Gegara masih punya banyak tepung ketan, bikin Getas Ketan deh aku… Tadinya gak tahu apaan sih Getas itu? Setelah lihat hasil akhirnya dan rasakan, oh ini mah Gemblong lol
So, bila moms punya kelebihan tepung ketan, alternativenya bisa untuk membuat Getas Ketan atau kalau di Jakarta dikenal dengan nama Kue Gemblong. Membuatnya mudah, hanya mencampur semua bahan, terus goreng.
Getas Ketan
Bahan :
150 gram tepung ketan
100 gram kelapa parut
75 ml air hangat
65 ml santan instan
Cara membuat:
Campur terlebih dahulu tepung ketan + air hangat, aduk rata, lalu tambahkan bahan lainnya.
Daku punya sisa keju edam trus beli lagi karena kukira habis jadilah stock keju edam tambah banyak hikss
Akhirnya buka-buka koleksi buku resep, ketemu buku resep Cemilan Kering karya Sisca Susanto dan coba resep Akar Kelapa Keju ini.
Akar Kelapa Keju
Bahan :
3 butir telur
50 gram gula pasir
100 gram margarin
75 gram keju edam, parut
450 gram tepung ketan
200 ml air
minyak goreng secukupnya
Cara membuat :
Kocok telur, gula, dan margarin hingga rata.
Masukkan parutan keju dan tepung ketan sambil dituangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga kalis.
Masukkan ke dalam kantong segitiga dengan spuit bentuk bintang besar-besar.
Panaskan minyak, spuitkan adonan sepanjang 4 cm di atas wajan berisi minyak panas. Goreng hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
Note:
Hasil jadi sekitar 500 gram
Bila menggunakan spuit besar-besar (Wilton 1M) maka gorengnya gunakan api kecil supaya bagian dalam ikut matang merata.
Masih kerajinan baking, dan lihat resepnya mbak Ria Icip2 di dapur, jadi pengen eksekusi. Sudah lama juga pengen tahu rasa tepung kue cap Bunga. Yang mahal itu lho. Aku beli di pasar packing 120 gram harganya Rp 30.000. Berarti sekilonya harganya itu Rp 249.000. Tuh mihilll banget khan untuk harga tepung hunkue.
Tapi memang rasanya enak sih, nagasarinya seperti yang dijual di bakery2 gitu… yang bungkus plastik gitu. Jadi setelah adonan masak, dibungkus dengan plastik bening. Adonan tidak dikukus lagi.
Tapi ini aku bikinnya pakai dikukus lagi, sudah jadi kebiasaan aja kali ya hehe dan harapannya supaya lebih awet sih…
Dan ternyata saya lebih suka nagasari dengan bahan tepung hunkue ini, dibanding tepung beras. Jadi kayaknya akan sering2 bikin besok2, masih punya stock si tepung hunkue juga 🙂
Bahan :
3 buah pisang tanduk yg tua/masak, kukus.
100 gr (1 bungkus) tepung Hunkwe cap Boenga
6 gelas (1,25 ltr) santan dari 2 btr kelapa
200 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanili bubuk
Daun pisang secukupnya.
Cara membuatnya :
Bersihkan (di lap) daun pisang lalu bentuk ukuran persegi (15×17) cm.
Potong2 pisang yang sudah dikukus.
Cairkan tepung hunkwe dengan 1/2 ltr santan, aduk rata.
Sisa santan direbus dengan gula, garam dan vanili sambil diaduk2 supaya santan tidak pecah, masak sampai mendidih.
Masukkan larutan hunkwe, sambil diaduk rata dan masak hingga tanak. Angkat.
Tuang sesendok adonan ke atas daun pisang, beri sepotong pisang dan tutup dengan sedikit adonan lalu bungkus yang rapi.
Kerjakan sampai selesai dan biarkan dingin.
Nagasari siap disajikan.
Catatan :
1 resep ini jadinya sekitar 30 pcs, isinya 2 sdm adonan. Aku beli daun pisang Rp 5.000 dan pas banget, ga kurang daun pisangnya.
Baru2 aja bikin Klepon Ketan Putih. dan first timer bikin klepon dan bikin lagiii… Eh tapi karena tidak punya tepung ketan putih, adanya tepung ketan hitam jadi Klepon Ketan Hitam deh…
Kali ini tumbenan amat masa2 aku rajin baking berlangsung lama, biasanya banyakan baking blue-nya wkwkwk
Klepon ini kubuat untuk seorang teman yang sedang isoman yang request, semoga sehat2 selalu ya ndoz…
Klepon adalah kue tradisional yang sudah lama banget masuk wish list, tapi sayang aku selalu lupa membeli kelapanya wkwkwk
Termasuk kue yang mudah dan cepat dalam membuatnya, tapi agak tricky juga, tricky atau susah-susah gampangnya karena membentuknya ternyata tidak semudah membentuk nastar wkwkwk pengen isiannya banyak tapi agak sulit mbuletinnya. Kalau tebal2 maka isiannya pun akan susah muncrat.
