Suatu siang di akhir September, seorang Ibu menelponku dan menanyakan mengenai Mixer Bosch. Si ibu yang bernama Esther, lalu lanjut berkomunikasi via bbm. Intinya beliau tertarik untuk membeli mixer Bosch namun masih bingung pengoperasiannya, jadi memintaku untuk datang demo. Lokasi pun masih terbilang dekat, dekat? Iya di Cengkarang buatku masih dekat, lha masih di Jakarta boo hehe
Selanjutnya komunikasi pun berlanjut via bbm dan kuinfokan kalau untuk demo, minimal undang teman beberapa orang, 3 juga gak apa-apa kok…
Akhirnya, jadwal demo pun disepakati pada Jumat lalu, 3 Oktober 2014 jam 10 pagi. Yang didemokan adalah roti manis dan donat. Jadi dari satu adonan roti bisa dibuat donat pula, donatnya sih donat kampung yang biasa aja, yang polosan ajah malah.
Oh iya, Ibu Esther baik lho, malah sudah menyiapkan makanan segala. Iya, beliau sudah memasak Tekwan buat teman-temannya yang juga hadir di demo. Makasih banyak ya bu, enak banget lho Tekwannya, kenyal-kenyal gitu tapi gak seperti kebanyakan Tekwan yang lebih banyak sagunya daripada ikannya, Tekwan buatan Esther enakk… dengan kaldu udang dan sambal hijaunya. Esther juga share cara membuat sambal hijaunya, jadi tambah ilmu deh hehe
Oh iya, moga-moga beliau gak lupa untuk share Resep Tekwan-nya ya hehe
Senang berkenalan dengan Esther, thanks ya untuk order mixer Boschnya, semoga bermanfaat dan awet 🙂
Ethan’s mom, Eva adalah sohibku sewaktu bekerja di Kedutaan Amerika. Pulang kerja kita suka pulang bareng karena memang arah rumah kita searah, daerah Plumpang-Semper, atau lebih dikenal sebagai Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sekarang Eva masih bekerja di Kedubes sementara aku cukup bekerja dari rumah hehe
Sebulan sebelum ulang tahun Ethan yang jatuh pada 29 September lalu Eva menghubungiku untuk memesan cup cakes untuk dibawa ke sekolah Ethan. Oh iya, Ethan sudah 5 tahun dan duduk di TK A, wah cepatnya waktu berlalu.
Btw anyway busway cukup ya pengantar tentang Ethan nti daku kebablasan jadi panjang lagi hehe
Intinya aku suka menolak pesanan cake ulang tahun tapi kalau teman seperti Eva yang order, daku tak kuasa menolaknya xixi karena Eva itu baikkk banget, dewasa banget deh…
Jadinya 100 cup cakes sederhana seperti di gambar. Beneran sederhana lho karena ya memang sederhana, yang penting cakenya enak hehe Oh iya aku pakai resep dari Juliana Aping karena irit banget, telurnya cuma 2 butir. Yup, telur 2 butir dan penambahan susu cair serta baking powder untuk mengganti jumlah telur.
Mungkin istilah Magic Cooker atau Thermal Cooker lebih sering didengar dibandingkan dengan Grand Energy. Di luar negeri, istilah Magic Cooker (China, Taiwan, Korea, Jepang, dll) atau Thermal Cooker (western) lebih umum didengar.
Grand Energy atau Magic Cooker kapasitasnya 7 liter atau bisa untuk daging 2 kg.
Di Indonesia istilah Magic Cooker atau Thermal Cooker ini masih belum terlalu dikenal, dan hanya ada beberapa importir termasuk Sico yang mengimpor si Grand Energy ini ke sini. Untuk lebih mudahnya, ada yang mengatakan sebagai Panci Semi Presto, atau “Panci Meriang” karena bisa digunakan untuk makanan/minuman baik panas ataupun dingin, tepat juga bila disebut Slow Cooker Hemat Energy.
Pada dasarnya, Grand Energy atau Magic Cooker atau Thermal Cooker adalah “Termos” hampa udara yang dapat digunakan untuk mematangkan makanan dan juga menyimpan panas/menjaga makanan tetap hangat selama berjam-jam tanpa bahan bakar gas atau listrik. Seperti termos, lapisan hampa udara yang terbuat dari stainless steel dan dipadukan dengan ring baja yang ada di dalam Grand Energy membuatnya bisa menjaga makanan tetap panas hingga berjam-jam. Makanan menjadi matang secara lambat, persis seperti slow cooker.
