Category Archives: Blog

Pia Lie Tan | Kue Pia Enak di daerah Sunter, Jakarta Utara

Sebetulnya daku sudah tahu informasi kelezatan kue Pia Lie Tan ini sejak lama, mungkin sekitar tahun 2008 saat masih ngantor di sebuah galangan kapal di Tanjung Priok. Yup cuma tahu saja sejak lama tapi belum pernah coba., kesian yaa xixi secara daku tuh sebenarnya suka banget sama yang namanya kue pia. Aneka macam kue pia daku sukaaaa…. mau pia Yogya, pia Bali, pia Chinese apalagi xixi Oh iya Pia Lie Tan ini termasuk pia Chinese yaa…  Akhirnya kesempatan mencoba kelezatannya malah setelah gak berkantor di 1 tempat, alias ngantor di banyak tempat xixi iyaaa daku khan kantorku banyak lho, lebih dari 1 gitu deh… dan daerah Sunter adalah daerah yang sering kulewati saat otw ke kantor2ku tersebut. Dan karena sejak 2012 daku ke mana-mana naik motor jadi kuniatkan untuk mencari tahu letak persisnya si Pia Lie Tan ini.

Jadi suatu waktu setelah browsing-browsing daku pun melangkahkan kaki ke lokasi, yang ternyata tidak jauh dari RS Satya Negara. Tepatnya Jl. Agung Utara 24. Sebelum ketemu Pia Lie Tan, ada Pia sejenis cuma lupa namanya, jadi ingat dengan Asinan Betawi yang di Jl. Kamboja, Rawamangun, pun begitu… Sebelum ketemu Asinan Betawi yang aslinya, akan ketemu dulu dengan Asinan Betawi lainnya (yang belakangan sih munculnya). Jamak kali yaa…. dalam bisnis kuliner untuk mendompleng ketenaran suatu “brand” supaya dagangannya laku alias memunculkan pesaing-pesaing baru, yang sebetulnya bagus juga, supaya tetap waspada, jangan sampai lengah dan tidak berinovasi, duhhh maaf jadi ngelindur xixi

 

lie tan 5

 

lie tan 3

 

lie tan 4

 

 

Bisa kelihatan khan ya di gambar Daftar Harga Pia Lie Tan, yang berlaku sejak Oktober 2014, perasaan daku baru aja beli harganya masih Rp 4.500 per buah, ternyata itu udah 1 tahun lalu yak xixi, moga-moga sekarang masih Rp 5.000 jangan naik lagi ya harganya… Pia Lie Tan ini adalah pia terenak yang pernah kucoba. Aku suka hampir semua rasa, paling suka sih kacang hijau pastinya secara daku khan green bean lover hehe Tangkue itu adalah labu, dan rasanya endesss… ada kreyes kreyes gitu, entah itu labu diapakan ya hehe

lie tan 1

lie tan 2

 

Di sini ovennya dah jelek gitu yaa tapi masih diberdayakan secara masih bisa berfungsi dengan baik, di sebelah kirinya sih ada oven yang baru, totalnya mungkin 4 oven. Bagaimana dengan loyang? Kelihatan donk di bawah oven begitu banyaknya loyang, yang gak kelihatan juga masih banyak lagi. Jadi kebayang donk berapa banyak pia yang diproduksi setiap harinya.

Oh iya, pernah sekali waktu aku ke situ dan melihat proses pengerjaan si pia, dan cepat banget lho… yang mengerjakan 4 orang, 1 menakar adonan, 1 menggiling, 1 mengisi adonan dan 1 lagi membentuk adonan, semuanya dilakukan dengan sangat cepat. Di antara 4 orang tersebut ada yang sudah berumur, mungkin saudara si owner kali yaaa… kerennn deh pokoknya 🙂

Melihat produksi kue pia ini, daku jadi pengen bikin kue pia juga, dulu sih kepikiran buat jualan tapi sekarang… cuma buat makan sendiri aja xixi

 

Bakerpreneur : Belajar Membuat Hobby Menjadi Main Business

Hobby Memasak atau Membuat Kue adalah hobby yang mengasyikkan. Yang hobby memasak atau membuat kue pasti setuju dengan saya, ya khan? Ya donk… Dari mulai melihat-lihat resep di majalah, tabloid atau searching di internet yang pastinya kadang membuat bingung karena banyaknya resep-resep yang bertaburan di mana-mana hingga hunting membeli bahan baku untuk eksekusi resep tersebut, terlebih bila berhasil memasak atau membuat kue dengan suksesnya, gembiranya tuh di sini #nunjukdada

