Category Archives: Blog

MIHAS 2013 @Kuala Lumpur

MIHAS (The Global Halal Marketplace) http://www.mihas.com.my/ adalah sebuah ajang pameran berskala internasional yang disponsori pemerintah Malaysia di mana mereka mempromosikan produk-produk dalam negeri (Malaysia) dan juga mencari buyer dari negara-negara lain (termasuk Indonesia pastinya) untuk memasarkan produk mereka. Jadi mereka mensponsori (kebanyakan UKM) dari banyak negara untuk berpartisipasi di MIHAS dengan memberikan akomodasi gratis di hotel berbintang 4 selama 3-4 hari. Wah keren khan?

Gimana Kalis Kukis bisa ikutan? xixi bukan Kalis Kukis sih, gak belum pede banget2lah… Jadi sebetulnya aku diajak mbak Yenny Agogo (owner Melted Brownies JSR “Jeani’s Secret Recipe) dan Afia Lindra (owner Suvenir Coklat), bukan sebagai peserta tapi sebagai co-participant. Jadi setiap peserta diberi 1 kamar gratis dan boleh mengajak 1 orang temannya untuk ikutan event tesebut.

Pemerintah Malaysia melalui Matrade (Malaysia External Trade Development Corporation) yang menghubungi UKM-UKM di Indonesia dan menawarkan partisipasi UKM di MIHAS. Sebuah program yang sangat bagus untuk menunjang UKM, coba ya Indonesia membuatnya juga 🙂

Banyak sekali produk-produk Malaysia yang secara kreatif dibuat, dan juga dikemas dengan baik yang kadang kita gak kepikir untuk membuatnya. Memang sih banyak persamaannya dengan kita, justru itu jangan kalah dari Malaysia hehe Oh iya foto2 lainnya akan kuposting di blog pribadiku : ceritakaliskukis.wordpress.com

Oh iya, sebetulnya sudah dari tahun lalu, tepatnya Maret 2013 tapi karena kesibukan jadi gak posting2 hehe

mbak Yenny mejeng di depan banner MIHAS
mbak Yenny mejeng di depan banner MIHAS

 

Saya juga gak mau kalah, ikutan mejeng di depan banner MIHAS hahaha
Saya juga gak mau kalah, ikutan mejeng di depan banner MIHAS hahaha
Afie dalam Buyer's Meeting, Afie sebagai peserta (calon buyer) dipertemukan dengan supplier Malaysia
Afie dalam Buyer’s Meeting, Afie sebagai peserta (calon buyer) dipertemukan dengan supplier Malaysia
Ini mbak Yenny yang mencari "rhum" halal buat produk melted browniesnya
Ini mbak Yenny yang mencari “rhum” halal buat produk melted browniesnya
Stand Jawa Barat @MIHAS 2013
Stand Jawa Barat @MIHAS 2013

 

mihas2

Booth-nya Semerbak Coffee punyanya bapak Iwan Agustian @MIHAS, ramai dikunjungi calon buyer
Booth-nya Semerbak Coffee punyanya bapak Iwan Agustian @MIHAS, ramai dikunjungi calon buyer

 

 

matrade3
the six of us mejeng di lobby hotel
Dengan pak Anas yang jadi guide selama di KL secara pak Anas udah ikut 2x xixi
Dengan pak Anas yang jadi guide selama di KL secara pak Anas udah ikut 2x xixi
mbak Yenny Agogo, Afia Linda n me @MIHAS 2013
mbak Yenny Agogo, Afia Linda n me @MIHAS 2013

Kehabisan Kertas Roti #Cerita Pelanggan

Met sore teman-teman,

Selamat Tahun Baru 2014 ya

Semoga apa yang teman-teman idam-idamkan dapat terwujud di tahun ini.

Karena barusan aja salah satu pelangganku mau order Cheese Button, jadi mau cerita nie tentang pelangganku itu. Suatu ketika di tahun 2009, mbak Ine http://ceritaelkaje.wordpress.com/author/inelkaje/ merekomendasikanku pada seorang temannya yang sedang mencari nastar homemade enak. Temannya mbak Ine itu, namanya Cik Wawa mencari nastar enak untuk diberikan ke pelanggannya. Dari situ jadilah cik Wawa memesan beberapa toples nastar, dan terus berlanjut dengan pesanan2 berikutnya.

