Category Archives: Food

Sayur Babanci (Masakan Khas Betawi)

Pertama kali tahu Sayur Babanci ini beberapa tahun lalu, dari Jalansutra, dan pak Bondan Winarno yang menjelaskan kalau Sayur ini mulai langka, aku copas nie postingannya pak Bondan di JS tahun 2009 lalu.

Topik : Lebaran dengan Ketupat Babanci

Keluarga JS-ku,

Menjelang Idul Fitri, tiba-tiba saya teringat ketupat babanci bikin Mpok Mia (0811 144451). Iseng-iseng saya telepon apakah saya bisa pesan dan diambil hari Sabtu. Soalnya, sekalipun tidak berlebaran, tetapi keinginan makan ketupat tidak terbendung. Untungnya, Mpok Mia bersedia menerima pesanan untuk 20 porsi.

Hari Sabtu siang, pesanan diambil. Saya pisahkan empat porsi untuk dimakan di rumah. (Untunglah Yohan tidak jadi singgah :-p, sehingga kami berdua bisa makan dua kali. He he he!). Sisanya saya bagi dalam dua
wadah dan disimpan di kulkas, persiapan untuk dibawa ke rumah saudara esok hari sebagai buah tangan.

Harry Nazaruddin pernah menulis lengkap tentang sayur babanci atau ketupat babanci ini. Tetapi, biarlah saya ulang sekali lagi.

Sayur babanci sama sekali bukan sayur – bahkan tidak ada sayurnya. Konon, kata babanci mengacu pada “kelakuan” sayur ini, yaitu banci alias tidak jelas identitasnya. Gule bukan. Kare bukan. Soto juga bukan.
Menurut saya, bukan tidak mungkin “babanci” berasal dari kata “babah-enci”.
Ada kemungkinan masakan ini dulunya dibuat oleh kaum peranakan Tionghoa-Betawi. Menurut Mpok Mia, di Betawi masa lalu, hanya keluarga bek (mandor, tuan tanah) yang mampu menghadirkan masakan ini pada Hari Raya Idul Fitri.

Masakan ini memerlukan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah. Beberapa rempah sudah termasuk langka, seperti: lempuyang, kedaung, temu mangga, temu kunci, bangle. Daging yang dipakai adalah bagian kepala sapi, tetapi tidak termasuk lidah, otak, dan cingur. Seperti Anda tahu, bagian pipi sapi ini sangat empuk.

Secara umum, masakan ini memang cenderung mirip gule, dengan aroma maupun rasa rempah yang sangat intens. Selain daging kepala sapi, pada akhir proses memasak dimasukkan serutan kelapa muda dan srundeng yang ditumbuk halus. Rasa kuahnya sangat mirip dengan palu basa di Makassar. Saya
bahkan sempat mencoba sayur babanci ini dengan cara makan orang Makassar, yaitu memasukkan kuning telur ayam kampung ke mangkuk sayur yang masih panas. Hmm, mak nyussssss!

Sebetulnya, saya ingin mengadakan Halal Bihalal terbatas (maksimum 60 orang) di rumah saya dengan sajian ketupat babanci yang dipesan khusus dari Mpok Mia. Saya sungguh ingin berbagi pengalaman makan sayur babanci yang sangat khas ini. Ada yang berminat jadi ketupat?

Salam,

Bondan

 

dan juga postingannya Harnaz (Harry Nazarudin) :

Halo Pak Bondan,

Wah saya juga kebagian babanci pas lebarannya. Dan, kebagian jadi juru cicip sebelum dikirim ke Pak Bondan, karena yang masak pada puasa semua, hehehe. Terus terang, daripada yang kita makan sendiri, yang dikirim ke pak bondan malah lebih enak, haha!

Soal nama ‘babanci’, sebenarnya ‘babah-enci’ bukan cuma cuma milik masy. Tionghoa. Orang Betawi juga menyebut ‘babeh-encing’ yang disingkat banci juga. Saya heran melihat orang Betawi memanggil ‘Cici’, tapi bukan kakak perempuan seperti di Tionghoa, melainkan singkatan dari ‘encing’ yang artinya bibi.

