All posts by kaliskukis

Ayam Masak Woku Khas Manado

Siang tadi masak ini, masakan yang sering muncul di acara Pewarta atau acara orang Manado lainnya, tapi daku tuh malesss banget masaknya, bosan perasaan wkwkwk

Eh iya penggunaan kemiri menurut seorang teman bisa digantikan dengan kenari, lebih enak katanya tapi aku belum pernah coba dan belum pernah tanya juga ke saudara2. Kapan-kapan deh aku check recheck ke saudara2ku di Talawaan sana.

Tapi yang jelas, ini enakkk, awas nambah makannya lho xixixi kalau mau lebih enak, kemiri, jahe dan kunyit disangrai dulu yaa, jahenya boleh dihaluskan, boleh digeprek saja

Ayam Masak Woku

Bahan :

  • 7 lembar daun jeruk, iris2 dan buang tulang daun
  • 3 batang serai, geprek
  • 1 lembar daun kunyit, iris2
  • 1 lembar Daun pandan, ikat
  • 1 ruas jahe
  • 750 ml – 1 liter air
  • 1 ekor ayam
  • 1 sdt garam
  • 1 buah tomat merah
  • 5 buah tomat hijau kecil
  • 3 ikat daun kemangi
  • 3 helai daun bawang
  • Penyedap (optional)

Bumbu halus :

  • 6 buah cabai merah besar
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 4 buah cabai rawit (sesuaikan selera ya)
  • 15 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 7  cm kunyit
  • 4 butir kemiri
  • Minyak untuk menumis

 

  1. Tumis bumbu halus
  2. Masukkan daun jeruk, serai, daun kunyit, daun pandan, dan jahe, aduk rata
  3. Tuangkan air, masukkan ayam
  4. Masukkan garam dan penyedap, aduk rata, masak hingga matang
  5. Masukkan tomat merah, tomat hijau, daun bawang, dan daun kemangi, aduk rata

 

Bong Li Piang, Kue Nastar Khas Bangka

Lagi rajin ceritanya… alias lagi sutrisss aku tuh hikss

Bong Li Piang ini kue kesukaanku, sejak kenal Hosit-hosit. Jadi kalau ke kantor Sico ataupun Signora di Cideng Barat, aku seringnya lewat Ketapang dan suatu waktu pas lagi lapar cari2 makan gitu, melihat plank ‘Hosit-hosit’, posisinya di ruko gitu, persis di depan Bakmie (duh lupa namanya). Yang pasti kalau kursus di Fortuna khan susah parkir di Fortuna (cuma muat 1 mobil saja), maka oleh enci di Fortuna diarahkan untuk parkir di ruko di seberang Fortuna, ya ruko itulah posisinya Hosit-hosit. Kalau Fortuna agak di tengah, maka Hosit-hosit ini agak di ujung, pas setelah pintu masuk mobil ke ruko tersebut.

Setelah beberapa kali ke Hosit-hosit, barulah aku ketemu si Bong Li Piang ini, dan langsung doyan, borong 2 pack buat stock snack di mobil.

Hanya baru-baru sih kepengen coba bikin Bong Li Piang, gegara stocknya habis dan beberapa kali ke sana masih kosong juga.

Lalu kuingat kalau Eddy Siswanto atau Chef Abal-abal khan orang Bangka, maka kucarilah resep Bong Li Piang ini. Ternyata resep Bong Li Piang ini baru beberapa hari diupload di youtubenya, jadi beruntung donk aku, pas lagi semangat pengen bikin pas ada resepnya.

Bong Li Piang

Bahan :

  • 500 gr Gula Merah / Aren
  • 300 ml Santan Kental
  • 5 gr Garam
  • 1 Sdm Bubuk Kayu Manis
  • 3 Butir Kuning Telur
  • 3 Lmbr Daun Pandan
  • 700 gr Tepung Terigu Protein Sedang
  • 50 gr Tepung Tapioka
  • 2 Sdt Baking Powder
  • 1 Sdt Baking Soda
  • 50 gr Margarine

Cara membuatnya lihat di youtubenya aja yaaa, lagi males ngetik wkwkwk

 

Kue Mete

Sudah lama aku menyimpan resep Kue Mete yang dishare oleh Camelia di milis NCC jaman old, sewaktu masih aktif mantengin milis NCC. Kemarenan sewaktu beres2 eh nemu resep ini dan tetiba pengen bikin, jadi langsung deh eksekusi.

