Category Archives: Snacks

Kue Cucur

Kue Cucur adalah kue khas tradisional goreng yang bentuknya bulat, dengan bagian tengah membulat dan bagian pinggir yang berenda. Untuk menghasilkan serat, bagian tengah yang membulat, dan bagian pinggir berenda itu, ada teknik khusus yang dilakukan.

Resep serta trik kuambil dari majalah Sedap, dan berhasil jadi, sayangnya hanya 5 biji yang berhasil jadi bagus, sisanya jelek semua hahaha ga keruan gitu bentuknya #malu wkwkwk

Tapi gpp ya namanya juga baru bikin kue Cucur lagi, setelah puluhan tahun. Anehnya dulu ga pake tips trick apapun tetap jadi bagus kue Cucurnya, aku inget banget soalnya mertua laki (alm.) dulu itu doyan banget si Kue Cucur, dan aku pernah buatin buat beliau.

Kue Cucur

untuk 10 buah (ini beneran jadinya hanya 10 buah ukuran sedang)

Bahan :

  • 230 ml air
  • 125 gram gula merah
  • 2 lembar daun pandan
  • 125 gram tepung beras
  • 30 gram tepung terigu protein sedang
  • 1/4 sdt garam

Cara membuat:

  1. Didihkan air, gula merah dan daun pandan sampai gula larut. Saring. Diamkan hingga hangat kuku.
  2. Campur tepung beras, tepung terigu dan garam. Tuang larutan gula sedikit-sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kental, keplok-keplok 30 menit sambil terus dituangi larutan gula sedikit-sedikit sampai habis. Diamkan 40 menit.
  3. Panaskan 4 sdm minyak dalam wajan cekung kecil. Tuang adonan cucur. Siram-siram dengan minyak panas sampai mengembang dan berserat.
  4. Tusuk bagian tengahnya dengan tusuk sate sambil diputar-putar sehingga adonan yang masih mentah keluar. Siram-siram sampai matang. Balik sebentar. Angkat.

Kacang Mete Disco

Ceritanya daku sedang eksperimen membuat aneka kacang, salah satunya kacang mete ini. Sayang ya masih aja mahal harga si kacang mete hikss padahal enak lho… Jadi penasaran berapa ya harganya di Wonogiri sana? Konon kacang mete Wonogiri terkenal karena kualitasnya yang bagus.

Resep ini aku dapat dari group di fb, setelah mencobanya uenakkk lho, cocok menjadi sajian di hari spesial misalnya Lebaran atau Natal. Sayangnya renyahnya kurang bertahan lama, mungkin karena proses membalutnya dilakukan terakhir. Kapan-kapan pas bikin lagi, mau dibalut dulu ahh baru dipanggang. Mungkin dengan cara itu renyahnya lebih tahan lama.

Oh iya kenapa dinamakan Kacang Mete Disco? xixi entahlah, mungkin setelah memakannya lidah orang akan berdisco ria karena pedasnya?

KACANG METE DISCO

Bahan :

  • 600 gram kacang mete, goreng atau panggang
  • 120 gram gula pasir
  • 5 lembar daun jeruk

Bumbu halus, haluskan:

  • 4 buah cabe merah
  • 3 buah cabe rawit
  • 3 butir bawang merah
  • 4 butir bawang putih
  1. Cara membuat :
  2. Panaskan wajan, masukkan gula pasir, daun jeruk dan bumbu halus.
  3. Masak hingga mengental, masukkan kacang mete, aduk rata sampai bumbu agak kering.
  4. Dinginkan, siap disantap.

Membuat Kembang Tahu (Tahwa) Sendiri

Penjual  Kembang Tahu (Tahwa) sudah sangat jarang ditemui saat ini. Ternyata membuatnya mudah lho, jadi buat sendiri saja bila suatu saat kepengen makan. Alat yang  diperlukan hanya blender dan panci stainless. Lebih enak memang menggunakan food processor seperti Electric Multi Mixer ini. Tapi bila tidak ada boleh kok menggunakan blender atau chopper.

