Putri Salju si kukis tanpa telur

Putri Salju konvensional dengan kacang mede sebagai bahan utamanya, eggless sehingga mengurangi kolesterol (walaupun sedikit hahaha).

Walaupun tidak dijual di setiap season namun masih ada aja yang mencarinya, rupanya dah ada pelanggan setianya si Putri Salju ini.

Sebetulnya saya pun suka banget makan si Putri Salju ini namun karena rasanya manis jadi makannya pun hanya sekedarnya saja. Sementara anak-anak pasti suka dengan yang manis-manis, apalagi tampilannya pun menarik. Hampir setiap tahun pasti ada yang mencari dan ingin memesannya tapi sayanya yang mualesss hahaha

Kohu-kohu, Urap Ambon

Ternyata urap tuh ada juga di Ambon ya… Mungkin ada yang mau coba, berikut resepnya… beneran yummy dan seger deh untuk menambah perbendaharaan resep sayur2 di rumah.

Oh iya semua sayur mentah gitu ya, jadi seperti karedok tapi diberi kelapa berbumbu.

Jadi pengen ke Ambon, masih ada tante2ku dan juga sepupu serta ponakan2ku… kapan ya?

Kohu-kohu

Bahan:
– kacang panjang, potong kecil2
– sawi hijau, ambil daunnya saja, potong2
– kecambah
– daun kemangi
– kelapa parut (boleh kukus boleh tidak, disangrai sebentar pun enakkk – saya pakai 1/2 kelapa)
– air jeruk lemon (saya pakai 1 buah, 2 pun oke)
– ikan tongkol, goreng, suwir-suwir (saya pakai cakalang asap, tinggal suwir-suwir)
– ikan teri Medan, goreng setengah matang, tidak sampai renyah

Bumbu:
– cabe rawit merah (sesukanya, mau pedas atau sedang)
– bawang merah, potong halus
– terasi sedikit aja, sangrai atau bakar terlebih dahulu, ulek bersama cabe (saya pakai terasi Medan Ju Ek, enakk dan murah pula)

Cara Membuat :

  • remas sawi hingga agak lemas.
  • campur bumbu dengan kelapa parut
  • campur semua sayuran, tambahkan kelapa parut + bumbu
  • masukkan ikan, aduk rata semua
  • terakhir beri perasan air jeruk lemon

Banana Cake

Banana Cake ini sebetulnya simpleeee banget… bahannya mudah didapat, cara bikinnya juga mudah tapi rasanya yummy boo… jadi cocok untuk suguhan ibadah atau pengajian gitu… Terakhir bikin entah tahun kapan, dan akhirnya bikin lagi kemarin, itu juga karena Lulu, iya karena si ibu satu itu minta dibikinin banana cake juga, (di samping klappertaart) ya sud sekalian aja aku “racunin ISA”, kalau untuk bikin klappertaart pakai panci ISA enak banget, ga kuatir gosong pantat pancinya hahaha

Tambahan lagi Lulu juga bikin nasi kebuli, (enak lho nasi kebulinya) dannnn daging kambingnya belum empuk-empuk juga, kusarankan aja pake panci ISA, pas ada gitu khan…. Dan… alhasil doi mau beli juga, yang 7 liter ya lu… tinggal tunggu tanggal mainnya aja dehh xixixi

Banana Cake

Ingredients:

  • 8 btr kuning telur
  • 4 btr putih telur
  • 150 gr margarine
  • 250gr gula pasir
  • 250 gr tepung terigu
  • 1 sdt Baking powder
  • 4 bh pisang Ambon ukuran sedang
  • 1 sdm air jeruk nipis

Directions:
1. Campur terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
2. Haluskan pisang ambon, lalu beri air jeruk nipis,
aduk, sisihkan.
3. kocok margarine dan gula hingga pucat dan
mengembang, lalu masukkan kuning telur satu persatu,
kocok terus hingga rata dan tercampur benar.
4. Masukkan secara bergantian, tepung terigu, pisang
halus, aduk, teruskan lagi terigu, pisang, hingga
habis, aduk rata.
5. tuang adonan kedalam loyang, oven hingga matang.

