Category Archives: Blog

DOWA Bag | Tas Rajut Lokal Yang Sukses “Go International”

DOWA Bag | Pertama kali melihat DOWA Bag di postingan facebook seorang teman yang tinggal di luar negeri, tepatnya di fb Dede Permadi, putrinya bp Permadi, anggota DPR yang juga paranormal itu. Yup, Dede adalah teman di US Embassy dulu cuma kita beda department, kami biasanya bertemu setahun sekali di lapangan volley atau tenis meja atau bulutangkis saat event 17-an alias bertanding saat babak penyisihan ataupun final. Sewaktu di US Embassy aku memang cukup aktif berolahraga, duhh jadi kangen masa-masa berolahraga dengan teman-teman di sana hikss

Suatu ketika Dede yang menikah dengan pria Belanda dan tinggal di sana, memajang koleksi Dowa bag-nya di fb dan aku pun takjub melihatnya, bagus-bagus euyyy itu tas Dowa jadi pengendotcom deh… Pas tahu webnya www.dowabag.com langsung deh lihat-lihat koleksi yang dijual di sana dan berharap suatu saat bisa berkunjung langsung ke pabriknya di Yogya, rasanya lebih afdol bila melihat langsung barangnya.

Kesempatan itu datang Februari lalu saat bertandang ke rumah Anis dan demo di sana. Dari awal aku dah bilang sama Anis kalau aku mau ke Dowa, paling enggak punya satuuuu aja itu Dowa bag hehehe Aku suka banget sama yang berbau handmade ataupun tradisional. Oh iya, dulu pernah belajar crochet / rajut-merajut ini dari Yanna, temanku yang pintar banget merajut yang tinggal di Bogor. Bersama Tanti aku main ke rumah Yanna, trus diajari merajut oleh Yanna, duhhh Yanna tuh baik banget deh, sudah belajarnya gratis kita malah disuguhi ayam goreng yang enakk, kurang apa coba ya xixi makasih banyak ya Yan… Sayangnya hingga saat ini hanya Tanti saja yang lanjut bisa crochet, sementara aku? karena lama gak dipraktekkan jadi lupa, coba lihat di youtube kagak ngerti juga, waduhhh dasar lemot yak xixi

Now back to Dowa bag… Saat memasuki gedung kupikir luarnya akan seperti department store gitu, ternyata penampakan dari luar biasa saja, namun kesan tradisional berasa banget dari desain eksteriornya yang kental dengan aksen Jawa, ada pintu gebyok gitu dan dinding kayu dengan warna gelap natural.Kesan mewah dan elegan baru terlihat saat kami memasuki area pajang Dowa. Oh iya Anis mengantarku ke Dowa dengan bermotor, jadi berboncengan gitu kita… Benar-benar wanita perkasa ya hehe

Ternyata ada 2 ruangan area pajang tas Dowa. Tempat pertama yang akan kita lihat saat memasuki area pajang adalah produk-produk tas Dowa kualitas nomor 1, terlihat dari kerapatan rajutan dan tali yang menampilkan kesan eksklusif. Aneka macam tas rajut dengan model dan warna-warni cantik bisa ditemukan di sini. Tas-tas tersebut ada yang bertali/selempang berbahan kulit dan ada juga bahan sintetis, terkesan mewan dan elegan, dibandrol dengan harga mulai dari Rp 300.000 (untuk tas model kecil) hingga 2 jutaan rupiah. Jadi jelas ya pangsa pasar seperti apa yang dibidik oleh owner Dowa ini. Kabarnya banyak pelanggannya di luar negeri. Konon owner Dowa dulunya memang owner pabrik tas juga tapi bukan tas rajutan dan kurang terkenal, setelah membidik tas rajutan dan sukses meluncurkan strategi baru untuk memasarkan produknya, sukses pula melatih dan mempekerjakan warga sekitar akhirnya Dowa bag memiliki pelanggan hingga ke luar negeri. Wow… membanggakan yaa, produk lokal bisa “go international”, sayangnya sepertinya benangnya masih impor jadi maklum bila harganya mahal dan juga karena handmade, itu namanya kita menghargai karya-karya handmade.

Ruangan kedua dipajang aneka tas yang tidak kalah cantik dengan ruangan pertama, hanya bedanya semuanya full rajutan, jadi tali atau selempang tas pun terbuat dari bahan rajutan atau semuanya full rajutan. Harga tas yang ada di ruangan tersebut lebih murah dari ruangan sebelumnya. Tinggal tergantung selera, lebih suka yang mana, tapi menurutku tas rajutan dengan tali/selempang kulit lebih cantik/elegan/eksklusif dari yang full rajutan, tak heran harganya lebih mahal.