Suatu saat cik Wawa mendadak order beberapa toples nastar (lupa tepatnya) dan karena mendadak aku gak sempat mempersiapkan bahan-bahan lainnya dan beneran kejadian daku kehabisan alas toples/”dorley”, ya sudah kupikir bisa donk pakai kertas roti. Ealah kertas roti pun rupanya gak ada. Kucari-cari di toko/warung dekat rumah gak ada juga. Waduhhh padahal itu dah malam jam 9-an, gak ada pasar buka malam2 gitu… Akhirnya daripada gak ada alas kertas apa-apa, kupakailah kertas dari buku, kebetulan ada stok buku tulis yang gak dipakai. Daku sih anteng-anteng aja hehe

kertas roti

Besoknya setelah kue diantar ke rumah cik Wawa di daerah Pulomas, beliau langsung sms, weleh rupanya dia teliti juga ya hehe Langsung deh complain, “Femmy, gimana sih kok pake kertas begitu? Itu kue mau dibawa clientku ke luar negeri,. Waduh aku malu banget nieee”

Sejak itu cik Wawa gak pesan2 lagi ke aku sampai setahun atau dua tahun lalu, beliau sms, “Femmy, masih bikin kue kering gak? Mau pesan donk dst…”

Sampai sekarang cik Wawa sering pesan juga buat bekal anak-anaknya yang sedang kuliah di Malaysia. Kalau beliau ke sana atau anak-anaknya ke Jakarta, beliau akan order Cheese Button, favorit anak-anaknya. Beberapa bulan lalu aku sempatkan untuk mengantar sendiri dan ketemuan langsung dengan cik Wawa, kita janjian ketemu di Food Court Kelapa Gading Mall. Setelah sekian tahun hanya sms-an dan terakhir bbm-an, akhirnya bisa ketemuan langsung dengan pelanggan itu, sesuatu banget yaaa….

Oh iya, pastinya sih sekarang gak pakai alas kertas buku lagi hehe Selalu daku stok kertas roti di rumah, atau minimal kertas baking pasti ada.

Semalam bbm-an dengan cik Wawa dan beliau pesan CB lagi, buat clientnya di Surabaya.

wawa1 wawa2

 

Sekalian aja aku tawarkan Frozen Brownies, dan langsung pesan 5 pcs, welehhh padahal aku belum bikin lho, pede aja nawarinnya xixi dan enaknya kalau udah punya track record bikin kue enak, pelanggan langsung aja percaya kalau kue lainnya pasti enak juga, seperti bbm-nya cik Wawa berikut:

wawa3

 

Lanjut cerita tentang cik Wawa, barusan jam 8-an (2 Jan) aku antar sendiri pesanan cik Wawa ke rumahnya, dan dikasih gimmick 2 tas dan kalender,  Waduh makasih banyak ya cik, pas belum punya kalender buat di kamar hehe

wawa

 

Dan cik Wawa juga suka banget sama frozen brownies yang kubuat. Berbuntut repeat order 5 pack frozen brownies yang ukuran besar plus Cheese Button lagi buat clientnya.

wawa1wawa2

Pelanggan adalah Raja

Akhirnyaaaa selesai juga bikin kuker Lebaran, bisa istirahat dehhhh….kuhitung-hitung dari 30-an customerku, separuhnya adalah old customer. Sisanya yang baru2, itu pun beberapa dari customer lama juga he he

Betul juga filosofi pemiliknya Dwi Sapta yang lebih suka memerankan “farmer” daripada “hunter”. Maksudnya, dalam deal dengan customer, mereka lebih suka fokus/memaintain pelanggan-pelanggan yang mereka punyai. Pelanggan yang ada ini dipelihara betul, dirawat habis-habisan, yang kecil dibesarkan, yang sudah besar dibikin lebih besar dulu. Kalau bisa pelanggan-pelanggan yang ada ini puas dan loyal dulu baru mereka berpikir untuk menembak pelanggan-pelanggan baru. Dengan filosofi ini Dwi Sapta menjadi “besar”, walaupun pelanggan mereka tidak banyak namun karena sepenuh hati dirawat dan dibesarkan, maka membawa berkah luar biasa bagi Dwi Sapta.

Kenapa Dwi Sapta? he he kebetulan aja dapat buku dari my old friend, “Advertising that makes money” yang berisikan strategi marketingnya Dwi Sapta Adv., perusahaan tempat temanku itu bekerja. Kebetulan baru baca chapter tsb dan sepertinya betul banget… walaupun pelangganku juga tidak banyak namun setiap tahun ada aja yang loyal gitu :p

customer is king

Seperti mbak Adisty, yang sudah kurleb 8 tahun menjadi pelanggan setiaku, sejak aku di emb dan menawarkan kuker di sana. Sebetulnya tahun ini mbak Adis ga pesan2, jauh2 hari dia bilang, “Fem, tahun ini mbak Adis ga pesan ya, adiknya mbak Adis yg mo beliin gpp ya”… “OK mbak… gpp kok” Ehhhh tapi last minute mbak Adis telpon, “Fem, bisa ga pesan….” he he karena mbak Adis mau aja kuenya diantar pas H-1 ya sud aku bikinin. Uniknya mbak Adisty ini, entah kenapa beliau lebih suka kastengelsnya lebih nyoklat, kl ga mau dibilang “hangus” he he Coba aja ya aku punya lebih dari 1 pelanggan seperti mbak Adis, jd yang hangus pun laku he he

Ada lagi pelanggan yang sampai saat ini belum pernah bertemu muka walaupun sudah kurleb 4 atau 5 tahun menjadi pelangganku. Yup, itu karena kita bertemu di dunia maya dan komunikasi hanya melalui email atau sms.