Masy. Betawi sebenarnya punya ragam budaya yang unik juga lho. Kang Irvan dulu pernah mendefinisikan Betawi sebagai ‘penduduk pesisir utara Jabar yang tidak bisa berbahasa Sunda’ – dan ini luas juga, dari Ciganjur, Klender, sampai Pondok Ranji. Budaya kulinernya pun macam-macam, tidak sekedar soto betawi. Betawi Klender terkenal dengan kue geplaknya. Betawi daerah kota punya nasi ulam. Babanci sendiri berasal dari daerah Cempaka Putih/Galur. Mencemplungkan oncom di dalam sayur asem adalah khas Betawi Jaksel – Ragunan, seperti di Muhayar. Masakan pecak dan pucung lebih masuk ke Betawi ‘pinggir’, seperti Ciganjur dan Bekasi. Ibunya Mia yang masak babanci contohnya, sama sekali tidak mengenal kuah pecak atau pucung.

Nah, Betawi sendiri menarik karena merupakan hasil dari campuran berbagai budaya yang ‘mampir’ di Jakarta. Ada yang terkena pengaruh Portugis, ada yang kental unsur orientalnya. Arab juga dominan. Nah, babanci, adalah salah satu yang saya sendiri bingung darimana pengaruhnya. Gulai santan adalah pengaruh melayu, tapi rasa babanci sendiri lebih rich dari gulai melayu. Bumbu adasnya bisa dirunut sebagai budaya Arab, dan cara merebus daging dan penyiapannya mirip dengan teknik Tionghoa. Tapi, sebagian besar unsur makanannya sendiri masih misterius, dan kemungkinan merupakan asli Betawi. Dan, yang unik adalah penggunaan daging buah kelapa sebagai sayur. Komentarnya Adi, ‘Sayur ini dibuat ketika di Jakarta masih banyak pohon kelapa!’ – untuk 20 porsi saja digunakan 9 buah kelapa, kelapa santan, kelapa gongseng, dan kelapa buah! Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satupun sayur di dunia ini yang menggunakan daging kelapa. Nah, babanci berarti termasuk Pusaka Kuliner kita!

Sayangnya, sayur ini statusnya sudah termasuk endangered species alias hampir punah. Di seluruh Jakarta setahu saya hanya di food court POINS yang jual. Di Cempaka Putih dulu ada warungnya, tapi sudah tutup. Dan ini juga melanda banyak makanan Betawi, karena masyarakat Betawi sendiri lebih tertarik berbisnis tanah (dan lebih profitable juga, hehe). Di keluarganya Mia sendiri hanya 2 orang yang bisa masak sayur babanci dari 6 bersaudara. Dua bulan sebelum buka warung di Adira dulu, Hajjah Siti Imronah, sang empunya resep, meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Sebelum meninggal, beliau menurunkan satu trik resep sayur babanci yang terakhir, dari cara menyiapkan lengkuas. Baru sejak itu masakan sayur babanci ibunya Mia bisa sama dengan aslinya. Kalau terus begini, lama-lama makanan ini bakal punah. Makanya sebelum punah, kita punya sebuah ‘crusade’ untuk membuat sebanyak mungkin orang mencicipi babanci – sampai2 kadang2 nanggung rugi dan nyaris kena tipu, hehe. Supaya, kalaupun sayur ini punah, paling tidak kita bisa cerita ke anak cucu, bahwa dulu pernah ada sayur betawi yang sayurnya daging kelapa…

Cheers,

Harnaz

 

Nah, sudah tahu sejarahnya khan? Sekarang silakan coba ya, resep ini kuambil dari Prima Rasa (Femina), yang bila membaca apa yang ditulis pak Bondan dan Harnaz, sepertinya masih jauh dari resep aslinya, tapi gpp ya  minimal mendekati hehe

 

Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)
Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)

SAYUR BABANCI

Bahan :

250 gram daging tetelan

1 liter air, untuk merebus

2 butir kelapa muda

3 sdm minyak goreng, untuk menumis

2 batang serai, memarkan

2 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk

400 ml santan encer, dan

300 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa

1 sdt air asam Jawa

20 mata petai, belah 2

1 sdm bawang goreng, untuk taburan

Bumbu Halus :

6 buah cabai merah

2 cm kunyit, bakar

5 butir kemiri sangrai

1/2 sdt ketumbar sangrai

1 cm kencur

2 cm lengkuas

1 cm jahe

8 butir bawang merah

2 siung bawang putih

1/2 sdt terasi bakar

1 sdt gula merah

2 sdt garam

 

Cara Membuat :

1. Rebus daging tetelan hingga empuk. Ambil kaldunya sebanyak 250 ml. Potong daging tetelan kecil-kecil.

2. Keruk daging kelapa muda hingga diperoleh sebanyak 500 gram.

3. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, serai, daun salam, daun jeruk hingga harum. Masukkan daging tetelan, kaldu, santan encer, didihkan. Tuangi santan kental.