Daripada stress mikirin harus masak2 tiap hari, plus banyak tugas kuliah belum dikerjakan (aku tuh ga konsen pak dosen, duhh mohon maafkan aku ya…) jadi aku seling dengan baking cookies hahaha mayan mengurangi stress.

Kali ini aku ga usah ketik resepnya karena sudah aku fotokan filenya. Silakan dicoba, kue ini enakkk, apalagi separuhnya aku tambahkan mocchacino, jadi lebih harum… oh iya jangan tambah tepung yaa, itu aku tambah tepung akibatnya agak padat walau tidak keras.

Saya panggang menggunakan SICO Big Oven

Sup Segar Labu Siam

Sejak papaku keluar dari RS, mau tidak mau aku harus menyiapkan masakan setiap hari. Untung dulu aku berlangganan majalah Sedap, yang walaupun pusing mau simpan di mana saking udah full sesak rumahku, aku masih menyimpannya. Majalah Sedap dengan menu mingguannya, itu membantu banget saat menentukan mau masak apa besok, atau malah 2-3 hari ke depan.

Siang tadi aku masak ini saja, dan ternyata enakkk, wangi sopnya, besok-besok kudu masak lagiii…  oh iya aku tambahkan tahu dan egg tofu biar agak ramai hehehe

Sup Segar Labu Siam

Bahan :

  • 300 gram ikan tenggiri fillet, potong kotak 3 cm (aku pakai ikan patin, kebetulan punya)
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 1 sdt garam
  • 1.800 ml air
  • 3 siung bawang putih, goreng, haluskan
  • 1 buah bawang bombay, bagi 4 bagian
  • 1 buah labu siam, potong kotak
  • 8 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 buah cabai rawt hijau, potong-potong (gak pakai, sengaja ga pedas)
  • 1 buah tomat, potong-potong
  • 2 sdt kecap ikan (ga pakai, ga punya hehe)
  • 1/2 sdt garam (sesuai selera)
  • 2 batang daun bawang, potong 1/2 cm
  • 5 tangkai kemangi, petiki
  • 1/2 sdt penyedap (aku pakai kaldu jamur)

Cara membuat :

  1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Sisihkan.
  2. Rebus air, bawang putih, bawang bombay, daun jeruk, dan serai sampai harum.
  3. Masukkan garam, merica bubuk, penyedap
  4. Tambahkan ikan, masak sampai mendidihkan, masukkan labu.
  5. Menjelang diangkat, masukkan tomat, air jeruk nipis, daun bawang dan daun kemangi. Aduk sampai agak layu. Angkat dan sajikan.

Kue Yet Yet Khas Bangka

Sebetulnya aku pengen coba resep kue gambang eh nemu resep Kue Yet Yet ini, jadi ngebet coba duluan hahaha

Pas hari Sabtu kemarin (7 November) ada reunian kelas SMP jadi kuputuskan untuk membuat ongol-ongol dan kue Yet Yet ini.

ini sewaktu bikin pertama, hijaunya pucat karena aku kasih pewarna hijau muda dari kupu-kupu

Saat bikin pertama, yang buat kubawa ke reunian, hasilnya agak pahit. Setelah kuingat-ingat lagi, ternyata kapur sirihnya kebanyakan, aku pede aja kasih 1/2 sdm kapur sirih karena seingatku memang 12 sdm, ternyata kebanyakan hikss

Jadi pas bikin ke-2 kali, aku kasih kapur sirihnya hanya 1/4 sdt saja. Dan gula aku tambahkan 25 gram (aslinya 400 gram), jadi pas manisnya…

ini hijaunya dengan pasta pandan, cakep yaa

Kue Yet Yet Khas Bangka

source: Youtube Eddy Siswanto

Bahan :

  • 200 gr Sagu Rembia (sagu aren)
  • 150 gr Tepung Terigu Protein Sedang
  • 150 gr Tepung Beras
  • 425 gr Gula Pasir
  • 300 ml Santan Kental (aku: dari 1 kelapa)
  • 350 ml Air Daun Pandan (10-20 Lembar Daun Pandan)
  • ¼ sdt pasta pandan
  • 350 ml santan encer (aslinya air biasa)
  • 1/4 Sdt Kapur Sirih
  • 5 gr Garam
  • 1/2 Butir Kelapa Parut (dikukus)