Kayaknya masih mo cerita tp kok kehabisan kata2 ya, nanti aku lanjut lagi ahhh

Chocolate Chips Cookies

Semalam bikin chocolate chips cookies pesanan mbak Ida di Bekasi dan karyawan CMNP. Karena kehabisan brown sugar jadi aku pakai palm sugar, dikurangin supaya warnanya tidak “hitam”.

Setelah jadi, kebetulan aku bikin pas-pasan, ehh Callis minta chocolate chips-nya.
Callis: “Mah, mau donk choc chips-nya”
Daku: “Nih…” sambil ngasih 1 piece chocolate chips (karena memang tidak banyak sisanya)
Callis: “Yahhh.. mau lagi”
Daku: “Ntar yahh kalo dah selesai bikin pesanan lebaran, mama bikin lagi, yang banyak dehhhh buat Callis”
Callis: “Ga mau…”
Daku: “Call, tuh bahan2nya masih banyak, almond masih ada, chocolate chips, chocolate putih… ntar mama bikin yang enakkk deh special buat Callis, tp yang sekarang khan pesanan orang, mama dah ga ada waktu lagi bikinnya”

Walaupun dah dikasih pengertian n dibujuk, tetap aja Callista ga mau makan chocolate chipsnya nanti2, maunya sekarang..Duhhh susah banget yahhhhh he he akhirnya dg berat hati kurelakan juga deh itu 1 toples chocolate chips dibuka ma Callis. Dan benar2 dimakan 1/4 toples he he Kupikir2 ya gak papa juga sih… karena selama ini kalau dia makan cheese button, kastengels, nastar ataupun kuker lainnya, memang sih dia doyan tapi makannya ga banyak2, baru chocolate chips ini yang agak banyakan. Jadilah mamanya Callis lembur lagi he he he

Sagu Lempeng n Sagu Tumbuk from Ambon

Ini postingan yang kukirim ke milis lan-jalan n makan2, secara daku suka jalan2 n makan2 juga, he he

sagu tumbuk
ini lupa oleh2 dari mana hehehe

Baru-baru ini daku dapat kiriman dari tante yang tinggal di Ambon, penganan tradisional khas Ambon sbb:

1. Sagu lempeng, bentuknya kotak persegi, kalau langsung digigit gigi
bisa rontok, alias keras banget. Orang Ambon biasanya makan sagu
lempeng ini sebagai sarapan di pagi hari, temannya adalah teh manis
hangat. Jadi makan sagu lempeng tsb sambil dicelupkan ke teh manis
hangat supaya tuh sagu lunak dan ada manis-manisnya. Rasa tuh sagu sih
seperti tidak ada rasanya dan agak manis kalau dicelupkan ke teh manis
hangat tadi.

2. Sagu tumbuk, bentuknya bisa dibungkus dengan kertas minyak,
dipilin2 kecil atau besar seperti rokok gitu.. warnanya coklat kehitam-
hitaman. Sagu tumbuk ini terbuat dari sagu lempeng yang ditumbuk
bersama gula seperti gula merah dan kenari hingga minyak kenarinya
keluar dan adonan menyatu, setelah itu dibentuk pilinan kecil atau
besar dan dibungkus kertas minyak warna-warni, atau ada juga yang
dibentuk seperti telur gabus tapi ukurannya lebih besar dan dikemas
dalam plastik. Rasanya manis gurih, perpaduan gula merah, kenari dan
sagu. Teksturnya sih kasar karena ada sagunya itu tadi.

Kalau ada temans yang mengetahui penganan lain dari sagu, boleh dong
dishare..

Keju Gouda dari Bukit Baros

Postingan ini kutulis tahun 2006), aslinya dulu di mp, linknya di sini :http://ceritakaliskukis.wordpress.com/2006/02/28/keju-dari-bukit-baros-2/ 

Senin, Februari 20 lalu, aku ikutan “piknik” dari ex kantorku, rombongan ibu2 & pensiunan amembassy. Piknik kali ini mengunjungi pabrik keju Gouda “Natura ala Gouda” yang berlokasi di Bukit Baros, Sukabumi.