Di ruangan pertama aku lebih bingung karena banyak yang bagus-bagus, naksir tas model backpack (type Majorca) tapi harganya maharani dan tasnya juga kecil (aku lebih suka tas besar karena bisa diisi banyak barang dan juga sesuai dengan tubuhku yang besar hahaha), ada juga tas besar yang kutaksir tapi sayang talinya pendek. Memang lebih puas langsung datang ke tokonya daripada beli online, jadi worthed deh jalan-jalan ke Dowa.

Setelah hampir 2 jam (jiahh lama juga ya, dasar wanita!) capek donk nie kaki, kami pun beristirahat sejenak di rest atau tepatnya snack room karena di ruangan ini pihak Dowa telah menyiapkan aneka snack dan minuman untuk para tamu yang berkunjung. Kabarnya supir-supir pada senang kalau boss mereka ke tempat ini karena sambil menunggu mereka bisa makan minum sepuasnya πŸ™‚ Snacknya pun enak-enak, camilan khas Jawa gitu seperti cenil

Oh iya, snack area ini ada di tengah-tengah di antara exclusive bag dan full crochet bag.

Setelah kenyang menikmati snack yang disediakan, aku menuju “pabrik” tempat di mana para pekerja ber-crochet ria, dengan banyaknya benang yang tersusun rapi, pekerja yang asyik dengan rajutan mereka, hmm… pengen deh bisa crochet tapi cuma keinginan doank karena gak sanggup akunya hehe

 

 

 

Latbar dan Demo Mixer Bosch di Yogya | Latbar Yogya

Latbar mungkin hanya dikenal di kalangan kuliner atau khususnya bakul kue saja. Latbar kepanjangan dari Latihan Bareng atau istilah untuk sama-sama belajar membuat kue atau memasak, entah itu roti, cake, kue kering, atau kue basah atau juga aneka masakan. Umumnya Latbar diadakan dengan biaya murah, tidak seperti kursus, dan yang mengajar atau share ilmu di dalam Latbar adalah orang yang tidak begitu ahli banget namun umumnya yang memang bisa. Jadi saat ide Latbar di Yogya ini muncul, aku merasa asyik-asyik aja karena bisa sharing sesuatu yang sebenarnya sih aku gak pede juga hahaha

 

 

Oh iya, Latbar dan Demo Mixer Bosch ini buatku untuk berkenalan dengan Anisa, salah satu “anak buah” ku, jiahhh punya anak buah ceritanya hehe Tapi tidak seperti di dalam MLM atau Multi Level Marketing, “anak buah” dalam direct selling tidaklah banyak tapi ada lho…

 

Jadi inilah yang kami buat dalam Latbar di Yogya di rumah Anisa : Roti Boy, Red Velvet Cake dan Puding Soya. Semua resepnya ada di sini lho…

 

Di latbar tersebut aku familiar banget dengan nama Indah Meglio Kitchen, yang adalah member lama NCC, dan saat bisa bertemu dengan mbak Indah, wah excited banget, dan bisa berkenalan dengan Nicho putranya mbak Indah yang aktif banget, ternyata indigo, senang banget…

Tempat Jual Botol Sambal Plastik | Tour de Jembatan Lima Telp. (021) 649 3439 / WA 0878-8000-9456

Note : MOHON POSTINGAN INI DIBACA SAMPAI SELESAI DAN JANGAN TELPON MENANYAKAN HARGA BOTOL SAMBAL yak karena saya gak jualan botol sambal ya, nih jualan saya :

Mixer Bosch mixer roti yang keren bangett…

Panci Presto ISA  panci presto manual yang keren bangett…

Untuk tanya-tanya harga botol sambal, langsung aja ke :

Toko Niaga Lestari

Jalan K.H. Moh. Mansyur No. 252, Jembatan Lima

Jakarta Barat

Telp. (021) 649 3439 – 6806 7567 – 9380 7030

pin bb 76538106

WA 0878 8000 9456

Tempat Jual Botol Sambal Plastik | Teman-teman, pernah dengar Jembatan Lima? Pertama kali saya ke daerah sana entah tahun berapa, dah lama sekaliiii… sewaktu kursus kue di Nilasari. Lupa deh tahun berapanya. Yang pasti hanya ke Nilasari dan gak pernah mampir ke toko-toko sekitar Jembatan Lima, yang ternyata banyak lho yang bisa dilihat.

triomega botol plastik 2
Ini foto saat Interfood 2015 bulan November lalu. Search aja di google : Triomega

Ya, Jembatan Lima memang terkenal sebagai sentra aneka perabot rumah tangga lengkap dan murah. Tapi biasanya barang-barang yang dijual di sana harus kita beli dalam jumlah banyak, (termasuk di tempat jual botol sambal plastik ini) misalnya 1 lusin, 1 kodi atau 1 pack (jumlahnya berlainan, tergantung barangnya apa). Mengapa barang-barang di sana dijual murah? Apakah barang reject? Eh bukanlah ya xixi ternyata konon pedagang di sana hanya mengambil untung kecil namun perputarannya cepat jadi barang-barang laku cepat.Barang-barang yang dijual di Jembatan Lima bisa lebih murah sampai 40% dibanding di pasar lainnya. Wow… besar juga yaa…

Barang-barang yang dijual di sana antara lain aneka perabot plastik seperti baskom, ember, tempat sampah, ember, lemari plastik, dll. Juga ada aneka perabot stainless steel seperti panci, panci presto, wajan stainless, kitchen tools, saringan minyak, mug, termos, dll. Peralatan elektronik juga ada seperti dispenser, rice cooker, coffee maker, microwave, magic jar, dll. Juga ada tempat penjual botol sambal plastik.