Nasi Jaha

Karena pengen ikutan event NCCLontong Week, dan juga nemu resep Nasi Jaha ini, juga hasil tanya2 temanku yang mamanya biasa membuat Nasi Jaha ini, akhirnya jadi juga deh aku membuatnya. Tapiiiii karena ribet cara membakarnya (ga semua orang bisa lho), jadi tidak dibakar, melainkan dioven dan dalam cetakan lontong (harusnya dimasukkan di bambu). Praktis khan? Rasa dan aromanya jelas lebih enak bila dibuat dalam bambu dan dibakar langsung di atas api, tapi tak apalah ya hehehe

Oh iya, Nasi Jaha ini khas dari Sulawesi Utara, tapi bukan hanya Manado lho, karena di Sangir juga ada, di Gorontalo juga ada, mungkin di Kendari juga ada (daku belum tahu pasti). Bila di Sangir, Nasi Jaha ini dikenal dengan nama Bahundak.

Nasi Jaha, secara harfiah, berarti Nasi Jahe. Karena memang selain ketan, nasi dan sereh, bumbu yang paling dominan adalah jahe.

Nasi jaha ini merupakan menu wajib bagi setiap perhelatan yang
diadakan disana. Nasi Jaha ini memang cocok untuk segala macam menu, dapat disantap sebagai teman makan apa saja, bisa sayur bunga pepaya, bisa sayur brenebon, lauk2 seperti ayam rica, b2 kecap, atau hanya dimakan begitu saja juga yummy.

Nasi Jaha

Ingredients:

  • 700 gram ketan putih
  • 100 gram beras
  • 1 butir kelapa parut
  • 300 ml air
  • Daun pisang untuk membungkus
  • Cetakan lontong

Bumbu aroma, haluskan:

  • 10 lbr daun pandan, iris-iris
  • 10 batang serai, ambil putihnya, iris-iris
  • 10 lbr daun jeruk, iris-iris

Bumbu halus, haluskan:

  • 6 cm jahe
  • 15 butir bawang merah (bila tidak suka, bisa dihilangkan)
  • 3 sdt garam
  • Sdt gula pasir

Directions:
– kukus beras ketan dan beras hingga setengah masak. Angkat, sisihkan.
– campur kelapa parut dan bumbu aroma, tambahkan air, remas-remas hingga diperoleh 400 ml santan.
– masak santan dan bumbu halus hingga mendidih, angkat. Tuang santan berbumbu kε ϑǎlÇŽ♏ campuran ketan kukus, aduk hingga santan terserap. Kukus ketan hingga matang.
– masukkan ketan kε ϑǎlÇŽ♏ daun pisang, sematkan lidi di ujungnya. Masukkan ϑǎlÇŽ♏ cetakan lontong. Panggang ϑǎlÇŽ♏ oven bersuhu 200 derajat C selama 60 menit.

Catatan: aslinya nasi jaha ini dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar langsung di atas api. Jelas yang dibuat dalam bambu lebih enak karena beraroma bambu dan pembakaran di atas api menghasilkan nasi jaha yang di sebagian sisi lebih matang/agak keras namun justru lebih yummy.

Weisswurst (Sosis Putih)

Minggu-minggu lalu heboh bikin sosis di milis OK, kepengenan bikin sosis sejak lama jadi muncul lagi dehhh… Akhirnya, kemarin bisa juga bikin sosis, tapi karena chopper Phillips yang ada tidak matching dengan blendernya, jadi aku beli daging giling yang sudah jadi di spm, tinggal aduk2, jadi dehhh… simple banget khan…

Oh iya, itu photo sebelum direbus dan diolah yaa.. Setelah direbus aku lupa photo. Ikatnya kalau bisa didouble supaya saat direbus tidak lepas2 casingnya.

Resep ini aslinya dari Stella Utomo, juragan sosis owner “Rumah Asap”.

Weisswurst (Sosis Putih)

Ingredients:

  • 125 gr daging sapi cincang
  • 125 gr daging ayam cincang
  • 5 gr susu bubuk non fat
  • 5 gr garam
  • 5 gr sagu
  • 5 gr bawang bombay
  • 1/8 sdt daun seledri cincang
  • 1/2 sdt bubuk mustard
  • 1/8 sdt lada
  • sedikit biji seledri ( kalo suka)
  • sedkit bubuk kulit pala
  • 1/2 sdt gula
  • 50 gr air es

Directions:
1. campur semua bahan menjadi satu aduk sampai rata
2. masukkan adonan daging ke dalam kulit sosis (aku pakai plastik segitiga)
3. rebus sosis sampai sosis matang. jaga jangan sampai air mendidih