Rombongan berangkat pukul 07.44, agak telat memang, gara2 menunggu peserta yang terkena macet di daerah Cakung. Maklum, piknik di weekday…tapi ya begitulah kebiasaan di ex kantorku “amholiday” selalu dimanfaatkan untuk jalan2, mumpung weekday gitu lho..pastinya tarif apa2 lebih murah gitu..

Perjalanan ke Sukabumi memakan yang waktu kurang lebih 3 jam jadi tidak begitu terasa karena dapat teman2 ngobrol yang enak.. Ibu2 dari kompleksnya bu Anita..banyak bener ya bu pasukannya ? 10-an gitu..he he he Oh iya, ketemu lagi dengan mbak Asih, mbak Intan, mbak “Garuda”, sorry aku lupa namanya, mereka itu selalu setia ikutan piknik yang diadain bu Lien, ibu pikniknya amemb.

Jam 11 kurang bus berhenti di suatu tempat di Sukabumi, aku ga paham di daerah mana, tanya punya tanya, ternyata kita harus tunggu jemputan dari pabrik, jadi akan ada mobil yang meng-escort, lumayan lama, ada kali 30 menit… Kali ini jalanannya agak2 bergelombang, naik-turun gitu..

Jam 11.30-an kami tiba di Bukit Baros, disambul dengan welcome drink ala Bukit Baros, es kelapa muda..duh sejuknya.. Kulongok meja makan sudah mulai ditata, ada nasi timbel, tahu tempe bacem, duhh bikin perut lapar aja 🙂

Ada 3 stand dan tentu saja yang paling banyak didatangi adalah standnya Natura, di situ dijual macam2 keju produksi Natura, ada juga kue kering spt kastengels, nastar keju, semprit keju dan snack macam cheese stick dan kue bawang.. Sepertinya ga mau ketinggalan, sudah banyak peserta yang mulai memesan keju, kuker ataupun snack.

pabrik keju gouda

Stand lainnya adalah stand Bogasari dengan macaroni dan macam2 macaroni goreng. Lalu ada juga stand yang menjual minyak kayu putih, madu, dll.

Sebelum visit ke pabriknya, kami diberi penjelasan mengenai proses pembuatan keju. Pak Yusak yang subur menerangkan proses pembuatan keju Gouda, kalau di Belanda, seekor sapi bisa menghasilkan 40 liter susu per harinya, tapi kalau di indo cuma 12 liter per harinya… Pasti tahu ya kenapa2nya..

Susu untuk pembuatan keju Gouda/Natura diambil dari sapi2 yang diternakkan penduduk di sekitar pabrik. Setiap harinya didapat kurang lebih 2000 liter susu. Dari jumlah tersebut, setelah diproses hanya 8%-nya yang menjadi keju, jadi sekitar 160 kg ya kalo ga salah… jadi no wonder kalau harga keju muahalll..

Proses pertama, susu yang telah diperah dan ditaruh dalam wadah khusus, dirandom check oleh lab. Yang dites adalah fisik susu tsb dari aromanya, rasa dan terakhir alcohol test untuk mengetahui bagus tidaknya susu tersebut.

Proses berikutnya, susu ditempatkan di tong yang disebut “tube” (eh, salah ga nulisnya ? maaf kalau salah) untuk kemudian dilakukan proses pasteurisasi dengan suhu 65 derajat Celcius.

Setelah dipasteurisasi, susu ditempatkan di wadah lain untuk didinginkan hingga suhunya menjadi 34 derajat Celcius. Proses pendinginan ini harus dilakukan dengan cepat supaya kandungan bahan2 dalam susu spt fat, protein, mineral, kalsium, vitamin tetap terjaga.

Selanjutnya diberikan bahan penggumpal supaya susu menjadi padat. Pada proses ini diberikan bahan penggumpal yang disebut renet, yang notabene adalah bakteri, yang berfungsi mengubah laktosa menjadi laktat. Pada proses ini susu tidak boleh terkena guncangan sama sekali. Kalau terkena guncangan, kemungkinan besar akan gagal dengan suksesnya…Setelah kurang lebih 30 menit akan keluar cairan hijau kekuning2an. Setelah itu adonan padat di bawahnya dimasukkan ke cetakan2 besar. Jadilah keju..tapi keju ini masih tawar, jadi diperlukan perendaman di air garam dengan kadar ph 11-12% selama 24 jam untuk menjadikannya asin.

