Tag Archives: kastengels

Kastengels yang ngeju bangett

Kastengels
Kastengels

Resep Kastengels ini pernah aku share di milis NCC di tahun 2005 lalu, tapi resep ini mengalami modifikasi seiring berjalannya waktu hehe tapi gak banyak kok modifikasinya…

Dulu waktu aku kerja di Kedutaan Amerika, setiap awal bulan ibu-ibu pensiunan suka berkumpul di tempatku karena supervisorku seumuran dengan mereka dan biasa ibu-ibu tersebut ber-Holland sprechen deh hehe dan selera mereka juga yang berbau-bau Holland gitu… dan begitu mencoba kastengels buatanku, ada yang comment, “mirip kastengels jadul”, karena kejunya yang buanyak kali yaa hehe dan ini ada testimony dari temen SMA-ku yang order kastengels ini saat Lebaran tahun 2013.

Selama ini aku gak pernah minta testimony dari pelangganku jadi baru-baru aja ini mintanya hehe Jadi ingat ada pelangganku yang doyannya si kastengels yang agak-agak “coklat” alias sedikit lagi hangusss hehe Setiap Lebaran pasti mintanya, “buat mbak Adis bikinin yang agak-agak coklat yaa tapi jangan sampai hangus” jadilah bila ada kastengels yang kecoklatan, aku sisihkan deh buat mbak Adis 🙂

testimia1testimia2

Oh iya bikin kastengels ini mudah dan cepat lho, caranya seperti berikut ini yaa

cara kast 1
Giling adonan sesuai ketebalan yang diinginkan

 

cara kast 2
Olesi kuning telur, taburi keju parut di atasnya

 

Bentuk menggunakan cetakan kastengels. Angkat adonan yang telah tercetak dan letakkan di loyang
Bentuk menggunakan cetakan kastengels. Angkat adonan yang telah tercetak dan letakkan di loyang

Terakhir, panggang deh…

ini penggaris kue tuk patokan besar saat di giling, bisa dibeli di Toko Berkat Pasar Mester, Jatinegara
ini penggaris kue tuk patokan ketebalan kue saat di giling, bisa dibeli di Toko Berkat Pasar Mester, Jatinegara

Seorang teman yang kukirimi kastengels ini (dia punya kelebihan keju parmesan jadi kita barter keju parmesannya dengan kue2ku xixi) bertanya kastengelsku dibentuk pakai cetakan apa, karena bentuknya bisa sama dan bagus, soalnya seperti pakai mesin atau cetakan pesanan khusus. Saat itu aku cuma bisa kasih smiley aja sambil janji akan kirim besok gambarnya soalnya rada gak percaya pas kubilang pakai cetakan biasa yang ada di pasar-pasar itu, yang dari bahan aluminium atau seng atau apalah itu, seperti gambar di bawah ini.

Itu cetakan dah gak ada pegangannya tapi berhubung dah capek beli mulu karena copot terus pegangannya, akhirnya aku coba tetap pakai tanpa pegangan dan ternyata bisa lho… Justru kalau ada pegangan sepertinya gak ada kekuatan untuk menekannya. Jadi sampai sekarang aku gak pernah beli cetakan kastengels lagi, kecuali dah benar-benar rusak, padahal itu pinggirannya sudah miring-miring lho… tapi masih belum diganti juga hehe

cetakan kastangels 1 cetakan kastangels2

 

Semoga cocok…

Ingredients:
– Butter 350 gr (saya pakai Golden Churn or disebut juga Gentong mix dengan Wijsman)
– Margarin 500 gr
– Kuning telur 6 buah
– Putih telur 2 buah (supaya tekstur kastengels tidak rapuh)
– Tepung Sagu sangrai 240 gr
– Tepung Terigu 900 gr
– Keju edam 250 gr, parut, angin-anginkan (dijemur akan lebih ok lagi dengan resiko berat keju akan berkurang)
– Keju parmesan 100 gram
– Keju Kraft 75 gr, parut, angin-anginkan
– Keju Kraft 250 gr (untuk taburan)

Bahan olesan: (campur)
– 5 buah kuning telur
– 1/2 sdm minyak

Directions:
Kocok butter + margarin (kurang lebih 1-2 menit dengan kecepatan rendah), tambahkan telur, kocok rata. Masukkan keju edam & kraft, aduk rata. Terakhir masukkan tepung sagu (atau maizena) dan terigu, uleni hingga bisa dibentuk. Giling adonan di meja, setelah ketebalan yang diinginkan (pakai penggaris kue bila perlu), olesi kuning telur, parut keju cheddar di atasnya. Setelah itu cetak menggunakan cetakan kastengels. Angkat adonan yang telah tercetak ke atas loyang. Oh iya loyang tidak perlu diolesi apa-apa, karena adonan kastengels ini sudah cukup banyak margarin dan butter jadi si kastengels tidak akan lengket di loyang.

Panggang hingga matang. Memanggang kastengels lebih lama dibanding kue kering lainnya karena ketebalannya. Lebih tebal lebih lama. Bila mau aman, dijamin gak gosong, gunakan api kecil, mungkin sekitar 110 derajat Celcius (saya sih pake feeling aja hehe) selama 15 menit, kemudian putar posisi loyang dan panggang kembali selama 15 menit. Berikutnya bisa diperkirakan sendiri kira2 10 menit lagi dan 5-10 menit dipanggang di rak paling atas oven (yang untuk mematangkan/mencoklatkan bagian atas kue). Oh iya, saya menggunakan oven gas dua rak, ukuran 75 x 55 cm tinggi 80 cm.