Jalan2 ke Candi Gedong Songo di Bandungan

Sebenarnya Jalan2 ke Candi Gedong Songo yang merupakan candi umat Hindu ini latepost, sudah sejak tahun lalu jalan-jalannya, tapi baru sekarang diposting. Biasalah si Femmy yak, #soksibuk hahaha

http://kaliskukis.com/ketika-pao-n-bento-maker-ikutan-membeli-mixer-bosch/ ya saat ke Semarang bertemu dengan Lily juga Eunike, aku sempatkan jalan-jalan ke Candi Songo, sendirian saja karena Eunike kerja, malamnya saja kita cari makan malam di kawasan Simpang Lima yang memang ramai dengan kuliner khas Jawa Tengah.

Jadi ceritanya daku sudah browsing2 dan mendapatkan petunjuk ke lokasi, yang bisa dicapai dengan kendaraan umum, dan dilanjutkan dengan ojek. Aku berangkat pun sudah kesorean. Jam 13.30-an aku aku keluar dari lokasi rumah Eunike yang di sebrangnya Java Mall. Menunggu angkot ke arah Ambarawa, yang ternyata harus naik 2x, pas di Banyumanik turun pas di depan toko kue Pauline. Lalu lanjut dengan angkot kuning ke Ambarawa, dari toko Pauline hanya 10 menit saja, turun di pasar Bandungan.

Dari pasar Bandungan aku tinggal naik ojek. Duh mahal euy ojeknya, 25rb padahal sebenarnya gak terlalu jauh tapi kalau jalan kaki gempor juga sih hahaha mungkin karena aku gak ngomong Jawa plus sipitnya mataku yang mirip encik2 gitu yak… eh abangnya mau nungguin untuk balik lagi ke pasar Bandungan.

Aku tiba di kawasan Candi Gedong Songo sekitar jam 4 sore. Keliling2 sekitar 1 jam lebih, hingga meninggalkan lokasi sekitar jam 17.45.  Pas banget karena angkot terakhir hanya sampai jam 6 saja. Pulang2 malam deh hehe

me and Anggun

Di kawasan Candi Gedong Songo kita bisa menikmati wisata naik kuda mengelilingi kawasan Candi Gedong Songo yang begitu luas. Medan yang harus dilalui dengan berkuda ternyata bukan jalanan yang datar, lurus-lurus saja, melainkan ada juga menurun, dan mendaki. Sebenarnya daku memang belum pernah naik kuda, kupikir udah tua gitu lho, malu hahaha eh tapi karena daku sendirian saja dan kupikir kapan lagi daku naik kuda kalau tidak sekarang? Ya atau ya? hahaha padahal daku ada syaraf kejepit, kalau jatuh bakalan fatale buat tulang2ku yang memang dah sakit 🙂 tapi kuberanikan diri saja deh…

Keliling berkuda dengan ditemani pawangnya pastinya berlangsung kurang lebih 1 jam dan biayanya Rp 80.000. Untuk menghilangkan ketakutan, daku sok akrab mengajak ngobrol sang pawang, yang bernama Nurdin. Nurdin hanya tamat SD dan langsung bekerja sebagai pawang kuda, sudah 15 tahun bekerja di sana dan dia punya 2 anak masih berusia SD. Sang kuda yang diberi nama Anggun (inget aja Anggun C. Sasmi ya), berumur 3 tahun. Sengaja dipilih betina karena betina lebih penurut. Usia kuda konon bisa sampai berumur 30 tahun. Anggun adalah hasil persilangan Australia dan Sumba. Sewaktu di atas si Anggun, Anggun sering banget bersin-bersin. Ternyata, bersin-bersin itu adalah hal biasa buat kuda, BAB sampai 10x dan pipis jarang pun hal normal. Selain rumput, si Anggun pun makan dedak dan bekatul, juga jagung.

kaget banget saat Anggun “mencium” tanganku hahaha beneran kagetttt 🙂 untung aja jantungku masih sehat wkwkwk

 

Karena medan yang akan dilalui naik-turun dan di satu sisi adalah jurang (wuaa tadi gak ngomong si Nurdin kalau ada jurangnya) jadi sebelumnya briefing bentar, walaupun pas ngalamin daku langsung lupa wkwkwk

Jadi, saat jalanan normal / datar, duduk rileks dan pandangan melihat ke depan. Saat menurun, posisi kaki diluruskan ke depan dan badan tegak, untuk mengimbangi kuda turun. Pegang tali kekang kuat-kuat. Saat naik saya lupa hahaha

Biasanya candi Gedong Songo ramai dikunjungi di musim liburan di bulan Juli-Agustus. Sehari bisa sampai 5x trip bahkan lebih.