Proses berikutnya adalah fermentasi, setelah direndam air garam, keju ditiriskan, setelah agak kering mulailah proses fermentasi. Keju ditempatkan di ruang khusus fermentasi. Selama proses fermentasi, keju harus dicheck setiap harinya untuk melihat apakah proses berlangsung dengan baik, juga untuk meyakinkan tidak ada bakteri perusak yang berpotensi menggagalkan keju…

Soft cheese seperti Young Cheese adalah keju yang difermentasi selama 2 bulan. Jenis Middle, adalah keju yang telah difermentasi selama 3 bulan. Lebih dari 4 bulan jadilah Old Cheese.

keju gouda

Keju Gouda/Natura ala Gouda Cheese memproduksi antara lain:

Young: untuk roti, lasagna atau dimakan langsung

Middle: untuk campuran masakan atau makanan olahan seperti macaroni panggang, pastel dan lain-lain.

Old: untuk campuran kue kering.

Cummin: keju yang beraroma rempah dan khas biasa dihidangkan sebagai campuran makanan olahan atau teman crackers.

Naturella: soft cheese sejenis Mozarella cheese, digunakan untuk pizza, macaroni schotel, fungsinya untuk memberikan efek “sticky”..

Oh iya, sayangnya waktu akhirnya benar2 melihat pabriknya, kita hanya diperkenankan melihat dari atas dan tidak boleh masuk ke area pabrik. Pabriknya tidak begitu besar juga, untuk proses pasteurisasi, pencetakan sampai perendaman dalam air garam dilakukan dalam 1 ruangan. Untuk membuat naturella dan proses fermentasi dilakukan di ruangan lain.

Sayangnya karena kakiku masih sakit jadi daku tidak bisa jalan jauh2 apalagi teman2 sekelompok (rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok karena tempat untuk melihat pabrik itu kecilllll banget..palingan muat 4-5 orang saja) pada tidak interest untuk melihat proses fermentasi ataupun membuat naturella. Padahal aku ingin sekali lho melihatnya..hiks..

Secara keseluruhan acara kunjungan ke pabrik keju ini asyik banget, karena aku pada dasarnya suka banget ama keju. Apalagi daku sedang menekuni (dan mencoba bikin juga) kue2 berbahan dasar keju spt kastengels, cheese stick, cheese button, bolu kukus keju, dll.

Demo Panci ISA @SMPN 1 Dramaga, Bogor

Weekend lalu daku mendapat telepon dari Ibu Sekar (guru Tata Busana di SMPN 1 Dramaga) di Bogor yang menanyakan panci ISA dan karena katanya mau belinya beberapa, kutawarkan untuk demo panci ISA di sana yang disambut baik oleh si ibu guru.

Singkat cerita, akhirnya jadilah demonya hari Rabu kemarin (27/11/2013) bertempat di SMPN 1 Dramaga, Bogor. Bu Sekar memintaku untuk membawa 3 buah panci ISA pesanannya, 2 buah yang 9 liter dan 1 buah yang 12 liter. Namun karena berat, hanya terbawa 2 pcs saja, sisanya dan mungkin nantinya akan pesan lagi, akan dikirim minggu depan. Itu juga aku meminta bantuan orang kantor untuk membawakannya karena daku dah membawa panci ISA dan bahan-bahan untuk demo serta kompor portable, berat booo hehehe belum lagi membawa klappertaart untuk icip-icip hehe

Demo berlangsung lancar karena sebagian besar ibu guru di situ banyak yang sudah punya ISA, mereka beli untuk anak-anaknya. Wah enak ya jadi anaknya bu guru hehe  Oh iya, yang didemokan Nasi Liwet Ikan Asin, resepnya ada di buku resep ISA. http://kaliskukis.com/nasi-liwet-ikan-asin-memasak-dengan-presto-isa/

NASI LIWET IKAN ASIN

Bahan:

  • 3 gelas beras
  • 3 gelas air
  • 50 gram ikan teri medan (siram air panas, tiriskan, terus goreng hingga kecokelatan)

Bumbu :

  • 5 butir bawang merah, iris tipis
  • 5 buah cabe merah atau rawit (sesuai selera), iris tipis
  • 1 batang sereh dimemarkan
  • 1 ibu jari lengkuas
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk (optional)

Cara membuat :

– Tumis bawang merah dan cabe

– Tambahkan ikan teri medan yang sudah digoreng.

– Masukkan beras, air dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk rata.

– Dimasak full press selama 10 menit.

– Diamkan sampai tanak. Sajikan.

 

Customer Yang Baik Hati

Selasa lalu (26/11/2013) daku mendapat sms dari Denpasar (mbak Sandhi) yang sebelumnya (Senin) beliau sudah comment di postinganku mengenai Panci ISA http://kaliskukis.com/panci-presto-isa-made-in-italy/ Duh maaf ya buat teman-teman yang sudah comment, kalau di blog aku tidak bisa langsung balas karena kadang tidak ada di tempat, tapi pastilah daku balas….