Yup, aku ketemu juga penjual botol sambal plastik untuk wadah sambal roa di Jembatan Lima ini. Lupa infonya dari siapa tapi sempat cari-cari gak ketemu, ya gak ketemulah orang gak tanya-tanya xixi Ya sesudahnya tanya-tanya, baru deh ketemu… Botol plastiknya bening gitu, ada beberapa model dan ukuran. Ada juga botol madu, botol obat, botol kerupuk, dll. Lokasi toko ada di ujung jalan K.H. Moh. Mansyur, jadi bila dari arah Tanah Abang maka akan ada di ujung jalan, persis sebelum fly over ke arah kota. Cuma ada beberapa toko yang menjual botol sambal plastik ini. Lokasi ada di sebelah kanan jalan setelah pasar tradisional Jembatan Lima. Sayang gak bisa order online, jadi mesti kudu datang ke sana.

Untuk tanya-tanya harga bisa telpon ke :

Toko Niaga Lestari

Jalan K.H. Moh. Mansyur No. 252, Jembatan Lima

Jakarta Barat

Telp. (021) 649 3439 – 6806 7567 – 9380 7030

pin bb 76538106

WA 0878 8378 8314

supplier botol

update terakhir:

Kemarin (24 April 2015) saya beli botol sambal yang ukuran kecil (ukuran 180 ml) sebanyak 95 pcs di harga Rp 237.500 berarti @Rp 2.500, tapi bukan di toko Niaga Lestari melainkan toko paling ujung (no. 278), jadi penasaran pengen nelpon, mau ngecheck lebih murah yang mana yakk… maklum belinya minta tolong kurir xixi

Tempat Yoga Murah di Kelapa Gading | La Yogalates

Update per 31/3/2016 :

Informasi dari Hendra, konsultan La Yogalates :

Untuk info kelanjutan kelas, silakan datang langsung ke Harton Tower Lantai 3, Jalan Boulevard Artha Gading (sebelah McDonalds), Kelapa Gading, Jakarta Utara

atau hubungi :

Putu Ayu, Club Manager 0812 5888

Alltry, Sales Manager 0878 7899 9261

 

pemberitahuan la yoga

 

Tempat Yoga Murah di Kelapa Gading | La Yogalates – Tahun lalu, tepatnya sekitar bulan November, daku dan Callista jalan-jalan ke Kelapa Gading Mall, biasa deh window shopping gitu atau nonton, entah menurun dari siapa, anakku Callista demen sangat dengan aktivitas menonton. Kalau ada film terbaru yang dia dan kawan-kawannya suka, pasti deh dibela-belain nonton itu film. Kalau pas lagi bokek, nontonnya di internet, kalau aku biasanya ke sini http://www.bioskop25.com/ banyak film-film baru maupun lama yang bisa ditonton. Kalau Callista? Banyak… xixi

yogalates1a

Nah, saat itu kami lewat deh di depan counter Ariston, dekat Star Dept. Store, pas ada booth La Yogalates, (tempat yoga murah) wah ada kata-kata Yoga-nya daku jadi tertarik secara beberapa tahun lalu pernah yoga tapi jauhhhh jadi malesdotcom xixi Memang sih aku cari-cari juga tempat yoga murah di Kelapa Gading, tapi tahu sendiri khan di daerah Kelapa Gading mana ada sih yang murah, eh tapi ternyata gak juga… Jadi deh aku mendaftar menjadi member di situ, bayarnya dah dari November tapi masuknya bulan Januari xixi gpp deh demi sehat πŸ™‚

Jadi La Yogalates adalah sebuah klub / tempat yoga murah yang baru akan dibuka di bulan Januari 2015, awalnya berlokasi di sebelahnya Erha Clinic, dekat McDonald Artha Gading. Rencana buka di bulan Januari ternyata mundur menjadi Februari.Februari lalu akhirnya dibuka juga La Yogalates dan lokasinya di Mall Artha Gading lantai Basement, pas setelah turun lift, ke kiri deh, dah pintu masuknya La Yogalates.