 

 

Keseruan di Food n Hotel Indonesia 2017

Acara pameran Food n Hotel Indonesia 5-8 April 2027 ini sebetulnya adalah pameran tahunan yang diadakan di arena PRJ Kemayoran. Namun sebetulnya aku gak ada rencana ke sana, gegara semalam coba merenungkan apakah tahun ini aku akan tetap bikin kuker Lebaran atau tidak, akhirnya malam harinya kuputuskan untuk ikut FHI. Walaupun gak punya tiket dan hari ini adalah hari terakhir, aku contact Madam Fransisca Yunisha dan syukurlah dapat. Eh tetapi saat berangkat aku pergi agak siang dan tiba di sana saat jam 12 lewat sementara Madam sudah tiba dari jam 10. Tahu sendiri khan kalau udah asyik di pameran tuh bisa keliling2 lupa waktu dan jauh pula untuk keluar memberikan undangan.

Saat memasuki pintu 2, ide itu pun datang. Jadi, ku beranikan menyapa seorang pengunjung yang keluar dari arena pameran:

Saya : “Mohon maaf pak, besok masih datangkah ke sini?”

Bapak : “Oh enggak bu, hari ini khan terakhir”

Saya : “Oh gitu ya, boleh saya minta pass masuknya, pak? Kebetulan teman saya sudah di dalam, jadi kesian kalau dia harus jauh2 keluar”

Bapak : “Oh iya boleh”

Saya : “Makasih ya pak”

Akhirnya pas masuk pun kupakai di leherku hehe

Itu sungguh-sungguh ajaran sesat yak, jangan diikuti. Pas hari terakhir pula, kalau hari pertama atau kedua, orang biasanya akan datang lagi. Eh tapi kulihat seorang ibu sedang menelpon dan bilang kalau dia gak punya kartu nama dan gak dikasih masuk sama Panitia. Segera saja kusarankan ideku di atas tadi. Si ibu rupanya kurang ngeh sehingga harus kutemani keluar. Selanjutnya aku gak mantau lagi sih hahaha

Rupanya yang kusapa adalah seorang Executive Chef dari Yogya, xixixi maaf ya Chef, next time akan lebih terencana sih hehehe

ketemu Hobart di FHI, duh keren banget ini mixer, tapi harganya ga kukuuuu

 

 

Cari Perlengkapan Basket di Pontianak? WA ke Valen aja di 082152520012

Temans yang di Kalimantan Barat dan sekitarnya, bila mencari Perlengkapan Basket, di Pontianak khususnya, ya WA saja ke nomor di atas. Pemiliknya adalah seorang anak muda keren asal Pontianak. Sukaaa banget dengan semangat anak muda asli Pontianak satu ini, Valentius “Veldey”. Pemuda umur 20-an ini semangatnya tak diragukan lagi, semangat bangettt… Dua tahun lalu bersama dengan kakaknya, Valen mendaftarkan diri untuk mengikuti Financial Revolution TDW di Jakarta. Sang koko gak betah, gak ngerti yang diomongin sang pembicara, menganggap hanya ngoceh saja, sementara Valen bersemangat sekali untuk ikut next level of FR, Master Breakthrough, yang terdiri dari Life Revolution, Business Revolution, Property Rich Revolution dan Sales Marketing Revolution, yang harganya terbilang tidak murah.

Doi semangat menabung keuntungan yang didapat dari menjalankan bisnisnya yang tidak jauh dari hobby-nya berbasket ria. Ya, Valen menjual aneka perlengkapan basket, yang dipasarkannya di Pontianak, kota kelahirannya tersebut. Berbagai keperluan basket seperti kaos kaki, jersey, celana, juga sepatu basket dijualnya.