Untuk biang atau starternya, yang disebut SAKAW ada dijual seharga Rp 10.000 per bungkusnya. Itu cukup untuk sekali pakai dengan kacang kedelai 500 gram. Hasilnya 1 panci besar kembang tahu, mayan khan? Jadi buat sendiri saja si Kembang Tahu (Tahwa) yaa…

 

Ini resepnya : Kembang Tahu (Tahwa)

Bahan :

  • 500 gram kedelai
  • 3000 cc air
  • 30 gram sakaw
  • 100 cc air

Cara membuat:

  1. Rendam kacang kedelai selama 3-5 jam, usahakan jangan lebih dari 5 jam karena bila lebih dari 5 jam, maka kacang kedelai akan berbau (basi). Perendaman dimaksudkan untuk melunakkan kacang sehingga proses menghaluskan lebih mudah dan menghasilkan susu kedelai yang banyak.
  2. Larutkan 30 gram sakaw dan 100 cc air dalam panci stainless ukuran besar (5 liter). Sisihkan.
  3. Giling kacang kedelai dengan 3000 cc air.
  4. Peras menggunakan kain halus, atau disaring menggunakan saringan halus, jadikan susu kedelai.
  5. Rebus susu kedelai di panci yang lain, menggunakan api kecil sambil diaduk, hingga mendidih.
  6. Tuangkan susu kedelai yang sudah mendidih dalam larutan sakaw. Gunakan wadah untuk menuangnya sedikit demi sedikit, bisa juga sekaligus tapi hasilnya kurang bagus (tekstur lebih kasar).
  7. Biarkan dalam panci sampai beku. JANGAN DIGOYANG-GOYANG.
  8. Hidangkan dengan rebusan air gula, jahe dan daun pandan.

Air Jahe:

Rebus 3-4 potong gula merah (sekitar 150 gram) + jahe + air 350 cc + daun pandan hingga mendidih. Saring, tempatkan di wadah.

Ketimus, Penganan Tradisional dari Singkong

Namanya Ketimus, atau Timus, penganan tradisional yang terbuat dari singkong dan mudah sekali membuatnya, hanya capek memarut singkongnya saja hahaha

Jadi aku lihat resepnya sebetulnya dah lama banget, ada di buku resep Yasa Boga yang kue-kue tradisional, hanya saja aku yang terlalu malas untuk membuatnya hehe pas belakangan lihat lagi di IG bu Happy @happyjehan salah satu customerku yang membeli mixer Bosch. Kelihatan enak bangett jadi pengen hehe

Sebetulnya kalau aku ke pasar selalu ketemu si Ketimus ini, satunya Rp 1.000, murah khan hehe yup murah karena bahan dasarnya juga murah.

Ketimus

by ibu Happy @happyjehan

Bahan :

  • singkong 500 gram, parut (saya menggunakan parutan keju)
  • kelapa parut 250 gram (sepertinya kebanyakan, next akan aku kurangi, mungkin 100 gram?)
  • gula merah 250 gram, sisir halus
  • garam
  • vanila bubuk
  • daun pisang untuk membungkus ketimus (pas dapat daun pisang yang kecil2 dan mulai menguning)

Cara membuat :

  1. Didihkan air di klakat/kukusan.
  2. Campur dan aduk rata semua bahan.
  3. Tuang beberapa sendok adonan ke daun pisang, lipat.
  4. Tata di kukusan.
  5. Kukus selama 30-40 menit dengan api sedang.

 

ini dia ibu Happy yang sedang mengukus ketimus menggunakan Sico Wok. Cantik banget ya bu Happy 🙂

Puding Coklat Ekonomis

Minggu lalu lihat postingannya teh Nicke (FB : Nicke Dewi Kania) berupa foto cantik si Puding Coklat Ekonomis dan juga resepnya. Pudingnya teh Nicke tuh syantik bangettt deh, ya loyangnya ya fotonya… Welehh jadi tergoda dan pengen langsung bikin, kebetulan masih punya sisa Whip Cream Elle n Vire, sayang kalau ga dipakai. Jadi 1 kaleng susu evaporated aku ganti dengan si Elle n Vire, dan pastinya menyumbang rasa gurih yang maknyuss… jadi saus pudingnya enak benerrr xixixi

Oh iya aku bikin 1 resep plek, yang hasil akhirnya mendapat 3 loyang, ukuran diameter 20 cm, 22 cm dan 24 cm, masing2 sedang aja tingginya.