yogalates2a

yogalates1

Oh iya, awalnya aku ikutan yoga karena sakitku si osteoarthritis dan HNP itu Bersahabat Dengan di tahun 2009 lalu yang mengharuskanku mencari alternatif olahraga yang baik untuk penderita HNP selain berenang. Tahu donk susahnya cari kolam renang yang ok, belum lagi waktunya, biaya, dll. Lantas ketemu deh Yoga, tapi bingung nyari tempat yang bagus dan murah, lanjut deh browsing-browsing lagi, bertemu deh JNICC atau Jawaharlal Nehru Cultural Center alias Pusat Kebudayaan India di Menteng, Jakarta Pusat. Instrukturnya langsung orang India dan menggunakan bahasa Inggris.  Saat itu aku hanya bisa ikutan kelas hari Sabtu pagi tapi benar-benar lumayan enak ke badan. Sempat ikut selama 3 bulan tapiiii sebelum 3 bulan persis aku kecelakaan, motorku ditabrak bis dan kakiku cedera hikss setelahnya aku berhenti ber-yoga karena cedera plus jauh hehe

Di JNICC beneran murah, bayarnya per 3 bulan sebesar Rp 450.000 plus T-shirt jadi pas Rp 500.000, jadi per bulannya Rp 150.000, bisa kapan saja datang, ada schedulenya gitu… Bisa belajar menari perut ala India juga lho, atau belajar memainkan alat musik India, langsung dengan orang India-nya.

Nah, pas aku ketemu si La Yogalates ini, dalam hati “ini dia yang kucari”, horeee….

yogalates5yogalates2yogalates3

Oh iya, ini klub khusus cewek jadi gak akan ketemu cowok-cowok di situ, asyikk khan? kecuali instrukturnya ada 4 orang instruktur cowok. So far sih instrukturnya ok-ok menurutku… aku baru pertama ini sih ikut klub seperti ini, dulu pernah fitness-an tapi itu di kantor, itu pun malesss xixi Sekarang pun males fitness bukannya kenapa2 karena kalau fitness bukannya sehat eh kakiku malah tambah sakit hehe ya iyalah orang aku ada ostheo… di yoga pun gerakan yang bertumpu pada kaki sebisa mungkin aku pilih, yang ringan-ringan saja dan sebisanya saja, gak maksain harus bisa…

Agak beda dengan di JNICC, yang setiap kali mulai yoga pasti dimulai dengan Suryanamaskar di La Yogalates Suryanamaskar hanya bisa ditemui di kelas Asthanga Basic. Plusnya di La Yogalates, selain yoga ada kelas-kelas lainnya seperti : Hot Yoga, Aerobic, Zumba, Belly Dance, Latin Dance, Swing Yoga, Pilates Ball, dll. Bila saat baru-baru buka hanya ada sedikit member, sekitar 3-5 orang, sekarang dah mayan penuh, mesti cepat datang kalau tidak gak dapat tempat yang strategis.

Dengan pembayaran kurang dari 400rb per bulan, aku sih merasa itu murah, karena bisa kapan saja (mengikuti jadwal) dan fasilitasnya juga ok. So, ada yang mau ikutan? Yukkkk… telepon saja ke La Yogalates : 021-4586 4180 bilang saja info dari Femmy yaaa..

Ultah SBC Strawberry Baking Course | Komunitas Baking

SBC Strawberry Baking Course adalah sebuah komunitas penggemar baking yang berada di Bekasi Utara, tepatnya di rumah owner SBC Chef Lenny Wijaya di Perumahan Harapan Indah.

Chef Lenny yang akrab dengan Ibu Ucu Sawitri ini sering kali melibatkan Chef Ucu dalam kegiatan-kegiatan SBC, seperti ulang tahunnya yang ke-7 yang diselenggarakan di Restaurant Ta Wan di Harapan Indah tahun 2014 lalu. Seru lho acaranya banyak door prize (walaupun aku belum beruntung mendapatkannya) dan demo baking. baik dari Chef Lenny maupun Chef Ucu. Oh iya enak-enak lho Chinese Food di Resto Ta Wan.

JpegJpegJpegJpegJpeg

Buat teman-teman yang mau bergabung dengan Strawberry Baking Course bisa lihat di sini Strawberry Community   atau di sini Strawberry Baking Community

sbc ultah 7

#latepost

Indahnya Persahabatan “Kelas I-10 yang unik”

“Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yang tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh”.

Quote yang biasa kita dengar dan baca tersebut mungkin memang sangat klise, namun bila kita mengalaminya sendiri, barulah terasa benarnya πŸ™‚

Kali ini daku mau cerita tentang persahabatan teman-teman semasa SMA.