Awalnya doi menawarkan Perlengkapan Basket tersebut ke teman-temannya sesama penghobby basket di kota Pontianak, lalu lanjut ke kota lain. Bila ada pertandingan basket di kota terdekat, Valen ikut masuk sebagai penonton, lalu menggelar lapaknya. Mulanya tidak ada yang tertarik, karena tentunya gak kenal dengan penjualnya. Lama kelamaan ada juga yang beli, walau hanya kaos kaki. Gak nutup biaya akomodasinya karena untuk kejuaraan tersebut yang berlangsung selama beberapa hari, Valen harus stay di penginapan. Namun Valen pantang menyerah. Doi tetap mencari informasi kejuaraan basket di kota-kota terdekat dan kemudian mengikutinya.

Suatu ketika Valen diperkenalkan oleh temannya ke seorang pelatih. Sang pelatih ikut membantu mempromosikan produknya, hingga saat ini produknya cukup dikenal di seputaran Pontianak dsk.
Bila ada teman yang mau order jersey (untuk team), celana atau sepatu, bisa tengok di :
IG : Valentius
FB : Valentius
WA : 082152520012

Seminar Life Revolution Sambil Jalan2 di Surabaya

Ada yang pernah dengar Seminar Life Revolution dari TDW alias Tung Desem Waringin? Itu seminar yang bagus banget untuk memunculkan motivasi diri untuk kehidupan yang lebih baik. Ga caya? Cobain aja deh…

Jadi ceritanya saya sudah daftar Life Revolution dan di jadwal ada di awal Maret namun karena saya tidak bisa jadi saya daftar yang di Surabaya yang diadakan pada tanggal 23-25 Maret 2017 di Hotel JW Marriott Jl. Embong Malang, Surabaya. Boleh donk ya sekalian jalan-jalan 🙂

Tadinya saya rencana mau naik pesawat secara harganya gak beda jauh dengan kereta. Tapi karena masih ada rasa takut mengalami turbulensi lagi, opsi naik pesawat pun saya hilangkan hehe

Saya naik KA Argo Anggrek yang berangkat dari stasiun Gambir jam 21.30 dan tiba di Stasiun Pasar Turi jam 06.30. Rencananya sih setibanya di sana saya akan naik ojek online ke hotel Harris yang letaknya tidak jauh dari sekitaran Embong Malang dan mandi (baca: berenang) sekalian olahraga. Sudah browsing sih, fee sekitar Rp 75.000, dibanding kalau berenang di JW Marriott yang mahal bangettt Rp 250.000 boo untuk tamu. Ya wajar sih namanya juga hotel bintang 5 yaaa hehe

Namun rencana tinggal rencana karena di KA saya benar-benar tidak bisa menutup mata dengan damai eh tidak bisa tidur maksudnya. Saya tuh orangnya susah tidur kalau di kendaraan, kecuali capek banget kali yak… Ga baik untuk kesehatan kalau tidak tidur malamnya terus nyemplung di kolam, so baju renang yang saya bawa mubazir deh karena tidak dipakai hikss

Oh iya, saya kuatir aja sih gak boleh early check-in di homestay yang saya pesan. Saya stay di Capsule Homestay di Jl. Kedungdoro. Ternyata boleh lho, baik banget ya si Capsule.

Saat di Lamongan, kulihat matahari enggak bersinar, ahh mudah-mudahan di Surabaya cuaca cerah. Lamongan jadi ingat soto Lamongan dan juga shipyard-3 DRU (kantorku dulu) yang terletak di Lamongan.

Tiba di stasiun Pasar Turi, banyak bener yang menawarkan tumpangan berbayar, ya tukang ojek, taxi, juga mobil charteran, 20rb saja ke tengah kota mereka bilang.

