Durian Ice Cream

Dingin-dingin makan ice cream? Siapa takut? xixixi

Ini sih judulnya masih penasaran dengan ice cream… plus karena ada sisa whip cream juga, sayang kalau hanya buat tambahan minuman coklat, karena beberapa kali bikin ice cream masih belum OK juga, apalagi karena aku pakai mesin ice cream dari cuisine art, tapi sepertinya resepnya yang kurang ok, mesti lihat demonya si cuisine art sih…

So, akhirnya browsing2 dan ketemu resep Durian Ice Cream di blognya mbak Hesti, terus kemarin pas ada waktu, aku sempatkan buat deh…

Rasanya dah enakkkk, karena pakai whipcream sih ya hehe yang doyan durian pasti suka deh… Kata anakku, “mah, bikinnya cuma segini aja? kurang banyakkk… Tita aja yang makan yaa”… halahhhh

Resep Durian Ice Cream

Bahan :

  • 3oo gram daging buah durian
  • 100 gram gula pasir
  • 125 ml susu cair
  • 300 ml susu cair (aslinya 250 gram, tapi karena sisanya pas
  • 300 ya sudah semuanya ajah hehe)
  • 1 sdt gellamix (aku pakai gellamix karena gak punya gelatin, fungsinya mirip2 sih)

Cara Membuat :
1. Blender gula pasir dengan daging buah durian hingga lembut.
2. Panaskan susu cair hingga agak panas saja, matikan api, tambahkan gelatin, aduk hingga rata.
3. Campur blenderan daging durian dan susu cair blender kembali hingga lembut.
4. Kocok whip cream dingin hingga kental, eh kalau aku hingga menjadi cream sih, tambahkan campuran daging buah durian dan kocok kembali hingga rata.
5. Tuang dalam wadah es krim. Bekukan di freezer.

Frozen Brownies Yummy yang nyoklatttt banget

Di facebook sedang musim colek-mencolek dalam rangka 5 Day Food Challenge. Aku gak tahu awalnya dari mana/siapa, eh ikutan dicolek teman-teman, jadi aku posting Frozen Brownies ini sebagai 1st day Food Challenge. Resep menyusul yaaa…

Sewaktu kopdar akbar LE di Apple Sun Learning, Kaliwatu, Batu aku sempatkan bawa brownies ini dan diserbu teman-teman, kata mereka sih enakkk…

Yuppp karena bahan dark coklatnya banyak jadi berasa seperti makan coklat tapi padat. Karena namanya Frozen Brownies, brownies ini lebih enak disantap dingin, dan tahan disimpan selama 2 bulan di freezer. Biasa aku bikin banyak terus simpan deh di freezer, sewaktu-waktu kepengen atau mau kasih ke Customer, tinggal keluarkan, thawing trus potong-potong dan makan dehh…

Akhirnya ketemu juga nie resepnya xixi

Frozen Brownies ala Femmy

Bahan :

  • Tepung serbaguna 175 gram
  • Tepung sagu 75 gram
  • Coklat bubuk 70 gram
  • DCC Compound 400 gram
  • Minyak Goreng (saya pakai Barco) 100 ml
  • Margarin 80 gram
  • Susu Kental Manis 40 ml
  • Telur antero 4 buah
  • Gula pasir 200 gram
  • Vanila essence 1/2 sdt
  • Aluminium Foil untuk membungkus

Cara membuat :
1. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, ayak dan aduk rata.
2. Lelehkan DCC, tambahkan minyak & margarin, aduk rata.
3. Kocok telur dan gula hingga gula larut.
5. Tambahkan campuran DCC & minyak.
6. Masukkan campuran tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata.
7. Panggang dengan suhu 160-170 derajat Celcius selama 30-45 menit
8. Oh iya, beri topping almond slice atau kacang mede bila suka.

 

Puding Green Tea Sutra

Puding Green Tea Ini juga sudah kucoba buat dan hasilnya yummy…

Bahan :
a) 200 gram gula pasir
5 gram Gellamix
1 gram High Fibre (kalau gak ada, bisa ganti dengan Nutrijell)

b) 875 gram susu cair (Ultra/Diamond, dll)
700 gram susu kedelai (tawar)

c) 1 sdt Pasta Toffieco Green Tea
1 sdt Toffieco Vanilla Butter
Pewarna hijau secukupnya

d) 25 buah gelas puding
Lidah buaya (aku gak pake)

Cara membuat :
1. Aduk hingga rata bahan a) sampai rata dan masukkan ke dalam bahan b) lalu aduk-aduk sampai tercampur rata.