Setelah tamat dari SMP Negeri 30 di Tanjung Priok, beruntung daku bisa diterima di SMA Negeri 13, yang katanya sekolah favorit di Tanjung Priok. Banyak sekali teman-teman dari SMP 30 yang juga diterima di SMA 13, jadi sewaktu masuk di kelas I suasananya biasa-biasa saja karena banyak teman yang kukenal. Aku juga bertemu kembali dengan teman sekelas di kelas 2 SMP, Widi Astuti dan kami pun menjadi teman sebangku di kelas I-10, kelas di mana kami ditempatkan. Keseluruhannya ada 10 kelas dan kelas I-10 terletak paling tengah, sekaligus juga ujung/batas kelas, karena separuh bagian dari sekolah direnovasi dan yang menjadi korban adalah kakak kelas kami di kelas 2, mereka harus pindah belajar ke tempat lain. Duh kasihan yaa hehe

hendras house 5

Di I-10 ini anak lelakinya lebih banyak dari perempuannya, dan… bandelnya TOP, beneran deh…

Ada cerita lempar-melempar kapur tulis, di antara sesama teman2, eh entah kenapa ikutan melempar ke pak guru, dan bukan kapur tulis yang dilempar, melainkan botol cuka (boleh nyabet dari kantin kali ya itu botol hehe) kontan si pak guru Sejarah (alm. pak Aris) marah, namun salah sasaran, bukan ke teman yang melempar, malah ke teman lainnya.

Tembok kelas kami yang memang sudah rapuh dan harus direnovasi juga menjadi korban kebandelan teman-teman, utamanya yang duduk di belakang. Tembok bolong yang bertambah besar bolongnya, menjadi celah untuk melihat ke kelas sebelah (I-9) dan mencari pemandangan “alam” warga I-9, sasarannya cewek-cewek yang duduknya ngongkong hahaha

Ada lagi cerita bagaimana 1 kelas harus disetrap karena anak laki-lakinya yang bandel gak bawa topi sewaktu upacara dan sekelas yang kena hukuman.

Cerita lainnya masih banyak lagi, karena mereka (anak cowok) sering camping bareng dan ngumpul di rumah ketua kelas, yang tinggalnya tidak jauh dari sekolahan. Itu sebabnya teman-teman cowoknya dekat satu dengan yang lainnya. Sayangnya mereka gak pernah ngajak anak2 cewek sih ya, mungkin ngelihat anak cewek I-10 pada cute dan innocent hahahaha

Oh iya, kelasku itu unik lho, ada teman yang pendiam dan pintar juga baik hati seperti Ni Made Rai Ratih (sekarang dosen di Bandung) dan Vera (jadi biarawati di Regina Pacis, Bogor), ada yang gayanya “melambai” seperti Iskandar Joshua (gak tahu di mana sekarang), yang tomboy juga ada: Titut (Dyah Enggar Nastiti, yang jadi produser di salah satu TV swasta), juga akyuuuu, bedanya Titut penuh dengan prestasi, mulai dari renang hingga baca puisi, keren abisss… yang pintar tulis puisi bak pujangga, ada Khabibur Rachman (sekarang jadi dosen di Unpad) dan Suhendra, nah yang terakhir ini kami dengar terkena komplikasi jantung dan diabetes sehingga harus keluar dari tempat kerjanya.

hendras house 3

Awal tahun lalu daku dan beberapa teman sudah pernah berkunjung ke rumah Hendra di Depok dan menyampaikan sumbangan kasih teman-teman I-10 ke Hendra. Kabar terakhir sekarang Hendra tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Kami pun bermaksud mengunjungi Hendra, kali ini bersama teman-teman sekelas lainnya, ya anggap saja sekalian jalan-jalan. Kebetulan temanku Widi Astuti juga asal Kuningan, menawarkan kami untuk tinggal di rumahnya yang luas dan juga asri.

Jadi, 11-12 Oktober lalu jadi juga kami pergi dengan menyewa mobil sekaligus supirnya yang kocak abis bernama Stephanus Iwan LOLLLLL Perjalanan panjang Jakarta – Kuningan yang keseluruhannya memakan waktu 9 jam ternyata dapat dilewati tanpa hambatan berarti.

-bersambung-

Jalan-jalan ke kota Serang, Banten dan bertemu si Ketempling

Kamis, 11 September lalu ada inbox ke bbmku menanyakan panci Isa dan beberapa hari kemudian eh tepatnya tanggal 3 Oktober lalu mbak Tati, yang inbox aku itu, jadi memesan 10 panci Isa dan beliau langsung transfer semuanya lho, total ditransfer Rp 18jt lebih. Sebelumnya aku tanya dulu, mbak Tati percaya transfer sebesar itu ke rekeningku? Dan dijawab, “iya mbak Femmy, aku percaya kok, khan aku dah kenal mbak Femmy sejak lama, sejak dari Dapur Bunda, cuma aku member pasif mbak…” ohhhh… hehehe syukurlah kalau aku dipercaya seperti itu oleh mbak Tati πŸ™‚

