Category Archives: Blog

Cooking Class Membuat Kue dan Aneka Masakan PT SICO

PT SICO SUMBER SAKTI adalah sebuah perusahaan yang menjual alat masak atau peralatan rumah tangga yang berpusat di Jakarta. Peralatan rumah tangga tersebut diimpor dari berbagai Negara seperti Korea, Italy, Jerman, Turki, dll. Salah satunya adalah Mixer Bosch Universal MUM 6N11.

demo-sico-cawang-3

Apa sih yang special dari PT Sico Sumber Sakti? PT SICO Sumber Sakti adalah perusahaan distributor home appliances yang selalu MENGUTAMAKAN MUTU, sehingga PT SICO terkenal karena barang-barang yang dijualnya berkualitas BAIK. Contohnya adalah mixer Bosch, yang telah dijual PT SICO selama lebih dari 30 tahun, adalah produk terlaris dari PT SICO. Selain mixer Bosch, ada Electric Pressure Cooker Hamada atau Panci Presto Elektrik yang buatan Korea dan banyak dipakai customer PT SICO. Juga ada Big Oven SICO buatan Italy dengan penampakan cantik dan watt yang relative lebih rendah dibanding oven listrik lainnya.

PT SICO SUMBER SAKTI berusaha memberi yang terbaik, salah satunya dengan mengadakan Cooking Class secara rutin. Dalam sebulan PT SICO bisa mengadakan Cooking Class hingga 2x dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya saja, bulan lalu Cooking Class diadakan di Cawang, akhir bulan diadakan di Pasar Baru. Dengan Cooking Class, pembeli mixer Bosch misalnya, dapat belajar membuat aneka roti, cake ataupun kue kering. Customer yang bingung bagaimana mengoperasikan Electric Pressure Cooker Hamada, bisa datang ke Cooking Class dan mendapatkan selain demo produknya, juga resep-resep baru.

Untuk bisa hadir di Cooking Class, Anda harus memiliki undangan seperti ini: Oh iya, Cooking Class SICO selalu banyak pesertanya, gak percaya? coba deh ikutan 🙂

undangan-demo-mt-haryono-2 undangan-demo-mt-haryono-3

Untuk mendapatkannya, silakan WA 0878-8106-0909 atau call 0813-8071-2348, dengan senang hati saya akan mengirimkannya pada Anda.

 

demo-sico-cawang-1

Latbar BCL Solo : Membuat Roti, Kue Kering dan Cake

Requestnya Madam Fransisca Yunisha, Founder BCL (Baking Cooking with Love) http://bit.ly/2fxnZ9W untuk mengadakan Latbar membuat Roti, Kue Kering dan Cake di BCL Solo. Sekaligus mendemokan Mixer Bosch  http://kaliskukis.com/mixer-bosch/

Roti yang dibuat adalah Roti Manis, Kue Keringnya Cheese Button dan Cake yang mudah saja : Marmer Cake. Oh iya hasilnya semuanya OK lho, Roti Manis mengembang cantik, Cheese Button pun cantikkkk begitu pula Marmer Cake mengembang bagus walaupun tidak menggunakan SP (stabilizer). Semuanya matang cantik karena juga menggunakan oven yang bagus. Yup ovennya mbak Lina (tuan rumah) memang bagus. Buatan Taiwan dan dulu belinya di Sinar Himalaya Semarang seharga 5.5jt. Ternyata mbak Lina sewaktu tinggal di Pekalongan pernah bakulan roti, beliau punya mesin proofing juga, sayang mesinnya rusak. Kalau saja mesinnya bisa difungsikan, akan tambah cakep deh rotinya.

Sebetulnya daku tidak pede lho untuk sharing2 membuat kue, bukannya gak pernah sharing sih tapi gak pede aja xixi Sebetulnya daku pernah sih sharing Cheese Button, Roti, dll di seputaran teman2 baking saja. Atau saat mendemokan mixer Bosch ke calon pelanggan ataupun yang telah beli mixer Bosch namun masih bingung cara memakainya.