Saat ini adalah masa-masa naik daunnya hobby memasak ataupun membuat kue tersebut. Bagaimana tidak? Produsen pembuat bahan-bahan masakan ataupun membuat kue, juga alat-alat masak berbondong-bondong turun ke lapangan, alias menghampiri langsung konsumen atau end-user produk-produk mereka. Bila dulu mereka hanya deal dengan pemilik toko bahan kue atau pemilik tempat kursus, kini dengan tangan terbuka mereka menyambut para “bakul kue” atau pembuat kue untuk mencoba produk-produk mereka dengan memberikan kursus-kursus baik gratis maupun berbayar, yang tentu saja tidak disia-siakan para bakul kue. Satu fenomena yang menyenangkan bukan?

Dengan banyaknya pehobby ataupun bakul kue, bermunculan pulalah banyak komunitas di bidang kuliner, khususnya bakul kue, salah satunya Komunitas Bakerpreneur. Saya mengenal pendiri Komunitas Bakerpreneur, mbak Afia Lindra yang merupakan owner www.suvenircoklat.com saat mbak Yenny Agustin (yang terkenal dengan brownies meltednya itu lho… http://www.jeaniesecret.com/) mengajak untuk mengikuti wisata edukasi pertanian dan peternakan milik Bapak Zulham Ariansyah (www.sentulfresh.com) yang berlokasi di Sentul, Bogor sekitar 3-4 tahun lalu. Kagum deh dengan mbak Afia yang berpartner dengan Dewi Hayu membentuk Suvenir Coklat. Walaupun sudah 3-4 tahunan saya mengetahui komunitas Bakerpreneur namun baru beberapa bulan saja saya ikut komunitas tersebut.

bco 8 puding dodol#foto beramai2 belum ada, jadi saya posting foto Puding Dodol khas Palembang aja ya xixi resepnya menyusul di postingan berikut.

Minggu, 23 Agustus 2015 adalah kopdar kali ke-2 saya menghadiri ketemuan berupa latbar membuat mie hijau yang diadakan di Jatiasih, Bekasi. Semangat para member Bakerpreneur untuk berbagi sangat besar, dan uniknya tidak hanya berbagi seputar perkuehan atau masakan tapi juga share mengenai entrepreneurship. Kemarin itu mbak Afi membahas mengenai bisnis, apa sih yang seharusnya dilakukan dalam berbisnis, apa saja yang harus diketahui dalam berbisnis selain marketing dan sales. Mengusung nama Bakerpreneur yang merupakan gabungan kata Baker dan preneur, diharapkan member Bco (singkatan untuk Bakerpreneur) juga mampu untuk fokus membesarkan produknya menjadi main business dan bukan sekedar hobby lagi. Two thumbs up buat mbak Afi dan Bco, semoga member Bco sukses bahagia senantiasa.

 

Antara Panci Presto Listrik vs Manual, Pilih Mana?

Buat Anda yang bingung memilih antara Panci Presto Listrik vs Manual, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhitungkan sebelum memutuskan apakah akan membeli Panci Presto Listrik atau Panci Presto Manual.

Panci Presto Listrik maupun Panci Presto Manual sama-sama berfungsi sebagai Panci Presto, yang dengan tekanan tinggi mempersingkat waktu masak, namun tidak mengubah rasa makanan. Anda sendirilah yang menentukan yang mana yang baik untuk Anda, pertimbangkan kebutuhan serta kondisi Anda dan sesuaikan dengan budget yang ada. Bila budget tidak masalah dan kondisi memungkinkan, kenapa tidak mencoba keduanya saja? hehehe

Pilih Mana, Panci Presto Listrik vs Manual?
Pilih Mana, Panci Presto Listrik vs Manual?

Keuntungan menggunakan Panci Presto Listrik dibandingkan Manual :

  • Tidak usah menentukan waktu memasak karena tinggal memencet tombol menu yang ada, misalnya ingin memasak semur ayam tidak usah memasang timer lagi, tinggal tekan tombol “Chicken” dan mesin otomatis memproses masakan ayam tersebut.
  • Anda bisa menentukan sendiri waktu memasak makanan yang Anda inginkan karena panci presto listrik dilengkapi dengan timer, Anda tinggal setting timer tersebut.
  • Memasak tidak harus selalu di dapur, Anda bisa memasak di ruang tamu, atau di loteng juga bisa, tinggal memindahkan panci presto listrik Anda dan mempersiapkan sambungan listrik.
  • Panci presto listrik mengeluarkan bunyi halus saat memproses masakan.
  • Makanan yang dimasak di panci presto listrik tidak akan “hangus” dengan mudah.
  • Makanan bisa tetap hangat karena ada feature “Keep Warm”.

