Category Archives: Snacks

Singkong Thailand Yummy

Singkong Thailand, siapa sih yang gak suka? Kudapan Singkong ala Thailand ini mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia, termasuk saya hahaha secara singkong itu pertama enak, kedua murah, dan ketiga mudah didapat. Dibikin camilan apapun daku suka sama singkong. Digoreng aja daku suka, sering banget ngiler beli gorengan singkong yang merekah cantik, kelihatan enak di abang2 gorengan xixi ketahuan deh ya sukanya gorengan 🙁

Intinya sih Singkong rebus yang dikasih saus santan manis, eh ada juga yang asin ya, selera sih yaaa, manis enak asin pun enak, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Sebetulnya sudah beberapa kali daku bikin Singkong Thailand tapi ya lupa difoto, lupa posting, jadi baru ini deh postingnya hehe Oh iya aku sukanya yang basah dengan kuahnya gitu ya bukan yang dituangin saus hehe kalau basah dengan kuah berarti kuahnya agak meresap gitu ke singkongnya, uenakkk…

Singkong Thailand

Bahan:

  • 1 kg singkong, dikupas, dipotong-potong tebal 1 1/2 cm
  • 1/2 sdt garam
  • 3 lembar daun pandan, diikat
  • 1 liter air (atau secukupnya)
  • 200 gram gula pasir

Bahan Saus:

  • 500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
  • 1/2 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, diikat
  • 1 sdm tepung sagu dilarutkan dalam 150 ml air, untuk pengental

Cara membuat:

  1. Rebus singkong, garam, daun pandan, dalam air sampai matang dan empuk.
  2. Tambahkan gula pasir. Masak sambil diaduk sampai matang dan singkong meresap.
  3. Saus, rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
  4. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup.
  5. Sajikan singkong dengan saus.

Puding Polkadot ala Femmy

Puding Polkadot rupanya ngetrend lagi ya, entah siapa yang bikin trend xixi

Beberapa hari lalu aku mendapat hibahan whipcream Elle n Vire sebanyak 2 pack atau 2 liter yang akan expired bulan Maret nanti, wah senang donk, secara mahal gitu… tapi itu pun ambilnya estafet. Tadinya adikku kerjanya di daerah Slipi tapi ternyata dia udah pindah dan aku gak tahu xixi jadi aku ambil dan kirim ke kantor ISA dulu di daerah Benhil, lalu karena aku lagi gak ada urusan ke sana gak aku ambil-ambil donk. Jadi mendem 2-3 harian di sana sampai akhirnya aku pikir ambil di rumah Siska aja temanku di kantor ISA.

Jadi donk dari kantor ISA estafet ke rumahnya Siska di daerah Rasamala, Tebet. Ya gpplah lebih dekat dan lebih flexible bisa ambil malam xixi dan beneran aku ambillah malamnya.

So whipcream box pertama akhirnya aku campur ke kopi, juice buah dan juga telur dadar. Yup enak lho telur dadar ditambahkan whipcream dan juga keju. Kebetulan aku beli keju kebanyakan, ada 2 kotak boo biasa deh lupa kalau masih punya keju. Aku biasa beli keju kraft yang 2 kg-an gitu jadi berasa banget punya banyak keju hahaha 4 kg yang dipakai baru sedikit.

Sisa 1 liter whipcreamnya aku buat Puding Polkadot ini. Sebetulnya sih ini bukan puding yak karena tidak ada penambahan kuning telur tapi gpplah yah sama teman ini xixi

Oh iya, 1 tips supaya hasilnya lebih bagus, menutup semua, punyaku khan gak ketutup semua ya, jangan terlalu mengaduk2 terus maksudnya mau dinginkan tapi jadinya lebih cepat nge-set, kupikir itu karena tambahan whipcream-nya. Setuju gak temans? Setuju-setuju aja ya wkwkwk