Bersyukur daku bisa menjawab pertanyaan dengan baik…. ya khan ya khan? hehehe

Senang deh bisa sharing2 baking dengan teman-teman BCL di Solo, mendapat teman-teman baru yang baik dan ramah-ramah, walaupun aku gak ngerti boso Jowo, yo wis ae tahunya wkwkwk bisa berkenalan dengan mbak Nita yang pintar masak dan punya kedai mie dan wedangan, dengan mbak Kristin, satu-satunya yang mengerti tentang Pegagan yang kupakai untuk membuat Opak Singkong, mbak Cecil yang bakulan kue kering, mbak Ayu yang antusias banget belajarnya, bu Sri yang membawa potluck jelly art yang cantikkkk dan punya anak di Jakarta, aku tunggu ya kalau ke Jakarta… Hebat-hebat deh wong Solo 🙂

Semoga sharing yang saya berikan bermanfaat ya buat teman-teman BCL Solo 🙂

latbar-solo-1

latbar-solo-2

latbar-solo-3

latbar-solo-4

latbar-solo-5 latbar-solo-6

Kolam Renang Bukit Duri Permai

Sebagai ex warga Jakarta Timur, eh sebetulnya bukan warga Jakarta Timur beneran sih… Jadi ceritanya dulu bangetttt, tempat kerja pertamaku itu lokasinya di Jakarta Timur, tepatnya di Jl. Matraman Raya, tepatnya lagi di lokasi Gramedia Matraman, lantai atasnya tapi… Ada yang tahu tempat apakah itu? Tepatnya saat saya pertama kali mengenal dunia kerja di tahun 1988.

Yang tahu pastinya yang pernah domisili seputar Matraman dsk. Yup, dulunya di lantai atas gedung Gramedia, adalah Grasera, atau Gramedia Serba Ada, anak perusahaan atau masih dalam group KKG (Kelompok Kompas Gramedia).

Ceritanya saya kost di sebrangnya Grasera, atau daerah Tegalan namanya. Dari teman-teman Grasera jugalah saya tahu lokasi asinan enak di Jakarta (yak, di Asinan Kamboja Rawamangun), juga lokasi asinan enak di Kayumanis (dulu adaaa.. dekat rel KA gitu), tempat bubur enak di Nusantara, bioskop di Nusantara, lokasi kolam renang di by pass, kolam renang di Pondok Gede termasuk juga lokasi kolam renang Bukit Duri Permai. Aihhh jadi bernostalgia deh saya hahaha

Sebetulnya kerja di Grasera itu enakkkk banget karena banyak teman-temannya dan semuanya menyenangkan. Walaupun kerjanya on shift gitu, untuk para wanita yang shift malam disediakan mobil jemputan untuk area Jakarta Timur, biasanya daku ikut hanya sampai by pass. Jadi yang keliaran malam-malam jam 10-11 itu sudah jadi makanan sehari-hariku sejak dulu xixixi

Sayang daku gak lama di Grasera, hanya 3 tahun, kalau mau sabar sebetulnya enak karena setelah Grasera dibubarkan (karena kurang profit kali ya), teman-teman yang bekerja di sana tidak di-phk. Mereka diberi pilihan, ditawarkan bekerja di Gramedia atau mengambil paket (paket berupa rumah)… keren khan?

Dulu itu bekerja shift tidak enak buatku karena aku gak bisa nyambi kursus, iya aku memang type yang suka meng-upgrade diri lewat kursus-kursus yang tidak mahal namun kutahu akan bermanfaat nantinya. Dengan bekerja shift, agak sulit untuk mengikuti kursus yang jamnya sudah ditentukan. Jadilah aku mencari-cari kesempatan untuk pekerjaan yang lebih baik lagi, yang gak pake shift kalau bisa.

Ealah jadi manjang xixi back to kolam renang yaaa… karena aku suka berenang jadi kolam renang merupakan salah satu tempat favoritku untuk berolahraga. Walaupun saat itu gak bisa berenang.