4. Aduk santan agar tidak pecah. Setelah mendidih, masukkan air asam Jawa, kelapa muda, dan petai. Setelah kuah agak berminyak, angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng.

Ayam Goreng ala KFC

Resep Ayam Goreng atau Fried Chicken ini kudapat saat ikutan kursus di Daan Mogot. Lupa tahunnya… dah pernah cobain, tapiiii seperti biasa, waktu itu belum kepikiran buat fotoin masakan jadi blas gak ada fotonya hehe tapi rasanya enak, walaupun belum se-yummy Fried Chicken KFC, ya iyalah hehe

Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)
Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)

Tepung Fried Chicken (dikonversi sendiri ya…)

Tepung terigu (tinggi protein) 500 gram
Cornstarch (tepung maizena) 90 gram
Rice flour (tepung beras) 60 gram
Pala bubuk 1 gram
Jahe bubuk 1 gram
Merica hitam bubuk 6 gram
Ketumbar bubuk 2 gram
Bawang putih bubuk 5 gram
Cabe bubuk 7 gram
Penyedap rasa 6 gram (optional)
Gula halus 30 gram
Garam halus 40 gram
Improver 7 gram
Soda kue 6 gram
Agar-agar 4 gram

Cara Pembuatan :
1. Timbang semua bahan di atas sesuai dengan ukuran.
2. Campurkan semua bahan. Aduk hingga rata.
3. Siap dipakai atau kemas.

Bumbu Perendam (Marinade) : bumbu dikira2 saja
Cabe bubuk kecil
Jahe bubuk
Pala bubuk
Merica putih bubuk
Bawang putih bubuk
Gula pasir
Garam halus

Cara Pembuatan :
1. Potong ayam 1 ekor jadi 10-12 bagian kemudian cuci sampai bersih.
2. Timbang bumbu-bumbu di atas, kemudian aduk sampai rata.
3. Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu rendaman, aduk rata.
4. Masukkan potongan ayam + bumbu rendaman dalam wadah tertutup, kocok2 selama lebih kurang 15 menit, biarkan selama kurang lebih 3-4 jam di kulkas.
5. Ayam siap digoreng.

Adonan Pencelup :
Tepung Fried Chicken 100 gram
Air 400 cc

Campur tepung + air, aduk rata.

Cara Menggoreng Ayam :
1. Ambil Tepung Fried Chicken secukupnya, masukkan wadah.
2. Ayam yang telah direndam dalam bumbu perendam, masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat.
3. Masukkan ke dalam adonan pencelup. Angkat dan agak ditiriskan.
4. Terakhir masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat dan agak dirontokkan tepung yang kering.
5. Goreng Ayam hingga terendam dalam minyak panas dan bagian dasar wajan diberi alas sehingga ayam tidak bersentuhan langsung dengan dasar wajan (bisa juga dengan menggunakan deep fryer).

Selamat mencoba, semoga sukses yaa

Fuyunghai Praktis

Sebetulnya membuat Fuyunghai ini mudah sekali karena hanya menggoreng telur, aslinya telur bebek, plus saos, kalau pun saos gak ada, pakai saja saos yang sudah jadi alias saos sambel ABC hehehe Berhubung gak niat bikin si fuyunghai, jadilah memakai bahan seadanya saja 🙂

Resep Fuyunghai Praktis ini hasil googling karena gak sempat lagi mencari-cari di file resep Primarasa-ku. Buat anakku yang pecinta masakan Chinese ya enak deh, dia sampai habis 3 potong lho xixi Aku gorengnya per 3 sendok sayur gitu…

Fuyunghai (dari web Sedap)

Bahan :

