Ayam Goreng Tulang Lunak

Buat yang punya balita, bagus banget nih..soalnya full of kalsium. Di sini cuma bumbu dasarnya aja. Banyaknya ayam disesuaikan saja yaaa…

Ingredients:
Bawang putih
Ketumbar
Kemiri
Garam
Kunyit
Lengkuas
Jahe
Sereh
Daun jeruk

Directions:
– Haluskan semua bahan kecuali jeruk dan sereh, tambahkan air secukupnya. Lumurkan pada ayam dan diamkan kurleb 1 jam.
– Presto ayam tersebut. Kalau pakai ISA, kurleb 2 jam.

Ayam Goreng Kalasan

Supaya bumbu meresap, masukkan ke kulkas semalaman. Kalau pakai panci ISA dan klakat ISA (hasil akhir: bumbu ga kebuang tapi berair) kukus kurang lebih 30-45 menit, air kelapa tidak usah digunakan.

Ingredients:
Untuk ayam kampung 1 ekor.
Bawang putih 6 butir
Kemiri 5 butir
Ketumbar (sangrai dulu) 1 sdt
Merica 1/2 sdt
Jinten 1/2 sdt
Garam 1 sdt
Kunyit 6 cm
Lengkuas 3 cm
Gula merah 15 gram
Kapulaga 2 butir
Daun jeruk 4 lembar
Daun salam 2 lembar
Air kelapa 750 cc

Bumbu Labur Ayam Goreng :
Tepung sagu 100 gram
Garam 1/2 sdt
Telur 2 butir
Santan 150 cc

Directions:
– Haluskan semua bahan, kecuali air kelapa, daun salam dan daun jeruk
– Susun ayam di wajan dan masukkan bumbu ayam + daun jeruk + daun salam + air kelapa, masak dengan api kecil selama kurang lebih 1 jam.
– Biarkan ayam dalam panci minimal 1 jam. Angkat dan tiriskan.
– Ayam siap digoreng.

Bumbu Labur:
– Campur semua bahan, kocok sampai rata.
– Celupkan ayam yang telah dimasak ke dalam adonan. Angkat dan goreng dalam minyak panas.

Pepes Ikan Duri Lunak

Source: Santap edisi istimewa
Menu paling dicari di resto gaya Pasundan. Kunci melunakkan duri adalah dengan mengukus pepes selama 6 jam. (Kalau menurutku: bisa sampai 10 jam tapi dengan api kecilllll banget supaya bumbu lebih meresap sehingga rasanya hmmmm uenakkkk). Kalau pakai presto ISA, kurang lebih 2 jam.

Ingredients:
2 ekor ikan mas @300 gram (bisa juga bandeng)
1/2 buah nanas, parut
1 1/2 sdt garam
60 lembar daun kemangi
2 buah tomat merah, iris tipis
8 lembar daun salam ukuran kecil
6 batang serai, potong 5 cm dan belah dua, memarkan
300 gram daun bawang, iris kasar
daun pisang untuk membungkus
lidi untuk menyemat

Bumbu halus:
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
6 butir kemiri
6 buah cabai merah
6 cm kunyit
2 cm jahe
2 cm lengkuas
2 sdt garam

Directions:
– Lumuri ikan bagian dalam dan luar dengan nanas dan garam, diamkan selama 30-60 menit agar ikan cepat lunak. Sisihkan. Bilas dengan air mengalir. Keringkan ikan dengan tisu dapur atau kain bersih.
– Ambil 3 lembar daun pisang ukuran 35 x 40 cm. Taburi bagian tengah daun dengan daun kemangi, tomat, daun salam, serai dan daun bawang. Taruh seekor ikan yang sudah dilumuri 1/2 bagian bumbu halus (isi bagian perut ikan dengan bumbu halus dan bumbu iris).
– Taburi lagi bagian atas ikan dengan daun kemangi, tomat, daun salam, serai dan daun bawang.
– Lipat bagian kanan dan kiri daun. Semat kedua ujungnya dengan lidi. Lakukan langkah yang sama pada ikan yang satu lagi.
– Kukus pepes dalam dandang dengan air mendidih selama 6 jam dengan api sedang sampai duri ikan lunak.
– Siap dipepes.

Kuah Ikan Kuning

Kuah Ikan Kuning ini sebetulnya masakan yang biasaaaa banget tapi bagus banget buat anak2 karena kaya rempah dan ga begitu pedas..