Sementara kekurangannya :

  • Berdaya listrik tinggi (800 watt).
  • Spare part available namun life-cyclenya lebih cepat dari panci presto manual.
  • Bila sewaktu-waktu listrik mati, kegiatan memasak Anda pun bisa terhenti.

 

Keuntungan menggunakan Panci Presto Manual :

  • Lebih murah karena menggunakan gas dengan api kecil.
  • Panci berbahan dasar stainless steel tebal.
  • Panci bisa digunakan sehari-hari, misalnya memasak nasi, sayur, menggoreng fried chicken, atau bisa juga untuk memasak klappertaart karena dengan dasar panci yang tebal membuat makanan tidak mudah hangus.
  • Spare part available dan life-cycle lebih lama.
  • Bila listrik padam, Anda tetap bisa melanjutkan kegiatan memasak.

Sementara kekurangan Panci Presto Manual :

  • Mengeluarkan bunyi mendesis saat proses memasak berlangsung.
  • Mudah digunakan.
  • Bila Anda lupa mematikan kompor, kemungkinan panci hangus bisa terjadi.

Demikianlah sedikit paparan mengenai kelebihan dan kekurangan Panci Presto Listrik vs Manual, Anda sendirilah yang memutuskan baiknya membeli Panci Presto Listrik atau Manual.

Untuk melihat Panci Presto Listrik Hamada, silakan lihat di sini

Untuk melihat Panci Presto ISA, langsung ke tkp saja di sini

Terapi Akupunktur Untuk Mengobati HNP a.k.a. Syaraf Kejepit

Tempat Praktek pak Yuyun:

Jl. Barito Raya no. 168
Depok II Timur
kalau naik kendaraan umum : naik angkot 02, turun sebelum SMP 3 Depok
atau naik gojek dari terminal atau stasiun di Depok
telp. 021-7705218 / 021-96662255
HP pak Yuyun 0812-9662-255

 

HNP (Herniated Nucleus Pulposus) atau oleh masyarakat awam lebih dikenal sebagai Syaraf Kejepit adalah menonjolnya inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga diskus yang menonjol dari tempatnya tersebut menekan syaraf sebagai akibatnya  adalah berbagai macam sakit, kesemutan, juga lemahnya anggota gerak seperti punggung, pinggang, lengan, atau tungkai, bisa juga ke leher.

HNP a.k.a. Syaraf Kejepit inilah yang selama 6 tahun terakhir ini kuakrabi. Di awal tahun 2009 daku mulai aktif ikut komunitas B2W (Bike to Work), mulai dari  Fun Bike (lebih sering diadakan di Senayan dsk, lokasi Car Free Day), juga kegiatan offroad atau bersepeda menyusuri jalan-jalan kampung di sekitar Cibubur – Cimanggis, melewati jembatan kayu, naik turun bukit atau offroad di sekitar JPG (Jalur Pipa Gas) di BSD. Sangat-sangat menyenangkan lho mengisi weekend dengan bersepeda dengan teman-teman. Selain offroad, daku juga ikutan touring, istilah untuk bersepeda di jalanan bagus/beraspal dan berjarak jauh, seperti misalnya dari Jakarta ke Bogor, jarak kurang lebih 70 km kami susuri dalam waktu kurang lebih 6-7 jam. Dan yang paling berkesan buatku adalah touring ke Anyer, yup Jakarta – Anyer adalah rekor terpanjangku bersepeda, menjadi satu hal yang bisa kubanggakan ke anakku, kalau emaknya ini mampu juga ternyata gowes jauh2 hehehe Cerita gowes nyantai ke Anyer bisa dibaca di sini gowes-Anyer

Tahun 2010 aku mulai merasakan sakit pada kaki, juga pinggang. Awalnya kupikir karena kecapekan bersepeda. Pada waktu itu aku bersepeda ke kantor, tidak tiap hari sih tapi bisa 2-3 kali dalam seminggu, apalagi jarak dari rumah ke kantorku gak begitu jauh, kira-kira 6-7 km, jadi pulang pergi aku menempuh jarak 12-14 km. Karena kakiku sakit jadi kukurangi aktivitas bersepeda ke kantor menjadi sekali dalam seminggu, namun ternyata tidak berkurang juga sakitnya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk memeriksakan kakiku ke dr. tulang di RS Koja. Itu pun aku ke dr. Arsanto (dr. bedah tulang) pada akhir Februari 2011, berbulan-bulan setelah sakit, daku memang pemalas sekali bila berurusan dengan dokter, hikss Hasil pemeriksaan fisik dan juga X-ray pada kaki dan pinggangku : Osteoarthritis lumbalis dan sugestif HNP pada L5-S1. Dokter juga menyarankan pemeriksaan Hematologi, Imunoserologi dan Fungsi Ginjal yang semuanya rata-rata baik (ada beberapa sih di bawah normal) tapi masih OK kata dokter. Saat itulah sebetulnya aku mengenal HNP atau Syaraf Kejepit ini, tapi masih belum ngeh benar.

