Beberapa waktu lalu aku bikin Kue Bangket Jahe yang resepnya dishare oleh bude Lisa. Enakkk, aku sukaaa tapi sayang jahenya ga berasa. Jadi, aku modif menggunakan jahe bubuk (jahe emprit) plus gula aren semua, jadi manisnya passs…
Kue Bangket Jahe
modif by me
Bahan :
100 gram gula merah, cairkan dengan 50 ml air, didihkan, saring (hasil akhir sekitar 150 gr)
14 gram jahe bubuk (saya menggunakan bubuk jahe emprit)
100 gram butter
1 kuning telur
125 ml santan kental (aku pakai kara 65 ml + air 60 ml, lebih juga boleh, sesuaikan dengan adonan)
500 gram tepung sagu yang sudah disangrai
70 gram biji wijen
Cara membuat :
Campur gula merah cair, jahe instan, margarin, kuning telur, aduk menggunakan whisk
Masukkan santan kental
Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit
Terakhir masukkan biji wijen, uleni hingga merata
Bentuk bulat-bulat lalu gepengkan menggunakan garpu (ini cara cepat membuat kue kering menurutku hahaha #pemalasdotcom)
Panggang menggunakan suhu 150 derajat Celcius selama lebih kurang 40 menit.
Hasil akhir : 3 toples plastik merah (lupa ditimbang hehe)
Kue Pastel Mini ini bikinnya ngebosenin menurutku, capek hahaha karena kecil2 banget ukurannya, tapi karena tanteku pengen banget bikin ya udah aku cariin deh resepnya di internet, dan ketemu resep yang nongol no. 1 di Cookpad.
Setelah kulihat2, simple banget bikinnya, tapi hasilnya kok kurang oke yah, ga renyah, apa karena ketebalan si Pastel Mini-nya ya, ga telaten yang bikin wkwkwk
Seperti biasa, saya tuh suka telattt banget2 ga ngikutin trend. Dulu saat orang-orang pada beli loyang roti sisir, aku sama sekali gak tertarik untuk ikutan beli dan bikin si roti sisir.
Nah sekarang2, baru deh muncul keinginan bikin si roti sisir, ya sud ikutan wae hehehe
Setelah browsing2 di youtube, tadinya pengen bikin metode Yudane yang sering beredar di IG, tapi kok harus tunggu 8-12 jam padahal pengen segera tahu hasilnya hehehe jadi yang Yudane method buat kapan2 pas bikin lagi. Jadi aku coba resepnya Lysa Tangkulung yang ada di youtubenya.
Oh iya aku lihat masukkan rotinya setelah digiling dan diisikan mentega atau kosongan aja, itu loyang dalam posisi horizontal/biasa, tapi kuatir jatuh/memble jadi aku isikan dalam posisi loyang vertical, jadi yang harusnya 1 loyang berisi 10 slice roti sisir, jadi 12 slice dan sisanya 8 slice di loyang satunya lagi. Jadi memang baiknya posisi horizontal saja. Resep ini pas banget jadi 20 slice adonan @35 gram. Loyang ukuran 22x12x5 cm.
Aku menggunakan tepung cakra kembar emas, beli yang pack 5 kg gitu, sekitar 50-65rb harganya, karena cakra kembar emas memang gak dijual per kg. Tepungnya dah mau habis jadi kudu beli lagi, yang jadi PR tuh penyimpanannya secara 5 kg gitu hehe tapi teksturnya beda lho dibandingkan dengan cakra kembar biasa. Tekstur rotinya lebih cakep, jadi ga heran banyak celebgram yang pakai, tekstur cakep tapi harga lebih murah dibanding komachi.
Isian butternya pun aku tuh tanggung banget, kudu 1 sdm peres sepertinya, supaya berasa butternya. Kapan2 deh yaa, next pengen coba dulu coffee cookies soalnya.