Iya sih aku memang member milis Dapur Bunda, milis masak-memasak pertama di Indonesia (eh benar gak yah xixi) dan pernah datang kopdar bertemu dengan owner DB, alm. Inong Harris dan juga mbak Fat sebagai pengajar, saat DB menggelar HBH di daerah Pancoran dulu. Aku masih ingat waktu itu aku bawa panada sebagai potluck. Senangnya bisa bertermu dengan Inong, yang suaminya itu ternyata adalah adik kelasku di SMA 13, jadi masih orang Priok juga lho…

Mbak Tati sering melihat aku ngiklan di milis, tepatnya sih ngiklan di NCC, sejak pertama NCC berdiri, tahun 2004 silam. Sebetulnya gak ngiklan sih karena waktu itu awal-awal aku berjualan panci Isa, dengan cara mencari 10 pembeli, sehingga aku bisa dapat gratis 1. Dari situlah aku jadi ketagihan jualan si Isa ini xixixi habisnya best seller sih πŸ™‚

Mbak Tati yang bertempat tinggal di Serang itu akhirnya jadi memesan 9 panci Isa Praktik ukuran 7 liter dan 1 panci Isa Praktik ukuran 9 liter, so mbak Tati bisa mendapat 1 Isa Praktik ukuran 7 liter. Plus hadiahnya lho… kebetulan 1 hari itu pas hadiahnya si Steamer Isa, keren khan?

Senin, 6 Oktober lalu jadilah aku diantar supir kantor ISA pasiar ke Serang, dalam rangka mengantarkan panci dan juga mendemokan cara pakainya. Semula rencananya kami akan berangkat jam 10 pagi tapi karena supir kantor tidak masuk jadilah diantar staff lainnya dan berangkat jam 11.30, siang banget yak xixi Bersyukur kondisi jalan lancar, hanya di pintu masuk tol Karang Tengah agak tersendat. Sekitar pukul 13.00 kami tiba di lokasi perumahan tempat tinggal mbak Tati, yang ternyata sangat mudah mencarinya.

Ini aku dan mbak Tati bernarsis-ria dulu xixi
serang 3

Aneh bin ajaib, kami yang baru saja kenal di dunia maya dan kemudian bertemu tapi kok ngobrolnya nyambung2 aja, ya apalagi kalau bukan dunia masak-memasak, atau dunia baking, atau dunia kuliner yang mempersatukan kami. Begitulah kekuatan hobby, kekuatan komunitas πŸ™‚

Kebetulan saat itu baru sehari lewat Idul Adha, dan entah beneran mbak Tati gak begitu merayakan atau tidak, namun daku diberi suguhan snack kampung yang sangat-sangat kusuka. Sambil ngobrol daku ngemil terus itu sagon, habisnya enak banget sih, dan juga jarang-jarang ketemu sagon seperti itu wuaaa #alasandotcom wkwkwk Juga kripik singkong yang ternyata kalau di Kuningan (info dari teman sekolahku, Diar dan Widi yang asli Kuningan) bernama ketempling, enakkkk… kripik pisangnya juga enakkkk… Ketempling ini enak banget jadi temannya makan bakso, jadi seperti kerupuk gitu

Duh senang banget deh disuguhi snack kampung yang enak-enak. Melihat betapa antusiasnya daku menikmati si sagon, ketempling dan kripik pisang, yang menurut mbak Tati adalah buatan ART-nya yang asli Ciamis, mbak Tati menawarkan untuk membungkus buat “bekalku” di jalan, hahaha si mbak tahu aja ya duhhhh baik banget dehhhh πŸ™‚ gak nolak pake banget dehhh

Ini si ketempling, kripik pisang dan sagon bakar
serang 1

Ini si ketempling, alias kripik singkong
serang 2

Begitu tahu yang buat adalah ART mbak Tati yang asal Ciamis, aku sarankan ke mbak Tati untuk minta diajari cara membuatnya, mayan lho buat makan sendiri, atau malah bisa jadi usaha. Duh, kalau saja aku yang tinggal gak jauh dari situ ya xixixi #ngayaldotcom

Setelah puas ngobrol ngalor ngidul, serah terima panci, saatnya go home deh…

Sebetulnya pengen banget nyobain kuliner Serang seperti rabeg, sate bandeng, nasi sumsum atau sambel burog, sayangnya di sepanjang jalan yang kami lewati sepiiiii bangetttt dari warung atau restoran, satu-satunya restoran yang kami jumpai hanyalah RM Padang, gak jauh dari kompleks TNI. Jadilah kami mampir ke situ untuk makan siang yang sangat terlambat. Tapi ya kudu, daripada nti si supir lemas karena gak makan siang xixi

Tuk mbak Tati makasih banyak untuk ordernya ya, untuk suguhannya, untuk semuanya deh, semoga sukses selalu πŸ™‚ Moga-moga kita bisa ketemu lagi ya, di acara-acara komunitas mungkin πŸ™‚

Bertemu Morgan, si King Snake di Sukmajaya

Bermula dari bbm mbak Sisca yang minat order mixer Bosch namun minta dikirim ke rumah pada hari Sabtu karena Senin-Jumat bekerja dan juga minta diajari cara penggunaannya.