Dan ya itu yang kualami dalam my first effort membuat klepon ini, so besok-besok mau bikin lagi ahh… mumpung lagi rajin baking, jarang2 khan aku rajin baking hahaha
Aku pakai resepnya Tintin Rayner, hanya menghafal tepung ketan 250 gram + tepung beras 50 gram. Kubaca2 sih tepung ketannya lebih bagus bila menggunakan tepung ketan bikin sendiri.
So far masih kurang puas dengan hasilnya, besok2 coba lagi ah resep lainnya.
yang di loyang besar2 kleponnya, kagak sabar mbuletinnya wkwkwk
Klepon
source: Tintin Rayner
Bahan :
tepung ketan 250 gram
tepung beras 50 gram
garam secukupnya
air 200 ml
gula merah untuk isian, iris2
1/2 kelapa ukuran kecil, kupas dan parut, kukus supaya lebih awet
Cara membuat :
Campur tepung ketan, beras dan garam serta air, uleni lalu bulatkan dan isikan gula merah yang sudah diiris-iris.
Rebus air di panci hingga mendidih, lalu masukkan bulatan klepon.
Bread Pudding ini adalah kolaboraksi dengan putriku, Callista. Dari beberapa hari yang lalu Callista udah beli roti tawar, tapi baru terlaksana sore tadi. Kayaknya sama-sama lagi ga mood, sampai salah di awal, seharusnya telur masuk saat memasak susu cair tapi aku gak lihat bener videonya alias diskip2 gitu jadi ketinggalan telurnya hehehe
Pas masih ada sisa susu, ya udah masak lagi aja susu cairnya doank terus tambah telurnya 1 aja, karena 3 kuning telur sudah masuk di adonan vla. Ga nyangka ternyata langsung habis 1/2 loyang sama orang rumah, pada sukaaa… aku sih cuma makan 1/2 mangkok kecil ramekin.
Bread Pudding
source: preppykitchen
Bahan :
8 slice roti tawar, susun di loyang
2 cups scalded milk (susu dimasak hingga bubbling gitu)
3 tbsp butter
1/2 cup granulated sugar (aku : 75 gram)
1/2 tsp salt
3 eggs large (cuma pakai 1 telur utuh)
1 tbsp vanilla
Campur semua bahan kecuali telur, masak hingga bubbling, masukkan telur lalu aduk rata. Tuang ke atas loyang yang sudah ada rotinya.
Lalu panggang sekitar 40 menit.
Lalu terakhir buat vla saucenya.
Vla Sauce:
2 tbsp butter
2 tbsp flour
1/2 cup brown sugar
2 cup whole milk
1 tbsp vanilla
1 pinch salt
Panaskan butter, masukkan tepung, aduk cepat.
Tambahkan brown sugar, masukkan whole milk dalam beberapa tahap.
Tambahkan vanilla dan salt, masak terus hingga adonan mengental.
Tuang vla sauce ke atas adonan roti yang sudah dipanggang 40 menit.
Siap dihidangkan. Bisa dikonsumsi hangat ataupun dingin.
Pais Waluh Habang adalah camilan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bentuk maupun cara membuatnya sama dengan nagasari, hanya bedanya berwarna kuning karena menggunakan labu kuning dan polos saja tidak ada isian pisang di dalamnya.
Tapi karena kebetulan punya pisang tanduk, jadi saya pakai isian pisang, mirip nagasari benar deh hehehe rasanya lembut, legit dan juga manis. Untuk resep ini menurut saya manisnya pas, bila suka manis bisa tambahkan gulanya.
aku baru lihat lagi ternyata buku resep ini dulunya tuh mamaku alm. yang beli. Kami ikut demo masaknya Sedap di hotel Horizon, Bekasi dan saat itu hostnya adalah Krisna Mukti. Mamaku bela-belain ngantri demi mendapatkan tanda-tangan Krisna Mukti di buku tsb. Ya ampunn aku jadi teringat mama hikss
Pais Waluh Habang
(sumber: Kue-Kue Indonesia by Yasaboga)
Bahan :
500 gram labu kuning
200 gram tepung beras
50 gram tepung tapioka
175 gram gula pasir
500 cc santan dari 1 ½ butir kelapa (saya : 1 butir kelapa)
10 mata nangka, potong 1×1 cm (saya gak pake, ganti pisang tanduk, kebetulan punya)
daun pisang secukupnya
Cara membuat :
Kupas labu kuning, potong-potong, kukus sampai matang. Saya kukus dulu baru kupas kulitnya, karena lebih mudah.
Haluskan campur dengan gula, garam, dan tepung beras dan tepung tapioca, tuangi santan, aduk rata.
Masak adonan dengan api sedang hingga adonan kental.
Ambil 3-4 sdm adonan, bungkus dengan selembar daun pisang (seperti nagasari) beri potongan pisang tanduk. Kukus lebih kurang 20 menit hingga matang.
Gak sengaja aku berkenalan dengan si Sagun ini, dan kini malah jadi kedoyananku, buat ngemil2 gitu hehe
Aku tuh saat suka-sukanya pada satu jenis makanan yang kubuat, maka aku akan terus membuatnya hingga bosan xixixi dan karena aku suka sagon bubuk, jadi aku bikin terus sampaiiiii, ga sampai bosan sih, tapi sampai aku gak boleh makan gula banyak2 hikss sedihhh, jadi ga bisa sering2 makan si Sasagun ini.
