Keju Gouda dari Bukit Baros

Postingan ini kutulis tahun 2006), aslinya dulu di mp, linknya di sini :http://ceritakaliskukis.wordpress.com/2006/02/28/keju-dari-bukit-baros-2/ 

Senin, Februari 20 lalu, aku ikutan “piknik” dari ex kantorku, rombongan ibu2 & pensiunan amembassy. Piknik kali ini mengunjungi pabrik keju Gouda “Natura ala Gouda” yang berlokasi di Bukit Baros, Sukabumi.

Rombongan berangkat pukul 07.44, agak telat memang, gara2 menunggu peserta yang terkena macet di daerah Cakung. Maklum, piknik di weekday…tapi ya begitulah kebiasaan di ex kantorku “amholiday” selalu dimanfaatkan untuk jalan2, mumpung weekday gitu lho..pastinya tarif apa2 lebih murah gitu..

Perjalanan ke Sukabumi memakan yang waktu kurang lebih 3 jam jadi tidak begitu terasa karena dapat teman2 ngobrol yang enak.. Ibu2 dari kompleksnya bu Anita..banyak bener ya bu pasukannya ? 10-an gitu..he he he Oh iya, ketemu lagi dengan mbak Asih, mbak Intan, mbak “Garuda”, sorry aku lupa namanya, mereka itu selalu setia ikutan piknik yang diadain bu Lien, ibu pikniknya amemb.

Jam 11 kurang bus berhenti di suatu tempat di Sukabumi, aku ga paham di daerah mana, tanya punya tanya, ternyata kita harus tunggu jemputan dari pabrik, jadi akan ada mobil yang meng-escort, lumayan lama, ada kali 30 menit… Kali ini jalanannya agak2 bergelombang, naik-turun gitu..

Jam 11.30-an kami tiba di Bukit Baros, disambul dengan welcome drink ala Bukit Baros, es kelapa muda..duh sejuknya.. Kulongok meja makan sudah mulai ditata, ada nasi timbel, tahu tempe bacem, duhh bikin perut lapar aja 🙂

Ada 3 stand dan tentu saja yang paling banyak didatangi adalah standnya Natura, di situ dijual macam2 keju produksi Natura, ada juga kue kering spt kastengels, nastar keju, semprit keju dan snack macam cheese stick dan kue bawang.. Sepertinya ga mau ketinggalan, sudah banyak peserta yang mulai memesan keju, kuker ataupun snack.

pabrik keju gouda

Stand lainnya adalah stand Bogasari dengan macaroni dan macam2 macaroni goreng. Lalu ada juga stand yang menjual minyak kayu putih, madu, dll.

Sebelum visit ke pabriknya, kami diberi penjelasan mengenai proses pembuatan keju. Pak Yusak yang subur menerangkan proses pembuatan keju Gouda, kalau di Belanda, seekor sapi bisa menghasilkan 40 liter susu per harinya, tapi kalau di indo cuma 12 liter per harinya… Pasti tahu ya kenapa2nya..

Susu untuk pembuatan keju Gouda/Natura diambil dari sapi2 yang diternakkan penduduk di sekitar pabrik. Setiap harinya didapat kurang lebih 2000 liter susu. Dari jumlah tersebut, setelah diproses hanya 8%-nya yang menjadi keju, jadi sekitar 160 kg ya kalo ga salah… jadi no wonder kalau harga keju muahalll..

Proses pertama, susu yang telah diperah dan ditaruh dalam wadah khusus, dirandom check oleh lab. Yang dites adalah fisik susu tsb dari aromanya, rasa dan terakhir alcohol test untuk mengetahui bagus tidaknya susu tersebut.

Proses berikutnya, susu ditempatkan di tong yang disebut “tube” (eh, salah ga nulisnya ? maaf kalau salah) untuk kemudian dilakukan proses pasteurisasi dengan suhu 65 derajat Celcius.

Setelah dipasteurisasi, susu ditempatkan di wadah lain untuk didinginkan hingga suhunya menjadi 34 derajat Celcius. Proses pendinginan ini harus dilakukan dengan cepat supaya kandungan bahan2 dalam susu spt fat, protein, mineral, kalsium, vitamin tetap terjaga.

Selanjutnya diberikan bahan penggumpal supaya susu menjadi padat. Pada proses ini diberikan bahan penggumpal yang disebut renet, yang notabene adalah bakteri, yang berfungsi mengubah laktosa menjadi laktat. Pada proses ini susu tidak boleh terkena guncangan sama sekali. Kalau terkena guncangan, kemungkinan besar akan gagal dengan suksesnya…Setelah kurang lebih 30 menit akan keluar cairan hijau kekuning2an. Setelah itu adonan padat di bawahnya dimasukkan ke cetakan2 besar. Jadilah keju..tapi keju ini masih tawar, jadi diperlukan perendaman di air garam dengan kadar ph 11-12% selama 24 jam untuk menjadikannya asin.