Kolam renang yang berada di lokasi Kompleks Bukit Duri Permai ini agaknya tidak banyak diketahui warga, karena lokasinya yang di dalam kompleks, sehingga pengunjungnya tidak banyak. Justru enak buat yang fokus berenang. Oh iya, airnya hangat lho, jadi jangan kuatir kedinginan kalau berenang sore-sore. Aku juga gak tahu kenapa airnya tidak dingin, lupa tanya xixi

Seperti bisa dilihat di gambar, kolam renangnya kecil saja, untuk lebarnya panjangnya itu hanya 2 kali napas berenang gaya bebas. Buatku justru memudahkan, jadi tidak capek ambil napas hahaha Karena tujuanku berenang adalah buat terapi,, jadi justru lebih senang dengan kolam yang kecil.

Kalau tahu Gereja Koinonia, atau tepatnya lokasi ex bioskop Nusantara, atau bubur ayam Betawi di samping bioskop Nusantara, tinggal tanya saja ke warga situ, lokasi kolam renang. Pasti akan dikasih tahu. Aku amazed sendiri karena masih ingat jalan ke lokasi.

kolam renang bdp 1

kolam renang bdp 2

kolam renang bdp 3

kolam renang bdp 4

kolam renang bdp 5

kolam renang bdp 6

kolam renang bdp 7

kolam renang bdp 8

Kopdar Komunitas BCL Baking Cooking with Love

Sabtu, 1 Agustus lalu, kebetulan gak ada jadwal syuting (hahaha walaupun bukan artis kita juga khan seksi sibuk yak wkwkwk), jadi kusempatkan ikut kopdar komunitas BCL Baking Cooking with Love yang diadakan di Kalcit (alias Kalibata City), Jakarta Selatan.

Sebagai wong ndeso, alias wong Tanjung Priok, aku tuh memang seperti orang deso lho karena biasanya kalau ke mall hanya sekitar Kelapa Gading area saja, males euy ke tempat2 lain yang jauhhh… termasuk ke Kalibata City, belum pernah tuh hahaha ndeso khan…

Ternyata di Kalcit itu adalah apartment area, mungkin ada 10 tower apartment kali ya… mirip-mirip di Taman Rasuna gitu deh… hanya sayangnya gak ada kolam renangnya, kolam renang hanya ekslusif untuk beberapa tower saja. Kalau di Taman Rasuna khan untuk semua penghuni kalau tidak salah… jadi ingat temanku yang punya unit di sana, jadi ingat berenang di sana, bila sore hari dinginnn… karena terbuka gitu…

Back to Kalcit, kopdar diadakan di resto d’cost, tahu donk dengan resto satu ini, resto dengan segudang inovasi kalau menurutku… dan kali ini cara menyajikan menu dari d’cost sangatlah unik.

kopdar bcl 5

Pengunjung memilih menu-menu di atas, lalu mengambil kartu-kartu yang ditempel dan membawanya ke kasir, jadi tugas waiter agak lebih ringan karena tidak memberikan daftar menu lagi… unik khan? belum lagi dengan banyaknya menu yang ditawarkan, kayaknya ada kali ya 60 menu, hmm… luar biasa yaa

Oh iya, senang banget akhirnya bisa ketemuan dengan teman-teman di group BCL, walaupun aku gak aktif, kalau ada waktu pasti kusempatkan membaca sharing2 di group.

kopdar bcl 1
Spv d’cost ikutan foto, hahaha the power of self-exist 🙂
kopdar bcl 2
aku juga gak mau ketinggalan donk, gpp ya naik di kursi xixixi
kopdar bcl 3
anak balita member yang ikutan, juga sibuk lho bermain, sayang foto dan video mereka yang asyik bermain di bawah kolong meja yang sempat kuambil, dah kehapus dari hpku hehe
kopdar bcl 4
sampingku L (putranya Listiana), Christiana, depanku Anna Suherman dan Tien #edisibiargaklupawkwkwk

Toko Bahan Kue dan Kursus Kue dan Masak Fortuna

Perkenalanku dengan Fortuna sebenarnya sudah jauh sebelum daku join SICO. Sering banget dengar nama Fortuna disebut-sebut dalam perbincangan teman-teman. Banyak yang kursus di situ dan kata mereka resepnya oke-oke. Cukup take note saja saat itu.