  • 4 butir telur bebek, kocok lepas
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 25 gram tepung sagu
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh merica halus
  • 1/2 batang daun bawang, diiris halus
  • 50 gram daging ayam giling
  • 50 gram udang kupas, dicincang kasar
  • 100 gram daging kepiting
  • 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
  • minyak untuk menggoreng

Bahan Saus :

  • 2 sendok makan margarin
  • 1 siung bawang putih, memarkan
  • 1/2 buah bawang bombay, iris panjang
  • 1 buah cabai merah buang biji lalu iris panjang
  • 1 buah wortel, potong korek api
  • 1 batang daun bawang, iris miring
  • 250 ml kaldu ayam
  • 2 sendok makan saos tomat
  • 1/4 sendok teh air lemon
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh tepung sagu, larutkan dalam 2 sendok makan air
  • 50 gram kacang polong

 

Cara Membuat :

1. Aduk telur, bawang putih, garam, bawang bombay, ayam, udang, daging kepiting, daun bawang dan tepung sagu.

2. Panaskan minyak dalam wajan cekung, lalu tuang 2 sendok sayur campuran bahan. Goreng sampai kering dan matang.

3. Buat saus, tumis bawang putih dan bawang bombay dalam margarin sampai harum lalu tambahkan cabai dan jahe. Aduk sampai cabai layu.

4. Masukkan wortel dan daun bawang. Aduk sampai setengah matang. Tuangkan saus tomat, garam dan gula pasir. Aduk-aduk lalu tambahkan kaldu. Aduk sampai mendidih lalu tuangkan larutan kanji. Biarkan hingga mendidih kembali. Masukkan kacang polong. Aduk sebentar lalu angkat.

5. Sajikan telur dengan sausnya.

Nasi Ayam Hainam #memasak dengan panci ISA

Nasi Ayam Hainam ini simple banget lho dan cepat pula memasaknya, soal rasa, yummy lho…

Nasi Ayam Hainam

Bahan :

  • 400 gram beras, cuci bersih
  • 400 ml air
  • 1/2 ekor ayam dipotong kecil

 

Bumbu:

  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • seujung jari jahe dicincang halus
  • 1 sendok makan minyak wijen
  • 1 sendok makan saos tiram
  • 1 sendok teh garam

Cara Membuat :

– Bawang putih dan jahe ditumis dengan minyak sampai wangi.

– Masukkan ayam dan bumbu-bumbu lain, ayam, aduk sampai rata. Tambahkan air.

– Dimasak dengan panci presto ISA full press selama 10 menit.

 

Resep Masakan Rumahan : Nasi Liwet Ikan Asin

nasi liwet ikan asin
Resep Masakan Rumahan : Nasi Liwet Ikan Asin

Resep nomor urut 1 di buku resep ISA ini merupakan Resep Masakan Rumahan yang simple banget lho membuatnya, tapi hasilnyaaaa yummyyyyy… beneran,, cobain aja deh hehe

Oh iya, resep ini yang didemokan sewaktu Demo ISA di SMPN 1 Dramaga, Bogor.

Ini ya resepnya #memasak dengan panci ISA

NASI LIWET IKAN ASIN

Bahan:

3 gelas beras

3 gelas air

50 gram ikan teri medan (siram air panas, tiriskan, terus goreng hingga kecokelatan)

Bumbu :

5 butir bawang merah, iris tipis

5 buah cabe merah atau rawit (sesuai selera), iris tipis

1 batang sereh dimemarkan

1 ibu jari lengkuas

3 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk (optional)

Cara membuat :

– Tumis bawang merah dan cabe

– Tambahkan ikan teri medan yang sudah digoreng.

– Masukkan beras, air dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk rata.

– Dimasak full press selama 10 menit.

– Diamkan sampai tanak. Sajikan.

Hayukkk buruan dipraktekkan Resep Masakan Rumahan ini, cocok buat pemula maupun penyuka praktis2 🙂

Chicken Ball

Bola-bola Ayam Udang enak kesukaan Callis.