Proses berikutnya adalah fermentasi, setelah direndam air garam, keju ditiriskan, setelah agak kering mulailah proses fermentasi. Keju ditempatkan di ruang khusus fermentasi. Selama proses fermentasi, keju harus dicheck setiap harinya untuk melihat apakah proses berlangsung dengan baik, juga untuk meyakinkan tidak ada bakteri perusak yang berpotensi menggagalkan keju…

Soft cheese seperti Young Cheese adalah keju yang difermentasi selama 2 bulan. Jenis Middle, adalah keju yang telah difermentasi selama 3 bulan. Lebih dari 4 bulan jadilah Old Cheese.

keju gouda

Keju Gouda/Natura ala Gouda Cheese memproduksi antara lain:

Young: untuk roti, lasagna atau dimakan langsung

Middle: untuk campuran masakan atau makanan olahan seperti macaroni panggang, pastel dan lain-lain.

Old: untuk campuran kue kering.

Cummin: keju yang beraroma rempah dan khas biasa dihidangkan sebagai campuran makanan olahan atau teman crackers.

Naturella: soft cheese sejenis Mozarella cheese, digunakan untuk pizza, macaroni schotel, fungsinya untuk memberikan efek “sticky”..

Oh iya, sayangnya waktu akhirnya benar2 melihat pabriknya, kita hanya diperkenankan melihat dari atas dan tidak boleh masuk ke area pabrik. Pabriknya tidak begitu besar juga, untuk proses pasteurisasi, pencetakan sampai perendaman dalam air garam dilakukan dalam 1 ruangan. Untuk membuat naturella dan proses fermentasi dilakukan di ruangan lain.

Sayangnya karena kakiku masih sakit jadi daku tidak bisa jalan jauh2 apalagi teman2 sekelompok (rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok karena tempat untuk melihat pabrik itu kecilllll banget..palingan muat 4-5 orang saja) pada tidak interest untuk melihat proses fermentasi ataupun membuat naturella. Padahal aku ingin sekali lho melihatnya..hiks..

Secara keseluruhan acara kunjungan ke pabrik keju ini asyik banget, karena aku pada dasarnya suka banget ama keju. Apalagi daku sedang menekuni (dan mencoba bikin juga) kue2 berbahan dasar keju spt kastengels, cheese stick, cheese button, bolu kukus keju, dll.

Comments: 6

  1. icha747 4 July, 2012 at 12:00 am Reply

    saya menyediakan vegetable rennet untuk proses koagulasi susu menjadi keju, monggo berkenan mampir ke multiply saya ya 🙂

  2. morullaband 21 April, 2012 at 12:00 am Reply

    lihat macaroni goreng pengin bikin tapi bingung buatnya

  3. fjaco 12 March, 2012 at 12:00 am Reply

    enak enggaknya selera masing2 mbak.. ada yang suka gouda tapi ada juga yang lebih suka edam.. mbak tinggal di sukabumi ya ? kalo memang suka keju kemungkinan besar akan tertarik melihat proses pembuatannya, kayak aku ini, interest banget pengen ngelihat dan bikin.. tapi setelah tahu susahnya ya mending beli aja dehhhh… keju gouda ini bisa ditemukan di supermarket spt carrefour dan hero. Tapi kalo dah masuk outlet spt itu harganya lebih mahal dibanding kita beli langsung di pabrik atau di distributornya…

  4. lqchss 12 March, 2012 at 12:00 am Reply

    emang kejunya enak ya???? nga tau tuh keju merk apa, yg jelas banyaknya penduduk sekitar sini (sukabumi )juga makan keju import bukan keju produksi dari baros tuh, apakah benar tuh keju itu ada ataukah hanya untuk produksi sendiri (tidak dijual di masyarakat) keju apakah itu??????????? kalau buat kesono liat pabrik keju doang sih sori sori aja ah………………….

  5. fjaco 1 March, 2012 at 12:00 am Reply

    aku juga udah coba campur ke baked potato dan ternyata Callista doyan banget..waktu baru2 matang sih warnanya masih putih gitu tapi kenapa ya kalau sudah dingin jadi berubah kemerahan gitu ??? kalau dari Sukabuminya sih di freezer tapi ga pake es seperti punyaku 🙁 apa karena kulkasnya yang jelek yaa ? he he he

  6. elkaje 1 March, 2012 at 12:00 am Reply

    Aku dah pake kejunya Fem, Yang mirip mozarella, aku masukin di American Risoles.
    bener2 muluuuur….sampai kata Rachel…mirip plastik yang di tarik. hehehe…..
    pingin bikin pizza nih….belum kesempetan.
    simpannya di mana nih? perlu dibekukan atau bisa di bawah aja Fem?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *