Beberapa hari lalu aku beli mix fruit di Bluebell, pengen makan Fruit Cake yang banyak dry fruitnya, atau aku menyebutnya Traditional Fruit Cake.
Pertama kali makan Fruit Cake dengan banyak dry fruit dan kacang-kacangan adalah sewaktu diajak latbar ke rumah ibu Hartati (alm.) yang Senior Consular Section sewaktu di US Embassy dulu.
Senang bangettt karena bisa nyobain Fruit Cake enak, juga lasagna enakkk, juga belajar membuatnya.
Thanks ibu Lien, supervisorku yang dulu mengajakku serta. Semoga ibu sehat-sehat ya…
Kata adikku, kebanyakan buahnya, yaa dia ga tahu memang seperti itu Fruit Cake yang enakkk… tapi sayang kemanisan karena dry fruitnya memang sudah maniss… besok2 mesti dikurangi gulanya…
Fruit Cake
Bahan :
225 gram mentega
50 gram gula palem
4 butir telur
200 gram tepung terigu
½ sdt kayu manis bubuk
½ sdt bumbu spekoek
500 gram mix fruit (beli di Bluebell) atau 150 gram sukade + 150 gram kismis + 150 gram cherry)
100 gram kenari (atau almond dan kacang lainnya)
Cara membuat:
– Campur mentega dan gula palem, kocok hingga butter agak mengembang, sekitar 10 menitan
– Masukkan telur satu demi satu sambil kocok terus hingga fluffy
– Masukkan tepung terigu dan kayu manis bubuk dll yang sudah diayak
– Masukkan dry fruit, kacang2an, aduk rata
– Tuang ke dalam loyang yang sudah dialasi kertas roti
– Panggang dalam oven dengan api kecil selama sekitar 45 menit – 1 jam dengan suhu 170 derajat Celcius. Itu aku panggang menggunakan Sico Big Oven.
Sudah lama pengen bikin macaroni & cheese aja, udah lama juga ngintip resep2 luar tapi kok enggak ada satupun yang aku eksekusi hehe
Nah pas lihat youtubenya Luvita Ho, timbul lagi kepengenannya wkwkwk Ini resep ke-2 yang aku coba, dan enakkk lho… cheesy banget rasanya…
Bahan-bahannya juga simple, tapi pas udah rebus macaroni, baru nyadar kalau smoked beef yang kubeli beberapa hari sebelumnya, itu ga ada. Udah ngubek-ngubek chest freezer dan freezer kulkas, ga ketemu juga. Jadi ya akhirnya macaroni yang udah kurebus aku simpan di kulkas deh… 2 hari kemudian baru sempat aku bikin macs and cheese setelah beli smoked beefnya. Entah ngilang ke mana itu smoked beef #tepokjidat
Oh iya bedanya dengan Macaroni Schotel adalah : oh iya ini tetap pakai saus beschamel, masak tepung trus kasih susu cair gitu, macaroni schotel menggunakan telur sebagai pengikat sehingga tekstur lebih padat, sementara macaroni and cheese ini teksturnya gak padat tapi karena banyaknya keju yang digunakan, jadi tetap sticky gitu… ini beneran ekonomis, kecuali keju mozzarella-nya, tapi bisa kok diskip si moza… dan pakai keju cheddar saja untuk topping.
– 100 gr keju easy melt (aku pakai setengahnya saja, jadi 1 pack keju easy melt sekitar 166 gram, aku potong 2, jadi sekitar 82 gram – mayan khan bisa bikin sekali lagi hehe)
– 50 gr keju parut (nah ini aku banyakin, sekitar 90-100 gram gitu)
– Garam dan lada
– Mozarella untuk atasnya
Cara membuat :
Rebus macaroni hingga matang, sekitar 8 menit saja, jangan sampai terlalu matang. Beri garam dan sedikit minyak. Sisihkan.
Tumis bawang Bombay menggunakan butter or margarin, lalu masukkan tepung terigu.
Masak dengan api kecil hingga tidak berbau tepung lagi, lalu tambahkan susu cair sedikit demi sedikit.
Masak terus hingga adonan mendidih gitu, lalu masukkan keju.
Tambahkan macaroni, dan terakhir smoked beef yang sudah dipotong kecil2.
Beri garam dan lada, koreksi rasa.
Angkat lalu taruh adonan di piring Pyrex, beri mozzarella sebagai topping.
Panaskan oven suhu 200 derajat Celcius, lalu panggang Macaroni and Cheese dengan api atas saja selama kurang lebih 10-13 menit. Angkat, hidangkan.
Belakangan lagi suka lihat youtubenya Luvita Ho, Master Chef Indonesia tahun 2015 (ga ngerti season berapa hehe) dan pengen coba resep2nya.
Akhirnya setelah lihat Coffee Cookies ini, langsung coba deh karena anakku suka kopi, kupikir kalau dibikinin Coffee Cookies, dia akan suka… ternyata zonk hikss doi gak sukaaa, apa karena coklatnya banyak, katanya pahit… padahal mah gak pahit.