Sakit yang kurasakan pada kakiku adalah baal/kebal dan sakit sekali bila digerakkan, juga terasa keras dan panas. Dokter menjelaskan mengenai bantalan (diskus) tulang belakang, bagaimana diskus mempunyai cairan/gel sehingga seperti pelumas bisa membuat tulang flexible bergerak, namun bila bantalan tersebut terkikis atau menonjol keluar akibatnya syaraf-syaraf di sekitarnya juga ikut keluar, tidak terlindungi sehingga menyebabkan sakit di bagian tersebut. Itu penjelasan singkat dokter dan belum sepenuhnya bisa kupahami. Saat itu aku masih cuek saja dan karena pada suatu waktu kakiku tidak sakit lagi, padahal obat dari dokter sudah kutebus tapi tidak kuminum. Kupikir sudah sembuh, mungkin kalaupun sakit lagi masih nanti-nanti, masih lamaaaa… Ternyata beberapa bulan kemudian si HNP atau Syaraf Kejepit ini kembali lagi menghampiriku, dan sakitnya benar-benar deh… dah kayak nenek-nenek aja sampai terbungkuk-bungkuk gitu hikss Jadi kembalilah daku ke dokter, oleh dokter disarankan untuk Fisioterapi yang setelah kutanya ke seorang teman yang bekerja di RS, intinya adalah “pemanasan”, tubuh kita dipanasi gitu… Kebetulan di kompleksku sedang marak-maraknya pengobatan ceragem, ya seperti fisioterapi jadinya. Karena dekat rumah jadilah aku berobat ceragem hampir setiap malam, sepulang kerja. Mayan murah deh dibanding fisioterapi di RS, sekali datang hanya Rp 5.000, plus free sekali setelah 10x kedatangan. So, selama setahun lebih aku rajin ceragem-an dan juga berenang, yang kata dokter: bagus untuk penderita HNP.

Di bulan Oktober 2013 saya browsing-browsing mengenai HNP ini dan end-up di postingan Nia di blognya ini https://alnifamily.wordpress.com/myself/my-self/

Daku juga mendapat pencerahan mengenai pengobatan untuk HNP dari postingannya Budiman Hakim di Kompasiana http://www.kompasiana.com/budiman_hakim/hnp-bisa-disembuhkan-tanpa-operasi_551ae0a4a33311be20b65a69

Dari situ daku mulai terapi akupunktur di tempat pak Yuyun, yang saat itu kebetulan gak jauh dari kantor ISA di Benhil. Jadi setelah dari kantor ISA barulah daku ke tempat pak Yun.

yuyun4

Baru beberapa bulan lalu pak Yun pindah ke Depok, membuatku harus ke Depok juga untuk terapi akupunktur. Oh iya, tahun lalu aku rutin 2 atau 3 bulan sekali ke tempat pak Yun tapi sejak jalan-jalan ke Bali di akhir 2014, sudah hampir 10 bulan aku gak terapi, duh bandelll ya…

Di akhir bulan puasa, beberapa hari sebelum Lebaran kusempatkan ke tempat pak Yun, itu juga karena kembali HNP-ku kambuh, takjub deh melihat tempat praktek pak Yuyun yang baru, karena beliau berkolaborasi dengan putrinya yang juga membuka praktek akupunktur tapi di bidang kecantikan. Pak Yuyun menempati lantai bawah sementara putri pak Yuyun di lantai atas.

yuyun3

Mengobrol dengan pak Yuyun selalu menyenangkan karena beliau hampir selalu punya jawaban untuk masalah kesehatan yang kita tanyakan. Oh iya, pada 21 November 2013 daku membuat fb group “Bersahabat dengan HNP” group khusus sharing informasi buat teman-teman senasib sependeritaan hahaha lebayyy… https://www.facebook.com/groups/484072058373777/

yuyun1

yuyun2

#bersambung

 

 

Visit ke Bukalapak

Teman-teman yang biasa online pasti pernah ya belanja di situs jual-beli online yang sekarang ini sedang marak2nya, seperti bukalapak.com, tokopedia, elevenia, dll. Apalagi yang jualan online, biasanya akan aware juga untuk ikut berjualan di Bukalapak.com (seperti saya hehe… )

