebelahnya menepuk2 pundak ibu tersebut, berusaha menenangkannya.

Saya jadi paham bagaimana rasanya kondisi seseorang yang ketakutan. Madam sampai bilang, “kayaknya kita pulang naik kereta aja ya”, sebenarnya saya juga setuju tapi diam aja hahaha Tapi sih saat pulang kami tetap stick to the schedule, naik Citilink hahahaha sayang mengeluarkan uang lagi, dan juga kami positive thinking saja, bahwa hal tersebut tak akan terjadi saat pulang nanti. Tapi kenyataannya, tetap terjadi dan syukurlah hanya sekali saja.

Barusan saya browsing, apakah yang kami alami itu adalah Turbulensi Level 1? Atau Level 1/2? Kami gak tahu juga, tapi menurut Madam Sisca saat dia di toilet, penumpang lain pun membicarakannya. Mereka mengira pilotnya mungkin masih baru (saya juga mengira demikian, tebakan saya, masih umur 30-an wkwkwk)

Nah, itu pengalaman saya saat merasa sangat ketakutan, ya takut jatuh dari pesawat, takut mati intinya… Hal yang wajar khan? namanya juga manusia hehe Itu ceritaku, bagaimana dengan teman-teman?

Cooking Class Membuat Kue dan Aneka Masakan PT SICO

PT SICO SUMBER SAKTI adalah sebuah perusahaan yang menjual alat masak atau peralatan rumah tangga yang berpusat di Jakarta. Peralatan rumah tangga tersebut diimpor dari berbagai Negara seperti Korea, Italy, Jerman, Turki, dll. Salah satunya adalah Mixer Bosch Universal MUM 6N11.

demo-sico-cawang-3

Apa sih yang special dari PT Sico Sumber Sakti? PT SICO Sumber Sakti adalah perusahaan distributor home appliances yang selalu MENGUTAMAKAN MUTU, sehingga PT SICO terkenal karena barang-barang yang dijualnya berkualitas BAIK. Contohnya adalah mixer Bosch, yang telah dijual PT SICO selama lebih dari 30 tahun, adalah produk terlaris dari PT SICO. Selain mixer Bosch, ada Electric Pressure Cooker Hamada atau Panci Presto Elektrik yang buatan Korea dan banyak dipakai customer PT SICO. Juga ada Big Oven SICO buatan Italy dengan penampakan cantik dan watt yang relative lebih rendah dibanding oven listrik lainnya.

PT SICO SUMBER SAKTI berusaha memberi yang terbaik, salah satunya dengan mengadakan Cooking Class secara rutin. Dalam sebulan PT SICO bisa mengadakan Cooking Class hingga 2x dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya saja, bulan lalu Cooking Class diadakan di Cawang, akhir bulan diadakan di Pasar Baru. Dengan Cooking Class, pembeli mixer Bosch misalnya, dapat belajar membuat aneka roti, cake ataupun kue kering. Customer yang bingung bagaimana mengoperasikan Electric Pressure Cooker Hamada, bisa datang ke Cooking Class dan mendapatkan selain demo produknya, juga resep-resep baru.

Untuk bisa hadir di Cooking Class, Anda harus memiliki undangan seperti ini: Oh iya, Cooking Class SICO selalu banyak pesertanya, gak percaya? coba deh ikutan 🙂

undangan-demo-mt-haryono-2 undangan-demo-mt-haryono-3

Untuk mendapatkannya, silakan WA 0878-8106-0909 atau call 0813-8071-2348, dengan senang hati saya akan mengirimkannya pada Anda.