Bedanya adalah, bahan makanan yang dimasak menggunakan Grand Energy hanya memerlukan waktu memasak selama kurang lebih 20-30 menit di atas kompor, setelahnya proses memasak tetap berlanjut tanpa menggunakan gas atau listrik. Sementara slow cooker menggunakan listrik dan cenderung membuat cairan dalam makanan berkurang. Kadang-kadang makanan menjadi berkerak di dasar panci bila dibiarkan terlalu lama tanpa diaduk. Dengan Grand Energy makanan tidak akan kering atau hangus. Tidak perlu mengecek atau mengaduk makanan di dalam pot. Daging akan lunak, juicy dan matang sempurna sementara sayuran akan tetap terjaga bentuk dan teksturnya. Karena itulah Grand Energy atau thermal cooker disebut Magic Cooker.
Bagaimana sih cara memasak menggunakan Grand Energy (atau Magic Cooker) ini?
– Grand Energy terdiri dari 2 pot : inner dan outer pot.
– Pertama, taruh makanan yang akan dimasak di dalam inner pot.
– Bila memerlukan untuk menumis, beri sedikit minyak di dalam pot, tumis bumbu terlebih dahulu.
– Kemudian masukkan bahan makanan, aduk-aduk, beri cairan (air/santan, dll), didihkan. (bisa 20 menitan, plus tambahan waktu bila memasak lontong misalnya)
– Pindahkan inner pot ke dalam outer pot Grand Energy.
– Bisa ditinggal untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Dalam waktu kurang lebih 20 menit (tergantung juga masakan yang dibuat), plus 30 menit di dalam pot, masakan dah matang dan siap disajikan.
Kelebihan Grand Energy :
– Grand Energy disebut juga panci “meriang” alias panci “panas-dingin” karena bisa menyimpan panas atau dingin selama kurang lebih 8 jam.
– Outer pot terbuat dari stainless steel dan bagian bawahnya dari baja press yang sangat tebal sehingga bisa menyimpan panas atau dingin.
– Inner pot terbuat dari stainless steel yang tebal dan berkualitas sehingga tidak akan berkarat
– Makanan yang dimasak menggunakan Grand Energy lebih “sehat” karena proses “simmering” atau memasak dengan suhu rendah berlangsung tanpa bahan bakar ataupun listrik (tidak seperti slow cooker).
– Menghemat energy (bahan bakar gas) hingga 50%.
– Selama proses memasak, pot bisa dibuka kapan saja tanpa kuatir akan meledak, namun akan mengurangi kadar panas di dalam pot.
– Bisa dibawa ke mana-mana, Grand Energy yang berisikan masakan yang sedang “berproses memasak” bisa dibawa ke manapun tanpa kuatir akan meledak/kepanasan, karena sudah dimasukkan ke dalam outer pot. Cocok untuk dibawa arisan, acara memancing, piknik, dll.
– After sales service available.
Additional feature atau keuntungan tambahan si Grand Energy atau Magic Cooker ini adalah bisa memasak cake di dalamnya. Gak percaya? Cobain deh… eh tapi beli dulu ya hehe tapiiii… namanya juga additional feature jadi tetap lebih bagus menggunakan oven lho…
Kekurangan Grand Energy :
– Memasak agak sedikit lama bila dibandingkan Panci Presto.
– Tidak bisa untuk mengempukkan tulang, seperti Ayam Tulang Lunak ataupun Bandeng Duri Lunak. Namun cocok untuk memasak aneka sup, nasi, bubur, daging, lontong/bacang/arem-arem, dll.
So, tertarik untuk memilikinya? Contact saya saja ya, via sms/WA 0878 8106 0909 atau call 0813 8071 2348 atau pin bb 2247 E670 (Femmy)
Judulnya masih penasaran dengan bakpia, secara aku penggemar berat bakpia hehe
Yang ini judulnya adalah Bakpia ala Canton, kulitnya lembut gitu… tapi pianya ukurannya jumbo alias besarrrrr….
Ini kubawa sebagai potluck dalam acara Halal Bihalal BKR @Lottemart Bekasi Barat.
Bakpia ala Canton
Bahan Kulit : A :
– tepung terigu protein sedang 500 gram
– butter 25 gram
– mentega putih 100 gram
– gula pasir 50 gram
– essence susu atau vanili 3 gram
– 250 cc air
– lemon yellow secukupnya
Cara membuat :
Aduk semua bahan sampai kalis, kecuali tepung dan air masukkan belakangan, setelah adonan halus, bungkus plastik selama kurang lebih 15 menit, sisihkan.