Panggang rotinya menggunakan Big Oven SICO
Roti Sisir
Bahan A:
60 ml air hangat
2,5 sdt ragi instant
2 sdm gula pasir
Caranya :
Campur semua bahan A di wadah gelas aduk dan diamkan sampai berbuih ( air jgn kepanasan ragi bisa mati dan tdk berbuih jgn di pakai ya)
Bahan B :
350 gr Tepung protien tinggi ( komachi/cakra kembar emas roti oriental – aku pakai cakra kembar emas)
50 gr gula pasir
1 sdm susu bubuk
1 butir telor utuh
70 ml susu cair dingin
50 gr butter ( golden churn – aku pakai corman) margarin juga boleh
1 sdt garam
Caranya :
1. Wadah mixer campur semua bahan B tuang bahan A ragi ke dalam mangkok mixer pakai kecepatan sedang ya di mixer sampai mulus kalis elastis
2. Sekitar 20 menitan ya matikan mesin , adonan di bulatin dan tutup diamkan 15 menit.
3. Setelah 15 menit bagi adonan @35gr -36 gr atau di timbang dan di bagi manjadi 20pcs bulatin semua tutup kain dan diamkan 10 menit .
4. Kemudian giling pipih dan lipat dari arah kiri ke kanan dan teken teken bagian akhirnya susun di loyang . ( loyang jgn lupa olesin margarin atau pengoles loyang )
5. Dan diamkan tutup kain selama 45 menit . Setelah ngembang olesin susu evaporated ( ini boleh aja di skip ) . Panggang suhu 180 c api atas bawah selama 25 menit . Atau sampai matang menurut kepanasan oven masing masing ya . ( jgn lupa panaskan oven 15 menit sebelumnya yaa – aku pakai Sico Big Oven dan harus panaskan ovennya relatif lama, sekitar 25 menit hingga benar2 mencapai suhu yang diinginkan)
6. Setelah matang olesin dengan ( olesan roti – madu – margarin- susu cair) 1:1:1 ya aduk rata
Siang tadi masak ini, masakan yang sering muncul di acara Pewarta atau acara orang Manado lainnya, tapi daku tuh malesss banget masaknya, bosan perasaan wkwkwk
Eh iya penggunaan kemiri menurut seorang teman bisa digantikan dengan kenari, lebih enak katanya tapi aku belum pernah coba dan belum pernah tanya juga ke saudara2. Kapan-kapan deh aku check recheck ke saudara2ku di Talawaan sana.
Tapi yang jelas, ini enakkk, awas nambah makannya lho xixixi kalau mau lebih enak, kemiri, jahe dan kunyit disangrai dulu yaa, jahenya boleh dihaluskan, boleh digeprek saja
Ayam Masak Woku
Bahan :
7 lembar daun jeruk, iris2 dan buang tulang daun
3 batang serai, geprek
1 lembar daun kunyit, iris2
1 lembar Daun pandan, ikat
1 ruas jahe
750 ml – 1 liter air
1 ekor ayam
1 sdt garam
1 buah tomat merah
5 buah tomat hijau kecil
3 ikat daun kemangi
3 helai daun bawang
Penyedap (optional)
Bumbu halus :
6 buah cabai merah besar
5 buah cabai merah keriting
4 buah cabai rawit (sesuaikan selera ya)
15 siung bawang merah
4 siung bawang putih
7 cm kunyit
4 butir kemiri
Minyak untuk menumis
Tumis bumbu halus
Masukkan daun jeruk, serai, daun kunyit, daun pandan, dan jahe, aduk rata
Tuangkan air, masukkan ayam
Masukkan garam dan penyedap, aduk rata, masak hingga matang
Masukkan tomat merah, tomat hijau, daun bawang, dan daun kemangi, aduk rata
Lagi rajin ceritanya… alias lagi sutrisss aku tuh hikss
Bong Li Piang ini kue kesukaanku, sejak kenal Hosit-hosit. Jadi kalau ke kantor Sico ataupun Signora di Cideng Barat, aku seringnya lewat Ketapang dan suatu waktu pas lagi lapar cari2 makan gitu, melihat plank ‘Hosit-hosit’, posisinya di ruko gitu, persis di depan Bakmie (duh lupa namanya). Yang pasti kalau kursus di Fortuna khan susah parkir di Fortuna (cuma muat 1 mobil saja), maka oleh enci di Fortuna diarahkan untuk parkir di ruko di seberang Fortuna, ya ruko itulah posisinya Hosit-hosit. Kalau Fortuna agak di tengah, maka Hosit-hosit ini agak di ujung, pas setelah pintu masuk mobil ke ruko tersebut.
Setelah beberapa kali ke Hosit-hosit, barulah aku ketemu si Bong Li Piang ini, dan langsung doyan, borong 2 pack buat stock snack di mobil.