1 loyang buat Callista donk, doi doyan banget sausnya. Oh iya, hasil jadi sausnya itu banyak banget, jadi pemakaiannya bolehlah semena-mena wkwkwk

Pudding Coklat Ekonomis
ala Dapur Kania

untuk 1 panci ukuran 3000 ml
2 loyang Agar-agar

Bahan puding A :
2 Nutrijelly plain
3 Agar-agar plain
400/350 gr gula pasir
45 gr bubuk coklat
2 sdm tepung custard

Bahan puding B :
1500 ml susu Uht
1500 ml air

Bahan puding C :
100 gr coklat block
2 -3 sdm pasta Coklat

Cara membuat :
Campur bahan A aduk rata bahan keringnya, masukkan bahan B sedikit2 sambil diaduk hingga tercampur rata.
Masak bahan A dan B, setelah akan mendidih masukkan bahan C.
Ketika mendidih matikan api, kalau masih menggerindil, saring adonan pudding. Masukkan ke dalam cetakan /loyang pudding

Bahan Vanila Sauce Vla :
(berisi 2500 ml cairan, atau ¾ tinggi panci ukuran 3000 ml)
2 kaleng susu evaporated (360ml x 2 = 720ml ) note: aku jadinya 1 kaleng susu evaporated dan 1 kaleng whip cream cair (menggunakan kaleng susu evaporated)
1780 ml air (pisahkan sedikit untuk mencairkan bahan kering)
250 gr gula pasir
2 sdt bubuk vanila

Bahan kering :
5 sdm maizena
2 sdm tepung custard
100 gr bubuk whipped cream Haan (boleh di skip) note: aku ga pakai karena sudah pakai whip cream cair di atas

Cara membuat sauce Vla :
Campur bahan kering dengan air.
Masak adonan Cair hingga mendekati titik didih,
Masukkan adonan cair dari bahan kering, aduk terus hingga mengental dan mendidih.

Cheese Klappertaart

Cheese Klappertaart ini salah satu resep untuk menghabiskan stock Cream Cheese ataupun Whip Cream, selain itu rasanya pun enak 🙂

Oh iya ini type Klappertaart yang tidak dipanggang (no bake).

Silakan dicoba yaa

Cheese Klappertaart

Bahan :

  • 600 ml susu cair
  • 25 gram tepung custard
  • 20 gram maizena
  • 25 gram tepung terigu
  • 150 gram gula pasir
  • ½ sendok teh garam
  • 3 kuning telur
  • 150 gram cream cheese, lumatkan dengan garpu
  • 150 ml krim kental
  • 250 gram kelapa muda, keruk panjang (saya pakai daging kelapa muda dari 2.5 buah kelapa)
  • 50 gram kenari, cincang kasar

Bahan Topping:

  • 150 gram keju cheddar parut

Cara membuat :

  1. Larutkan tepung custard, maizena, dan tepung terigu di dalam sebagian susu cair. Sisihkan.
  2. Rebus sisa susu cair, gula pasir dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan larutan tepung custard. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup. Matikan api.
  3. Masukkan kuning telur dank rim kental. Aduk cepat. Nyalakan api kembali. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. Tambahkan cream cheese, kelapa muda, dan kenari. Aduk rata.
  4. Tuang ke dalam cup aluminium foil (ukuran sesuai selera). Dinginkan.
  5. Taburkan keju cheddar parut.