Ingredients:
4 sdm minyak untuk menumis
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan
2 ekor ikan kakapn, bersihkan, potong 3 bagian
200 ml air
2 batang daun bawang, iris panjang 3 cm
1 sdm air jeruk nipis
2 buah tomat merah, potong2

bumbu halus:
3 buah cabai merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
6 butir bawang merah
2 cm kunyit, bakar
3 cm jahe
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

Directions:
– Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas dan serai hingga harum.
– Masukkan ikan, aduk hingga ikan kaku. Tambahkan daun bawang aduk hingga layu.
– Tuangi air, masak hingga mendidih.
– Bubuhi air jeruk nipis, aduk rata. Tambahkan tomat, masak hingga seluruh bahan matang. Angkat.

Bandeng Presto

Bandeng Presto ini hasil akhirnya udah lumayan menurutku. Bumbunya sarat dan tulangnya juga empuk tapi kalau bandengnya besar, seperti yang kubuat terakhir ini, gak akan lunak sampai ke tulang2 besarnya yaaa…

Presto bandeng selama 90 menit, dihitungnya dari mulai panci berdesis. Dulu aku pernah bikin beberapa kali tapi karena anakku gak begitu suka jadi males deh bikinnya. Nah belakangan aku bikin lagi, eh Callista doyan, minta nambah malah, jadi semangat lagi bikin si bandeng presto. Bila tidak sempat masak, beli bandeng lalu bersihkan, simpan di freezer, terus kalau tidak sempat mempersiapkan bumbu halus, tinggal beli bumbu halus di pasar, terus masak deh hehehe bisa menggunakan sarangan atau langsung saja diungkep gitu dengan bumbu-bumbunya.

Resep ini untuk 1 kg bandeng isi 3 ekor. Untuk dipresto di panci ISA ukuran 5 liter, pass banget, cenderung sesak malah hehe… Jadi kalau mau bikin bandeng presto agak banyak tinggal dikalikan atau dikira2 saja yaaa bumbunya…

Bandeng Presto
Bandeng Presto

Bandeng Presto :

Bahan :
Bawang putih 15 siung
Bawang merah 25 siung
Ketumbar 1/2 sdt
Kemiri 9 butir
Garam secukupnya
Kunyit 3 cm
Jahe 3 cm
Lengkuas 3 cm
Sereh 2 batang
Daun jeruk 4 lembar

Untuk di panci: daun jeruk, sereh, jahe dan lengkuas yang dimemarkan secukupnya.

Directions:
– Haluskan bumbu2 (kecuali sereh dan daun jeruk)
– Masukkan sebagian bumbu ke dalam bandeng yang telah dibelah.
– Letakkan bandeng di klakat yang berlubang2, susun bandeng dengan cara berselang-seling (kepala-ekor, ekor-kepala)
– Siapkan panci presto, isi dengan air, jangan melebihi klakat
– Masukkan daun jeruk, sereh, jahe dan lengkuas yang telah dimemarkan. Terakhir masukkan klakat yang berisi bandeng. Tutup alat presto.
– Presto bandeng kurang lebih 1,5 jam

Bolu Kukus

Dari rubrik Dapur Kita asuhan Nyonya Rumah, Kompas Minggu, 18 Feb 01…aku selalu bikin bolkus dari resep ini, dan, syukurnya selalu berhasil 🙂

Ingredients:
– 5 kuning telur yang sedang besarnya
– 3 putih telur
– 300 gram terigu
– 300 gram gula pasir
– 175 cc limun Sprite
– 1 sdt vanili
– 1 sdm coklat bubuk

Directions:
Kocok telur dan gul sampai kental sekali, bubuhi vanili, masukkan tepung dan limun bergantian, aduk2 sampai rata. Ambil sebagian dari adonan, bubuhi coklat bubuk yang sudah dibubuhi dengan sedikit air panas, ratakan. Tuang ke cetakan bolu kukus yang sudah dipersiapkan. Taruh sesendok adonan cokelat di atasnya. Mengisi cetakan harus penuh supaya kue mekarnya bagus. Kukus sampai matang.

Catatan: Langseng berisi air mendidih harus siap lebih dulu, baru cetakan diisi adonan.

Puding Coklat

Aslinya dari femina jadul, aku modif sedikit karena aku lebih suka puding coklat yang tidak terlalu manis. Jadi manisnya didapat dari vla-nya..