Puding Polkadot ala Femmy

  • Bahan Puding Putih:
  • Gula pasir 110 gram
  • Susu cair 525 ml (saya : 400 ml susu + air 125 ml)
  • Agar-agar plain 11 gram
  • Whipcream cair 200 ml

Bahan Puding Coklat:

  • Gula pasir 175 gram
  • Agar-agar bubuk plain atau coklat 11 gram
  • Jelly powder (nutrijel) plain 3 gram
  • Susu cair 1 liter (saya : susu 600 ml + air 400 ml, jadi pas 1 liter susu)
  • Whipcream cair 200 ml
  • Coklat bubuk 20 gram, campur dengan setengah gelas susu di atas, saring

Cara membuat :

Siapkan 2 loyang puding, Loyang I : Loyang pudding putih diameter lebih kecil (saya : 18 cm), Loyang II : Loyang pudding coklat diameter lebih besar (kalau saya 24 cm).

Puding Putih

  1. Campur gula pasir, cairan susu dan agar-agar di panci.
  2. Masak dengan api kecil/sedang, aduk rata.
  3. Aduk terus hingga menggelembung / adonan sudah matang.
  4. Masukkan whip cream cair, aduk rata.
  5. Sisihkan sebagian pudding putih dan tuang ke loyang ceper.
  6. Bila sudah set, gunakan tutup botol air mineral untuk membentuk bulatan2 kecil.
  7. Sisa adonan pudding putih tuang ke Loyang I / loyang kecil.
  8. Agak dingin masukkan kulkas supaya mengeras.

 

Puding Coklat:

  1. Idem seperti Puding Putih.
  2. Bulatan2 kecil yang di Loyang ceper tadi letakkan satu-persatu di antara lekukan Loyang besar.
  3. Setelah Puding Coklat agak dingin, tuang sedikit hingga menutupi bulatan2 kecil putih tadi.
  4. Masukkan kulkas sebentar, siapkan pudding putih yang sudah set.
  5. Letakkan pudding putih ke Loyang II (Loyang lebih besar) lalu tuang sisa adonan coklat ke atasnya hingga menutupi semua.
  6. Adonan pudding coklat tidak usah diaduk-aduk supaya cepat dingin karena dengan adanya whipcream adonan pudding akan cepat set.
  7. Masukkan ke kulkas. Biarkan dingin.
Ini loyang cepert yang kumaksud, tuang sebagian puding ke loyang ini, lalu bulat-bulatkan menggunakan tutup botol air mineral. Sisanya gak usah repot, langsung makan saja hahaha
bulatan2 disusun di loyang puding

Kue Ku Kacang Hijau

Masih resep dari Latbar BCo bulan lalu. Hasilnya enakkk tapi daku masih belum sempat cobain bikin hikss

Bahan :

  • 100 gram tepung ketan putih
  • 20 gram gula halus
  • 25 gram kentang (kukus, haluskan)
  • 100 ml santan
  • 1/2 sdt pewarna merah cabe
  • garam secukupnya

Cara membuat :

  1. Campur semua bahan kecuali santan dan pewarna, kemudian masukkan pewarna dengan santan secara bertahap, sampai adonan kalis (bisa dibentuk).
  2. Timbang adonan kulit @20 gram.
  3. Isikan adonan isi ke kulit.

Bahan Isian :

  • 125 gram kacang hijau (rendam kurang lebih 1 jam, kemudian kukus)
  • 100 gram gula pasir
  • santan instan 1 bungkus

Cara membuat :

  1. Kacang hijau yang sudah direbus dan dihaluskan, dimasak dengan gula pasir dan santan, garam, vanili.
  2. Masak sampai kering (bisa dibentuk).
  3. Dinginkan, timbang @10 gram.