Bagea Kenari Gula Merah

Bagea adalah snack / camilan khas dari Ambon, dan Manado / Sulawesi juga sih… aku dapat resep ini fb group DD, thanks to Monalisa Bayhakie Idris dan Smart Jundi juga Riyas Irmadona untuk share dan mempopulerkan resep bagea ini.

Tapi sayangnya aku baru2 aja bacanya, ternyata sudah diposting sebelum bulan puasa malah. Resep Bagea yang dishare ini sepertinya yang Bagea Manado, bagea Manado ada yang pakai kenari ada yang tidak. Kalau bagea Ambon lebih keras teksturnya tapi enakkk (ada 2 versi yang sama2 keras, yang lonjong coklat dan yang bulat kerass banget kenarinya berasa banget). Oh iya kalau di Manado sih gak pakai wijen. Teksturnya udah dapat seperti bagea tapi masih penasaran gimana rasanya kalau tambah tepung mocaf ataupun larut. Gegara ada yang posting dan bilang lebih enak kalau pakai tepung mocaf. Kalau pakai tepung sagu, kue ini mirip kue bangkit (Sumatera punya).

Tepung larut / ararut / arrowroot banyak terdapat di Surabaya, di Jakarta yang jual di tbk/kursus Fortuna Jl. Ketapang, kalau mau beli banyak ambil dari Yogya dan tepung larut ini bagus banget buat penderita diabetes. Jadi inget bu Oemi yang selalu borong banyak tepung larut untuk si bapak yang terkena diabetes.

Kemarinan aku coba bikin bagea ini dan aku pakai kenari cincang sebanyak 50 gram, semilir sih rasa kenarinya, besok2 kalau bikin lagi aku mau coba tambahkan kenari lagi dan juga menggunakan tepung mocaf, kebetulan baru aja dapat hibahan tepung mocaf dari mbak Yanti. Aku kasih coba si Bagea ke mbak Yanti dan dia langsung suka banget sama si Bagea.

Bagea Kenari Gula Merah

Bahan :

  • 1 butir telur
  • 50 ml (41 gram) susu cair
  • 300 gram tepung sagu (aku pakai tepung tapioka Alini karena adanya hanya itu), sangrai (setelah disangrai berat tepung kira2 menjadi 275 gram)
  • 25 gram tepung terigu protein rendah
  • 100 gram gula merah (aku menggunakan gula kelapa)
  • 50 gram gula halus
  • 1/2 sdt vanila bubuk
  • 1/2 sdt soda kue
  • 1 sdt bubuk kayumanis
  • 50 gram butter (aku tambahkan minyak 12 gram)
  • biji wijen untuk taburan

Cara membuat :

  1. Panaskan oven 150 derajat Celcius.
  2. Campur telur, gula merah dan susu, aduk rata menggunakan whisk.
  3. Masukkan butter (kalau aku: aku cairkan butternya) ke campuran telur, gula merah dan susu cair. Kemudian masukkan ke campuran bahan kering, aduk2 hingga menyatu lalu uleni dengan tangan sebentar hingga adonan bisa dibentuk.
  4. Diamkan sekitar 10 menit.
  5. Bentuk sesuai selera
  6. Taburi dengan wijen
  7. Panggang kurang lebih 30-45 menit

 

Golden Brown Granola

Akhir-akhir ini aku lagi suka aja bikin Granola, buat konsumsi sendiri sih, hitung-hitung ngemil sehat setelah seharian makan gak sehat hahaha lebih mendingan sedikit khan daripada ngemilnya ga sehat juga yaaa…

Tapi teteup sih kalau lagi rajin ya dibikin, kalau malasnya datang, bakal diskip bikinnya wkwkwk #dasarnyapemalas eh tapi kali ini Callista doyan juga ternyata dan dia minta bikinin dan nyodorin toples gede untuk diisi granola. Buat persediaan mah, katanya hehehe