Buatku sih udah enak, dan beberapa teman yang aku kasih coba, pada suka bangettt… jual Fem di kantor gw, titip si A dehh nti gw suruh, ‘kata Lulu temanku yang di BI.
Bikin, jual buat Natal, Fem, jangan melulu kue kering yang berat2, kata sohibku Arsih.
Lihat nanti deh ya, belum tentu bisa bikinnya hikss ini karena aku ga bisa belajar, ga konsen belajar, jadinya malah bikin cookies…
Oh iya, saya panggang menggunakan Sico Big Oven dengan suhu 160 derajat selama kurang lebih 35-40 menit.
Beberapa waktu lalu aku bikin Kue Bangket Jahe yang resepnya dishare oleh bude Lisa. Enakkk, aku sukaaa tapi sayang jahenya ga berasa. Jadi, aku modif menggunakan jahe bubuk (jahe emprit) plus gula aren semua, jadi manisnya passs…
Kue Bangket Jahe
modif by me
Bahan :
100 gram gula merah, cairkan dengan 50 ml air, didihkan, saring (hasil akhir sekitar 150 gr)
14 gram jahe bubuk (saya menggunakan bubuk jahe emprit)
100 gram butter
1 kuning telur
125 ml santan kental (aku pakai kara 65 ml + air 60 ml, lebih juga boleh, sesuaikan dengan adonan)
500 gram tepung sagu yang sudah disangrai
70 gram biji wijen
Cara membuat :
Campur gula merah cair, jahe instan, margarin, kuning telur, aduk menggunakan whisk
Masukkan santan kental
Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit
Terakhir masukkan biji wijen, uleni hingga merata
Bentuk bulat-bulat lalu gepengkan menggunakan garpu (ini cara cepat membuat kue kering menurutku hahaha #pemalasdotcom)
Panggang menggunakan suhu 150 derajat Celcius selama lebih kurang 40 menit.
Hasil akhir : 3 toples plastik merah (lupa ditimbang hehe)
Kue Pastel Mini ini bikinnya ngebosenin menurutku, capek hahaha karena kecil2 banget ukurannya, tapi karena tanteku pengen banget bikin ya udah aku cariin deh resepnya di internet, dan ketemu resep yang nongol no. 1 di Cookpad.
Setelah kulihat2, simple banget bikinnya, tapi hasilnya kok kurang oke yah, ga renyah, apa karena ketebalan si Pastel Mini-nya ya, ga telaten yang bikin wkwkwk
Seperti biasa, saya tuh suka telattt banget2 ga ngikutin trend. Dulu saat orang-orang pada beli loyang roti sisir, aku sama sekali gak tertarik untuk ikutan beli dan bikin si roti sisir.
Nah sekarang2, baru deh muncul keinginan bikin si roti sisir, ya sud ikutan wae hehehe
Setelah browsing2 di youtube, tadinya pengen bikin metode Yudane yang sering beredar di IG, tapi kok harus tunggu 8-12 jam padahal pengen segera tahu hasilnya hehehe jadi yang Yudane method buat kapan2 pas bikin lagi. Jadi aku coba resepnya Lysa Tangkulung yang ada di youtubenya.
Oh iya aku lihat masukkan rotinya setelah digiling dan diisikan mentega atau kosongan aja, itu loyang dalam posisi horizontal/biasa, tapi kuatir jatuh/memble jadi aku isikan dalam posisi loyang vertical, jadi yang harusnya 1 loyang berisi 10 slice roti sisir, jadi 12 slice dan sisanya 8 slice di loyang satunya lagi. Jadi memang baiknya posisi horizontal saja. Resep ini pas banget jadi 20 slice adonan @35 gram. Loyang ukuran 22x12x5 cm.
Aku menggunakan tepung cakra kembar emas, beli yang pack 5 kg gitu, sekitar 50-65rb harganya, karena cakra kembar emas memang gak dijual per kg. Tepungnya dah mau habis jadi kudu beli lagi, yang jadi PR tuh penyimpanannya secara 5 kg gitu hehe tapi teksturnya beda lho dibandingkan dengan cakra kembar biasa. Tekstur rotinya lebih cakep, jadi ga heran banyak celebgram yang pakai, tekstur cakep tapi harga lebih murah dibanding komachi.
Isian butternya pun aku tuh tanggung banget, kudu 1 sdm peres sepertinya, supaya berasa butternya. Kapan2 deh yaa, next pengen coba dulu coffee cookies soalnya.
Panggang rotinya menggunakan Big Oven SICO
Roti Sisir
Bahan A:
60 ml air hangat
2,5 sdt ragi instant
2 sdm gula pasir
Caranya :
Campur semua bahan A di wadah gelas aduk dan diamkan sampai berbuih ( air jgn kepanasan ragi bisa mati dan tdk berbuih jgn di pakai ya)
Bahan B :
350 gr Tepung protien tinggi ( komachi/cakra kembar emas roti oriental – aku pakai cakra kembar emas)
50 gr gula pasir
1 sdm susu bubuk
1 butir telor utuh
70 ml susu cair dingin
50 gr butter ( golden churn – aku pakai corman) margarin juga boleh
1 sdt garam
Caranya :
1. Wadah mixer campur semua bahan B tuang bahan A ragi ke dalam mangkok mixer pakai kecepatan sedang ya di mixer sampai mulus kalis elastis
2. Sekitar 20 menitan ya matikan mesin , adonan di bulatin dan tutup diamkan 15 menit.
3. Setelah 15 menit bagi adonan @35gr -36 gr atau di timbang dan di bagi manjadi 20pcs bulatin semua tutup kain dan diamkan 10 menit .