 

Cara membuat :

  1. Campur tepung rembia, tepung terigu dan tepung beras
  2. Tambahkan santan kental + encer + air daun pandan + garam
  3. Aduk rata, lalu saring
  4. Masak adonan di panci atau wajan, hingga ½ matang
  5. Tuang adonan ke Loyang kotak 22×22 cm tinggi 7 cm
  6. Kukus sekitar 40 menit
  7. Setelah matang, biarkan dingin, lalu potong-potong
  8. Beri taburan kelapa parut

Membuat Lapis Surabaya (Yeayy Test Mixer Baru, Mixer Diamond dari Trurich)

Hari Jumat kemarin, setelah delivery barang2 ke beberapa ekspedisi, aku ke kantor Trurich untuk mencoba mixer baru Trurich, yaitu mixer Diamond, yang baru tiba dalam minggu2 ini.

Rencana membuat Lapis Surabaya, sudah lama sekali aku tidak bikin Lapis Surabaya, dan daku masih setia dengan resep dari 8 tahun lalu. Tanpa tbm, dan menggunakan full kuning telur sebanyak 30 butir, kebayang kolesterolnya yang tinggi banget hahaha ya kalau makannya banyakkk…

Btw aku infokan spesifikasi Mixer Diamond dulu ya…  Produk baru dari TRURICH ini memiliki body mixer yang kokoh dan eksklusif. Designnya yang cantik dan motor yang kuat, mixer sedang dengan hasil adonan roti maupun cake yang bagus.

Harga Mixer Diamond Rp 3.300.000

  • Kapasitas 3 liter
  • Made in Korea
  • Daya Listrik 500 watt
  • Bowl/wadah terbuat dari bahan stainless steel 304
  • Speed 1-3
  • 22.000 RPM
  • Dengan 2 pengaduk : whisk kembar untuk mengaduk telur + gula atau butter/whipcream dan dough hook untuk mengaduk adonan roti
  • Untuk roti : maksimal mengaduk 650 gram tepung – Untuk cake : maksimal mengaduk 30 kuning telur / 8 telur antero
  • Diameter bowl : 24 cm
  • Tinggi bowl : 25 cm
  • Dimensi box : 27x30x28 cm (4 kg)
  • Garansi : 2 tahun

Info dan order, hubungi 0878-8106-0909 (Femmy)

No tipu-tipu, bila ragu, silakan transaksi di tokopedia : https://www.tokopedia.com/kaliskukis/…

Oh iya, untuk resep Lapis Surabaya ada di sini ya http://kaliskukis.com/lapis-surabaya/ ini resep lama sejak 2012 tapi enak lho, dicoba saja… kemarin itu total mentega + margarin 375 gram (butter 100 + margarin 275 gram), wangiii kuenya, tapi sayang loyangnya kecil, seharusnya loyangnya lebih besar lagi.

Aku buat sekaligus 30 butir kuning telur, setelah selesai pengocokan kuning telur dan gula, yang makan waktu sekitar 10-12 menit, lalu masukkan tepung dan mentega kocok ke adonan, mixer sebentar dengan speed 1. Lalu ambil 1/3 adonan lalu beri 15 gram coklat bubuk, aduk rata. Lalu tuangkan ke loyang.

Panggangnya menggunakan Oven Trurich dengan suhu 180 derajat Celcius sekitar 22 menit dengan api bawah, lalu pindahkan ke api atas sambil terus diawasi sekitar 3-5 menit. Ini agak lama karena seharusnya loyangnya lebih besar tapi loyang kecil jadi full banget kuenya/tinggiii…

So generally hasilnya bagus banget mengocok adonan cake Lapis Surabaya menggunakan Mixer Diamond Trurich.

 

 

Bangkit Jahe Gula Merah

Salah satu wish list baking cookies akhirnya terpenuhi juga… Cookies non gluten dan menggunakan gula merah dan minim margarin.

Bangkit Jahe Gula Merah ini aslinya dari resep bude Lisa di sini http://alleykitchen.blogspot.com/2010/11/bangkit-jahe-wijen.html maacih ya bude Lisa #lipatduatangan yang aku modif lagi xixixi menyesuaikan bahan yang ada. Hasilnya yummy tetap 🙂 bahkan membuahkan order hehe

Btw namanya itu Bangkit atau Bangket sih ya?