 

demo-sico-cawang-1

Latbar BCL Solo : Membuat Roti, Kue Kering dan Cake

Requestnya Madam Fransisca Yunisha, Founder BCL (Baking Cooking with Love) http://bit.ly/2fxnZ9W untuk mengadakan Latbar membuat Roti, Kue Kering dan Cake di BCL Solo. Sekaligus mendemokan Mixer Bosch  http://kaliskukis.com/mixer-bosch/

Roti yang dibuat adalah Roti Manis, Kue Keringnya Cheese Button dan Cake yang mudah saja : Marmer Cake. Oh iya hasilnya semuanya OK lho, Roti Manis mengembang cantik, Cheese Button pun cantikkkk begitu pula Marmer Cake mengembang bagus walaupun tidak menggunakan SP (stabilizer). Semuanya matang cantik karena juga menggunakan oven yang bagus. Yup ovennya mbak Lina (tuan rumah) memang bagus. Buatan Taiwan dan dulu belinya di Sinar Himalaya Semarang seharga 5.5jt. Ternyata mbak Lina sewaktu tinggal di Pekalongan pernah bakulan roti, beliau punya mesin proofing juga, sayang mesinnya rusak. Kalau saja mesinnya bisa difungsikan, akan tambah cakep deh rotinya.

Sebetulnya daku tidak pede lho untuk sharing2 membuat kue, bukannya gak pernah sharing sih tapi gak pede aja xixi Sebetulnya daku pernah sih sharing Cheese Button, Roti, dll di seputaran teman2 baking saja. Atau saat mendemokan mixer Bosch ke calon pelanggan ataupun yang telah beli mixer Bosch namun masih bingung cara memakainya.

Bersyukur daku bisa menjawab pertanyaan dengan baik…. ya khan ya khan? hehehe

Senang deh bisa sharing2 baking dengan teman-teman BCL di Solo, mendapat teman-teman baru yang baik dan ramah-ramah, walaupun aku gak ngerti boso Jowo, yo wis ae tahunya wkwkwk bisa berkenalan dengan mbak Nita yang pintar masak dan punya kedai mie dan wedangan, dengan mbak Kristin, satu-satunya yang mengerti tentang Pegagan yang kupakai untuk membuat Opak Singkong, mbak Cecil yang bakulan kue kering, mbak Ayu yang antusias banget belajarnya, bu Sri yang membawa potluck jelly art yang cantikkkk dan punya anak di Jakarta, aku tunggu ya kalau ke Jakarta… Hebat-hebat deh wong Solo 🙂

Semoga sharing yang saya berikan bermanfaat ya buat teman-teman BCL Solo 🙂

latbar-solo-1

latbar-solo-2

latbar-solo-3

latbar-solo-4

latbar-solo-5 latbar-solo-6

Kolam Renang Bukit Duri Permai

Sebagai ex warga Jakarta Timur, eh sebetulnya bukan warga Jakarta Timur beneran sih… Jadi ceritanya dulu bangetttt, tempat kerja pertamaku itu lokasinya di Jakarta Timur, tepatnya di Jl. Matraman Raya, tepatnya lagi di lokasi Gramedia Matraman, lantai atasnya tapi… Ada yang tahu tempat apakah itu? Tepatnya saat saya pertama kali mengenal dunia kerja di tahun 1988.

Yang tahu pastinya yang pernah domisili seputar Matraman dsk. Yup, dulunya di lantai atas gedung Gramedia, adalah Grasera, atau Gramedia Serba Ada, anak perusahaan atau masih dalam group KKG (Kelompok Kompas Gramedia).

Ceritanya saya kost di sebrangnya Grasera, atau daerah Tegalan namanya. Dari teman-teman Grasera jugalah saya tahu lokasi asinan enak di Jakarta (yak, di Asinan Kamboja Rawamangun), juga lokasi asinan enak di Kayumanis (dulu adaaa.. dekat rel KA gitu), tempat bubur enak di Nusantara, bioskop di Nusantara, lokasi kolam renang di by pass, kolam renang di Pondok Gede termasuk juga lokasi kolam renang Bukit Duri Permai. Aihhh jadi bernostalgia deh saya hahaha

Sebetulnya kerja di Grasera itu enakkkk banget karena banyak teman-temannya dan semuanya menyenangkan. Walaupun kerjanya on shift gitu, untuk para wanita yang shift malam disediakan mobil jemputan untuk area Jakarta Timur, biasanya daku ikut hanya sampai by pass. Jadi yang keliaran malam-malam jam 10-11 itu sudah jadi makanan sehari-hariku sejak dulu xixixi

Sayang daku gak lama di Grasera, hanya 3 tahun, kalau mau sabar sebetulnya enak karena setelah Grasera dibubarkan (karena kurang profit kali ya), teman-teman yang bekerja di sana tidak di-phk. Mereka diberi pilihan, ditawarkan bekerja di Gramedia atau mengambil paket (paket berupa rumah)… keren khan?