4. Kemudian giling pipih dan lipat dari arah kiri ke kanan dan teken teken bagian akhirnya susun di loyang . ( loyang jgn lupa olesin margarin atau pengoles loyang )
5. Dan diamkan tutup kain selama 45 menit . Setelah ngembang olesin susu evaporated ( ini boleh aja di skip ) . Panggang suhu 180 c api atas bawah selama 25 menit . Atau sampai matang menurut kepanasan oven masing masing ya . ( jgn lupa panaskan oven 15 menit sebelumnya yaa – aku pakai Sico Big Oven dan harus panaskan ovennya relatif lama, sekitar 25 menit hingga benar2 mencapai suhu yang diinginkan)
6. Setelah matang olesin dengan ( olesan roti – madu – margarin- susu cair) 1:1:1 ya aduk rata
Siang tadi masak ini, masakan yang sering muncul di acara Pewarta atau acara orang Manado lainnya, tapi daku tuh malesss banget masaknya, bosan perasaan wkwkwk
Eh iya penggunaan kemiri menurut seorang teman bisa digantikan dengan kenari, lebih enak katanya tapi aku belum pernah coba dan belum pernah tanya juga ke saudara2. Kapan-kapan deh aku check recheck ke saudara2ku di Talawaan sana.
Tapi yang jelas, ini enakkk, awas nambah makannya lho xixixi kalau mau lebih enak, kemiri, jahe dan kunyit disangrai dulu yaa, jahenya boleh dihaluskan, boleh digeprek saja
Ayam Masak Woku
Bahan :
7 lembar daun jeruk, iris2 dan buang tulang daun
3 batang serai, geprek
1 lembar daun kunyit, iris2
1 lembar Daun pandan, ikat
1 ruas jahe
750 ml – 1 liter air
1 ekor ayam
1 sdt garam
1 buah tomat merah
5 buah tomat hijau kecil
3 ikat daun kemangi
3 helai daun bawang
Penyedap (optional)
Bumbu halus :
6 buah cabai merah besar
5 buah cabai merah keriting
4 buah cabai rawit (sesuaikan selera ya)
15 siung bawang merah
4 siung bawang putih
7 cm kunyit
4 butir kemiri
Minyak untuk menumis
Tumis bumbu halus
Masukkan daun jeruk, serai, daun kunyit, daun pandan, dan jahe, aduk rata
Tuangkan air, masukkan ayam
Masukkan garam dan penyedap, aduk rata, masak hingga matang
Masukkan tomat merah, tomat hijau, daun bawang, dan daun kemangi, aduk rata
Lagi rajin ceritanya… alias lagi sutrisss aku tuh hikss
Bong Li Piang ini kue kesukaanku, sejak kenal Hosit-hosit. Jadi kalau ke kantor Sico ataupun Signora di Cideng Barat, aku seringnya lewat Ketapang dan suatu waktu pas lagi lapar cari2 makan gitu, melihat plank ‘Hosit-hosit’, posisinya di ruko gitu, persis di depan Bakmie (duh lupa namanya). Yang pasti kalau kursus di Fortuna khan susah parkir di Fortuna (cuma muat 1 mobil saja), maka oleh enci di Fortuna diarahkan untuk parkir di ruko di seberang Fortuna, ya ruko itulah posisinya Hosit-hosit. Kalau Fortuna agak di tengah, maka Hosit-hosit ini agak di ujung, pas setelah pintu masuk mobil ke ruko tersebut.
Setelah beberapa kali ke Hosit-hosit, barulah aku ketemu si Bong Li Piang ini, dan langsung doyan, borong 2 pack buat stock snack di mobil.
Hanya baru-baru sih kepengen coba bikin Bong Li Piang, gegara stocknya habis dan beberapa kali ke sana masih kosong juga.
Lalu kuingat kalau Eddy Siswanto atau Chef Abal-abal khan orang Bangka, maka kucarilah resep Bong Li Piang ini. Ternyata resep Bong Li Piang ini baru beberapa hari diupload di youtubenya, jadi beruntung donk aku, pas lagi semangat pengen bikin pas ada resepnya.
Bong Li Piang
Bahan :
500 gr Gula Merah / Aren
300 ml Santan Kental
5 gr Garam
1 Sdm Bubuk Kayu Manis
3 Butir Kuning Telur
3 Lmbr Daun Pandan
700 gr Tepung Terigu Protein Sedang
50 gr Tepung Tapioka
2 Sdt Baking Powder
1 Sdt Baking Soda
50 gr Margarine
Cara membuatnya lihat di youtubenya aja yaaa, lagi males ngetik wkwkwk