Bangkit Jahe Gula Merah

Bahan :

  • 100 gram gula merah, cairkan dengan 50 ml air, didihkan, saring
  • 75 gram jahe instan
  • 100 gram margarin
  • 1 kuning telur
  • 125 ml santan kental
  • 500 gram tepung sagu yang sudah disangrai
  • 30 gram biji wijen (bisa ditambah hingga 75 gram, aslinya dari bude Lisa 75 gram)

Cara membuat :

  • Campur gula merah cair, jahe instan, margarin, kuning telur, aduk menggunakan whisk
  • Masukkan santan kental
  • Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit
  • Terakhir masukkan biji wijen, uleni hingga merata
  • Bentuk bulat-bulat lalu gepengkan menggunakan garpu (ini cara cepat membuat kue kering menurutku hahaha #pemalasdotcom)
  • Panggang menggunakan suhu 150 derajat Celcius selama lebih kurang 40 menit.

 

SICO Hostess Slow Cooker dan Food Warmer 2in1

Produk Hostess dari Sico Hamada adalah produk Electric Slow Cooker (alat untuk memasak lambat) yang juga berfungsi sebagai Food Warmer, dengan pot/mangkok bahan CERAMIC yang pastinya aman untuk kesehatan.

Three separate ceramic pots
Tempered glass lids
Three separate temperature controls
Slow cooker and food server in oneGreat for parties and other events

Fungsi Slow Cooker : bisa untuk memasak bubur, soto, sup, aneka sayuran, dll. Mengempukkan daging sapi, ayam, dll.

Cocok untuk acara pesta, arisan, rapat, atau untuk penggunaan sehari-hari. Bila untuk acara keluarga dan tidak masak banyak, bisa langsung masak di tempat, pagi masak dan biarkan di tempat hingga siang atau sore hingga masakan matang, bisa pasang di Low. Tapi jangan lupa yah bila hanya untuk menghangatkan, setting di keep warm saja.

  • Mangkok ada 3 buah, bisa diisikan 3 masakan berbeda, misal sup, lauk ayam dan sayuran supaya tetap hangat saat disajikan.
  • Watt per pot : 140 watt, bila dinyalakan ketiganya watt 140×3
  • Kapasitas per pot : 2.5 liter
  • 3 pengaturan : Low, Medium, High
  • Made in Korea

Bisa dipakai sebagai alat saji sekaligus penghangat yang cantik. Ada 3 tungku yg bisa diatur terpisah /masing2. Bisa juga hanya digunakan 1 atau 2 tungku saja. Fungsi sama dengan slow cooker dengan design yang elegan.

 

Bolu Kolombeng, Bolu Klembem, Bolu Kecit, Kue Bahulu aka Bolu Kering Jadul

Bolu Kering Jadul ini banyak namanya ternyata ya… lain daerah lain lagi namanya, tapi yang jelas hampir di setiap daerah di Indonesia mengenal bolu kering jadul ini.

Aku sendiri mengenalnya sebagai Bolu Kering, tapi saat pulang ke kampung alm. mamaku kurang lebih 11 tahun lalu, saat mau pulang aku dibekali kue ini, yang di Manado sana disebut Kue Kolombeng. Yang membuatnya adalah tante Riri (masih sepupu mamaku), tapi sekarang pun beliau sudah tiada #sedih baik banget tante Riri menyempatkan untuk membuatnya sebagai oleh-oleh dari kampung.

Waktu itu sebenarnya pengen minta resepnya tapi lupa-lupa terusss, sampai baru-baru ini melihat kue ini berseliweran di IG, sudah lama melihatnya sebenarnya, tapi kok males bikinnya hahaha #dasarbadmoodterooss

Sampai minggu lalu berpikir, pengen nyetok camilan kering dan terpikir bolu kering ini. Jadi deh hunting resep dan pilihanku jatuh pada resep yang dishare oleh Vita. Di IG-nya Vita menyebut Bolu ini sebagai Bolu Kecit, di Bangka bolu ini disebut Bolu Kecit.