2. Panaskan di atas api sedang sampai mendidih kecil dan matikan apinya.

3. Masukkan bahan c) ke dalamnya dan aduk hingga rata dan tuangkan pada gelas puding d) yang sudah diberi lidah buaya lalu simpan di kulkas semalam.

Ini si Puding Green Tea Sutra masih belum sempurna karena aku gak pakai timbangan sewaktu menambahkan si Gellamix dan Nutrijell xixi feeling so good aja hahaha dan juga aku bawa naik motor jadi gonjang-ganjing deh itu puding. Nti kalau bikin lagi aku fotoin yang bagusannya ya hehe

Ini dia penampakan si Gellamix, bisa dibeli di Toko Rossy, atau bisa titip daku, tapi gak bisa cepat yaaa…

gellamix, belinya di toko Rossy tapi di tbk lain mungkin ada juga

Puding Kedelai ala Puyo

Dapat resep Puding Kedelai ala Puyo ini dari Demonya pak Yongki di Interfood 2014, sudah kucoba dan wuenakkk… teksturnya masih belum seperti yang dijual di mall tapi untuk rasa sudah mendekatilah xixi

Oh iya, susu kedelainya aku bikin sendiri yaa, lebih puas kalau bikin sendiri dibanding beli 🙂

Puding Kedelai ala Puyo

Bahan:
a. 200 gram gula pasir
b. 5 gram Gellamix
c. 1 gram High Fibre (bila tidak ada, bisa ganti dengan Nutrijel)

b. 1500 gram susu kedelai
100 gram susu cair (seperti Ultra, Indomilk, dll)

c. 1 sdt Toffieco Vanilla Butter
1/4 sdt Pasta Toffieco Leci

d. Gelas plastik

Cara membuat :
1. Aduk hingga rata bahan a) sampai rata dan masukkan ke dalam bahan b), lalu aduk-aduk sampai tercampur rata.

2. Panaskan di atas api sedang sampai mendidih kecil dan matikan apinya.

3. Masukkan bahan c) ke dalamnya dan aduk hingga rata dan tuangkan pada gelas d), lalu simpan di kulkas semalam.

Puding Kedelai ala Puyo yang kubuat lupa aku foto hiksss jadi ini foto resepnya aja yah dan foto Gellamixnya sewaktu di Interfood 🙂

 

Bikin Susu Kedelai Yukk

Untuk membuat Pudding Puyo yang sedang ngetrend itu, daku perlu susu kedelai, daripada beli, lebih baik bikin sendiri saja, bisa dapat lebih banyak dan lebih enak pula.

Susu Kedelai

Bahan :
– 150 gram kedelai, rendam air selama 4-6 jam hingga volumenya mekar menjadi 2 kali lipat.
– air panas 2 liter

Cara Membuat :
– Bersihkan kedelai yang telah direndam, bilas 2-3 kali.
– Haluskan dengan blender dengan menambahkan air panas sebanyak 2 liter.
– Saring bubur kedelai dengan serbet bersih atau jenis kain lainnya yang tenunannya agak jarang.
– Rebus susu kedelai sampai mendidih.
– Aduk selama direbus agar tidak terbentuk langit susu.
– Susu kedelai bisa disimpan di wadah tertutup di lemari es selama 2 hari.

Ini sisa Susu Kedelai setelah dibuat pudding puyo, aku simpan di botol bekas Pocari saja hehe

kacang kedelai sebaiknya direndam <6 jam yah, bila lebih agak2 bau / basi gitu
ini kacang kedelai yang sudah dimix, saya menggunakan Hipaumix

 

Susu Kedelai dimasak hingga mendidih

Toko Bahan Kue “Yoek’s” di Bogor | Telp. 0251-8311436

Note: yang mau tanya-tanya apa saja yang dijual di toko Yoek’s, langsung saja telpon ke toko Yoek’s ya, saya hanya posting informasi tbk tersebut, bukan salesnya toko Yoek’s, nuwun yooo…

Alamat Toko Yoek’s :
Jalan Gedong Sawah I No. 7, Bogor
Telp. 0251-8311436

Bulan lalu saat mengantar pesanan mixer ke Bogor, tak sengaja bertemu Toko Bahan Kue “Yoek’s” yang posisinya tidak jauh dari stasiun kereta api. Tepatnya di depan hotel Salak.