Dulu itu bekerja shift tidak enak buatku karena aku gak bisa nyambi kursus, iya aku memang type yang suka meng-upgrade diri lewat kursus-kursus yang tidak mahal namun kutahu akan bermanfaat nantinya. Dengan bekerja shift, agak sulit untuk mengikuti kursus yang jamnya sudah ditentukan. Jadilah aku mencari-cari kesempatan untuk pekerjaan yang lebih baik lagi, yang gak pake shift kalau bisa.

Ealah jadi manjang xixi back to kolam renang yaaa… karena aku suka berenang jadi kolam renang merupakan salah satu tempat favoritku untuk berolahraga. Walaupun saat itu gak bisa berenang.

Kolam renang yang berada di lokasi Kompleks Bukit Duri Permai ini agaknya tidak banyak diketahui warga, karena lokasinya yang di dalam kompleks, sehingga pengunjungnya tidak banyak. Justru enak buat yang fokus berenang. Oh iya, airnya hangat lho, jadi jangan kuatir kedinginan kalau berenang sore-sore. Aku juga gak tahu kenapa airnya tidak dingin, lupa tanya xixi

Seperti bisa dilihat di gambar, kolam renangnya kecil saja, untuk lebarnya panjangnya itu hanya 2 kali napas berenang gaya bebas. Buatku justru memudahkan, jadi tidak capek ambil napas hahaha Karena tujuanku berenang adalah buat terapi,, jadi justru lebih senang dengan kolam yang kecil.

Kalau tahu Gereja Koinonia, atau tepatnya lokasi ex bioskop Nusantara, atau bubur ayam Betawi di samping bioskop Nusantara, tinggal tanya saja ke warga situ, lokasi kolam renang. Pasti akan dikasih tahu. Aku amazed sendiri karena masih ingat jalan ke lokasi.

kolam renang bdp 1

kolam renang bdp 2

kolam renang bdp 3

kolam renang bdp 4

kolam renang bdp 5

kolam renang bdp 6

kolam renang bdp 7

kolam renang bdp 8

Kopdar Komunitas BCL Baking Cooking with Love

Sabtu, 1 Agustus lalu, kebetulan gak ada jadwal syuting (hahaha walaupun bukan artis kita juga khan seksi sibuk yak wkwkwk), jadi kusempatkan ikut kopdar komunitas BCL Baking Cooking with Love yang diadakan di Kalcit (alias Kalibata City), Jakarta Selatan.

Sebagai wong ndeso, alias wong Tanjung Priok, aku tuh memang seperti orang deso lho karena biasanya kalau ke mall hanya sekitar Kelapa Gading area saja, males euy ke tempat2 lain yang jauhhh… termasuk ke Kalibata City, belum pernah tuh hahaha ndeso khan…

Ternyata di Kalcit itu adalah apartment area, mungkin ada 10 tower apartment kali ya… mirip-mirip di Taman Rasuna gitu deh… hanya sayangnya gak ada kolam renangnya, kolam renang hanya ekslusif untuk beberapa tower saja. Kalau di Taman Rasuna khan untuk semua penghuni kalau tidak salah… jadi ingat temanku yang punya unit di sana, jadi ingat berenang di sana, bila sore hari dinginnn… karena terbuka gitu…

Back to Kalcit, kopdar diadakan di resto d’cost, tahu donk dengan resto satu ini, resto dengan segudang inovasi kalau menurutku… dan kali ini cara menyajikan menu dari d’cost sangatlah unik.