Ceritanya minggu lalu aku sempatkan bikin si granola eh tapi sayangnya garamnya kebanyakan, yang harusnya 2 gram, aku salah baca atau tulis gitu kayaknya, aku masukkan 20 gram, udah berasa sih kok garamnya banyak bener yaa tapi ya telanjur masuk xixi dan bener aja begitu sudah matang, keasinan banget2 dan Callista gak mau deh… akhirnya aku panggang almond, pumpkin seed dan juga sun flower seed seadanya ga pake timbang dan tambahkan ke granola yang keasinan, lumayan asinnya berkurang tapi tetap aja Callista gak mau karena granolanya aku tambahkan coconut flakes. Yak Callis gak doyan kalau ada coconut flakesnya, duh padahal enak yak menurutku… ya sudah buat stock camilanku saja deh kalau begitu…

Granola yang aku share ini aku ambil resepnya dari Shira Bocar “Eat Clean with Shira Bocar”. Oh iya Granola ini biasanya dikonsumsi bersama oatmeal, yoghurt atau dimakan begitu saja, di toko sih jualnya per pack gitu dan harganya lumayan mahal karena bahan-bahan yang digunakan juga mahal. Untuk membuatnya sih gampang banget, tinggal campur2 trus panggang deh 🙂

Golden Brown Granola

Bahan :

250 gram rolled oats

150 gram sliced almond

100 gram pumpkin seed

50 gram coconut flakes

90 gram light brown sugar

45 gram olive oil

75 gram maple syrup (atau honey)

50 – 100 gram dry fruit (ini bebas, boleh raisin, cranberry, apricot, prunes, dll)

salt secukupnya

Cara membuat :

1. Panaskan oven di suhu 150 derajat Celcius. Campur hingga rata : rolled oats, almond, pumpkin seed, coconut flakes, brown sugar, olive dan maple syrup

2. Panggang hingga matang, kurang lebih selama 1 jam.

3. Tambahkan dry fruit, panggang lagi sekitar 20-30 menit.

4. Angkat, dinginkan, siap dikonsumsi

 

Lalampa | Lemper Bakar Isi Ikan Khas Manado

Pernah dengar kue Lalampa? Lalampa itu sebutan untuk Lemper Bakar Isi Ikan Khas Manado. Ya, orang Manado atau Ambon atau orang sebrang lainnya menyebut Lemper itu sebagai Lalampa, buat mereka Lemper yang isinya adalah ayam atau abon itu buat orang Jawa, bukan buat mereka. Mungkin karena karakteristik orang sebrang / bagian Timur itu sukanya ikan karena berlimpahnya pasokan ikan di Indonesia Timur jadi lempernya pun diisi dengan ikan, khususnya ikan cakalang yang masih satu keluarga dengan tongkol.

Ikan cakalang yang jarang kita dapatkan di Jakarta di Indonesia Timur itu berlimpah, rasanya pun lebih enak dibanding ikan tongkol biasa. Namun cara membuatnya sih sama. Ikan dipotong2 lalu goreng seperti menggoreng ikan biasanya, lalu suwir-suwir menjadi potongan kecil, setelahnya ditumbuk. Nah ditumbuk itu penting ternyata karena membuat tekstur ikan menjadi lebih halus. Tapi sih selera ya, ada juga orang yang sukanya membuat suwiran ikan tebal-tebal tanpa ditumbuk.

Mayan sebagai camilanku bekerja 🙂

Lalampa ini pun penganan Manado yang biasa dibuat oleh alm. mamaku, di samping Balapis, melihat mama menumbuk ikan atau menumbuk daun pandang dan daun suji itu sudah biasa buatku. Dulu tuh melihatnya saja udah capek xixi gimana ngerjainnya yak, dasar yak pemalasnya daku hahaha

Oh iya, resep mama alm. aku gak punya lagi alias hilang padahal udah aku catet waktu kapan itu, jadi untuk ketannya aku pakai resep mbak Nina sementara isian tongkol suwirnya aku pakai resep sendiri.