Dua tahun lalu aku jadi mulai sering melewati Jalan Zainul Arifin atau orang menyebutnya daerah Ketapang. Yup sejak menjadi dealer Sico, daku bermotor ria dari rumah ke kantor Sico yang terletak di Jalan Cideng Barat. Dari arah Koja, daku selalu ambil jalan dalam atau jalan tikus yang bebas macet tapi ya lamaaa… dan banyak polisi tidurnya. Tembus-tembus Pasar Ular Plumpang, nyebrang kali, sampai daerah Pool lalu tembus Sunter. Lanjut Kemayoran, Jl. Garuda, belakang Pasar Baru, lurusss aja hingga sampailah daerah Ketapang. Lurus2 ketemu jembatan belok kiri, gak lama ke kanan, lawan arah sedikit sampai deh kantor Sico.

Nah otw ke kantor, saat di Jalan Ketapang itulah gak sengaja mataku menangkap signboard bertuliskan Kursus Kue dan Masak “Fortuna”, membuatku teringat kembali perbincangan teman-teman dulu. Oh ternyata ini toh tempat kursus Fortuna yang tersohor itu.

Kursus Kue dan Masak : FORTUNA

Jl. K.H. Zainul Arifin No. 37-A (Jl. Ketapang Raya)

Jakarta Pusat

Telp. 021-6322937 / 021-6323089

Bisa juga tanya2 via WA 0816-1151-578

Di situ ada tepung ararut, tepung talas, tepung kentang, tepung ubi ungu, dll. Tapi tepung ararut di Toko Fortuna adalah yang berwarna putih, telah melalui 2x proses pengeringan. Kalau aku jual tepung ararut yang sekali proses pengeringan. Bila cari info mixer Bosch, panci presto Isa, atau produk-produk Signora, silakan WA daku ya di 087881060909.

Iseng aku mampir, melihat-lihat dan akhirnya mengambil beberapa kursus kue dan memasak di situ.

fortuna 1

 

fortuna 2

fortuna 3

fortuna 4

fortuna 5

 

Buat yang mencari tepung ubi ungu, tepung talas, tepung ting mien, tepung larut, di Fortunalah tempatnya.

Silakan telpon adi 021-6323089 / 021-6322937 atau WA saja di 0816 1151 578

Pesanan bisa dikirim kok via jne atau yang lainnya.

fortuna 6

Serunya PWN Pesta Wirausaha TDA 2016

Serunya PWN TDA 2016 mungkin bisa dilihat dari beberapa foto yang kuambil ini.
Mulai dari belajar dari para mastah n successful people in offline n online business, mengejar e-book n training murah, gathering’s night, bazaar produk negeri sendiri hingga berwelfie dengan teman2 “sevisi” 🙂

Yup, bagaimana tidak mengejar dan antri untuk mendapatkan trainingnya Tung Desem Waringin, karena dibatasi banyaknya dan juga waktunya.Training TDW untuk Silver seharga Rp 927.000 tapi untuk 3 orang selama 3 hari dan untuk bulan September nanti. Jadi per orangnya Rp 309.000 selama 3 hari atau setara dengan Rp 103.000 per harinya, murah khan?

Sementara e-booknya Dewa Eka Prayoga dari harga semula Rp 1.141.000 akhirnya menjadi Rp 50.000 dan semua hasilnya disumbangkan untuk pembangunan TDA Center di Gedung Smesco. Sayang aku lupa jadi pas ke boothnya Billionaire Store, pendaftaran untuk beli e-book sudah ditutup hikss

pwn1 2016

pwn2 2016

pwn3 2016

Taman Cut Mutiah, Pasar Jongkok di Daerah Menteng

Saat bazaar di Kedutaan Amerika hari Jumat tanggal 29 April lalu adalah hari terakhir pelaporan pajak individu. Sebagai warganegara yang baik (jiahhhh),,,, daku ikut melaporkan pajak, walaupun sebetulnya omzet si roa masih dikitttt banget alias kalau ada yang pesan saja xixi

Nah saat tanya-tanya di manakah kantor pajak yang terdekat dari kantor US Embassy, oh iya saat ini US Embassy pindah ke Gedung Sarana Jaya (kecuali Consular Section / urusan visa) karena gedung utama sedang renovasi, yang kabarnya memakan waktu bertahun-tahun… akhirnya daku dapat info kalau kantor pajak terdekat adalah kantor pajak Menteng yang terletak di Taman Cut Mutiah, Menteng.