kopdar bcl 5

Pengunjung memilih menu-menu di atas, lalu mengambil kartu-kartu yang ditempel dan membawanya ke kasir, jadi tugas waiter agak lebih ringan karena tidak memberikan daftar menu lagi… unik khan? belum lagi dengan banyaknya menu yang ditawarkan, kayaknya ada kali ya 60 menu, hmm… luar biasa yaa

Oh iya, senang banget akhirnya bisa ketemuan dengan teman-teman di group BCL, walaupun aku gak aktif, kalau ada waktu pasti kusempatkan membaca sharing2 di group.

kopdar bcl 1
Spv d’cost ikutan foto, hahaha the power of self-exist 🙂
kopdar bcl 2
aku juga gak mau ketinggalan donk, gpp ya naik di kursi xixixi
kopdar bcl 3
anak balita member yang ikutan, juga sibuk lho bermain, sayang foto dan video mereka yang asyik bermain di bawah kolong meja yang sempat kuambil, dah kehapus dari hpku hehe
kopdar bcl 4
sampingku L (putranya Listiana), Christiana, depanku Anna Suherman dan Tien #edisibiargaklupawkwkwk

Toko Bahan Kue dan Kursus Kue dan Masak Fortuna

Perkenalanku dengan Fortuna sebenarnya sudah jauh sebelum daku join SICO. Sering banget dengar nama Fortuna disebut-sebut dalam perbincangan teman-teman. Banyak yang kursus di situ dan kata mereka resepnya oke-oke. Cukup take note saja saat itu.

Dua tahun lalu aku jadi mulai sering melewati Jalan Zainul Arifin atau orang menyebutnya daerah Ketapang. Yup sejak menjadi dealer Sico, daku bermotor ria dari rumah ke kantor Sico yang terletak di Jalan Cideng Barat. Dari arah Koja, daku selalu ambil jalan dalam atau jalan tikus yang bebas macet tapi ya lamaaa… dan banyak polisi tidurnya. Tembus-tembus Pasar Ular Plumpang, nyebrang kali, sampai daerah Pool lalu tembus Sunter. Lanjut Kemayoran, Jl. Garuda, belakang Pasar Baru, lurusss aja hingga sampailah daerah Ketapang. Lurus2 ketemu jembatan belok kiri, gak lama ke kanan, lawan arah sedikit sampai deh kantor Sico.

Nah otw ke kantor, saat di Jalan Ketapang itulah gak sengaja mataku menangkap signboard bertuliskan Kursus Kue dan Masak “Fortuna”, membuatku teringat kembali perbincangan teman-teman dulu. Oh ternyata ini toh tempat kursus Fortuna yang tersohor itu.

Kursus Kue dan Masak : FORTUNA

Jl. K.H. Zainul Arifin No. 37-A (Jl. Ketapang Raya)

Jakarta Pusat

Telp. 021-6322937 / 021-6323089

Bisa juga tanya2 via WA 0816-1151-578

Di situ ada tepung ararut, tepung talas, tepung kentang, tepung ubi ungu, dll. Tapi tepung ararut di Toko Fortuna adalah yang berwarna putih, telah melalui 2x proses pengeringan. Kalau aku jual tepung ararut yang sekali proses pengeringan. Bila cari info mixer Bosch, panci presto Isa, atau produk-produk Signora, silakan WA daku ya di 087881060909.

Iseng aku mampir, melihat-lihat dan akhirnya mengambil beberapa kursus kue dan memasak di situ.

fortuna 1

 

fortuna 2

fortuna 3

fortuna 4

fortuna 5

 

Buat yang mencari tepung ubi ungu, tepung talas, tepung ting mien, tepung larut, di Fortunalah tempatnya.

Silakan telpon adi 021-6323089 / 021-6322937 atau WA saja di 0816 1151 578

Pesanan bisa dikirim kok via jne atau yang lainnya.

fortuna 6