Bila mencari tepung talas, bisa ditemukan di sini. Harganya Rp 25.000 per kilo. Kebetulan temanku mencari tepung talas, sebetulnya sih dia mencari tepung sukun dan kita cari-cari di pasar dekat situ (lupa nama pasarnya) namun karena sudah kesorean, banyak toko yang sudah tutup. Saat kita dalam perjalanan ke stasiun, iseng aku browsing-browsing untuk mencari Toko Bahan Kue di Bogor, dan bertemulah Toko Bahan Kue “Yoek’s” yang lokasinya di Jalan Gedong Sawah. Tak sengaja mataku menangkap tulisan “Jalan Gedong Sawah” jadilah kami menuju ke sana.

Sampai di Toko Bahan Kue “Yoek’s”, toko dah mau tutup namun karena kami berkeras dan bilang juga kalau jauh-jauh dari Jakarta, akhirnya sang pemilik membolehkan kami masuk.

Toko Yoek’s tergolong besar juga dan cukup lengkap. Pembeli berasal dari sekitar Bogor, namun ada juga dari daerah Puncak. Saat kami berbelanja, kirain kami pembeli terakhir, ternyata sudah ada pembeli yang berasal dari Puncak dan memborong dalam jumlah banyak. Menurut mereka sih harga di TBK Yoek’s termasuk murah dibandingkan TBK lainnya di Bogor.

 

Indahnya Persahabatan “Kelas I-10 yang unik”

“Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yang tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh”.

Quote yang biasa kita dengar dan baca tersebut mungkin memang sangat klise, namun bila kita mengalaminya sendiri, barulah terasa benarnya 🙂

Kali ini daku mau cerita tentang persahabatan teman-teman semasa SMA.

Setelah tamat dari SMP Negeri 30 di Tanjung Priok, beruntung daku bisa diterima di SMA Negeri 13, yang katanya sekolah favorit di Tanjung Priok. Banyak sekali teman-teman dari SMP 30 yang juga diterima di SMA 13, jadi sewaktu masuk di kelas I suasananya biasa-biasa saja karena banyak teman yang kukenal. Aku juga bertemu kembali dengan teman sekelas di kelas 2 SMP, Widi Astuti dan kami pun menjadi teman sebangku di kelas I-10, kelas di mana kami ditempatkan. Keseluruhannya ada 10 kelas dan kelas I-10 terletak paling tengah, sekaligus juga ujung/batas kelas, karena separuh bagian dari sekolah direnovasi dan yang menjadi korban adalah kakak kelas kami di kelas 2, mereka harus pindah belajar ke tempat lain. Duh kasihan yaa hehe

hendras house 5

Di I-10 ini anak lelakinya lebih banyak dari perempuannya, dan… bandelnya TOP, beneran deh…

Ada cerita lempar-melempar kapur tulis, di antara sesama teman2, eh entah kenapa ikutan melempar ke pak guru, dan bukan kapur tulis yang dilempar, melainkan botol cuka (boleh nyabet dari kantin kali ya itu botol hehe) kontan si pak guru Sejarah (alm. pak Aris) marah, namun salah sasaran, bukan ke teman yang melempar, malah ke teman lainnya.

Tembok kelas kami yang memang sudah rapuh dan harus direnovasi juga menjadi korban kebandelan teman-teman, utamanya yang duduk di belakang. Tembok bolong yang bertambah besar bolongnya, menjadi celah untuk melihat ke kelas sebelah (I-9) dan mencari pemandangan “alam” warga I-9, sasarannya cewek-cewek yang duduknya ngongkong hahaha

Ada lagi cerita bagaimana 1 kelas harus disetrap karena anak laki-lakinya yang bandel gak bawa topi sewaktu upacara dan sekelas yang kena hukuman.