Segera daku meluncur ke Taman Cut Mutiah. Jam menunjukkan pukul 11.30 dan saat tiba di Taman Cut Mutiah, daku takjub dengan banyaknya orang yang datang ke sana, rata-rata sih untuk sholat Jumat di masjid di Taman Cut Mutiah. Tapi sih yang datang untuk makan siang ataupun belanja cukup banyak juga. Ternyata, setiap Jumat siang, Taman Cut Mutiah berubah menjadi pasar jongkok alias pasar kaget yang rameee pake bangetttt… bisa dilihat dari gambar-gambar yang kuambil ini.

Jadi pengen jualan di situ, yukkk yang minat… yang minat… kita gelar dagangan di situ hari Jumat hahaha

 

taman cut mutiah 1
Lupa foto saat pada sholat Jumat, sesudah selesainya baru kufoto… Saking penuhnya, ada lho yang sholat di luar taman dan kepanasan pula, saluttt saluttt 🙂

 

taman cut mutiah 2
nie si mbak masih bingung mau beli apaan, tapi kok ngelihatnya ke lantai yak hehehe
taman cut mutiah 3
mari dipilihhh dipilihhhh dompetnya… upss ada kacamata juga xixixi
taman cut mutiah 4
motor dan mobil pun ikut meramaikan pasar kaget Taman Cut Mutiah
taman cut mutiah 5
asyiknya jualan di sini, selain adem karena pohon yang tinggi, ada kapstock alami lho, cukup digantung di ranting2 pohon
taman cut mutiah 6
ada nasi bakar, pepes teri, pepes tahu, udang goreng hmm… yummy
taman cut mutiah 7
aneka “tools” yang mungkin saja kelupaan beli, saat2 dibutuhkan tidak ada, bisa dibeli di sini
taman cut mutiah 8
sosis bakar ini masih saja banyak peminatnya lho, orang dewasa pula yang beli :-), sebelahnya jus buah, hmm segarrr
taman cut mutiah 9
penasaran sebenarnya pengen nyobain sandal kawai kw ini, tapi sayang mengeluarkan uang buat coba-coba hahaha soalnya daku gak bisa lama-lama memakai sandal teplek, sakit booo
taman cut mutiah 10
baju-baju ini pun banyak peminatnya, entah second entah reject export… iseng kutanya ke si mbak yang beli, kantor di mana? di Pluit ternyata, busettt jauh juga yaaa… gak sengaja datang sih, karena lewat Menteng jadi sekalian mampir kata si mbak

Kedaung Kelapa Gading, Tempat Beli Barang Pecah Belah Cantik

Mungkin Sahabat pernah mendengar kata “Kedaung”? Atau malah sudah pernah berbelanja di Kedaung? Buat yang pernah berbelanja di Kedaung, pasti sependapat dengan saya, selalu ingin ke sana lagi… betul atau betul? hehe

Sepertinya sudah kodratnya wanita untuk tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan rumah, terutama lebih khusus lagi, “dapur”. Nah di Kedaung Sahabat bisa menemukan perkakas dapur yang terbuat dari pecah-belah. Banyak perlengkapan dapuryang bagus, unik tersedia di Kedaung.

Saya berkesempatan mengunjungi Kedaung Kelapa Gading, yang ternyata tidak begitu jauh dari rumah saya, sekitar 15 menitan by motor. Yup, saya ke mana-mana memang menggunakan moda transportasi yang satu itu. Tak ayal lagi, saya hafal sebagian jalan-jalan di Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Timur. Tapi sayangnya saya tak mahir menggunakan Google Maps hikss

Mengapa berbelanja di Kedaung dan apakah harganya lebih murah dari tempat lain? Silakan datang langsung yaa karena soal harga relatif, tergantung dari segi mana Sahabat melihatnya.