Lalampa

Bahan :

  • 500 gr beras ketan, rendam selama 2-4 jam. Tiriskan.
  • 250 ml santan (dari 1/2 atau 1/4 kelapa) – jangan lebih ya, bisa kelembekan beras ketannya
  • 1 sdt garam
  • 3 helai daun pandan, simpulkan
  • daun pisang secukupnya

Isian Lalampa / Cakalang Pampis : (kira-kira ya)

  • Tuna or tongkol (aslinya cakalang) 1 kg, goreng hingga matang kemudian suwir-suwir lalu tumbuk
  • Cabe rawit merah 15 buah
  • Bawang merah 10 siung
  • Bawang putih 3 siung
  • Jahe 1 ruas, geprek
  • Sereh, ambil bagian putihnya, geprek
  • Daun jeruk 3 lembar
  • Daun pandan 1 lembar, ikat

Haluskan cabe, bawang merah, bawang putih, setelah itu tumis dengan sedikit minyak, beri jahe, sereh, daun jeruk, daun pandan.
Terakhir masukkan ikan yang sudah disuwir-suwir

Cara Membuat :

  1.  Kukus beras ketan bersama 1 helai daun pandan selama kurang lebih 20 menit. Angkat.
  2. Rebus santan bersama garam dan 2 helai daun pandan sambil diaduk hingga mendidih. Angkat. Buang daun pandannya.
  3. Tuang beras ketan ke dalam santan, aduk hingga rata dan santan terserap.
  4. Kukus kembali selama kurang lebih 20-30 menit hingga matang. Angkat.
  5. Ambil selembar daun pisang, beri 2 sdm beras ketan, pipihkan. Beri 1 sdm isian dan bentuk lonjong.
  6. Gulung sambil dipadatkan dan sematkan batang lidi. Lakukan hingga habis.
  7. Bakar lalampa di atas bara api hingga matang. Angkat dan sajikan.

Risoles Ragout Ayam

Aku tuh suka banget sama kue tradisional ya suka makan ya suka bikinnya, tapi sih selama ini bikinnya yang praktis2 aja, ogah yang ribet2 hahaha ketahuan pemalasnya yakk…

Punya buku “Aneka Snack” Sedap karena dulu pernah dikasih sama my bf yang bisnisnya buku2 gitu. Zaman belum ngehits internet doi punya lapak buku di daerah Blok M, yang ngelola adalah suaminya, jadi hari-hari dari rumahnya di Bekasi mereka ke Blok M. Dulu itu aku suka ke sana juga, lihat2 buku resep akhirnya beli, dikasih murah pula sama my bf. Kadang-kadang “udah bawah aja”, gak boleh bayar, ya rugi donk doi enak di daku hahaha

Resep Risoles Ragout Ayam ini juga karena lihat buku Aneka Snack itu dan jadi kepengen bikin. Semua resep di situ juga daku pengen buat tapi apa daya tenaga, waktu dan juga dana-ku terbatas hahaha

Eh tapi ternyata ada 2 cara bikin ragout, pertama, seperti di buku, bikin ragoutnya dulu, jadi setelah tumis bawang bombay, masukkan tepung lalu susu cair. Cara kedua, tumis dulu semua baru terakhir masukkan susu cair dan tepung, seperti yang kulihat di resep mbak Ine. Setelah perbandingan dengan resep mbak Ine, akhirnya aku ambil resepnya mbak Ine saja untuk kucoba…

Risoles Ragout Ayam

Bahan :

  • 2 sdm margarin
  • 1/3 gr bawang bombay, cincang halus
  • 100 gr daging ayam rebus, suwir-suwir
  • udang cincang (secukupnya, kebetulan ada jadi aku campur aja hehe)
  • 100 gr wortel (aku pakai mix vegetable, tinggal nyemplung xixi)
  • 2  lembar daun bawang, iris halus (aku skip gak punya)
  • 300 ml susu cair (aku pakai whipcream sisaan kemarin 100 ml + air 200 ml)
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 7 sdm tepung terigu (kira2 aja, kekentalannya)
  • 2 sdm margarin leleh (nah ini kok gak kelihatan yak jadi gak pakai hikss – sepertinya margarin ini yang buat warnanya gak putih blas seperti punyaku, mikir2 di mana ya salahnya kok putih banget, ealah sepertinya ini sih)