Bahan Kulit : B :
– tepung terigu protein sedang 300 gram
– mentega putih 150 gram
– butter 25 gram
Cara membuat : sama seperti di atas
Bahan Isian :
Red Bean Paste
250 gram Kacang merah direbus / presto, lalu haluskan
250 gram Gula pasir
175 gram minyak sayur
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
Cara Membuat :
– Masak semua bahan jadi satu, sampai halus dan rata.
Penyelesaian :
– bungkus kulit B dengan kulit A
– giling dan gulung sebanyak 2x, lalu isi dan dibentuk bulat
– poles dengan kuning telur
– panggang dengan panas 180 derajat Celcius selama 25 menit.
Resep ini dari demonya Sico Bosch di Muara Karang, dan aku dah cobain bikin, tapiiii…. berhubung dah lama banget gak pernah bikin bolu gulung, jadi hasilnya kurang cantik (malu euy hehe) alias masih basah bagian atasnya. Harusnya pakai api atas juga sebentar untuk mengeringkan bagian atasnya. Tapi karena ovenku sudah kucopot api atasnya, jadi gak pakai api atas.
Hasilnya bolunya ternyata enak juga lho, kupikir karena putih telurnya banyak, dibanding bolu gulung biasanya, hasilnya akan kenyal atau keras gitu, ternyata enggak juga…
Bolu Gulung
Bahan I :
200 gram gula pasir
125 gram tepung terigu protein sedang
100 gram butter
50 ml minyak
15 gram milk powder
15 gram maizena
10 butir kuning telur
7 butir putih telur
1 sdm SP
1/2 sdt baking powder
Bahan II :
– apricot jam
– pewarna hijau dan merah (pewarna sih bebas ya maunya warna apa)
– chocolate pasta
Cara Membuat :
– Telur, gula, SP dan milk powder dicampur jadi satu, mixer sampai mengembang
– Masukkan terigu, maizena dan baking powder, mixer kembali hingga rata.
– Tuang butter dan minyak yang telah dipanaskan, aduk rata
– Ambil adonan kira-kira 1/4 bagian, lalu kasih warna coklat, hijau dan merah), sisanya tuang dalam loyang 28×35 cm yang telah dilapisi kertas roti.
– Kemudian di atasnya kasih adonan yang telah diberi warna.
Gak pernah masak patin dan ceritanya mau sok ikut-ikutan lomba masak LE @Lottemart Kelapa Gading. Pikirku, khan bakalan ada temannya ini, eh ternyata temanku juga sama-sama gak pernah masak ikan patin. Waduhhhh…. hahaha
Tapi ya gpp deh, ikut meramaikan saja boleh toh… dan pilihan masakannya pun yang sudah mainstream, gak kreatif banget ya xixixi
Pindang Patin Pedas Asam Manis
Bahan :
1 ekor ikan patin ukuran sedang, potong-potong
3 lembar daun salam
2 batang serai, ambil bagian putih, memarkan
3 buah asam kandis
3 cm kayumanis
1 ikat kecil kemangi, dipetiki
1.500 ml air (aku : campur dengan 1/2 kaleng susu evaporated, lebih maknyuss rasa kuahnya)
3 sdm minyak untuk menumis
Bumbu halus:
8 butir bawang merah
3 butir bawang putih
9 buah cabe keriting
6 cm kunyit
7 cm lengkuas
1/2 sdt merica
1/2 sdt ketumbar
Cara Membuat :
– Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan serai, daun salam, dan kayumanis sampai harum.
– Tuang air dan susu. Masak sampai mendidih.
– Tambahkan ikan dan asam kandis. Aduk sampai berubah warna. Masukkan garam, aduk rata. Biarkan hingga mendidih.
Teman-teman punya kurma sisa Lebaran kemarin? Dan bingung menghabiskannya? Cobain deh Resep Kurma Keju Goreng ini, perpaduan manis kurma dan asin keju cheddar, membuat rasa kurma jadi berkurang manisnya, dan karamel kurma membuat aromanya mantap 🙂
Bahan :
– Keju cheddar secukupnya, (50 gram) potong dadu lebih kurang 1/2 x 1/2 x 1/2 cm
– 200 gram kurma (atau secukupnya), buang bijinya
Untuk adonan tepung :
– 1 butir telur
– garam secukupnya, aduk rata dengan telur
– 1 sdm susu bubuk
– 2 sdm tepung sagu atau maizena
– 3 sdm tepung terigu
– minyak goreng
Cara Membuat :
– Masukkan keju ke dalam kurma, kurang lebih 3-4 potong. Campur susu, terigu dan sagu. Celupkan kurma ke dalam kocokan telur, guling ke adonan tepung sampai selesai. Buat double untuk hasil yang oke.