Buatku resep Bolu Kecit ini enakkk, manisnya pas, buat yang ga begitu suka manis-manis, pasti akan suka…

Saya membuatnya 2x, pertama menggunakan 50% tepung terigu dan 50% tepung sagu, lalu kali ke-2 saya menggunakan full 100% tepung sagu. Hasilnya sama-sama enak, kenyal-kenyal gitu…

Oh iya saya mengocoknya menggunakan mixer Bosch, tepung bisa langsung di wadah, gunakan speed 1 untuk mencampur.

BOLU KERING JADUL
source @vitakwee

Bahan:
5 butir telur
125 gram gula pasir
110 gram terigu segitiga
25 gram susu bubuk
1/2 sdt vanila
sejumput garam

cara :

Kocok telur, garam dan gula pasir hingga mengembang kental berjejak,
masukan vanili + tepung secara bertahap, kocok dengan mixer dengan speed paling rendah, setelah tepung habis, aduk rate menggunakan spatula.

Oles tipis loyang dengan margarin, beri adonan, panggang dengan suhu 170’c api bawah saja hingga matang kecokelatan.

Garlic Cream Cheese Bread

Garlic Cream Cheese Bread ini lagi happening banget, di mana-mana pada cobain bikin, cobain jual, tapi memang sih enak rotinya… ya bahan-bahannya enak-enak dan mahal hehehe jadi bisa dipastikan rasanya pasti enak.

Ini membuatnya karena request customer yang ingin membeli oven Trurich, bisa lihat langsung si oven Trurich dan kita demokan mau buat apapun juga, dan doi minta bikinin Garlic Cream Cheese Bread ini.

Nah pas janjian untuk membuat roti ini, doi malah telat datangnya, sudah hampir selesai semuanya baru datang, praktis tidak melihat cara pembuatannya, terus pulang cepat jadi hanya lihat oven, transaksi terus pulang hehehe

Anyway thanks ya sis Shanty di Tanjung Duren yang sudah order oven Trurich di awal bulan ini. Semoga bermanfaat dan awet ovennya ya ci 🙂

si Garlic Cream Cheese Bread ini memang enak euy, ga cukup kalau cuma makan 1 pc xixixi
ini Oven Trurichnya yang dibeli sis Shanty

Korean Garlic Cream Cheese

Bahan A :

  • 600 gram tepung protein tinggi
  • 80 gram gula pasir
  • 11 gram ragi instan
  • 2 butir telur
  • 260 gram susu cair

 

Bahan B :

  • 1 sdt garam
  • 130 gram butter

 

Bahan C :

  • 600 gram cream cheese
  • 100 gram heavy cream
  • 80 gram gula pasir
  • 1.5 sdm perasan lemon

 

Bahan D :

  • 500 gram butter cair
  • 100 gram bawang putih (haluskan)
  • 200 gram susu kental manis
  • 3 sdm madu
  • 1 sdt garam
  • 2 butir telur
  • 2 kuning telur
  • 4 sdm parsley kering (botolan) me : ga punya, ganti dengan yang ada aja : Italian seasoning

Topping : parmesan cheese (ga punya, skip aja hehe)

 

Cara membuat :

  1. Campur semua bahan A lalu uleni hingga setengah kalis
  2. Lalu tambahkan bahan B setelah itu lanjut uleni hingga kalis sempurna (elastis)
  3. Masukkan adonan ke dalam wadah yang sudah diolesi dengan minyak
  4. Tutup & biarkan untuk proofing hingga double size di suhu ruang
  5. Setelah mengembang sempurna, keluarkan adonan dan potong seberat 50-60 gram. Bulatkan dan rounding
  6. Susun di Loyang dan tutup dengan plastic wrap, lalu proofing sekali lagi hingga double size
  7. Panggang di oven dengan suhu 180 derajat Celcius selama 15 menit, dingingkan di cooling rack hingga dingin

 

CREAM CHEESE :

Campur semua bahan C, masukkan ke dalam piping bag, sisihkan

 

BUTTER & PARSLEY :

  1. Campur semua bahan D, lalu ambil roti. Pastikan roti sudah dingin sebelum dipotong.
  2. Potong menjadi 6 bagian. Potong jangan sampai putus, lalu baluri permukaan dan bagian dalam roti dengan bahan D (campuran butter)
  3. Kemudian semprot bahan C (Cream Cheese) dengan piping bag ke masing-masing sisi potongan roti
  4. Lalu taburi dengan parmesan (aku skip, jadi kasih Italian seasoning aja)
  5. Panggang di suhu 170 derajat Celcius selama 20 menit