Kulihat sekeliling, ada beberapa warung yang menjual “Soto”, di sebrang stasiun pun ada. Baiklah… tapi lagi gak pengen soto jadi aku terus saja berjalan. Jadi dari stasiun Pasar Turi, aku berbelok ke kiri, ketemulah beberapa warung tenda gitu, tapi kok sepertinya biasa aja ya, so lanjut padahal sih kakiku sakit karena bengkak. Entah kenapa itu kaki, dari rumah sih sudah terasa sakitnya tapi aku cuekin saja, secara sayang kalau batal karena aku udah beli tiketnya beberapa hari sebelumnya dan juga homestay sudah lunas kubayar.

Tiba di perempatan ke arah pasar Turi, kulihat tukang becak, iseng eh gak iseng juga sih, pengen aja menikmati Surabaya di waktu pagi dengan berbecak ria. Kutanya, “pak, kalau ke Kedungdoro berapa?” aku gak bisa boso Jowo euy, ngerti dikit2 aja sih hehe “limolas, mbak”, jiahhh daku dipanggil mbak 🙂 wah berarti gak jauh donk ya… eh tapi di belakang tukang becak, kulihat seorang ibu sedang membereskan sesuatu, ternyata itu adalah makanan jualannya. Ah sayang gak foto si ibu itu…

Dan kutemukan nasi jagung ini, kelihatan khan nasi jagungnya sedikit itu, menarik karena selain nasi jagung yang jarang2 kumakan, ada sayur pepaya, tempe yang setengah matang, ikan asin, dan sambal. Sambalnya enak lho… tambah bakwan jagung, makan pakai tangan saja wow mantappp… oh iya, si ibu menjajakan nasi jagung dan banyak makanan lainnya berkeliling, sebetulnya dia ngetem sih di suatu komplek, lupa komplek apa namanya. Selain nasi jagung, ada bakwan jagung, tahu pong, aneka kue seperti kue pisang nagasari, kue bugis, timus, dll, juga aneka pisang. Banyak lho pisang yang dia bawa. Gak kebayang kalau aku yang bawa, beratnya itu makanan, tapi si ibu karena sudah terbiasa jadi asyik2 aja… padahal dia bukan orang Surabaya, jadi dia naik kereta ke Surabaya. Orang apa gitu lupa hehe

 

Setelah sarapan, lanjut deh daku naik becak. Sudah lama gak naik becak jarak agak jauh, selain dari rumah ke depan komplek. Ya di kompleks rumahku masih ada sih tukang becak, tapi aku jarang naik becak karena selalu motoran kalau keluar rumah. Becaknya sama saja seperti di Jakarta, pendekkk sehingga kepalaku menyentuh bagian atas becak. Ternyata si bapak melewati jalan tikus gitu, gang-gang kecil lalu akhirnya sampai juga di lampu merah Embong Malang-Blauran-Kedungdoro. Belok deh ke kanan udah Jalan Kedungdoro.

Lisboa Egg Tart

Lisboa Egg Tart

Bahan :

  • puff pastry

Custard :

  • 225 ml susu cair
  • 225 ml whip cream dairy (spt Elle Vire)
  • 90 gram gula pasir
  • 1 1/2 sdm maizena
  • secukupnya vanila essence / extract
  • 6 pcs kuning telur

Cara membuat :

  1. Panaskan oven 200-220 derajat Celcius
  2. Gulung/roll puff pastry pada sisi 20 cm. Potong dengan ketebalan 2 cm (menyesuaikan tinggi dari cetakan). Pipihkan adonan puff mulai dari bagian tengah, hingga bagian samping cetakan. Simpan dalam chiller. Sisihkan.
  3. Larutkan maizena dengan sedikit susu, lalu aduk hingga rata.
  4. Campur semua bahan kecuali kuning telur. Masak hingga mendidih kecil dan mengental (saring bila perlu).
  5. Masukkan kuning telur. Aduk hingga tercampur rata. Dinginkan.

 

Penyelesaian :

  • Isi kulit puff dengan adonan custard (jangan sampai penuh sekali). Lakukan hingga semua terisi.
  • Panggang selama 25-30 menit atau hingga matang dan bagian atas custard berwarna kecoklatan (suhu 200 derajat Celcius).
  • Lepaskan dari cetakan. Sajikan dengan taburan bubuk kayu mannis. Sajikan selagi hangat.