Kue Balapis Resep Alm. Mama

Resep Kue Balapis atau Kue Lapis ini adalah salah satu peninggalan alm. mamaku yang dulunya memang pembuat kue tradisional Manado. Ya, untuk menyokong keluarga dulu mama membuat aneka kue basah Manado seperti Kue Balapis ini, Panada, Lalampa, Biapong (bakpao), Apang (apem), dll.

Dulu sih gak kepikiran pengen buat sendiri yak, pengennya makannya saja tapi ya lama kelamaan bosan donk ya, tiap hari gitu lho… Kue Balapis, Panada, Lalampa udah kenyang ngelihatnya duluan hahaha tapi setelah mama tiada, rasa rindu menyantap kue bikinan mama begitu besar, so membuat Kue Balapis ini membuatku terkenang akan alm. mamaku, missed you so much ma.

Sebenarnya kami (papaku dan aku maksudnya) tidak mengetahui resep kue Balapis ini tapi lama-lama bisa juga membuatnya karena papaku kadang membantu juga jadi dia masih inget walaupun takes time, yak karena resep awal tidak seperti ini. Setelah dimodif oleh teh Uceu lantas setelah aku coba bikin, rasakan, kok sepertinya bukan seperti itu ya akhirnya aku modif lagi resepnya hingga terciptalah Kue Balapis yang menurutku paling mendekati resep mama alm. Jadi ceritanya aku pernah share resep basic si Balapis ini di milis Orange Kitchen, dicoba oleh teh Uceu lalu dimodif. Modifnya itu lantas aku modif lagi, hahaha

Anyway inilah resepnya yaa, uenakk menurutku, cobain ya dan info aku ya apa yang kurang 🙂

Resep Kue Balapis ala alm. mamaku Betty Sigarlaki

Bahan :
Lapisan Putih:
Tepung terigu protein sedang 150 gram
Tepung beras 75 gram
Tepung tapioca 25 gram
Gula pasir 200 gram
Santan dari 1/2 buah kelapa 550 liter
Vanila bubuk secukupnya
Garam secukupnya

Lapisan Hijau:
Tepung terigu protein sedang 150 gram
Tepung beras 75 gram
Tepung tapioca 25 gram
Gula pasir 200 gram
Santan dari 1/2 buah kelapa 550 liter
Vanila bubuk secukupnya
Garam secukupnya

Pewarna Lapisan Hijau:
Daun pandan 30 lembar + daun suji 20 lembar, blender dengan sedikit santan, tambahkan pewarna hijau
Pewarna hijau 2 tetes (supaya lebih hijau mungkin 4 tetes lebih kali ya)

Cara membuat :
1. Untuk setiap lapisan : campur tepung terigu, tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, vanilla bubuk dan garam.
2. Tambahkan santan, aduk rata menggunakan whisk.
3. Saring adonan, pisahkan.
4. Untuk lapisan hijau: tambahkan daun pandan + daun suji yang telah diblender dan juga pewarna hijau, aduk rata, saring, pisahkan.
5. Panaskan dandang, olesi Loyang dengan minyak. Saya menggunakan Loyang 20×20 cm, pas untuk 1 resep ini, tinggi banget malah. Oh iya gunakan api besar yaa…
6. Tuang 1 sdm adonan hijau, tutup dan tunggu selama 5 menit.
7. Setelah 5 menit, tuang adonan putih, tutup dandang dan tunggu selama 5 menit.
8. Begitu seterusnya selang-seling hingga adonan habis.
9. Angkat Loyang, dinginkan kue lapis.

 

Kue Nagasari Resep Yasaboga

Dulu suka banget bikinnya, walaupun gak sering, dan suka pula memakannya. Aku lebih memilih kue Nagasari ini daripada cake misalnya. Mungkin karena aku lebih dulu mengenal kue basah / kue tradisional sewaktu kecil dulu, dibanding aneka cake.