Hanya baru-baru sih kepengen coba bikin Bong Li Piang, gegara stocknya habis dan beberapa kali ke sana masih kosong juga.
Lalu kuingat kalau Eddy Siswanto atau Chef Abal-abal khan orang Bangka, maka kucarilah resep Bong Li Piang ini. Ternyata resep Bong Li Piang ini baru beberapa hari diupload di youtubenya, jadi beruntung donk aku, pas lagi semangat pengen bikin pas ada resepnya.
Bong Li Piang
Bahan :
500 gr Gula Merah / Aren
300 ml Santan Kental
5 gr Garam
1 Sdm Bubuk Kayu Manis
3 Butir Kuning Telur
3 Lmbr Daun Pandan
700 gr Tepung Terigu Protein Sedang
50 gr Tepung Tapioka
2 Sdt Baking Powder
1 Sdt Baking Soda
50 gr Margarine
Cara membuatnya lihat di youtubenya aja yaaa, lagi males ngetik wkwkwk
Sudah lama aku menyimpan resep Kue Mete yang dishare oleh Camelia di milis NCC jaman old, sewaktu masih aktif mantengin milis NCC. Kemarenan sewaktu beres2 eh nemu resep ini dan tetiba pengen bikin, jadi langsung deh eksekusi.
Daripada stress mikirin harus masak2 tiap hari, plus banyak tugas kuliah belum dikerjakan (aku tuh ga konsen pak dosen, duhh mohon maafkan aku ya…) jadi aku seling dengan baking cookies hahaha mayan mengurangi stress.
Kali ini aku ga usah ketik resepnya karena sudah aku fotokan filenya. Silakan dicoba, kue ini enakkk, apalagi separuhnya aku tambahkan mocchacino, jadi lebih harum… oh iya jangan tambah tepung yaa, itu aku tambah tepung akibatnya agak padat walau tidak keras.
Sejak papaku keluar dari RS, mau tidak mau aku harus menyiapkan masakan setiap hari. Untung dulu aku berlangganan majalah Sedap, yang walaupun pusing mau simpan di mana saking udah full sesak rumahku, aku masih menyimpannya. Majalah Sedap dengan menu mingguannya, itu membantu banget saat menentukan mau masak apa besok, atau malah 2-3 hari ke depan.
Siang tadi aku masak ini saja, dan ternyata enakkk, wangi sopnya, besok-besok kudu masak lagiii… oh iya aku tambahkan tahu dan egg tofu biar agak ramai hehehe
Sup Segar Labu Siam
Bahan :
300 gram ikan tenggiri fillet, potong kotak 3 cm (aku pakai ikan patin, kebetulan punya)
1 sdt air jeruk nipis
1 sdt garam
1.800 ml air
3 siung bawang putih, goreng, haluskan
1 buah bawang bombay, bagi 4 bagian
1 buah labu siam, potong kotak
8 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
2 batang serai, memarkan
5 buah cabai rawt hijau, potong-potong (gak pakai, sengaja ga pedas)
1 buah tomat, potong-potong
2 sdt kecap ikan (ga pakai, ga punya hehe)
1/2 sdt garam (sesuai selera)
2 batang daun bawang, potong 1/2 cm
5 tangkai kemangi, petiki
1/2 sdt penyedap (aku pakai kaldu jamur)
Cara membuat :
Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Sisihkan.
Rebus air, bawang putih, bawang bombay, daun jeruk, dan serai sampai harum.
Masukkan garam, merica bubuk, penyedap
Tambahkan ikan, masak sampai mendidihkan, masukkan labu.
Menjelang diangkat, masukkan tomat, air jeruk nipis, daun bawang dan daun kemangi. Aduk sampai agak layu. Angkat dan sajikan.
Sebetulnya aku pengen coba resep kue gambang eh nemu resep Kue Yet Yet ini, jadi ngebet coba duluan hahaha
Pas hari Sabtu kemarin (7 November) ada reunian kelas SMP jadi kuputuskan untuk membuat ongol-ongol dan kue Yet Yet ini.
ini sewaktu bikin pertama, hijaunya pucat karena aku kasih pewarna hijau muda dari kupu-kupu
Saat bikin pertama, yang buat kubawa ke reunian, hasilnya agak pahit. Setelah kuingat-ingat lagi, ternyata kapur sirihnya kebanyakan, aku pede aja kasih 1/2 sdm kapur sirih karena seingatku memang 12 sdm, ternyata kebanyakan hikss
Jadi pas bikin ke-2 kali, aku kasih kapur sirihnya hanya 1/4 sdt saja. Dan gula aku tambahkan 25 gram (aslinya 400 gram), jadi pas manisnya…
Hari Jumat kemarin, setelah delivery barang2 ke beberapa ekspedisi, aku ke kantor Trurich untuk mencoba mixer baru Trurich, yaitu mixer Diamond, yang baru tiba dalam minggu2 ini.