Cerita lainnya masih banyak lagi, karena mereka (anak cowok) sering camping bareng dan ngumpul di rumah ketua kelas, yang tinggalnya tidak jauh dari sekolahan. Itu sebabnya teman-teman cowoknya dekat satu dengan yang lainnya. Sayangnya mereka gak pernah ngajak anak2 cewek sih ya, mungkin ngelihat anak cewek I-10 pada cute dan innocent hahahaha

Oh iya, kelasku itu unik lho, ada teman yang pendiam dan pintar juga baik hati seperti Ni Made Rai Ratih (sekarang dosen di Bandung) dan Vera (jadi biarawati di Regina Pacis, Bogor), ada yang gayanya “melambai” seperti Iskandar Joshua (gak tahu di mana sekarang), yang tomboy juga ada: Titut (Dyah Enggar Nastiti, yang jadi produser di salah satu TV swasta), juga akyuuuu, bedanya Titut penuh dengan prestasi, mulai dari renang hingga baca puisi, keren abisss… yang pintar tulis puisi bak pujangga, ada Khabibur Rachman (sekarang jadi dosen di Unpad) dan Suhendra, nah yang terakhir ini kami dengar terkena komplikasi jantung dan diabetes sehingga harus keluar dari tempat kerjanya.

hendras house 3

Awal tahun lalu daku dan beberapa teman sudah pernah berkunjung ke rumah Hendra di Depok dan menyampaikan sumbangan kasih teman-teman I-10 ke Hendra. Kabar terakhir sekarang Hendra tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Kami pun bermaksud mengunjungi Hendra, kali ini bersama teman-teman sekelas lainnya, ya anggap saja sekalian jalan-jalan. Kebetulan temanku Widi Astuti juga asal Kuningan, menawarkan kami untuk tinggal di rumahnya yang luas dan juga asri.

Jadi, 11-12 Oktober lalu jadi juga kami pergi dengan menyewa mobil sekaligus supirnya yang kocak abis bernama Stephanus Iwan LOLLLLL Perjalanan panjang Jakarta – Kuningan yang keseluruhannya memakan waktu 9 jam ternyata dapat dilewati tanpa hambatan berarti.

-bersambung-

Jalan-jalan ke kota Serang, Banten dan bertemu si Ketempling

Kamis, 11 September lalu ada inbox ke bbmku menanyakan panci Isa dan beberapa hari kemudian eh tepatnya tanggal 3 Oktober lalu mbak Tati, yang inbox aku itu, jadi memesan 10 panci Isa dan beliau langsung transfer semuanya lho, total ditransfer Rp 18jt lebih. Sebelumnya aku tanya dulu, mbak Tati percaya transfer sebesar itu ke rekeningku? Dan dijawab, “iya mbak Femmy, aku percaya kok, khan aku dah kenal mbak Femmy sejak lama, sejak dari Dapur Bunda, cuma aku member pasif mbak…” ohhhh… hehehe syukurlah kalau aku dipercaya seperti itu oleh mbak Tati 🙂

Iya sih aku memang member milis Dapur Bunda, milis masak-memasak pertama di Indonesia (eh benar gak yah xixi) dan pernah datang kopdar bertemu dengan owner DB, alm. Inong Harris dan juga mbak Fat sebagai pengajar, saat DB menggelar HBH di daerah Pancoran dulu. Aku masih ingat waktu itu aku bawa panada sebagai potluck. Senangnya bisa bertermu dengan Inong, yang suaminya itu ternyata adalah adik kelasku di SMA 13, jadi masih orang Priok juga lho…

Mbak Tati sering melihat aku ngiklan di milis, tepatnya sih ngiklan di NCC, sejak pertama NCC berdiri, tahun 2004 silam. Sebetulnya gak ngiklan sih karena waktu itu awal-awal aku berjualan panci Isa, dengan cara mencari 10 pembeli, sehingga aku bisa dapat gratis 1. Dari situlah aku jadi ketagihan jualan si Isa ini xixixi habisnya best seller sih 🙂

Mbak Tati yang bertempat tinggal di Serang itu akhirnya jadi memesan 9 panci Isa Praktik ukuran 7 liter dan 1 panci Isa Praktik ukuran 9 liter, so mbak Tati bisa mendapat 1 Isa Praktik ukuran 7 liter. Plus hadiahnya lho… kebetulan 1 hari itu pas hadiahnya si Steamer Isa, keren khan?