Puding Coklat

Bahan Puding:

  • 1 bks agar2 putih (7 gram)
  • 100 gram gula pasir
  • Garam secukupnya
  • Vanila secukupnya
  • 50 gram coklat bubuk, larutkan dengan 150 ml air panas
  • 600 ml susu cair
  • 3 butir kuning telur, kocok rata dg whisk
  • 3 sdm rum, jika suka

Saus Vla Nanas:

  • 500 ml susu cair
  • Garam secukupnya
  • Vanili secukupnya
  • 100 gram gula pasir
  • 1 kuning telur, kocok dg whisk
  • 150 gram daging buah nanas, cincang kasar (aku gak pake)
  • 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air

Directions:
Puding:
– Siapkan loyang puding, basahi air matang. Sisihkan.
– Campur agar2, gula pasir, garam, coklat bubuk dan susu.
– Masak di atas api sedang sambil aduk2 hingga gula larut dan mendidih.
– Ambil 50 ml larutan agar2 panas, aduk dengan telur, kocok hingga rata.
– Tuangkan kembali ke dalam adonan agar2 mendidih. Masak sambil aduk2 hingga mendidih kembali. Angkat.
– Aduk2 agar2 hingga uapgnya hilang, tambahkan rum, aduk rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang, biarkan hingga dingin dan membeku.

Saus Vla Nanas:
– Masak susu, garam, gula dan vanili sambil aduk2 hingga gula larut dan mendidih.
– Campur kuning telur dengan 2 sdm adonan susu panas hingga rata. Tuangkan kembali ke dalam adonan susu mendidih.
– Masukkan nanas cincang, masak hingga nanas layu.
– Tuangkan larutan maizena, aduk hingga kental dan mendidih.
– Angkat dan dinginkan.

Chicken Nugget

Ini resep Chicken Nugget yang biasa aku buat, aslinya dari Aroma – bu Sisca di Indosiar. Selama ini sih anakku suka banget dengan Chicken Nugget ini..oh iya, kalau mau, bisa ditambahkan udang cincang, keju parut, macaroni, dll.

Chicken Nugget

Ingredients:

  • Ayam cincang 300 gram
  • Telur 2 butir
  • Tepung sagu 50 gram
  • Susu cair 100 ml
  • Merica secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Kaldu blok 1 sdm (jika suka)

Directions:

  1. Campur semua bahan, aduk rata. Sebelumnya siapkan loyang loaf yang sudah diolesi margarin.
  2. Masukkan ke loyang loaf, ratakan.
  3. Panggang. Setelah masak, potong2.
  4. Siapkan 1 butir telur, balt dengan tepung roti, simpan dalam lemari es (1/2-2 jam).
  5. Siap untuk digoreng.

Mimpi Ibu Merry

My favourite episode of Kick Andy: tayang beberapa minggu lalu.

Suatu hari, seorang teman lama menelpon saya. Dia menceritakan kisah yang membuat hati saya tersentak lalu tergerak. Cerita tentang istri almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Menurut teman saya, ketika Pak Hoegeng masih hidup, dia pernah berjanji suatu hari kelak, jika punya uang, dia akan mengajak istrinya ke Hawai, Amerika Serikat. Mengapa Hawai? Karena mereka berdua begitu mencintai lagu-lagu “irama lautan teduh”.

Hoegeng dan Merry Roeslani, sang istri, sejak muda memang sangat menyukai musik hawaian. Kecintaan pada jenis musik tersebut mendorong mereka menghidupkan kembali kelompok musik Hawaian Seniors yang dulu pernah dibentuk Hoegeng semasa remaja. Mereka bahkan tampil sebulan sekali di TVRI dan merupakan program yang sangat diminati pada tahun 1970-an.

Namun apa mau dikata. Sebelum janji itu bisa dipenuhi, sang jenderal yang jujur dan sederhana itu lebih dulu dipanggil Tuhan. Hoegeng pergi selama-lamanya tanpa sempat mengajak sang istri menginjak pasir Waikiki Beach di Hawai yang terkenal itu. Hoegeng juga tak pernah sempat mengajak Merry melihat penari hula-hula asli di pulau tersebut. Karena itu, saya bisa membayangkan betapa sedih hati Ibu Merry.

Bagi Anda yang mungkin lupa, selama menjadi Kapolri, Pak Hoegeng setiap akhir bulan tampil bermain musik bersama Hawaian Seniors membawakan lagu-lagu irama lautan teduh. Duet Hoegeng dan Merry sanggup menyihir penonton televisi pada tahun 1970-an.