Iya saya ada akun di Bukalapak yang telah saya buka sejak tahun 2013, wah dah 2 tahun pasti feedbacknya dah banyakkkk eits ternyata tidak, baru 11 kok xixi soalnya saya kurang aktif di situ… baru-baru aja ditengok lagi itu akun. Akun di BL itu adalah satu-satunya akun saya di situs jual-beli online yang saya keep, lho? Iya saya suka aja di BL karena lebih mudah aja sih dibanding yang lainnya, buat saya lho ya, yang rada-rada gatek  ini hahaha

Btw bulan puasa lalu bersama komunitas TDA Jakarta Timur daku berkesempatan mengunjungi kantor Bukalapak.yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan. Ini sedikit oleh-oleh foto-fotonya. Yang jelas, asyikk juga lho kerja di situ karena bisa internetan terus tiap hari (kudu malah hehe), kalau dah capek boleh lho main games, dan banyak banget anak-anak mudanya, lha bossnya aja masih muda banget tuh…

Yup, boss atau owner Bukalapak : mas Achmad Zaky masih terlihat muda banget khan, lulusan Teknik Informasi ITB ini (eh ternyata gak banyak yang tahu kalau ITB juga ada Teknik Informasi lho, termasuk saya hehe) mendirikan Bukalapak berdua eh akhirnya bertiga dengan teman kampusnya. Berkat kejeniusan dan jiwa entrepreneurship mereka terbentuklah Bukalapak, dan dalam 2 tahun berhasil membawa Bukalapak seperti sekarang ini.

Bukalapak terkenal sebagai situs jual-beli online yang berhasil mengonlinekan sepeda berikut spare partnya, baru-baru Bukalapak bekerjasama dengan Paskomnas (Pasar Komoditas Nasional) yang berpusat di Tangerang dalam menjual komoditas sayur dan buah-buahan. Dengan berbelanja sayur dan buah sebesar Rp 500.000 maka akan mendapatkan free delivery, produk-produknya pun bagus-bagus, saya dah nyobain beli soalnya hehe Cocok tuh buat yang berbisnis catering.

Sukses selalu ya buat Bukalapak.com 🙂

 

Owner BL, mas Achmad Zaky dengan Sambal Roa Tante FE
Owner BL, mas Achmad Zaky dengan Sambal Roa Tante FE
Narsis dulu dengan owner BL, mas Achmad Zaky
Narsis dulu dengan owner BL, mas Achmad Zaky
bl1
Nyentriknya mas Achmad Zaky terlihat dari kunciran rambutnya hehehe
bl2
Suasana kerja di Bukalapak, nyantai beud ya xixixi
bl4
kalau capek kerja, boleh ke sini nie untuk rehat atau main games, asyiknya…

Mencoba Kuliner Kalimantan Barat di Pademangan | Kuliner Jakarta Utara

 

10 Mei lalu tabloid Lezat menyelenggarakan Cooking Show yang membahas tentang Bisnis Frozen Food Rumahan Modal Kecil yang diadakan di The Media Hotel & Towers Jalan Gunung Sahari Raya. Walaupun aku gak di bisnis Frozen Food tapi teteup penting donk buat usaha, kali aja besok-besok aku mau bikin nugget ayam lagi hehe jadi deh aku ikut acara tersebut.

Di situ ketemu mbak Rin dan Juliana Aping, teman di komunitas baking dan mereka mengajak untuk kulineran di Pademangan yang memang gak jauh dari situ. Karena aku juga suka mencoba kuliner baru, jadi deh setelah acara kita meluncur ke Pademangan.

Kami mencoba es campur dan rujak Pontianak yang ternyata enak juga ya…

pademangan6
Ini Juli dan mbak Rin mejeng dulu sebelum pulang xixi

 

pademangan5
Penampakan di sebrang tempat kami nongkrong, banyak RM Kalbar di Pademangan

 

es campur
Es Campur Pontianak ada jagung dan kacang merah, juga kacang jali-jali, hmm… rasanya unik deh…

 

rujak ponti
Rujak Pontianak Seperti rujak biasa hanya toppingnya beda… Guess what is the topping? Yup, toppingnya adalah ebi alias udang kering, enakkk… cobain deh…

 

pademangan4
Ini jus talas, talasnya diapain ya, ada yang tahu? hehe

 

 

pademangan2
Ini Siomay yang gak halal, recommended buat non Muslim aja yaa

 

pademangan1
Kata Juli Nasi Campur di sini enak, lebih enak dari di Apollo…

 

pademangan3
Ini penampakan nasi campurnya, aku bungkus saja buat anakku yang kebetulan doyan banget Nasi Campur ala Chinese

 

Food and Hotel Indonesia 2015 | Pameran JIE Kemayoran

Food and Hotel Indonesia 2015 yang diselenggarakan bulan April lalu adalah FHI pertama yang aku ikuti. Rupanya dah menjadi trend untuk bakulers (istilah untuk bakul kue rumahan seperti saya) untuk mengikuti pameran yang berkaitan dengan Kuliner, Food, Mesin2 Baking dan sejenisnya.