Asem-asem Daging

Ini menu masakan yang aku demokan di arisannya temanku Uci dan Tuti di Kelapa Gading Barat. Aku contek dari blognya mbak Ine http://elkaje.multiply.com/recipes/item/79/ASEM-ASEM_DAGING

Aku ikutin plek seperti resep mbak Ine, tapi aku pakai buncis, dan ternyata enakkkk segerrr… sayang tadi itu agak2 hujan kalau panas enak ‘kali yaaa…

Asem-asem Daging

Ingredients:

  • 5 Butir bawang merah iris tipis
  • 4 siung bawang putih iris tipis
  • 3 cabe hijau iris 1 cm
  • 3 cabe merah besar iris 1 cm
  • sepotong lengkuas
  • 2 lb daun salam
  • 10 buah belimbing wuluh (kalau nggak ada pakai tomat hijau)
  • 1 sdm asam jawa, di remas2 dengan 100 ml air
  • 1/2 sdm garam
  • 4 sdm gula jawa serut
  • 4 sm kecap manis
  • 500 gr daging sengkel rebus, potong 1X2X1 cm
  • 200 gr jagung muda potong 2 cm (optional, bisa di ganti buncis yang dipotong 3 cm)
  • 2000 cc kaldu (bekas rebusan daging yang sudah di saring)

Directions:
Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam dengan sedikit minya.
– Setelah harum, masukkan cabe, potongan daging dan belimbing wuluh, air asem, garam, kecap manis, aduk2 sebentar masukkan dalam kaldu sapi, tambahkan gula jawa.
– Rebus sampai bumbu meresap dan daging empuk, masukkan jagung muda/buncis, masak sampai matang.

Catatan:
– Gunakan panci presto untuk merebus daging agar mempersingkat waktu. Untuk merebus daging, cukup 10-12 menit sejak mendesis.
– Lebih enak kalau masak ini sehari sebelumnya, karena lebih meresap. masukkan buncis/jagung menjelang di makan saja supaya tidak lembek.
– Bagi yang suka pedas, bisa ditambahkan segenggam cabe rawit utuh saat memasaknya.

Es Sarang Burung

Minuman segar kaya serat ini pertama kali dishare oleh member NCC yang juga customer-ku yang tinggal di Pondok Gede dalam event HBH edisi pertama, January 2005 kalo gak salah. Waduh lupa euy namanya, maaf ya padahal dah pernah demo Panci ISA di rumahnya, habisnya HP-ku hilang jadi semua contact di situ hilang semua deh hiks

Minuman ini menjadi favorite Callista dan… karena anakku sekarang dah gede… jadi bisa deh bikin sendiri, paling enggak dia yang parutin agar-agarnya 😀

Es Sarang Burung

Ingredients:
– Agar-agar bubuk warna putih
– Lengkeng kalengan atau yang segar juga boleh
– Sirup lengkeng
– Sprite (atau minuman bersoda lainnya)
– Es batu

Directions:
– Masak agar-agar, bekukan, parut
– Campur agak-agar, lengkeng, sirup, sprite dan es batu
– Jadi deh, siap diminum 🙂
– Takaran sesukanya saja yaaa…

100 Layer Cheese

Memenuhi janjiku di milis NCC tentang resep kukis yang bisa dijadikan alternatif untuk kastengels yang rapuh, aku share resep kukis ini yang isiannya (di resep ini wafer vanila) bisa diganti dengan kastengels yang rapuh sehingga rasa kukis ngeju bangets…

Jangan tanya fotonya yah, karena duluuuu sewaktu pertama kali membuatnya ga mikir ‘tuk foto2 hehehe kalau nanti aku sempat bikin lagi, pasti aku foto dehhhhh

100 Layer Cheese

Ingredients:

  • 100 gram butter
  • 50 gram margarin
  • 2 butir kuning telur
  • 1/2 butir putih telur
  • 75 gram gula halus
  • 75 gram maizena
  • 275 gram tepung terigu protein rendah
  • Wafer rasa vanilla

Hiasan:

  • 200 gram keju cheddar parut
  • 2 butir kuning telur
  • 1 sendok malan butter cair
  • 2 tetes egg yellow (bila suka)

Directions:
– Kocok butter, margarin, dan gula halus sebentar. Masukkan telur, kocok merata.
– Masukkan maizena dan tepung terigu, lalu aduk rata.
– Giling tipis adonan, tebal 2 mm memanjang, bungkus wafer dengan adonan dan rapikan, poles telur, iris setiap 2 cm dan hias dengan keju parut.
– Letakkan di loyang datar yang sudah diolesi mentega putih (carlo) atau baking paper, susun kue dengan jarak 2 cm.
– Oven kue dengan suhu 165 derajat Celcius hingga matang. Untuk 500 gram.