 

Ayam Asam Manis

Salah satu menu di Chinese food, mudah dan enakkk…

Ayam Asam Manis

Bahan :

  • 2 potong fillet dada ayam
  • 1 kuning telur
  • 2 sdm tepung maizena
  • 3 sdm kecap asin
  • minyak untuk menggoreng dan menumis
  • 3 siung bawang putih, memarkan, cincang
  • 2 buah cabai merah besar, iris bulat
  • 2 buah cabai hijau besar, iris bulat
  • 4 sdm saus tomat
  • 1 sdm gula pasir
  • 3 sdm saus sambal
  • 120 ml kaldu ayam
  • 1/2 sdt cuka masak
  • 1 sdm tepung maizena, larutkan dengan 30 ml air

Cara membuat :

  • Potong fillet ukuran 2 x 2 x 2 cm. Aduk bersama kuning telur, tepung maizena, dan 1 sdm kecap asin. Diamkan selama 20 menit. Goreng potongan ayam sampai matang dan kuning kecokelatan. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan 3 sdm minyak, tumis bawang putih dan cabai sampai harum dan layu. Tambahkan saus tomat, gula pasir, saus sambal, sisa kecap asin, air kaldu dan cuka. Biarkan mendidih.
  • Tambahkan larutan maizena. Aduk sampai kental dan mendidih. Masukkan potongan ayam, aduk rata. Angkat.

Gluten Warna Merah

Masih Resep Gluten, kali ini yang berwarna merah. Resep yang sama yang kudapat saat belajar di lembaga pendidikan Demono milik Ibu Dewi Motik Pramono di Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Gluten tidak mutlak pengganti daging, tapi hanya salah satu pilihan untuk pengganti daging dalam variasi menu atau acara-acara spesial.

Sebagian bahan dasar (utama) digunakan High Gluten Flour (seperti Cakra) hasilnya 60% dari berat asal. Sedangkan terigu lain dapat digunakan tapi hasilnya 40% dari berat asal (misalnya tepung segitiga).

Gluten Warna Putih :

Bahan:

  • tepung cakra 1 kg
  • Garam 1 sdm (untuk mengenyalkan)
  • Angkak 1 sdm (dihaluskan) bila tidak ada angkak, bisa menggunakan air rebusan kacang merah, air bayam atau bit
  • Air dingin 2 1/2 cup (kurleb 600 cc)

Cara membuat :

  1. Campurkan ketiga bahan tersebut sampai tergumpal seperti adonan roti. Rendam di air dingin 1/2 – 1 jam.
  2. Setelah direndam, cuci dengan cara diramas-ramas sampai keruh, lalu kumpulkan dan buang airnya. Gunakan saringan plastik sewaktu membuang airnya supaya jangan ada yang terbuang. Ulang kembali sampai 3-4 kali. Jangan terlalu bersih, jangan kurang bersih. Setelah itu biarkan 1/2 – 1 jam (kalau ditarik lembut dan tidak putus).
  3. Cara merebus : didihkan air di panci lalu kecilkan apinya, panci jangan ditutup. Masukkan gluten yang sudah dibentuk. Mengetahui matangnya bila dipegang membal (keras).

Gluten Warna Coklat

Ini dalam rangka menyimpan Resep Gluten yang kudapat dari Kursus Memasak tahun 2005 lalu.

Gluten Warna Coklat

Bahan :

  • tepung protein tinggi 1 kg
  • air 650 cc
  • kopi jagung (beras) 3-4 sdm
  • garam 1 sdm

Cara membuat :

Mula-mula seduh kopi dengan air, biarkan sebentar lalu saring. Campurkan air kopi tersebut dengan garam dan terigu sampai tergumpal seperti adonan roti. Rendam di air dingin 1/2 – 1 jam.