Saat ini produsen besar telah aware juga dengan kehadiran para bakulers sehingga banyak program yang dibuat yang berhubungan langsung dengan bakulers sebagai end-user produk-produk mereka. Para Chef pun “turun” ke medan laga, jiahhh pertempuran kali yaaa… tapi yang jelas banyak Chef yang mewakili produsen besar kini berhubungan langsung dengan end-user. Hal ini tentunya menguntungkan buat para bakulers karena dapat menimba ilmu lebih banyak dari para Chef tersebut, selain bisa mengetahui langsung produk yang mereka pakai, dan masih banyak keuntungan lainnya. Jadilah ajang Food and Hotel Indonesia 2015 salah satu event bertemunya produsen dan konsumen yang tidak hanya dari kalangan Hotel Industry tapi juga pelaku bisnis kuliner.

Food and Hotel Indonesia 2015 merupakan ajang pameran produsen-produsen yang bergerak tidak hanya di bidang kuliner tapi juga produk-produk untuk di hotel seperti mesin-mesin laundry, alat-alat baking sekelas hotel, glassware, clothing hotel, dll.

Buat para bakulers memang lebih menarik event Interfood dibanding FHI tapi tetap worthed kok untuk mendapatkan ilmu dan supplier macam-macam alat baking ataupun memasak.

 

fhi5Stand Zeelandia full pengunjung yang ingin mengikuti lomba menghias cupcake, membuat donat, cake dan banyak lagi.

fhi2 Ini para pemenang lomba menghias cupcakes berfoto dengan MC dan hadiah yang mereka dapatkan. Mayan banget yaaa…

fhi4Yang ini stand St. James yang keramiknya keren-keren itu alias eksklusif n maharani xixi

fhi1Ini pembeli yang mengantri di stand Lock n Lock yang memberikan diskon 30% untuk semua produknya. Produk baru Lock n Lock keren juga ternyata, bisa disusun seperti ada lemnya gitu… Nyesel gak beli yang ukuran kecil karena aku gak tahu bakal butuh hehe

fhi3Ini daku mejeng dulu ya di stand Zeelandia. Bukti kehadiranku di Food and Hotel Indonesia 2015 🙂

Cetak Brosur Digital Printing Murah di Jakarta

Cetak Brosur Digital Printing Murah di Jakarta | Memang ada ya? Ada donk hehe Bila teman-teman tahu daerah Kalibaru di Jakarta Pusat, di situlah pusatnya cetak brosur murah di Jakarta. Jadi setelah iseng-iseng melihat-lihat pameran World Digital of Printing saya pun menemukan 1 tempat cetak brosur yang bernama Dot’s Digital Printing. Saya pun mencoba si Dot’s tersebut, dengan langsung mendatangi tempatnya di Jl. Kepu Selatan, Jakarta Pusat. Ada jasa setting design juga di situ, dan murah pula, hanya Rp 50.000 dapat design seperti label Sambal Roa Tante FE di bawah ini, mayan khan?

kalibaru5

Setelah mikir-mikir packing seperti apa yang cocok untuk sample si Sambal Roa, akhirnya ketemu juga seperti di atas. Tadinya yang kepikiran tuh taruh di cup-cup mini gitu, tapi bingung plastiknya untuk packingnya seperti apa, karena pasti akan menyembul gitu… Cari-cari di tempat jual plastik di pasar Permai, akhirnya taruh deh di plastik biasa, lalu bungkus plastik biasa lagi, jadi dobel gitu, lalu dikemas di plastik mika. Not bad khan? xixi Oh iya aku cetak brosur digital printingnya beneran murah lho… Nanti ya aku share berapa-berapanya, belum nemu kwitansinya xixixi