Berhubung gak begitu jauh, masih tetanggaan dengan Jakarta, dan pas juga Sabtu kemarin gak ada acara kemana-mana jadilah aku mengantar si mixer ke rumah mbak Sisca. Sekalian berkenalan dengan customerku tersebut yang ternyata ada Manado-nya juga (suaminya sih) hehe
dan juga berkenalan dengan Morgan, si King Snake πŸ™‚ xixi

Pertama masuk ke rumah mbak Sisca aku gak memperhatikan keberadaan akuarium kaca di samping kiriku, fokusnya ke meja untuk meletakkan si mixer. Sampai akhirnya si mpok bertanya-tanya dan mbak Sisca memberitahu kalau itu adalah ular. Ular??? begitu mendengar kata Ular aku tuh langsung percaya gak percaya, sambil memperhatikan, eh iya, ada 3 akuarium ternyata, alias ada 3 ekor ular di situ. Waduhh gak serem ya mbak? xixi

Yang pertama, Morgan, adalah seekor King Snake berwarna putih, cantik sih menurutku, aku tuh gak takut sebetulnya cuma serem aja hahaha tapi sih penasaran juga pengen pegang, antara takut dan penasaran judulnya. Akhirnya banyak juga pertanyaan yang kuajukan ke mbak Sisca, mulai dari makanannya, berbisa enggaknya, umurnya dan lain-lain. Ternyata mbak Sisca sekeluarga adalah pencinta binatang, terutama ular, jadi untuk memelihara ular mereka juga memelihara tikus sebagai makanan ular. Banyak lho tikus-tikusnya, yang merah-merah alias bayi tikus juga ada, ukurannya seruas jari lho, kecillll banget…

Tapi pas masuk tadi gak kecium lho bau-bau tikus atau bau-bau kotoran tikus dan sejenisnya, kok bisa ya xixi Oh iya aku jadi juga menyentuh si Morgan, kaget juga pas Morgan memutar kepalanya, nyaris pecah kaca akuariumnya hahaha udah ahhh sesi menyentuhnya gak usah lama-lama hehe

Ini dia si Morgan, yang kedua Onnyx (Corn Snake), yang ketiga adalah Damon (jenisnya Boa)

Jpeg

Ini si Onnyx dan si Boa
Jpeg

Ini makanannya Morgan dkk-nya
Jpeg

Jpeg

Ini mama Morgan eh mamanya Wisnu maksudnya hahaha
Jpeg

Makasih banyak ya mbak Sisca, jadi tahu kalau mbak memelihara ular dan juga makanannya, menambah kesadaranku untuk mencintai binatang juga πŸ™‚ Salam ya buat Wisnu yang lucu πŸ™‚

Makasih buat order mixer Bosch-nya, semoga bermanfaat menambah bakulannya πŸ™‚

Demo Mixer Bosch di Semanan Indah

Suatu siang di akhir September, seorang Ibu menelponku dan menanyakan mengenai Mixer Bosch. Si ibu yang bernama Esther, lalu lanjut berkomunikasi via bbm. Intinya beliau tertarik untuk membeli mixer Bosch namun masih bingung pengoperasiannya, jadi memintaku untuk datang demo. Lokasi pun masih terbilang dekat, dekat? Iya di Cengkarang buatku masih dekat, lha masih di Jakarta boo hehe

Selanjutnya komunikasi pun berlanjut via bbm dan kuinfokan kalau untuk demo, minimal undang teman beberapa orang, 3 juga gak apa-apa kok…

Akhirnya, jadwal demo pun disepakati pada Jumat lalu, 3 Oktober 2014 jam 10 pagi. Yang didemokan adalah roti manis dan donat. Jadi dari satu adonan roti bisa dibuat donat pula, donatnya sih donat kampung yang biasa aja, yang polosan ajah malah.

Oh iya, Ibu Esther baik lho, malah sudah menyiapkan makanan segala. Iya, beliau sudah memasak Tekwan buat teman-temannya yang juga hadir di demo. Makasih banyak ya bu, enak banget lho Tekwannya, kenyal-kenyal gitu tapi gak seperti kebanyakan Tekwan yang lebih banyak sagunya daripada ikannya, Tekwan buatan Esther enakk… dengan kaldu udang dan sambal hijaunya. Esther juga share cara membuat sambal hijaunya, jadi tambah ilmu deh hehe

Oh iya, moga-moga beliau gak lupa untuk share Resep Tekwan-nya ya hehe




Senang berkenalan dengan Esther, thanks ya untuk order mixer Boschnya, semoga bermanfaat dan awet πŸ™‚

Panci Presto oh Panci Presto #Cerita Pelanggan

Berawal dari sms seorang Ibu,

  • “Saya dpt no ini di internet panci ISA, saya ingin punya info panci isa, trima ksh, ibu lily” tanggal 11 Mei lalu.