Rencana membuat Lapis Surabaya, sudah lama sekali aku tidak bikin Lapis Surabaya, dan daku masih setia dengan resep dari 8 tahun lalu. Tanpa tbm, dan menggunakan full kuning telur sebanyak 30 butir, kebayang kolesterolnya yang tinggi banget hahaha ya kalau makannya banyakkk…
Btw aku infokan spesifikasi Mixer Diamond dulu ya… Produk baru dari TRURICH ini memiliki body mixer yang kokoh dan eksklusif. Designnya yang cantik dan motor yang kuat, mixer sedang dengan hasil adonan roti maupun cake yang bagus.
Harga Mixer Diamond Rp 3.300.000
Kapasitas 3 liter
Made in Korea
Daya Listrik 500 watt
Bowl/wadah terbuat dari bahan stainless steel 304
Speed 1-3
22.000 RPM
Dengan 2 pengaduk : whisk kembar untuk mengaduk telur + gula atau butter/whipcream dan dough hook untuk mengaduk adonan roti
Untuk roti : maksimal mengaduk 650 gram tepung – Untuk cake : maksimal mengaduk 30 kuning telur / 8 telur antero
Oh iya, untuk resep Lapis Surabaya ada di sini ya http://kaliskukis.com/lapis-surabaya/ ini resep lama sejak 2012 tapi enak lho, dicoba saja… kemarin itu total mentega + margarin 375 gram (butter 100 + margarin 275 gram), wangiii kuenya, tapi sayang loyangnya kecil, seharusnya loyangnya lebih besar lagi.
Aku buat sekaligus 30 butir kuning telur, setelah selesai pengocokan kuning telur dan gula, yang makan waktu sekitar 10-12 menit, lalu masukkan tepung dan mentega kocok ke adonan, mixer sebentar dengan speed 1. Lalu ambil 1/3 adonan lalu beri 15 gram coklat bubuk, aduk rata. Lalu tuangkan ke loyang.
Panggangnya menggunakan Oven Trurich dengan suhu 180 derajat Celcius sekitar 22 menit dengan api bawah, lalu pindahkan ke api atas sambil terus diawasi sekitar 3-5 menit. Ini agak lama karena seharusnya loyangnya lebih besar tapi loyang kecil jadi full banget kuenya/tinggiii…
So generally hasilnya bagus banget mengocok adonan cake Lapis Surabaya menggunakan Mixer Diamond Trurich.
Salah satu wish list baking cookies akhirnya terpenuhi juga… Cookies non gluten dan menggunakan gula merah dan minim margarin.
Bangkit Jahe Gula Merah ini aslinya dari resep bude Lisa di sini http://alleykitchen.blogspot.com/2010/11/bangkit-jahe-wijen.html maacih ya bude Lisa #lipatduatangan yang aku modif lagi xixixi menyesuaikan bahan yang ada. Hasilnya yummy tetap 🙂 bahkan membuahkan order hehe
Btw namanya itu Bangkit atau Bangket sih ya?
Bangkit Jahe Gula Merah
Bahan :
100 gram gula merah, cairkan dengan 50 ml air, didihkan, saring
75 gram jahe instan
100 gram margarin
1 kuning telur
125 ml santan kental
500 gram tepung sagu yang sudah disangrai
30 gram biji wijen (bisa ditambah hingga 75 gram, aslinya dari bude Lisa 75 gram)
Cara membuat :
Campur gula merah cair, jahe instan, margarin, kuning telur, aduk menggunakan whisk
Masukkan santan kental
Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit
Terakhir masukkan biji wijen, uleni hingga merata
Bentuk bulat-bulat lalu gepengkan menggunakan garpu (ini cara cepat membuat kue kering menurutku hahaha #pemalasdotcom)
Panggang menggunakan suhu 150 derajat Celcius selama lebih kurang 40 menit.