Resepnya dari Kue-Kue Indonesia by Yasaboga. Selama ini resep kue2 tradisional dari Yasaboga yang kupraktekkan selalu berhasil, kalau tidak biasanya karena daku salah cara membuatnya alias gak baca resep secara teliti hahaha

Kue Nagasari

Bahan :

  • 250 gram tepung beras
  • 2 sdm tepung sagu
  • 175 gram gula pasir
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, sobek-sobek, buat simpul
  • 850 cc santan dari 1 ½ butir kelapa
  • 8-9 buah pisang raja / pisang kepok yang tua, potong-potong
  • Daun pisang muda untuk membungkus

Cara membuat :

  1. Cairkan tepung beras dengan sebagian santan, sisihkan.
  2. Didihkan sisa santan, daun pandan dan gaarm. Masukkan cairan tepung beras dan gula, aduk sampai gula larut dan kental. Angkat dari api, taburkan tepung sagu, sambil diaduk rata.
  3. Ambil 1 lembar daun pisang, letakkan 1 sdm adonan tepung, beri 1 potong pisang, tutup dengan adonan tepung. Gulung dengan daun pisang, lipat kedua sisinya ke tengah.
  4. Kukus hingga matang lebih kurang 30 menit. Angkat, rapikan daunnya.

 

Kue Cantik Manis

Kue Cantik Manis ini hasil latbar yang diberikan oleh mbak Sugie di rumah mbak Susan pada latbar Bco akhir Oktober lalu.

Yang perlu menjadi perhatian adalah cara membungkus kue Cantik Manis ini, ternyata di pasar ada lho plastik yang sudah dipotong2 jadi tidak usah digunting2 lagi. Entahlah apakah di pasarku ada atau tidak plastik tsb.

Cantik Manis

Bahan :

  • 120 gram tepung hunkue
  • 1000 ml santan direbus, dinginkan
  • 250 gram gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt vanila bubuk
  • 4 lembar daun pandan
  • 200 gram sagu cantik manis / mutiara, rebus
  • plastik bening untuk membungkus

Cara membuat :

  1. Larutkan tepung hunkue dengan 500 ml santan , aduk rata dan sisihkan.
  2. Rebus sisa santa, daun pandan, gula pasir, garam, vanila bubuk, diaduk sampai mendidih.
  3. Tuang larutan hunkue, aduk rata. Masak sampai mengental dan meletup-letup. Masukkan sagu mutiara yang sudah direbus, aduk rata.
  4. Tuang 2 sdm adonan ke dalam plastik bening, bungkus dan lipat, biarkan dingin dan membeku.

Onde-onde Wijen | Latbar BCo

Hari Minggu, 29 Oktober yang lalu kembali komunitas Bco mengadakan Latbar Latihan Bareng membuat aneka kue basah, di antaranya Onde-onde. Yang share adalah mbak Sugi dan mbak Ningrum yang telah kawakan membuat aneka kue basah / kue nampan.

ONDE-ONDE (By : Sugi Bae)

Bahan Kulit:

  • 300 gram tepung ketan putih
  • 50 gram kentang kukus, haluskan (atau tepung kentang dengan perbandingan dengan air 1: 4
  • 80 gram gula halus
  • 1/2 sdt garam
  • 200 ml air hangat
  • 100 gram wijen untuk pelapis
  • minyak untuk menggoreng

Bahan Isi :

  • 125 gram kacang hijau kupas, rendam 1 jam
  • 85 gram gula pasir
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1/4 sdt garam
  • 100 ml santan

Cara membuat :

  1. Isi : kukus kacang hijau kupas selama 20 menit, angkat dan haluskan.
  2. Tambahkan gula pasir, daun pandang, garam dan santan. Masak sambil diaduk hingga kalis. Angkat biarkan dingin. Timbang masing2 10 gram, bulatkan dan sisihkan.
  3. Kulit : campur tepung ketan putih, kentang, gula pasir halus dan garam, aduk rata.
  4. Tuang air hangat sedikit2 sambil diuleni sampai kalis dan licin.
  5. Timbang masing2 20 gram, pipihkan beri isi dan bentuk bulat. Celupkan ke dalam air dan gulingkan di atas wijen.
  6. Goreng di dalam minyak tidak terlalu panas di atas api kecil sambil diaduk berputar sampai mengembang. Besarkan apinya menjadi api sedang dan goreng sampai matang.