Dan langsung kubalas dengan informasi harga panci ISA. Ibu Lily, menanyakan lagi,

  • “ini harga tunai?” Ada garansi gak? Soalnya sy kmrn beli presto N#OH#US dari #Shop 6 bln dipakai katup y bermasalah, sy di blok a keb br.

Yang kubalas dengan informasi soal garansi ISA yang hanya pada stainless steel tidak akan berkarat seumur hidup.

Dibalas lagi,

  • “Sy jg py presto khun rikon dr newzelland katup pecah rusak setelah 13 thn, belli lg di #shop 6 bln bermasalh, klau sy mo liat barang y dimana y?

xixixi si Ibu Lily ini tulis sms-nya seperti anak muda saja ya, disingkat-singkat, apa mungkin ketularan anak jaman sekarang hehe

Intinya bu Lily baru saja 6 bulan lalu membeli panci presto merk N#OH#US dan setelah 6 bulan pemakaian si katup bermasalah, karet kecil di dalamnya robek gitu dan bu Lily telah menelpon untuk membeli karet tersebut namun dijawab “belum ada”. Selama hampir sebulan beliau menelpon terus menanyakan karet panci presto tersebut, mulai dari bertanya baik-baik hingga marah-marah karena telah mengeluarkan uang cukup besar namun baru sebentar pakai eh si panci bermasalah. Oh iya, bu Lily membuka usaha kantin di kampus Universitas Mercu Buana di bilangan Meruya dan membuat ayam bakar, bandeng presto, ayam goreng presto, dan makanan lainnya sehingga sangat-sangat membutuhkan panci presto setiap harinya. Tak aneh bila beliau selalu menelpon untuk menanyakan si karet panci presto tersebut..

Secara kebetulan daku dipercayakan menjadi admin komunitas Orange Kitchen https://groups.yahoo.com/neo/groups/OrangeKitchen/conversations/messages

https://www.facebook.com/groups/orangekitchen/

dan Orange Kitchen diundang untuk meramaikan event NOVA Inspiring Day “Tribute for Mom” hari Selasa, 20 Mei 2014 kemarin, di Gedung Graha Jala Puspita TNI AL Jalan Gatot Subroto. Karena admin lainnya tidak bisa meninggalkan pekerjaannya jadi daku mewakili admin OK untuk ikut bantu mengkoordinir member OK dalam event tersebut. Karena OK mendapat jatah banyak sementara pesertanya sedikit (susah boo cari WAHM hehehe) jadi aku ikutan mengundang Ibu Lily untuk ikut menghadiri event tersebut. GRATIS boo dan biasanya khan ibu-ibu suka tuh dengan yang gratisan wkwkwk Dan disambut baik oleh Ibu Lily dengan kedatangan beliau di acara. tersebut.

Tribute for Mombu Lily

Saat ketemuan dengan bu Lily, tak kusangka beliau membawa tutup pancinya yang bermasalah dan beliau mengutarakan niatnya untuk mendatangi #shop tersebut yang terletak di bilangan Senci. Padahal niatku mengundang beliau untuk bertemu, berkenalan begitu… Akhirnya sekalian aja, kuajaklah beliau untuk melihat panci ISA dan berakhir dengan beliau membeli panci ISA yang berukuran 9 liter. Namun sebelumnya beliau sudah memintaku untuk mengantarkannya ke Senci untuk service katup pancinya yang bermasalah dan sudah kuiyakan. Jadi berangkatlah kami ke Senci, di kantor #shop tersebut daku pun melihat fisik si panci yang ternyata berbentuk, istilahnya adalah “bayonet” karena bentuknya yang lurus dan berat… Typical panci presto Eropa juga (tapi bukan Italy). Staff #shop meminta supaya katup ditinggalkan di sana untuk diganti dengan yang baru. Bu Lily sampai bilang, “waktu pancinya dikirim, ada spare karet katup 1 buah, pantesan aja ya, ternyata sering bermasalah, ini udah yang ke-2 kali diganti, jadi sparenya sudah dipakai dan masih bermasalah juga”.

So, melihat dari pengalaman Ibu Lily, kalau boleh menyarankan, bila teman-teman hendak membeli panci presto, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini :

1. Jangan mudah tergiur dengan model mutakhir, harga promo, atau bonus menarik, check kembali beberapa panci presto sejenis.

2. Check dan recheck apakah mempunyai service center yang bisa didatangi apabila terjadi masalah dengan panci presto.

3. Check dan recheck apakah spare partnya mudah didapatkan atau tidak, berapa harganya.

4. Check apakah ada garansi, dan berlaku untuk apa saja, dan selama berapa lama.

Semoga pengalaman Ibu Lily bisa bermanfaat buat teman-teman πŸ™‚