Mbak Sandhi memesan ISA Praktik 12 Liter dan langsung transfer, panci langsung dikirim sore itu juga, diterima 2 hari kemudian. Nah, masalahnya daku salah menginformasikan, sebetulnya ISA 12 L itu tidak ada hadiahnya (saat ini strainer) karena ISA 12 L lebih besar diameternya dibandingkan ukuran lainnya sementara si strainer memang dibuat khusus untuk yang ukuran lebih kecil (5,7 dan 9). Jadi karena memang itu kesalahanku (aku lupa denk waktu itu udah pernah diinfo dari kantor hehe) daku tawarkan untuk menggantinya dengan produk lain, ini produknya, kebetulan aku punya..

tapi mbak Sandhi menolak. “gak usah repot2 bu, kalau memang tidak dapat, gpp, yang penting barangnya sudah sampai, makasih banyak”, duh jadi gak enak hati banget deh daku, jarang-jarang khan dapat customer sebaik itu hehe

Oh iya, ada kelebihan ongkos kirim juga, yang sedianya mau aku transfer balik ke rekening beliau, tapi dijawab, “kelebihannya disumbangkan saja kalau bisa”. Tuh khan baik banget yaaa… Semoga kebaikan mbak akan kembali dalam bentuk berkah buat mbak Sandhi dan keluarga yaa… amin…

Betul khan judulnya Customer Yang Baik Hati? hehe

Kisah Sukses : Bob Sadino Supir Taksi Yang Jadi Kaya Raya

BOB SADINO

Bob Sadino dikenal sebagai pendiri dan pemilik Kem Chick, Kem Food, Kem Farm. Bisnis om Bob memang sangat sukses. Setiap harinya, Om Bob mampu mencetak laba milyaran rupiah. Lalu bagaimana orang kaya yang nyentrik ini memulai dan membangun kerajaan Bisnisnya ?

Bob Sadino lahir di Lampung, 9 Maret 1933, ia adalah anak bungsu dari 5 bersaudara dalam keluarga yang berkecukupan. Ayahnya seorang guru, yang mengajar di Sekolah Belanda. Pada zaman itu, profesi guru sangat terpandang di masyarakat. Tak heran kalau bob dipanggil dengan sebutan “sinyo” oleh anak-anak kampung, di daerah menteng, Jakarta.

Bob Sadino adalah lulusan SMA, dia juga pernah kuliah di Fakultas Hukum UI, tapi hanya sebentar, alasan drop out sangat sederhana, ia kuliah hanya ikut-ikutan temannya. Saat usia 19 tahun, Bob bekerja sebagai pelaut, dari sini ia bisa berkeliling dunia. Ia telah menjelajah Belanda dan menetap di sana selama 9 tahun. Di sana ia bekerja di Djakarta Llyod di kota Amsterdam dan juga Hamburg, Jerman. Di negeri kincir angin itu pula, Bob kemudian bertemu dengan Soejoed, pegawai Bank Indonesia yang tengah bertugas, dan akhirnya menjadi istrinya.

Setelah berpuluh tahun tinggal di luar negeri, Bob kangen dengan Indonesia. Ia juga merasa bosan bekerja untuk orang lain. Saat kembali ke Jakarta, Bob membawa dua buah mobil Mercedes miliknya. Satu Mercedesnya dijual dan dibelikan tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sementara mobil satunya direntalkan dengan sopirnya adalah Bob sendiri.

Suatu hari, Bob mendapat kecelakaan, mobilnya rusak parah, karena tidak punya uang untuk memperbaikinya, ia beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu Rp 100. Bob pernah bercerita, “Banyak pengalaman lucu selama peride miskin itu, yang sampai sekarang masih selalu teringat. Suatu malam ketika Saya kehabisan rokok, istri Saya berkata : kalau sekarang beli rokok, berarti besok kita nggak bisa beli makanan. Jadi kita mesti menentukan, apakah memillih besok tetap bisa makan atau sekarang bisa merokok ?”

Suatu hari, Bob melihat peluang bisnis, “Ketika itu orang Indonesia hanya mengenal telur ayam kampung, sehingga banyak ekspatriat yang kesulitan mendapatkan telur. Karena disamping berbeda jenis, kapasitas ayam kampung dalam bertelur paling hanya belasan butir per tahun.”