Bahkan penampilannya di TVRI waktu itu terus berlanjut walau Pak Hoegeng sudah pensiun. Hingga pada 1978, Hawaian Seniors “dicekal” tidak boleh tampil di TVRI oleh penguasa Orde Baru. Tidak pernah jelas mengapa. Alasan “resminya” karena acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Tetapi diduga pencekalan itu berkaitan dengan keikutsertaan Pak Hoegeng menandatangani “Petisi 50” yang berisi kritikan keras terhadap Pak Harto.

Pencekalan terjadi setelah pak Hoegeng, Ibu Merry dan Hawaian Seniors sepuluh tahun tampil menghibur di TVRI. Waktu yang cukup lama. Tetapi, percaya atau tidak, selama itu pula belum pernah sekalipun Ibu Merry menginjakkan kakinya di pasir Waikiki Beach yang terkenal itu. Padahal, sebagai Kapolri, Pak Hoegeng sudah pernah tiga kali bertugas ke Amerika dan sempat mampir di Hawai.

Ibu Merry tidak pernah ikut karena Pak Hoegeng memiliki prinsip yang sangat teguh: selama melakukan perjalanan dinas, istri dan anak-anak tidak boleh ikut “numpang” fasilitas kantor. “Dia tidak pernah mengijinkan saya dan anak-anak memanfaatkan kesempatan menggunakan fasilitas dinas”, ungkap Ibu Merry. “Sementara untuk beli ticket dengan uang sendiri kami tidak mampu”.

Ironis memang. Sulit dipercaya ada orang sejujur Pak Hoegeng di negeri ini. Tak heran jika kemudian muncul idiom: Di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur. Polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng. Begitu jujurnya sampai ketika meninggal tak banyak harta benda yang dia tinggalkan untuk keluarganya. Bahkan setelah 32 tahun mengabdi di kepolisian, uang pensiun yang diterima Pak Hoegeng cuma Rp 10 ribu.

Kawan saya menilai kisah tentang Ibu Merry tersebut layak diangkat di Kick Andy. Agar banyak pihak terbuka matanya bahwa di negeri ini ada sebuah ironi. Ironi kehidupan seorang pejabat yang jujur dan seorang istri yang tabah.

Setelah mendengar kisah tentang Pak Hoegeng dan Ibu Merry, ada “panggilan” yang begitu kuat di dalam dada. Panggilan untuk mewujudkan mimpi Ibu Merry. Mimpi untuk bisa menginjakkan kaki di Pantai Waikiki. Dalam usianya yang sudah di atas 80 tahun, mungkin ini permintaan terakhir yang akan dikenangnya sebelum Tuhan memanggilnya.

Tapi, jujur saja, saya sempat ragu apakah bisa mewujudkan mimpi tersebut. Terutama ketika mendengar cerita bahwa sudah dua kali Ibu Merry ditolak ketika mengajukan visa ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Tak ada penjelasan mengapa permohonannya ditolak. Sejak penolakan yang kedua, Ibu Merry sudah mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa melihat Hawai.

Saya mencoba menghubungi pihak kedutaan Amerika dan menjelaskan keinginan saya untuk membantu Ibu Merry guna mendapatkan visa. Saya berusaha menjelaskan siapa Pak Hoegeng dan kisah tentang mimpi Ibu Merry untuk bisa menginjakkan kaki di pulau yang selama ini hanya dikenalnya melalui gambar dan cerita-cerita orang.

Pihak kedutaan Amerika mengatakan tidak berjanji dapat mengabulkan permintaan saya itu. Mereka menegaskan adanya peraturan keras dari pemerintah Amerika yang tidak pandang bulu. Saya katakan kepada mereka saya bisa memahami dan tidak akan memaksa. Saya hanya ingin menyenangkan hati seorang wanita luar biasa yang selama hidupnya banyak mengalami kepahitan hidup. Apa salahnya di ujung hidupnya, sekali ini, dia dapat mereguk kebahagiaan. Apalagi ada kemungkinan ini adalah “last wish” atau permintaan terakhirnya.

Akhirnya, kisah tentang Pak Hoegeng, Hawaian Senior, dan ibu Merry saya angkat di Kick Andy. Pada bagian akhir ac ara, kepada ibu Merry saya tanyakan tentang apa keinginannya yang belum terwujud. Dengan suara pelan, sembari menghela nafasnya, ibu Merry bercerita tentang kerinduannya untuk bisa ke Hawai. Kerinduan yang sudah dikuburnya.