Chicken Ball

Bahan :

  • 1 kg fillet paha
  • 500 gram fillet dada
  • (potong kecil, giling halus)
  • 250 gram udang kupas
  • 30 gram lemak sapi / jando

Bumbu :

  • 16 gram gula pasir
  • 16 gram garam
  • 12 gram penyedap rasa
  • ½ sdt merica
  • ½ sdt saos tiram (merk ABC)
  • 6 sdt minyak wijen
  • 6 butir telur
  • 8 sdm air
  • ½ sdt baking powder
  • Tepung tapioca 100 gram

 

Cara membuat :

  1. Masukkan daging yang sudah digiling halus ke dalam baskom
  2. Lalu masukkan telur, minyak wijen dan saos tiram, aduk rata
  3. Campur dan aduk rata : air, baking powder, garam, gula, penyedap rasa dan merica
  4. Masukkan campuran bumbu ke baskom, aduk rata
  5. Tambahkan tepung tapioca, aduk rata
  6. Siap dibentuk dan digoreng dengan api sedang

Kohu-kohu, Urap Ambon

Ternyata urap tuh ada juga di Ambon ya… Mungkin ada yang mau coba, berikut resepnya… beneran yummy dan seger deh untuk menambah perbendaharaan resep sayur2 di rumah.

Oh iya semua sayur mentah gitu ya, jadi seperti karedok tapi diberi kelapa berbumbu.

Jadi pengen ke Ambon, masih ada tante2ku dan juga sepupu serta ponakan2ku… kapan ya?

Kohu-kohu

Bahan:
– kacang panjang, potong kecil2
– sawi hijau, ambil daunnya saja, potong2
– kecambah
– daun kemangi
– kelapa parut (boleh kukus boleh tidak, disangrai sebentar pun enakkk – saya pakai 1/2 kelapa)
– air jeruk lemon (saya pakai 1 buah, 2 pun oke)
– ikan tongkol, goreng, suwir-suwir (saya pakai cakalang asap, tinggal suwir-suwir)
– ikan teri Medan, goreng setengah matang, tidak sampai renyah

Bumbu:
– cabe rawit merah (sesukanya, mau pedas atau sedang)
– bawang merah, potong halus
– terasi sedikit aja, sangrai atau bakar terlebih dahulu, ulek bersama cabe (saya pakai terasi Medan Ju Ek, enakk dan murah pula)

Cara Membuat :

  • remas sawi hingga agak lemas.
  • campur bumbu dengan kelapa parut
  • campur semua sayuran, tambahkan kelapa parut + bumbu
  • masukkan ikan, aduk rata semua
  • terakhir beri perasan air jeruk lemon

Weisswurst (Sosis Putih)

Minggu-minggu lalu heboh bikin sosis di milis OK, kepengenan bikin sosis sejak lama jadi muncul lagi dehhh… Akhirnya, kemarin bisa juga bikin sosis, tapi karena chopper Phillips yang ada tidak matching dengan blendernya, jadi aku beli daging giling yang sudah jadi di spm, tinggal aduk2, jadi dehhh… simple banget khan…

Oh iya, itu photo sebelum direbus dan diolah yaa.. Setelah direbus aku lupa photo. Ikatnya kalau bisa didouble supaya saat direbus tidak lepas2 casingnya.

Resep ini aslinya dari Stella Utomo, juragan sosis owner “Rumah Asap”.

Weisswurst (Sosis Putih)

Ingredients:

  • 125 gr daging sapi cincang
  • 125 gr daging ayam cincang
  • 5 gr susu bubuk non fat
  • 5 gr garam
  • 5 gr sagu
  • 5 gr bawang bombay
  • 1/8 sdt daun seledri cincang
  • 1/2 sdt bubuk mustard
  • 1/8 sdt lada
  • sedikit biji seledri ( kalo suka)
  • sedkit bubuk kulit pala
  • 1/2 sdt gula
  • 50 gr air es

Directions:
1. campur semua bahan menjadi satu aduk sampai rata
2. masukkan adonan daging ke dalam kulit sosis (aku pakai plastik segitiga)
3. rebus sosis sampai sosis matang. jaga jangan sampai air mendidih

Asem-asem Daging

Ini menu masakan yang aku demokan di arisannya temanku Uci dan Tuti di Kelapa Gading Barat. Aku contek dari blognya mbak Ine http://elkaje.multiply.com/recipes/item/79/ASEM-ASEM_DAGING