Cara membuat :

  1. Campurkan ketiga bahan tersebut sampai tergumpal seperti adonan roti. Rendam di air dingin 1/2 – 1 jam.
  2. Setelah direndam, cuci dengan cara diramas-ramas sampai keruh, lalu kumpulkan dan buang airnya. Gunakan saringan plastik sewaktu membuang airnya supaya jangan ada yang terbuang. Ulang kembali sampai 3-4 kali. Jangan terlalu bersih, jangan kurang bersih. Setelah itu biarkan 1/2 – 1 jam (kalau ditarik lembut dan tidak putus).
  3. Cara merebus : didihkan air di panci lalu kecilkan apinya, panci jangan ditutup. Masukkan gluten yang sudah dibentuk. Mengetahui matangnya bila dipegang membal (keras).

Magic Cooker, Panci Pengempuk Semi Presto

Kenapa panci Magic Cooker ini dibilang magic/ajaib?

Karena dengan Magic Cooker ini, anda hanya tinggal memasak makanan (yang dimasukkan ke dalam pancinya) di atas api kompor kurang lebih 15 menit, kemudian masukkan panci ke dalam wadahnya,
maka makanan akan tetap melakukan proses memasak di dalam wadah tanpa perlu menggunakan listrik atau pun api lagi. Misalnya saja memasak rawon. Bumbu di tumis hingga harum, masukkan daging, tambahkan air, tuang ke dalam panci ini, lalu didihkan selama 10 menit. Niscaya daging akan muprul, empuk meresap.  Masakan yang telah matang tersebut akan tetap panas di dalam wadah sampai dengan 8 jam. Benar2 ajaib kan?

Magic Cooker ini bisa disebut juga sebagai Semi Presto, bedanya hanya tidak bisa mengempukkan duri tulang ikan atau tulang ayam. Jadi buat yang dananya terbatas untuk membeli panci presto, bisa mencoba Magic Cooker ini dulu.

Karena sifatnya bisa tahan panas dan dingin selama 8 jam, atau wadah untuk makanan panas dingin, panci Magic Cooker ini cocok dibawa saat piknik. Misalnya mau membawa es cocktail, maka bisa bertahan selama 8 jam menggunakan Magic Cooker.

  • Alat masak tanpa listrik dan hemat Gas.
  • Terbuat dari Stainless Steel berkualitas.
  • Tahan panas dan dingin hingga 8 jam, karenya dapat digunakan sebagai ice bucket ataupun rantang vacuum.
  • Menjaga nutrisi serta rasa dari masakan.
  • Body terbuat dari bahan plastic fiber double wall stainless steel
  • Rantang terbuat dari bahan stainless steel tebal yang di desain khusus untuk dapat di masak langsung di atas api kompor.
  • Kapasitas : 2 dan 3 liter

 

Resep Daging Buatan (Gluten)

Resep ini kudapat saat belajar di lembaga pendidikan milik Ibu Dewi Motik Pramono di Kramat Raya, lokasinya dekat Ice Cream Baltic.

Gluten tidak mutlak pengganti daging, tapi hanya salah satu pilihan untuk pengganti daging dalam variasi menu atau acara-acara spesial.

Sebagian bahan dasar (utama) digunakan High Gluten Flour (seperti Cakra) hasilnya 60% dari berat asal. Sedangkan terigu lain dapat digunakan tapi hasilnya 40% dari berat asal (misalnya tepung segitiga).

Gluten Warna Putih :

Bahan:

  • tepung cakra 1 kg
  • Garam 1 sdm (untuk mengenyalkan)
  • Air dingin 2 1/2 cup (kurleb 600 cc)

Cara membuat :

  1. Campurkan ketiga bahan tersebut sampai tergumpal seperti adonan roti. Rendam di air dingin 1/2 – 1 jam.
  2. Setelah direndam, cuci dengan cara diramas-ramas sampai keruh, lalu kumpulkan dan buang airnya. Gunakan saringan plastik sewaktu membuang airnya supaya jangan ada yang terbuang. Ulang kembali sampai 3-4 kali. Jangan terlalu bersih, jangan kurang bersih. Setelah itu biarkan 1/2 – 1 jam (kalau ditarik lembut dan tidak putus).
  3. Cara merebus : didihkan air di panci lalu kecilkan apinya, panci jangan ditutup. Masukkan gluten yang sudah dibentuk. Mengetahui matangnya bila dipegang membal (keras).