Bob Sadino lalu menulis surat kepada kawannya agar mengirimkan anak-anak ayam petelur, dan bibit ayam pedaging. Bob bercerita bahwa ia bisa sukses seperti sekarang ini, karena rahmat Allah, ia sangat bersyukur :

“Inilah awal dari sebuah langkah pertama Saya, yang tanpa konsep, tanpa rencana, hanya bergulir begitu saja, jadi apa susahnya ? Kalau kemudian orang-orang hanya melihat apa-apa yang sekarang yang Saya punya, semua itu hanyalah akibat-akibatnya saja. Akibat dari serangkaian langkah yang mulai Saya lakukan pertama kali itu. Bagaimana mungkin Saya bisa merencanakan ini semua ? Orang Saya hanya mulai dari memelihara Ayam, dan karena ayam-ayam itu bertelur dalam jumlah banyak, makanya secara naluri Saya mulai menawarkan kepada para tetangga. Saya pergi membawa 3 kilogram ke kiri, dan istri Saya membawa 4kg ke kanan. Kamipun mulai menawarkan telur-telur itu dari pintu ke pintu. Dalam kondisi seperti itu, mana mungkin Saya berani berencana untuk suatu hari membangun Kem Chick, Kem food, Kem Farm, apalagi sampai kemudian membangun apartemen?”

Bob Sadino berkepribadian unik dan sering terlihat nyeleneh. Celana pendek baju putih, itu khas gaya berpakaiannya. Mobilnya Jaguar, rumahnya sangat luas. Ia adalah gabungan antara orang yang beruntung, pekerja keras, fokus, cerdas. Disebut beruntung karena Bob Sadino mendapat ide bisnis, disebut pekerja keras, karena ia segera menyambar ide tersebut menjadi bisnis yang menghasilkan ratusan milyar. Disebut cerdas dan fokus, karena ia terus memutarkan uangnya ke bisnis yang ia pahami dan sukai.

PIONER
Bob Sadino disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali memasarkan ayam pedaging dan petelur kepada masyarakat di Indonesia. Om Bob juga orang yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali memperkenalkan buah melon yang sekarang kita kenal, ia pula yang memperkenalkan jagung manis, selada, paprika dan berbagai sayur lainnya. Bob Sadino pula orang pertama di Indonesia yang menggunakan peladangan dengan sistem hidroponik. Bahkan sebuah catatan di awal tahun 1985 menyebutkan, bahwa rata-rata perbulan perusahaan Bob Sadino mampu menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.

Sampai sekarang pun, Bob Sadino dikenal dengan pengekspor ribuan ton sayur mayur dan buah-buahan ke Jepang. Padahal masyarakat Jepang terkenal ribet soal kualitas sayur dan daging. mereka meminta ini dan itu, tapi itu tidak sulit bagi om Bob, ia mampu memenuhi kebutuhan yang sangat besar dari negerinya Naruto dan Nobita tersebut.

Sampai hari ini, om Bob tidak punya sejengkal tanah pertanian pun, Bob mengisahkan, “Sejak awal Saya bermitra dengan para petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur, merekalah yang menanam Sayur atau buah yang dibutuhkan oleh orang Jepang.”

Pada mulanya, Bob menanam sayur dan buah-buahan di rumahnya, tapi karena usahanya terus berkembang, ia lalu mengambil langkah maju, dengan tidak mempunyai lahan sendiri dan memberdayakan para petani desa. Sejak saat itu, kebunnya di Jakarta dijadikan rumah, sekedar informasi, bahwa kebun om Bob yang dijadikan rumahnya seluas 2 hektar. Luar Biasa.

TIPS BISNIS BOB SADINO

Menjaga Hubungan Baik
Untuk menjaga pasokan sayur dan buah-buahan, om Bob menekankan pada pentingnya menjaga hubungan baik. Berikut rahasia sukses Bob Sadino dalam menjaga pasokan Sayur dan buah-buahan :

“Kalo Anda orang pintar, pasti akan bingung mengatasi persoalan seperti itu. Untungnya Saya orang goblok, sehingga cara berfikir Saya sangat sederhana. Di awal Saya selalu bertanya kepada para petani, berapa rupiah rata-rata hasil mereka dalam setahun, dari menanam berbagai tanaman ? ketika mereka menjawab, katakanlah 100 sampai 150 setahun, maka Saya akan bertanya : mau gak kalian menanam untuk Saya, dengan penghasilan antara 300 sampai 500 setahun ? yang pasti, mereka nggak akan pernah menolak. Dalam kasus lain, Saya membuka harga yang Saya terima dari pihak buyer di Jepang kepada para petani. Katakanlah, harga beli dari pihak Jepang adalah 10 rupiah per ton, lalu Saya memberikan kepada mereka yang 8 rupiah, sedangkan untuk Saya dua rupiah. Dengan pembagian seperti itu, apa yang kemudian terjadi ? Bukan hanya mereka akan menjadi sangat loyal kepada Saya, bahkan boleh dikata, mereka menyerahkan seluruh hidupnya untuk Saya.”