Aku ikutin plek seperti resep mbak Ine, tapi aku pakai buncis, dan ternyata enakkkk segerrr… sayang tadi itu agak2 hujan kalau panas enak ‘kali yaaa…

Asem-asem Daging

Ingredients:

  • 5 Butir bawang merah iris tipis
  • 4 siung bawang putih iris tipis
  • 3 cabe hijau iris 1 cm
  • 3 cabe merah besar iris 1 cm
  • sepotong lengkuas
  • 2 lb daun salam
  • 10 buah belimbing wuluh (kalau nggak ada pakai tomat hijau)
  • 1 sdm asam jawa, di remas2 dengan 100 ml air
  • 1/2 sdm garam
  • 4 sdm gula jawa serut
  • 4 sm kecap manis
  • 500 gr daging sengkel rebus, potong 1X2X1 cm
  • 200 gr jagung muda potong 2 cm (optional, bisa di ganti buncis yang dipotong 3 cm)
  • 2000 cc kaldu (bekas rebusan daging yang sudah di saring)

Directions:
Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam dengan sedikit minya.
– Setelah harum, masukkan cabe, potongan daging dan belimbing wuluh, air asem, garam, kecap manis, aduk2 sebentar masukkan dalam kaldu sapi, tambahkan gula jawa.
– Rebus sampai bumbu meresap dan daging empuk, masukkan jagung muda/buncis, masak sampai matang.

Catatan:
– Gunakan panci presto untuk merebus daging agar mempersingkat waktu. Untuk merebus daging, cukup 10-12 menit sejak mendesis.
– Lebih enak kalau masak ini sehari sebelumnya, karena lebih meresap. masukkan buncis/jagung menjelang di makan saja supaya tidak lembek.
– Bagi yang suka pedas, bisa ditambahkan segenggam cabe rawit utuh saat memasaknya.

Sayur Besan

I’ve got this recipe from Wilda Rachman (from the discussion in NCC last year), have promised her to try this but haven’t got any chance till now hahaha

This vegetable is originally from Betawi (the native of Jakarta) and rare to find anywhere except in the Betawi’s family. I don’t know why they call this “Sayur Besan” / in law’s vegetables…

I post here hoping that my friends can try this at home, and let me know the result.

Ingredients:
• 2 ikat tebu terubuk , kupas & potong sesuai selera

• 250 gr udang kecil kupas

• 1 buah jagung manis, dipipil

• 2 buah kentang ukuran sedang, kupas potong kotak

• 1 papan petai kupas, belah dua

• 1 bungkus kecil soun

Bumbu :

• 5 siung bawang merah iris

• 3-5 sdm cabe giling, campur dengan ½ sdt terasi aduk rata

• 2 lembar daun salam

• 1 kotak kecil santan instant

• 500 cc air

• Garam & gula secukupnya

• Minyak untuk menumis secukupnya

Directions:
1. Tumis bawang merah dengan minyak sampai setengah layu.

2. Masukkan cabe giling + terasi, tumis sampai matang (gak bau mentah)

3. Masukkan udang & daun salam, aduk sampai setengah matang

4. Tambahkan tebu terubuk, aduk, masukkan air , didihkan

5. Masukkan jagung dan kentang, masak sampai matang lalu masukkan
santan, didihkan. Jaga agar santan tidak pecah.

6. Tambahkan soun, garam & gula pasir secukupnya. Diicip aja ya J

7. Terakhir, masukkan pete. (aku demen petenya setengah mateng aja)

Catatan :

Jangan keseringan diaduk, takutnya si tebu terubuk hancur karena rapuh
banget.

Untuk air dikira2 aja secukupnya, karena setau aku sayur ini nyemek2. Kering
nggak, berkuah banget juga nggak. Maaf bahasanya ribet…

Info about terubuk:

Memang masih termasuk keluarga tebu dan rebung tapi beda bentuk. Dikenal
juga dengan nama bunga terubuk. Bentuknya seperti jari agak panjang.
Teksturnya kalo kata kakakku mirip telur ikan agak krenyes2 gitu, telur ikan
vegetarianlah hehehe..Maaf lupa difoto bentuk aslinya. Hasil googling utk
keterangan dan gambarnya mungkin bisa diintip di sini :

TERUBUK (Saccharum edule Hasskarl)