kalibaru2

kalibaru1

Keingetan ambil cetakan di Dot’s itu pas Kamis 2 minggu lalu, yang Jumatnya tanggal merah libur Hari Buruh (1 Mei), dah sore pula tapi beruntung ada bossnya langsung jadi langsung diprint saat itu juga, padahal dah jam 5 lewat xixixi Boss-nya itu baik banget deh… dia juga yang kasih saran untuk warnanya, posisinya, besar huruf, dll. Dikasih diskon pula… Oh iya, jadi dia bilang ukurannya kalau bisa pas 1 halaman sticker itu dihabiskan / dipaskan kepakai semua karena sayang kalau tidak dipakai. Dan ternyata bisa juga ngepas 1 halaman sticker ukuran A3 dicetak menjadi banyak bangetttt, pokoknya jadi murah murah murah deh… Secara dia dah puluhan tahun di percetakan yak… Dan dia tetap melayaniku sebagai client padahal aku khan ordernya gak banyak yak… duh salut deh buat pak boss Dot’s… Gak salah deh kalau dibilang Cetak Brosur Digital Printing Murah di Jakarta ya di sepanjang Jalan Kalibaru – Kepu, salah satunya ya di Dot’s itu.

kalibaru3

kalibaru4

Di sepanjang jalan Kalibaru banyak ditemukan Cetak Brosur, Mesin Potong Kertas seperti di gambar, dan saat aku memotong sticker buat Sambal Roaku cuma kena Rp 20.000, daripada capek-capek ngegunting sendiri seperti yang pernah kulakukan waktu itu (capek deh hehe)

Oh iya, sebetulnya aku dah tahu sih sejak lama kalau tempat Cetak Brosur Murah ya di Kalibaru tapi biasa deh akunya gak sempat jalan-jalan (jiahhh yang sok sibuk xixi) jadi ya gak pernah ke sana sampai akhir April lalu itu. Jadi kalau mau mendapat brosur dengan harga murah ya dolanan ya ke Kalibaru 🙂

World Of Digital | Pameran JIE Kemayoran

Dalam group discussion seorang teman menginformasikan pameran digital, tepatnya World of Digital. Pameran yang diselenggarakan tanggal 22-25 April lalu di JIC Kemayoran merupakan ajang promosi bagi pebisnis di bidang percetakan karena banyaknya mesin-mesin cetak yang dipajang.

Kebetulan aku gak kemana-mana jadi kusempatkan untuk melihat pameran tersebut, pas juga sedang ingin membuat sticker, brosur, dll untuk Sambal Roa.

Tapi ternyata perkiraanku salah, kebanyakan yang jual mesin-mesin cetak yang besar-besar gitu… beruntung juga sih masih menemukan percetakan yang menjual mesin sekaligus menerima settingan serta cetak brosur, sticker, dll, dan kasih harga promo pula. So, gak sia-sia deh datang ke pameran xixi

Oh iya, aku juga menemukan kaos Gildan yang kalau kata temanku, suka dicari sama anak-anak abegeh. Welehhh, kalau aku suka kaos Gildan juga, berarti daku termasuk golongan abegeh donk wkwkwk

wod2wod3wod4wod5wod6wod7

Oh iya, untuk kaos Gildan yang katanya diimpor dari Canada tapi pabriknya di Bangladesh, harganya cukup terjangkau kok, bisa dilihat dari price list yang sempat kufoto. Bahan katunnya mayan enak, nyaman gitu, sayang sewaktu pameran mereka tidak menjual semua model, hanya model oblong yang mereka jual.

Indahnya Persahabatan Kelas I-10 | Visit Hendra di Kuningan (bag. 2)

Di bagian 1 sudah kuceritakan background persahabatan kami di kelas I-10 saat di SMA 13 dulu, sejak 2009 (sebelum reunian angkatan) kami sudah reuni lebih dulu, dimulai dari ketemuan di Sunter, MAG, Ciputat, sampai ke Kuningan dan teman-teman pun antusias untuk hadir, saat di Ciputat lebih dari 20 orang yang hadir malahan, anehnya pas reuni angkatan hanya 3 orang saja yang hadir (hanya daku, Zach dan Hendra), sepertinya mereka lebih nyaman bila ketemuan dengan teman-teman yang lebih dekat saja, atau bisa juga karena EO alias koordinator yang gencar mengajak teman-teman untuk tetap menyambung tali silaturahmi antara kami, yup siapa lagi koordinatornya kalau bukan si “Anus” alias Stephanus Iwan dan “kang Maman” alias Khabibur Rachman, sang dosen Unpad dan akyuuuu xixixi