Terus Belajar
Kunci sukses Bob Sadino adalah kesederhanaan dan menghindari kerumitan. Ia tidak menyukai hal yang rumit, ia menyukai kesederhanaan berfikir. Ia lebih suka praktik, praktik, praktik. Bob memandang sukses dengan cara yang sederhana, dan ia tidak merisaukan apa yang dikatakan orang. Ia tampaknya memiliki gaya belajar dan bertumbuh yang istimewa. Bob adalah orang yang haus ilmu meski ia tidak menyelesaikan kuliahnya. Ia sangat paham dengan bisnisnya, sampai ke hal yang paling teknis sekalipun. Bob dalam usianya yang senja, masih terus belajar, ia masih menghabiskan sisa umurnya untuk banyak membaca, mendengar, dan praktik.

“Saya mungkin bagi orang lain terdengar seperti orang gila, tetapi sejujurnya, Saya selalu bisa mendengarkan apa yang diungkapkan oleh sebatang tanaman. Misalnya, kapan ia merasa haus sehingga butuh minum, atau kapan ia justru kebanyakan air sehingga perutnya merasa kembung. Sampai Saya bisa mengerti, makanan apa yang kurang, zat kandungan dalam tanah apa yang ia butuhkan, dan sebagainya.”

Praktik
“Saya berangkat tanpa perhitungan apa-apa, bagaimana Saya mau menghitung kalau duit Saya tidak punya? Modal Saya hanya kemauan, tapi Saya punya kaki punya tangan,  terus Saya melangkah, Saya berbuat !”

Pahami Resiko
“Kalau orang biasanya menghindari resiko, Saya masuk kategori orang yang mencari resiko. Masa bodoh akibatnya, yang Saya cari itu resiko.”

Percaya Diri
“Kalau orang sejak awal percaya dirinya tidak bisa berhasil, maka seumur hidupnya, sepanjang hayatnya, dia tidak akan pernah berhasil.”

Belajar Dari Alam
“Saya melihat anak-anak, Saya melihat pohon, matahari, jalanan, batu, sekeliling Saya aja.”

Modal Pengusaha
Harus mempunyai kemauan,
Tekad yang bulat,
Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang diluar sana, termasuk di dalam badan kita sendiri,
Jangan cengeng, dan harus tahan banting.
Bagaimana Menyapa Pasar
Menjadi yang pertama, atau
Menjadi yang terbaik, atau
Menjadi yang berbeda

Semoga Kisah Sukses Bob Sadino ini menginspirasi kita semua ya 🙂

(sumber : Buku “The Power of Mimpi” karya Akbar Kaelola)

Demo ISA @SMAN 86, Bintaro

(Ini postingan lama sebetulnya cuma lupa dipublish… hadeuhhh hehe)

Siang tadi single fighter berdemo presto ISA di SMAN 86, Jl. Raya Bintaro Sektor 2. Biasanya aku berduet dengan bu Lien, namun karena kondisi kaki bu Lien tidak memungkinkan jadi deh jalan sendiri…

Biasanya juga demonya di depan teman2 yang demen masak dan walaupun belum pakai ISA tapi dah dengar2 soal ISA jadi pada ngerti gitu deh… namun kali ini si ibu Eko yang request demo belum pernah pakai dan baru ini mendengar soal presto ISA. Jadi deh harus benar2 paham soal per-panci presto-an ini, syukurlah gak ribet2 amat pertanyaan ibu guru di sana, jadi deh mereka memborong 6 panci ISA sekaligus, uhuyyyy

Oh iya, untuk praktisnya aku demoin yang gampang2 saja dan tidak berbiaya banyak, seperti bubur kacang hijau ini. Biasanya masak kacang hijau khan suka lama ya, yang pasti lebih dari 30 menit, tapi dengan panci ISA cukup 10 menit saja lho… Gak caya? Cobain aja… hehe

Bahan :
– Kacang hijau 250 gram
– Gula merah 250 gram, hancurkan, bersama dengan gula pasir, masak dengan sedikit air, saring
– Gula pasir 4 sdm
– Santan instan 100 ml
– Jahe secukupnya
– Daun pandan secukupnya
– Air

Cara Membuat :
– Bersihkan kacang hijau, masukkan ke dalam panci ISA, tambahkan 1,5 liter air.
– Presto selama 10 menit.
– Setelah selesai proses presto, biarkan hingga katup memasak turun. Masukkan gula merah, santan instan, jahe dan daun pandan. Masak hingga mendidih. Sajikan