Menurut wikipedia, Sasagun adalah makanan ringan tradisional khas batak. Makanan ini diproduksi dari tepung beras yang digongseng dengan kelapa dan dicampur dengan gula merah/aren. Soal rasa bisa dicampur dengan nenas atau durian, kacang atau sesuai dengan selera.
Wah campur nenas, durian, atau kacang, bakal tambah enak deh rasanya. Ga sabar rasanya kapan2 pengen coba bila dicampur nenas, durian atau kacang, sayang waktunya belum memungkinkan…
Aku simpan di sini saja ya resepnya, silakan buat yang mau buat 🙂 ini resep hasil trial2 aku setelah berkali-kali membuatnya, plus dengan bantuan Tetty juga yang sudah share tips2 untuk membuat sagon bubuk yang enak, yaitu kelapanya dibanyakin supaya lebih gurih hehe
ini sasagun camilanku, bisa habis sendiri hanya dalam waktu beberapa hari lol
Sasagun
Bahan :
1 kg tepung beras (aku menggunakan tepung beras Rosebrand yang kualitas bagus, tepung khusus untuk kue-kue basah gitu)
2 buah kelapa sedang ukuran besar
600 gram gula aren, disisir kecil2 gitu (500 gram sudah cukup manis sebenarnya)
Cara membuat :
Sangrai tepung beras, tambahkan daun pandan supaya wangi. Sisihkan.
Sangrai kelapa. Dengan api kecil ke sedang ya, sisihkan.
Campur kedua bahan, tambahkan gula aren, lalu sangrai kembali hingga konsistensi yang diinginkan.
Dapat resep Bakpao Stella Utomo ini sudah lama banget, sejak dari NCC kalau tidak salah… tahun 2005-an, lama banget khan? 16 tahun yang lalu, dan baru ini saya bikin itu Bakpao hahaha bener-bener pemalas ya…
Untuk isiannya, aku bikin yang mudah saja, yaitu unti : campuran kelapa dan gula merah.
Hasilnya bakpaonya empuk, enakkk, recommended resepnya, makasih banyak ya Stella 🙂
agak over proofing heheheini saya kukus di kukusan Trurich yang bersusun 2. Jadi 1 resep pas banget, muat di kukusan tersebut, jadi sekitar 22 pcs
Biang Bakpao :
250 gr terigu protein rendah
10 gr ragi instant
150 cc air
Bahan Adonan Utama Bakpao :
90 gr terigu protein rendah
60 gr tepung tang mien (bisa diganti dengan terigu protein rendah)
70 gr gula halus
1 sdm baking powder
¼ sdt amoniak kue (boleh tidak dipakai)
3 sdm air
50 gr mentega putih
Directions:
Campur semua bahan untuk biang. Di uleni sampai tidak lengket di tangan ( kurang lebih 10 menit).
Diamkan biang selama 1 jam atau sampai mengembang 2 kali.
Masukkan bahan adonan utama ke dalam biang biang bakpao. Uleni sampai kalis.
Timbang adonan sebesar 20-25gr. Tipiskan, bentuk menjadi bulat. Letakkan isi bakpao ke tengah2x adonan.
Kukus bakpao selama 15 menit.
Dapat resep Nagasari ini dari IG @ayuaudrey91 Ini adalah Nagasari versi loyang. Punyaku jadi coklat gitu (jelek bangett hikss), karena beli kelapa parutnya tidak dikupas, seharusnya dikupas jadi santannya putih. Oh iya kalau langsung diolah mungkin tetap putih, ini aku bikinnya sore jadi beli kelapanya pagi, simpan kulkas dan baru sore hari kubikin. Gabungan keduanya berpengaruh ke warna kue.
Besok2 coba lagi ahh, ini manisnya sih pas buatku tapi buat anak2 pasti kurang manis.
aslinya seperti ini, cantik yaa
Nagasari
Bahan :
12 buah pisang raja, kupas, belah 2 (ukuran sesuai selera). Kukus sekitar 15 menit (atau tidak dikukus juga tidak apa)
900 cc santan sedang (dari 1 butir kelapa)
1/2 sdt garam
200 gram gula (ini udah pas manisnya buatku)
3 lembar daun pandan
1/4 sdt vanili bubuk
Rebus jadi 1 aduk sampai mendidih, biarkan sampai agak dingin.
Aduk rata:
250 gram tepung beras
100 gram tepung tapioka
Masukkan bertahap ke adonan santan sambil diaduk pakai whisk sampai bercampur rata. Saring. Panaskan dandang / kukusan.
Siapkan loyang segi 4 ukuran 20 cm, olesi sedikit minyak.
Tuang adonan 3 sendok sayur atau ketebalan sesuai selera.
Setelah permukaan atas sudah set / hampir matang. Susun pisang yang sudah dikukus., ratakan, tuang lagi adonan. Lanjutkan lapisan adonan dan pisang sampai habis.