– Panaskan minyak, goreng kurma hingga berwarna kuning kecoklatan. Goreng dengan sedikit minyak saja karena akan membuat minyak keruh, sayang kalau minyaknya banyak 🙂
Hasil eksekusi resep Danish Butter Cookies ala Monde dari postingannya mbak Rina A. Laurence di LE tertanggal 4 Juli lalu :
Danish Butter Cookies
••Danish butter cookies (kue Mond*)••
Ngobrol dengan teman dari Denmark eh dapat “resep nenek”. Di kampungnya dia, kue ini disebut klassiske vaniljekranse, kalau emak-emak di kampung saya taunya ini kue mond*. Lumayan buat nanti malam nonton bola heehee.
°°••°°••°°••°°
Modifikasi àla saya dari resep asli neneknya teman yang asli orang Denmark.
••Classic Danish Butter Cookies – Rina Laurence••
Bahan:
80gr mentega tawar
120gr mentega (atau margarine)
100gr gula halus (boleh ditambah sampai 130gr jika suka manis)
300gr tepung protein rendah
1 butir telur ukuran sedang
1 sdt vanilla extract
6 sdm tidak munjung susu bubuk full cream
Cara membuat:
– campurkan susu ke dalam tepung, aduk rata.
– kocok mentega & gula sampai jadi butter cream lembut dengan speed dari pelan ke cepat secara bertahap, tambahkan telur dan kocok sebentar saja supaya tercampur.
– masukkan tepung sedikit-sedikit sampai habis dan vanilla, mixer dengan speed rendah sampai adonan tercampur rata
– masukkan dalam pelastik segi tiga dengan spuit, cetak di loyang yang sudah diolesi mentega.
– panggang sampai berwarna keemasan merata di oven bersuhu 180°C yang sudah dipanaskan terlebih dulu / otang dengan api agak besar
– tunggu sampai dingin barulah dilepas dari loyang dan disusun bertumpuk dalam kertas cupcake/kertas bolkus dan tata dalam toples kedap udara.
Jadi sekitar 70 cookies
Notes:
– semua bahan HARUS dalam suhu ruang, tidak boleh ada yang beku atau dingin.
– panaskan oven sebelum memanggang
– silahkan berkreasi dengan bentuk menggunakan aneka spuit atau cetakan cookies
– bisa diberi campuran kismis atau chocochips untuk variasi rasa dan ditabur gula pasir.
– boleh dibuat dengan 100% mentega tawar atau 100% mentega gurih.
– beda merek butter/margarine dan susu tentu mempengaruhi rasa, maka secara logika jangan harap ini 100% rasanya seperti mond* karena bahan yang mereka gunakan belum tentu sama dengan stok di rumah mbak semua. Bisa jadi lebih enak dari mond* dan bisa juga hampir mirip rasanya karena ini resep klasik rumahan.
Ingat:
BEDA ORANG PASTI BEDA SELERA, maka kreatiflah untuk memodifikasi takaran dalam resep hingga didapatkan rasa yang pas dengan selera Anda, karena yang enak buat saya belum tentu Anda juga suka
Resep Roti Brioche yang berasal dari Perancis ini pertama kali kudapat dari kursus roti di Bogasari Tanjung Priok di tahun 2004. Wah sudah lama sekali yaaa… Ingat banget deh aku bela-belain ambil cuti demi si kursus roti Dasar 1 di Bogasari tersebut.
Setelah kursus aku suka mempraktekkan si Brioche ini karena teksturnya yang lembut. Ya lembut karena tidak seperti roti biasanya yang hanya menggunakan 2 atau 3 telur, Brioche ini banyak menggunakan telur dalam pembuatannya, bisa 7 atau 8 buah telur. Oh iya, aslinya tidak ada isinya alias kosong tapi ya terserah kita donk ya mau dibiarkan kosong atau dikasih isi hahaha
Brioche adalah roti Perancis yang bentuknya bisa bundar, loaf, kepang, atau bentuk-bentuk menarik lainnya. Biasanya dimakan pada waktu sarapan. Brioche dapat diiris dan dijadikan rusk, dengan pemanggangan 2 kali. Rusk adalah roti yang dipanggang lagi sampai kering (atau kita biasa menyebutnya bagelen/roti kering).