 

BAHAN PELAPIS:

  • 1 butir telur (aku pakai tepung terigu + air, konsistensi kental)
  • 200 gr tepung roti taruh di nampan/loyang yang rada lebar agar leluasa
    kerjanya

 

Cara membuat:
CARA KULIT/FLENSJES:

1. Terigu+minyak goreng+garam+BP+telur, diaduk dengan sedikit air, sampai licin. Biasanya pakai tangan, sambil di tepuk2, supaya rada
liat, kalau liat, kulitnya bisa tipis tidak gampang robek.
2. Tambahkan air sedikit2 sampai cukup kekentalannya
3. Untuk di dadar di teflon, yang bergaris tengah 22 cm.

note:  waktu mengaduk tepung, jangan diremas remas,
karena akan menyebabnya tepung meringkil.

kalau kira-kira ngaduknya kurang oke, sehingga ada beberapa yang
meringkil, jangan segan2 di saring ya, tentu setelah adonan cair lho.

kira kira ini jadi 25-30 lembar.

Note dariku: aku tidak pakai acara tepuk2, pakai pan diameter 20 cm dan jadinya cuma 23 buah. Duh mbak Ine hebat banget yak 22 cm jadi 25-30 lembar.

CARA RAGOUT:

1. Tumis bawang bombay dengan 2 sdm margarine dan pala bubuk, sampai
bawang layu dan harum pala keluar. Masukkan ayam rebus (atau daging ayam cincang) , wortel dan daun bawang. aduk2 sebentar.
2. Masukkan susu cair, merica, garam, gula.
jangan lupa cicipi ya, asin manisnya yang pas dengan seleramu.
biarkan sampai mendidih, kecilkan api.
3. Masukkan terigu yang di ayak langsung di atas adonan mendidih, segera aduk adonan, sampai kental (kalau kurang kental, tambahkan satu atau dua sendok lagi tepung terigu.)
Matikan api, masukkan 2 sdm margarine/butter, aduk sampai
margarine meleleh dan rata larut dalam ragout.

Note:

Bubuk pala yang ditumis (saat menumis bawang bombay), akan
menyebarkan/mengeluarkan aroma lebih harum.
Margarine yang dicemplungin terakhir, menambah aroma wangi pada
ragout.

Cara Penyelesaian,
ambil selembar kulit, tambahkan sesendok makan ragout ayam, tambah sepotong keju dan sepotong daging asap, bungkus segitiga (kalau bisa), aku gak sempat lihat lagi, coba sekali kayaknya ribet, akhirnya bentuk biasa aja wkwkwk
ini untuk membedakan bentuk dengan risoles isi ragout aja.

CARA PELAPISAN :
Telur ayam, kocok asal campur seperti telur dadar
Celup setengah bagian badan Kaasflensjes ini ke dalam telur kocok, terus ratakan agar seluruh badan Kaasflensjes ‘basah’ karena telur. (kenapa kog nggak di celup
semua aja? kenapa setengah bagian? karena kalau semua cemplung, akan terlalu
‘basah’ dan licin)
Pakai satu tangan aja, di puter2 kaasflensjesnya di telapak tangan, agar
telur merata. Atas bawah, muka depan, ujung ke ujung :-))

Risoles yang sudah dilumuri telur di gulingkan di tepung roti, tepuk2 agar
tepung menempel dan yang nggak bisa nempel bakal rontok.
kalau ndak ditepuk2, bakal banyak yang rontok di minyak goreng, bikin kotor
minyaknya.

Siapkan minyak goreng cukup banyak di wajan, biarkan panas betul. pakai api
besar. masukkan Risoles secukupnya sampai semua terendam minyak dan jangan terlalu
sering di aduk. Risoles akan matang/menguning secara cepat.

Kalau api kurang besar, Risoles kelamaan terendam di minyak, bakal nyerap
minyak, dan bahkan kemungkinan kulit akan pecah2.