Dua kali visanya ditolak dan keuangan yang terbatas, membuatnya pasrah. Dia juga harus mengubur impiannya untuk bertemu dengan sahabatnya Mukiana, perempuan asal Hawai, yang sangat dirindukannya. Sudah tiga puluh tahun lamanya mereka tidak berjumpa. Mukiana pernah tinggal di Indonesia selama enam tahun dan bersama-sama menari dan bernyanyi di acara Hawaian Seniors.

Di ujung acara Kick Andy saya menyambungkan hubungan telepon antara Keala Mohikana dan ibu Merry. Tampak ibu Merry terkejut mendapat sambungan langsung dengan sahabat yang dirindukannya itu. Ibu Merry lalu menanyakan kapan Keala Mohikana bisa ke Jakarta. Tapi, pada pertengahan pembicaraan, tiba-tiba Keana Mohikana muncul dari balik panggung. Ibu Merry tertegun seakan tak percaya. Sahabatnya itu kini berada tepat di depannya. Kedua wanita tua itu lalu saling berpelukan melepas rindu.

Belum sempat ibu Merry meredakan rasa harusnya, tiba-tiba Aditya, putra ibu Merry, mengeluarkan visa dari kantongnya. Tuhan Maha Besar. Kedutaan Amerika kali ini meloloskan ibu Merry dan juga Aditya untuk masuk wilayah Amerika. Mereka berdua mendapat visa!

Selesai sampai di situ? Belum. Kepada ibu Merry, saya serahkan sebuah amplop. Isinya kemudian dibaca oleh ibu Merry: tiket pulang pergi Jakarta – Hawai – Jakarta. Maka sempurnalah perjuangan saya, teman saya, dan Aditya untuk memberikan “hadiah” paling indah dalam hidup ibu Merry, yakni kesempatan pergi ke Hawai.

Sejumlah penonton di studio tak kuasa menahan haru. Mereka menitikkan air mata. Apalagi saat Aditya menunjukkan visa dan kemudian ibu Merry menerima tiket ke Hawai yang dipersembahkan Surya Paloh, pemilik Metro TV.

Selesai rekaman Kick Andy, semalaman saya tidak bisa tidur. Hati rasanya bahagia sekali. Semua upaya dan jerih payah terbayar sudah. Kalau melihat ke belakang, rasanya semua itu tidak mungkin terjadi. Mulai dari upaya teman saya mendatangkan Mukiana ke Jakarta, usaha untuk mendapatkan visa yang sudah dua kali ditolak, sampai tiket ke Hawai pemberian Surya Paloh, semua berjalan tanpa hambatan. Tuhan Maha Besar.

(sumber: KickyAndy.com)

Mengapa magnet menarik besi ?

“Mah, mengapa magnet menarik besi ? kenapa enggak kayu ?” itu pertanyaan Callis beberapa hari yang lalu. “Wah, mama juga belum tahu, nanti mama cari dulu ya..” Weleh, padahal dalam hati aku ketar-ketir juga, cari di mana ya ? kayaknya di wwp ga ada dehhhh 🙁 Untungnya, sore hari aku ga ada acara apa2, iseng kubuka hdi, judule “energi dan fisika”..mudah2an ada di sini jawabannya. Aku baca topik2 yang ada di buku tsb, asyikkkk ada juga ternyata.. Langsung aja kupanggil Callis, “tadi siang Callis tanya soal magnet khan ? mengapa bisa menarik besi ? nih ada jawabannya di hdi. Mama bacain yaaa…

Duh senangnya hatiku bisa menjawab pertanyaan anakku yang sedang masa kritis2nya tanya ini, tanya itu.. Pertanyaan tsb berawal dari tempelan kulkas yang diberikan guru musiknya beberapa hari sebelumnya. Sebetulnya udah ada tempelan kulkas yang lain sebelum tempelan kulkas berlogo “Fakultas Psikologi Atmajaya” tsb, tapi karena yang satu itu diberikan oleh seorang “kak amanda” jadi lebih menarik perhatiannya dibanding yang lainnya.

Sebetulnya juga banyak pertanyaan2 kritis Callis yang lainnya, yang sayangnya lolos dari “sensor” kearsipanku.. Maksudnya, sejak beberapa bulan lalu, aku ceritanya sudah bertekad ingin mendokumentasikan semua pertanyaan2 Callis, khususnya yg “critical”, sayangnya karena management waktu-ku yang kurang baik jadi belum terlaksana deh 🙁 Baru ini aja yang sempat, gpp deh yaaa 🙂