Stick Ubi Ungu

Di suatu saat, lupa tepatnya hehe saya pernah mencoba Stick Ubi Ungu ini, resepnya dari buku Primarasa kalau tidak salah, dan hasilnya gagal total hikss

Ya, menurut saya kurang oke banget rasanya, kerasss hehe

Tapi gpp ya kali aja besok2 saya mau modif resepnya, tinggal lihat di sini 🙂

Resepnya ada di bawah dan caranya seperti membuat Stick lainnya, misalnya Cheese Stick 🙂

Wajik Legit Enak

Baru-baru ini lihat postingan Wajik Legit Enak ini di G+, kok tampaknya enakkk, dan karena kepengen juga akhirnya aku bikin deh. Padahal tadinya gak masuk di list baking lho, tapi sampai pasar ragu-ragu, kepengenannya lebih kuat ternyata, apalagi ditambah ngelihat gula merah yang coklat pekattt duh tambah pengen deh… tapi lihat harga beras ketan, kok maharani yak hikss Rp 20.000 seliternya padahal seliter cuma 800 gram, sementara yang kubutuhkan adalah 1 kg. Jadi aku bilang, pas-in aja 1 kg ya pak, dan dikasih harga Rp 24.000, ya udahlah gak sempat ngitung apalagi mikir wkwkwk bungkusss

Gaya banget dah bikin ketannya 1 kg langsung, padahal belum tahu bakalan enak atau tidaknya itu Wajik hahaha Akhirnya belilah bahan-bahan lainnya, kelapa aku beli yang langsung peras jadi gak capek meras2 lagi #dasarpemalas aku beli aqua yang 600 ml, trus sisain sedikit. Kira-kira 500 ml airnya, padahal perlunya 500 ml, jadilah agak lebih santannya. Besok2 mungkin hanya 400 ml saja kali ya, karena si kelapa mengeluarkan santan khan?

So, mulai deh bikin, pas baca resep, lha direndam dulu semalaman, langsung deh mau batal aja, eh tapi perasan gpp 3-6 jam, daripada nunggu besok lagi, bisa2 si mood hilang wkwkwk akhirnya kuputuskan untuk merendam beras ketannya terlebih dahulu, cukuplah 3 jam saja. Disambi daku membuat Marmer Cake juga, jadilah akhirnya si Wajik Legit Enak ini. Eh yang bilang legit yang entah yang punya resep atau yang nyobain juga sepertiku. Wajik ini sih beneran lebih enak dari wajik-wajik yang pernah kubuat. Kesannya udah banyak banget ya bikin wajiknya, padahal mah cuma 3 atau 4x sih hahaha

Ok ini ya resepnya :

Wajik Legit

Bahan:
1 kg ketan, cuci bersih, rendam semalaman (aku cuma 3 jam)
500 ml air panas
600 gr gula merah (menurutku ini sudah pas banget, tapi kalau doyan manis, silakan tambah gulanya)
500 ml santan murni (dari 1 kelapa)
2 sdt garam
5 lembar daun pandan

Cara membuat:
– Cuci bersih ketan dan tiriskan..Kukus kira” 15 menit sampai setengah matang.Siram dengan air panas sambil diaduk sampai rata. Kukus lagi sampai matang.
– Masak gula merah bersama santan, tambahkan garam dan pandan sampai mendidih dan wangi. Saring.
– Masak lagi dengan api kecil sampai kental. Masukkan ketan kukus. Aduk hingga kandungan air pada wajik berkurang

Note:

  • Sepertinya bila direndam semalaman, hasilnya akan lebih bagus. Aku merendamnya cuma 3 jam saja, terasa masih mletis gitu, tapi karena daku terus mengaduknya (jadinya seperti mengaduk selai nanas hahaha) lama-lama mletisnya hilang juga.