Choco Chip Button

Dalam rangka beberes email2 ku di yahoo dan gmail, aku nemu email request dari Ratna Damayanti di Rawamangun. Maaf banget ya baru ngeh lagi emailmu ini setelah beberapa tahun hehehe Dengan ini aku tak berhutang lagi yaaa….

Ini kawannya Cheese Button, kukis yummy yang pernah aku posting di NCC 6 tahun lalu. Rasanya juga uenak… cobain dehhh

Maaf fotonya foto lama, jelek banget hikss

Choco Chip Button

Ingredients:

  • 300 gram butter (boleh dimix dengan margarin)
  • 3 kuning telur
  • 1 putih telur
  • 100 gram gula halus
  • 150 gram tepung sagu
  • 3 sdm susu bubuk
  • 30 gram coklat bubuk
  • 270 gram tepung terigu

Glazuur

  • 200 gram icing sugar
  • 60 gram putih telur
  • 1/2 sdt cream of tartar
  • 1 sdm coffee instant (optional)

Topping:

  • Chocolate mini chip

Directions:
– Kocok butter + gula halus hingga tercampur rata, masukkan telur, aduk.
– Masukkan bahan2 kering, aduk rata. Uleni hingga kalis.
– Giling tipis 2-5 mm, potong kotak 2×2 cm.
– Olesi glazur, ratakan dan taburi choco chip.
– Oven hingga matang.

Soes Vla Vanila

 

Sudah lama banget ga pernah bikin kue soes vla vanila lagi, terakhir bikin beberapa bulan lalu dan bantat dengan suksesnya xixixi karena merasa dah beberapa kali bikin ga ada masalah jadi ga terlalu perhatiin banget dehhh hiks

Kali ini step by step aku perhatiin banget dan resepnya aku ambil dari sini:
http://www.yenniscake.com/2011/01/penampakan-kulit-sus-sebelum-diisi-vla.html

Syukurlah kue soesnya jadi dengan suksesnya.:-D Vla-nya pun lembutttt banget… Soes direquest oleh Callista, yang dengan lahapnya menghabiskan 4 buah kue tak lama sesudah soes matang… dan sebagian vla-pun digado oleh Callis #geleng2dehhh#

Soes Vla Vanila

Ingredients:

  • 150 mL air + 50 mL susu cair (yang ini tujuannya supaya warnanya bisa coklat cantik)
  • 125 gr margarin
  • 1/2 sdt garam
  • 100 gr tepung cakra + 50 gr segitiga
  • 4 bt telur ukuran sedang (tidak terlalu besar)

Isi Vla lembut :

  • 400 mL susu cair (ultra)
  • 100 mL krim kental (aku ga pake, jadi full susu cair)
  • 100 gr gula pasir
  • 70 gr tepung maizena
  • 2 bt kuning telur
  • 1 sdm mentega
  • 1 sdt extrak vanilla (bisa pake essense vanili)

Directions:
Kulit :
Didihkan air, susu dan mentega, kecilkan api, masukkan tepung terigu sekaligus.
Aduk sampai licin dan tidak lengket di panci. Angkat, biarkan hangat.
Masukkan telur satu persatu aduk dengan sendok kayu sampai licin. (Kalo buat banyak aduknya pake mikser ya biar gak capek dan cepet nyampur).
Cetak pake spuit bintang di loyang, untuk ukuran sedang jadinya sekitar 25 buah.
Oven dengan suhu tinggi (190 derajat) sampai kecoklatan dan tidak ada busa. Angkat.
Belah tengahnya isi dengan vla. Sajikan.

Isi Vla :
cairkan tepung maizena, kuning telur dan susu aduk sampai licin dan tepung semuanya larut.
Masak susu, krim dan gula dengan api kecil sambil diaduk2 pake ballon whisk sampai gula larut. Kecilkan api.
Masukkan larutan maizena, aduk2 cepat sampai menjadi vla yang lembut. Matikan api. Masukkan mentega, aduk sampai mentega leleh dan menyatu. Biarkan sebentar.
Masukkan vanilla, aduk2 sesekali sampai dingin supaya vla mengkilat dan lembut. Siap untuk isian