Senin, 6 Oktober lalu jadilah aku diantar supir kantor ISA pasiar ke Serang, dalam rangka mengantarkan panci dan juga mendemokan cara pakainya. Semula rencananya kami akan berangkat jam 10 pagi tapi karena supir kantor tidak masuk jadilah diantar staff lainnya dan berangkat jam 11.30, siang banget yak xixi Bersyukur kondisi jalan lancar, hanya di pintu masuk tol Karang Tengah agak tersendat. Sekitar pukul 13.00 kami tiba di lokasi perumahan tempat tinggal mbak Tati, yang ternyata sangat mudah mencarinya.

Ini aku dan mbak Tati bernarsis-ria dulu xixi
serang 3

Aneh bin ajaib, kami yang baru saja kenal di dunia maya dan kemudian bertemu tapi kok ngobrolnya nyambung2 aja, ya apalagi kalau bukan dunia masak-memasak, atau dunia baking, atau dunia kuliner yang mempersatukan kami. Begitulah kekuatan hobby, kekuatan komunitas 🙂

Kebetulan saat itu baru sehari lewat Idul Adha, dan entah beneran mbak Tati gak begitu merayakan atau tidak, namun daku diberi suguhan snack kampung yang sangat-sangat kusuka. Sambil ngobrol daku ngemil terus itu sagon, habisnya enak banget sih, dan juga jarang-jarang ketemu sagon seperti itu wuaaa #alasandotcom wkwkwk Juga kripik singkong yang ternyata kalau di Kuningan (info dari teman sekolahku, Diar dan Widi yang asli Kuningan) bernama ketempling, enakkkk… kripik pisangnya juga enakkkk… Ketempling ini enak banget jadi temannya makan bakso, jadi seperti kerupuk gitu

Duh senang banget deh disuguhi snack kampung yang enak-enak. Melihat betapa antusiasnya daku menikmati si sagon, ketempling dan kripik pisang, yang menurut mbak Tati adalah buatan ART-nya yang asli Ciamis, mbak Tati menawarkan untuk membungkus buat “bekalku” di jalan, hahaha si mbak tahu aja ya duhhhh baik banget dehhhh 🙂 gak nolak pake banget dehhh

Ini si ketempling, kripik pisang dan sagon bakar
serang 1

Ini si ketempling, alias kripik singkong
serang 2

Begitu tahu yang buat adalah ART mbak Tati yang asal Ciamis, aku sarankan ke mbak Tati untuk minta diajari cara membuatnya, mayan lho buat makan sendiri, atau malah bisa jadi usaha. Duh, kalau saja aku yang tinggal gak jauh dari situ ya xixixi #ngayaldotcom

Setelah puas ngobrol ngalor ngidul, serah terima panci, saatnya go home deh…

Sebetulnya pengen banget nyobain kuliner Serang seperti rabeg, sate bandeng, nasi sumsum atau sambel burog, sayangnya di sepanjang jalan yang kami lewati sepiiiii bangetttt dari warung atau restoran, satu-satunya restoran yang kami jumpai hanyalah RM Padang, gak jauh dari kompleks TNI. Jadilah kami mampir ke situ untuk makan siang yang sangat terlambat. Tapi ya kudu, daripada nti si supir lemas karena gak makan siang xixi

Tuk mbak Tati makasih banyak untuk ordernya ya, untuk suguhannya, untuk semuanya deh, semoga sukses selalu 🙂 Moga-moga kita bisa ketemu lagi ya, di acara-acara komunitas mungkin 🙂

Toko Bahan Kue dan Kursus Masak dan Kue “Rossy”

Toko Bahan Kue dan Kursus Masak “Rossy” terletak di daerah Kota, Jakarta Pusat, tepatnya Jalan Alaydrus.

Kursus Kue maupun Kursus Masak di sini biasanya diajarkan oleh Chef Hadi Tuwendi, yang dulunya pernah bekerja di Holland Bakery, juga Chef Yongki.