 

kedaung kg 1

kedaung kg 2

kedaung kg 3

kedaung kg 4 kedaung kg 5 kedaung kg 6 kedaung kg 8 kedaung kg 9 kedaung kg 10 kedaung kg 12

IEA USAID Bazaar @US Embassy Jakarta

Baru-baru aku diadd di group yang berisi mantan dan juga active employee baik USAID maupun US Embassy Jakarta. Yup, aku memang “alumni” US Embassy Jakarta. Pas banget ada informasi bazaar dalam rangka hari Kartini. Bazaar terakhir yang pernah kuikuti ya sekitar 11 tahun lalu saat aku masih bekerja di situ. Walaupun sudah lebih dari 11 tahun aku gak bekerja lagi di situ tapi aku tetap keep contact dengan teman-teman, kadang kami temu kangen, baik di mall, rumah makan ataupun di rumah teman.

Banyak kenangan manis saat bekerja di sana, salah satunya saat aku aktif ikut olahraga volley saat 17-an, atau saat berpingpong-ria, juga dalam rangka event 17 Agustus. Main pingpong adalah salah satu hobbyku, walaupun gak pernah belajar atau latihan secara khusus, tapi aku mampu mengimbangi permainan seorang teman yang ternyata pernah latihan di sebuah club. Menjadi Juara dalam pingpong tersebut sungguh sebuah prestasi yang sangat-sangat membanggakan buatku hehe walaupun hanya jadi Juara 2, sang Juara 1, seorang ibu yang usianya sekitar 5-10 tahun lebih tua dariku tapi beliau sangat aktif, juga berbakat dalam bidang olahraga pingpong, juga volley. Saat ini beliau pun sudah menjadi alumni USAID, ahhh I miss you bu Hera… dulu sepulang kerja ataupun sepulang latihan olahraga, daku sering banget barengan dengan bu Hera, karena rumah kami searah. Bu Hera tinggal di sekitar Kelapa Gading, sementara aku gak jauh dari Kelapa Gading, sekitar 10-15 menit by motor bike.

Saat pertama masuk aku di State (istilah untuk US Embassy), saat keluar statusku sebagai USAID Employee, jadi aku cukup banyak kenal Indonesian FSN di State maupun USAID.

Bila Sahabat berkeinginan bekerja di sana, mudah kok, pantengin aja websitenya, karena US Embassy selalu memasang job vacation yang mereka open di web mereka.

bazaar usaid 1

 

Lanjut ke bazaar, mengetahui informasi bazaar tersebut, daku tak menyia-nyiakannya dan ikut daftar. Karena jualanku gak banyak, jadi aku joinan dengan seorang teman, mayan khan jadi biayanya dibagi 2.

Ternyata di Bazaar ini lebih banyak yang craft ataupun fashion ketimbang kulinernya. Dapat dimaklumi karena banyak American employee yang lebih tertarik untuk explore maupun membeli Indonesian craft, batik, dll. Maaf lupa kufoto stand-standnya padahal banyak yang cantik-cantik, ada kurang lebih 40 stand yang berpartisipasi. Aku mendapatkan inspirasi dari salah satu peserta bazaar yang menjual kue kering dan mengangkat tema “Healthy Cookies”, kue kering dengan bahan dasar healthy oatmeal dengan 6 variasi rasa, kuenya enak-enak dan packagingnya cantik 🙂

Oh iya, karena nama kue kering buatanku sudah cukup dikenal di kalangan terbatas USAID / US Embassy, maka kue keringku cepat habis, malah kurang, jadi aku suggest PO saja, dan akan kukirim minggu depannya. Surprised juga sebetulnya karena aku sebetulnya jarang menawarkan kue-kueku ke teman-teman, aku hanya drop ke seorang teman di sana.

Senang banget bisa ketemu teman-teman bekerja dulu, tambah senang karena kue-kue yang kubawa habis, coba ya sering-sering bazaar seperti ini hahahaha

bazaar usaid 4

bazaar usaid 2bazaar usaid 5