Bubur Sagu Khas Ambon

Sejak kecil daku telah mengenal si Sagu ini, bukannya karena sering ke Ambon lho (xixi aku cuma sekali ke Ambon waktu cilik dulu, pengen banget ke sana, wandering around their beautiful beaches, semoga yaa mudah-mudahan dalam waktu dekat hehe)

Aku mengenal si sagu ini karena saudara yang datang dari Ambon. Biasanya mereka membawa Sagu Lempeng (terbuat dari tepung sagu), Bagea, Sagu Lempeng Putih (terbuat dari singkong), Sagu Tumbuk, dll.

Sagu Tumbuk adalah makanan kesukaanku, yup aku jatuh cinta padanya xixi setiap kali ada yang mo ke Jakarta, pasti deh aku minta bawain Sagu Tumbuk yang banyak. Pernah lho daku pesan untuk dikirim ke Jakarta dan aku sendiri yang habisin hahaha eh bagi-bagi denk tapi gak banyak wkwkwk

Meskipun sering makan Sagu Lempeng, oh iya cara makannya orang Ambon biasanya si sagu dicelupin ke teh manis dulu, jadi agak lembek gitu baru deh dimakan. Bila tidak dicelupkan ke teh manis atau kopi, jangan coba dimakan ya karena teksturnya yang keras kayak batu, bisa habis tuh gigi kalau mo coba makan xixixi

Oh iya meskipun sering makan Sagu Lempeng, kami jarang sekali mengolahnya menjadi Bubur Sagu. Baru-baru saja kepengennya padahal nyimpen resepnya udah lama banget, kuambil dari resep di majalah Femina jadul.

Sagu Lempeng ini beda ya dengan sagu rangi yang suka ada di pasar atau supermarket. Sagu rangi bentuknya lebih kecil dan warnanya lebih coklat kemerahan sementara sagu lempeng lebih besar2 dan warnanya lebih cantik (menurutku lho ya hahaha)

Ok, aku share resepnya ya, ini baru minggu lalu sih bikinnya, lupa foto karena udah malam tapi sekeluarga pada sukaaaa, satu hal yang terjadi, aku rendamnya dengan air panas dan tidak lama, hasilnya si sagu gak mau lembek hikss tapi gak semua sih karena kurang air saat merendam jadi kutambahkan air panas ternyata sebagian malah gak mau lembek/mengembang.

Sagu yang direndam terlebih dahulu

Bubur Sagu Lempeng

Bahan :

  • 200 gram sagu lempeng
  • 2 liter air
  • 200 gram gula pasir
  • 200 gram gula merah, sisir
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan, sobek-sobek
  • 100 gram kenari, kupas, sangrai, cincang kasar untuk taburan

Saus :

  • 250 ml santan dari 1 butir kelapa (kupas kulit ari)
  • 2 lembar daun pandan
  • ½ sdt garam

Cara membuat :

  • Rendam sagu lempeng dalam 1 liter air selama 2 jam hingga mengembang. Tiriskan, buang airnya.
  • Masak 1 liter air bersama gula pasir, gula merah dan pandan hingga gula larut. Angkat, saring.
  • Didihkan kembali air gula, masukkan sagu yang telah lunak. Aduk dan masak hingga kental.

 

Saus :

  • Didihkan semua bahan sambil aduk-aduk hingga santan kental. Angkat, sisihkan.
  • Taruh bubur sagu dalam mangkuk saji, beri saus dan taburi kenari cincang  (saya gak pakai karena ga punya, sepertinya punya ternyata setelah dilihat dah habis hiks) Sajikan.