Rata-rata biaya kursus Rp 300.000 – Rp 400.000, untuk kelas khusus bisa jutaan rupiah. Untuk kue-kuenya tidak diragukan lagi, enak banget lho…. Dulu Chef Yongki pernah share resep Sponge Cake yang yummy bin delicious rasanya, jadi kebayang donk untuk resep-resep kue lainnya…

Informasi jadwal kursus masak dan kue Chef Hadi : 085770006344 sementara Chef Yongki : pin bb 283BA7BD atau webnya www.yongkigunawan.com FP Chef Yongki Gunawan.

Untuk Toko Bahan Kue-nya lumayan lengkap, terutama bila mencari essence/flavour merk Toffieco, lengkap banget di sini. Jugasoft cream dan butter Hollmann, ada di sini.

 

Juga ada butter cream yang sudah jadi, tinggal diaplikasikan ke cake / cup cake, butter cream dimaksud adalah Hollmann, rasanya ya lumayan juga sih buat pemula seperti saya xixi per kilo dibandrol Rp 50.000 dan kemasan dalam ember kecil gitu.

Loyang-loyang kue aneka jenis juga ada, cup cake tier, packagingnya dan lain-lain.

 

 

Bertemu Morgan, si King Snake di Sukmajaya

Bermula dari bbm mbak Sisca yang minat order mixer Bosch namun minta dikirim ke rumah pada hari Sabtu karena Senin-Jumat bekerja dan juga minta diajari cara penggunaannya.

Berhubung gak begitu jauh, masih tetanggaan dengan Jakarta, dan pas juga Sabtu kemarin gak ada acara kemana-mana jadilah aku mengantar si mixer ke rumah mbak Sisca. Sekalian berkenalan dengan customerku tersebut yang ternyata ada Manado-nya juga (suaminya sih) hehe
dan juga berkenalan dengan Morgan, si King Snake 🙂 xixi

Pertama masuk ke rumah mbak Sisca aku gak memperhatikan keberadaan akuarium kaca di samping kiriku, fokusnya ke meja untuk meletakkan si mixer. Sampai akhirnya si mpok bertanya-tanya dan mbak Sisca memberitahu kalau itu adalah ular. Ular??? begitu mendengar kata Ular aku tuh langsung percaya gak percaya, sambil memperhatikan, eh iya, ada 3 akuarium ternyata, alias ada 3 ekor ular di situ. Waduhh gak serem ya mbak? xixi

Yang pertama, Morgan, adalah seekor King Snake berwarna putih, cantik sih menurutku, aku tuh gak takut sebetulnya cuma serem aja hahaha tapi sih penasaran juga pengen pegang, antara takut dan penasaran judulnya. Akhirnya banyak juga pertanyaan yang kuajukan ke mbak Sisca, mulai dari makanannya, berbisa enggaknya, umurnya dan lain-lain. Ternyata mbak Sisca sekeluarga adalah pencinta binatang, terutama ular, jadi untuk memelihara ular mereka juga memelihara tikus sebagai makanan ular. Banyak lho tikus-tikusnya, yang merah-merah alias bayi tikus juga ada, ukurannya seruas jari lho, kecillll banget…

Tapi pas masuk tadi gak kecium lho bau-bau tikus atau bau-bau kotoran tikus dan sejenisnya, kok bisa ya xixi Oh iya aku jadi juga menyentuh si Morgan, kaget juga pas Morgan memutar kepalanya, nyaris pecah kaca akuariumnya hahaha udah ahhh sesi menyentuhnya gak usah lama-lama hehe

Ini dia si Morgan, yang kedua Onnyx (Corn Snake), yang ketiga adalah Damon (jenisnya Boa)

Jpeg

Ini si Onnyx dan si Boa
Jpeg

Ini makanannya Morgan dkk-nya
Jpeg

Jpeg

Ini mama Morgan eh mamanya Wisnu maksudnya hahaha
Jpeg

Makasih banyak ya mbak Sisca, jadi tahu kalau mbak memelihara ular dan juga makanannya, menambah kesadaranku untuk mencintai binatang juga 🙂 Salam ya buat Wisnu yang lucu 🙂

Makasih buat order mixer Bosch-nya, semoga bermanfaat menambah bakulannya 🙂