Kembali ke catper Kuningan saat mengunjungi Hendra, kami akhirnya menyewa mobil, tadinya mau pakai mobilnya Kris tapi ternyata sedang “disekolahkan”, baru tahu nie istilah ini dalam bisnis persewaan mobil… Iwan menjadi supirnya, doi memang terbiasa menyetir jarak jauh, off-road Jakarta – Bandung atau Jakarta – Surabaya dengan istri dan anak-anaknya telah biasa dia lakoni, doi malah lebih suka naik mobil daripada kereta misalnya. Jiahhh kalau aku sih malah lebih suka naik kereta, gak macet boo…

Jadi semobil ada Iwan, Kris, Slamet, Guwoyo, Widi dan aku, tadinya Kris nyaris ngebelain kerjaannya, doi kerja di Astra dan masih kerja shift-shiftan gitu, karena harus lembur gitu… tapi setelah “diancam” sama Iwan dan “dijemput paksa” akhirnya doi nyerah juga, ngikutt… malah tanpa persiapan apa-apa alias ngoboy hahaha Kris… Kris… temanku yang satu itu antik banget deh, logat bicaranya masih “nge-Gombong” banget trus suka banget tp-tp alias tebar pesona ke cewek-cewek cantik baik yang ada di kelas maupun di luar kelas, tapiii… tak ada satupun yang meladeni, hahaha kesian deh Kris… tapi Kris gak patah semangat lho… buktinya putrinya cantik banget, pintar pula karena bisa kuliah di UI. Semangat sekali Kris memperlihatkan foto putrinya kepada kami dan awalnya kami nyaris gak percaya, “masa sih itu anak elo Kris?”, “kok beda banget…”, “jangan-jangan, jangan-jangan….” hahaha candaan khas anak I-10 pun keluar, apalagi si Anus tuh kadang suka kelewatan becandanya tapi Kris kalem aja nanggapinnya, kagak marah booo… dah kenyang dia dibully sejak SMA rupanya hehe

otw selfie di mobil

kris ngorok
Lupa nie kerjaan siapa yang take picture saat Kris sedang ngorok hehe

Oh iya, setelah menjemput Kris kami pun berangkat dengan formasi lengkap tadi, kami melewati Jatinangor, jadi tahu kampus baru Unpad di sana, luas euy… karena saat itu jam 12 mampir deh buat lunch di Ayam Goreng Ny. Suharti, wuaaa dah lama banget aku gak makan Ayam Goreng Ny. Suharti, terakhir sewaktu kerja di BDF sepertinya, which is mungkin sekitar tahun 1999, lebih dari 15 tahun deh… jadi lupa lagi rasanya hehe tapi teteup enakk kok…

otw ny suharti

Singkat cerita, (karena daku dah lupa lagi hahaha inilah akibat catper 6 bulan lalu baru ditulis sekarang #tepokjidat) kami tiba di Kuningan sudah malam hari dan langsung menuju rumah Hendra di desa Sadayana di kaki gunung Ciremai. Sayangnya rombongan Rizal beserta istri dan putrinya yang naik KA telah tiba lebih dulu dan tidak sempat bertemu karena mengejar kereta jam 7 malam dari Cirebon sementara Gaper dan keluarga, juga Chabby dari Bandung telah tiba juga, rombongan pak Jaksa Arif dan pak Insinyur Erwin juga sudah hadir sejak sore karena mereka berangkat sejak Jumat malam. Oh iya, Arif pernah bertugas di Kuningan jadi dia hafal banget jalan-jalan di sana. Diar dan keluarganya pun sudah tiba lebih dulu, Diar asli Kuningan dan kebetulan ada familynya yang menikah jadi sekalian kita bikinnya pas event tsb sehingga urusan ijin untuk ikutan jadi mudah, pas banget paketu Erwin juga bisa keluar dari “pertapaan”-nya di hutan rimba 🙂

Risha, putrinya Rizal yang sangat excited naik KA dan jalan2 ke Kuningan
Risha, putrinya Rizal yang sangat excited naik KA dan jalan2 ke Kuningan
hendra n arief
Ini pak Jaksa Arif yang aku bilang sih jaim hehe (moga2 Arif gak baca yee, kalau pun baca jangan marah ye rif hahaha)

 

Hendra dan istrinya serta putranya Hafiz di rumahnya yang sederhana menyambut kami dengan gembira, mereka dah nyiapin makan malam pula buat kami. Duh ndra jadi kerepotan deh… padahal Hendra gak boleh kecapekan gitu… beruntung istrinya sangat rajin dan pintar memasak bahkan bisa membuat otak-otak bandeng, bawang goreng, yang semuanya enak-enakkkk…

hendras house 4hendras house 7

hmm… senangnya akan kebersamaan dengan teman-teman satsepul 🙂 semoga akan langgeng hingga kami tua nanti…