Bikin si Brioche ini karena Callista melihat-lihat buku resep Roti – Teori dan Resep Internasional by Manfred Lange & Bogasari Baking Center dan ada resep roti Brioche ini, tampilannya memang lucu karena ada bulatan kecil di atas bulatan besar. Mumpung belum bikin kue kering pesanan Lebaran jadi deh kusempatkan membuat si Brioche ini. Oh iya, ngemixnya yang pasti menggunakan mixer roti yang ok punya, alias mixer Bosch 🙂 promo.com deh hahaha
Brioche-ku bulatan atasnya miring ke kiri heheBrioche isi meses coklat, aslinya kosong
Resep Roti Brioche :
Bahan :
500 gram tepung terigu protein tinggi
100 gram gula pasir
1 sachet ragi instan
7 gram garam
125 gram telur
55 ml susu cair
85 ml air
150 gram mentega
Cara Membuat :
1. Campur tepung, ragi, gula, dan garam ke dalam mixer, aduk rata. Tambahkan telur, susu dan air, aduk rata menggunakan speed 1 selama kurang lebih 4 menit. Setelah 4 menit pengulenan, tambahkan mentega, pindahkan mixer ke speed 3, aduk hingga adonan kalis.
2. Bulatkan adonan, biarkan dalam suhu ruang selama 30 menit, tutupi adonan dengan plastik.
3. Kempiskan adonan, bagi adonan dengan berat masing-masing 30 gram. Lakukan hingga adonan habis. Ambil satu bagian adonan buat menjadi 2 bulatan, yang satu besar dan yang satu lagi kecil. Taruh bulatan yang lebih besar di dalam cetakan yang beroles mentega (atau alasi dengan baking sheet) dan buat sebuah lubang di tengahnya. Tempelkan bulatan yang lebih kecil di atas lubang tersebut. Lakukan hingga adonan kalis.
4. Olesi semua loyang dengan kuning telur dan taruh cetakan berisi adonan di atas loyang, biarkan dalam lemari pengembang (proofer) selama 1 jam. Olesi adonan dengan kuning telur sebelum dipanggang.
5. Panggang roti dalam oven pada suhu 200 derajat Celcius selama 10-12 menit. Setelah matang keluarkan dari oven.
Kalis Kukis yang berlokasi di Jakarta Utara kembali menerima pesanan kue kering Lebaran sebagai berikut :
1. CHEESE BUTTON
Cheese Button ini primadonanya Kalis Kukis sejak 2005, kue ini full butter, dengan keju edam di dalamnya dan topping cheddar dan icing sugar. Rasanya yummy, unik, perpaduan gurihnya keju dan manisnya icing sugar, harga per toples 450 gram Rp 95.000
Cheese ButtonOrderan Lebaran tahun lalu
2. KAASTENGELS
Kue kering andalan no. 2 Kalis Kukis adalah Kaastengels atau kue keju, karena rasa kue ini yang dominan keju, terbuat dari campuran keju edam dan parmesan, harga Rp 95.000 per toples 450 gram.
Kaastengels
3. NASTAR
Nastar Kalis Kukis dengan isian selai nanas yang banyak, yang dibuat homemade dan tidak terlalu manis, adonan nastar diberi keju cheddar sehingga ada rasa gurihnya, dan dibuat beberapa hari sebelum dikirim jadi fresh selalu… Harga per toples Rp 80.000
Nastar
4. CHOCOLATE CHIPS
Chocolate Chips yang katanya sih mirip-mirip Famous Amos, dibuat dari campuran 3 macam chocolate : chiocolate chips, milk cooking chocolate dan cokelat bubuk dan brown sugar, juga kacang mede. Harga per toples Rp 80.000
Chocolate Chips
5. CHEESE STICK
Tak menyangka ternyata Cheese Stick Kalis Kukis banyak penggemarnya juga 🙂 Terbuat dari campuran keju edam, parmesan dan cheddar, rasanya yummy dan kriuk-kriuk. Dalam kemasan 500 gram, harga per kilo Rp 100.000.
Cheese Stick
Catatan :
-Produk available untuk pengiriman di minggu ke-2 bulan puasa.
– Produk Kalis Kukis diproduksi menggunakan bahan-bahan halal dan berkualitas baik, tanpa bahan pengawet.
– Dikemas dalam toples standar berukuran 450 gram.
– Belum termasuk ongkos kirim, untuk Jakarta Rp 35.000 (free ongkir untuk Tg Priok)