Saus Mayo Vegan ini salah satu saus yang biasa kubuat untuk salad veggie-ku. Dan rasanya enak lho, teksturnya mau lebih kental atau cair, terserah aja yaa…
Worthed to try, serius… oh iya, lupa dapat dari siapa resep ini, tapi ya dari wag cancer survivor yang aku ikuti 🙂
Selamat mencoba 🙂
Saus Mayo Vegan
50 gram raw kenari
1 buah tomat
1 slice nanas
3 buah jeruk lemon cui
5 pcs kurma
himalayan salt
1/2 gelas air
Cara membuat :
Blender semua bahan hingga halus, segera tuang di atas salad, dan langsung dikonsumsi yak, jangan lama2 di suhu ruang/kulkas.
Kemarin adalah jadwal ibadah keluarga di rumah, dan jauh-jauh hari aku tuh dah mikir, mo bikin kue apa ya, khan tradisinya tuan rumah menyiapkan konsumsi. Bisa dalam bentuk masakan meal box gitu atau snack box. Dan secara aku tukang kue, jadi opsi kuelah yang aku pilih.
Nah, yang pertama terpikir adalah roti. Ya karena roti gampang dan hasilnya bisa banyak, walau lama di proses pengembangan. Tapi no problemo karena aku suka membuatnya xixi
Berhubung masih punya kacang hijau kupas 1 kg, jadilah aku bikin isian kacang hijau (tausa) ini, dan melihat youtubenya Luvita Ho kok kayaknya enak, jadi deh aku bikin.
Dan beneran hasilnya enak, tausanya lembut, oh iya 1 kg itu aku timbang beratnya @25 gram, jadi 100 pcs lebih dikit. Karena roti aku bikin 2 kg tepung dan berat roti @40 gram, jadi 103 pcs roti, ukuran segitu buatku sedang sih gak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga.
berongga gitu wkwkwk jadi kayak goayang ini kurang ngembang dikit, sepertinya raginya bermasalah, atau kurang lama proofngnya yak hahaha udah malam jadi pengen buru2 ajah
Tausa Kacang Hijau / Isian Kacang Hijau Kupas
souce: ytc Luvita Ho
Kacang hijau kupas 500 gram, rendam kurang lebih 2-3 jam
Gula pasir 180 gram
Air 280 ml
Santan 240 ml
Garam
Daun pandan
1. Kukus kacang hijau kupas selama kurang lebih 30 menit
2. Selagi panas, haluskan kacang hijau kupas. Tambahkan gula pasir, air, dan santan sehingga memudahkan proses penghalusan. Saya menggunakan Hipoumix sehingga untuk 500 gram kacang hijau kupas, cukup 1x giling saja.
3. Tuang adonan ke wajan, tambahkan garam dan daun pandan.
4. Masak adonan kacang hijau menggunakan api sedang-kecil, hingga adonan dapat dibentuk. Semakin lama adonan akan semakin awet, tahan disimpan hingga kurang lebih 1 minggu di kulkas.
Mo ibadah OEL dan ceritanya potluck-an, rencana awal mo bawa ongol-ongol yang gampang bikinnya. Eh tapi, masa gagal wkwkwk batal deh bawa ongol2.
Pas hari Rabu ke pasar dan mau beli tongkol buat bikin tongkol suwir, eh dapatnya cakalang. Jadi kepikiran buat bikin Panda untuk potluckan, tapi masih hari Sabtu, lama kaliii….
Akhirnya digoreng dulu si cakalang lalu suwir2, simpan kulkas.
Hari Kamis suwiran cakalang masih nginap di kulkas
Hari Jumat pulang Doa Malam, baru deh kukerjakan membuat panada, setelah paginya aku bikin Pampis Pepaya Muda ini. Bikin Pampis Pepaya Muda ini supaya isiannya lebih banyak wkwkwk
Pampis Pepaya Muda
Bahan :
Ikan cakalang atau tongkol 250 gram (dari 1 kg ikan, dikukus atau digoreng, lalu suwir2)
Pepaya muda 250 gram (parut lalu diperas supaya lebih kering)
Bawang merah 10-15 siung
Cabe rawit atau merah seseleranya
Jahe 2 cm
Daun pandan 2 lembar
Daun bawang 2 batang
Daun jeruk 2 lembar
Sereh 2 batang
Daun kunyit secukupnya
Cara membuat :
Seperti menumis sayur pada umumnya, hanya perhatikan 4 hal ini:
Saat menumis, goreng daun jeruk dan sereh terlebih dahulu, supaya lebih wangi
Masak bumbu hingga matang, supaya lebih awet
Tambahkan garam setelah ikan masuk (sebelum masukkan pepaya muda), supaya garam lebih rata
Masak pepaya muda jangan terlalu lama, supaya masih renyah
Ukuran ini pas untuk resep panada dengan tepung 500-600 gram
Browsing apa sih Urip-urip itu, dan ternyata urip-urip itu masakan khas Jawa. Ku kutip dari Tastemade.com:
Urip-urip adalah salah satu sajian olahan ikan khas Rembang, Jawa Tengah. Hidangan Ikan Panggang ini lalu dimasak dengan kuah yang segar (bersantan).
Yang kubuat ini adalah Resep Prima Rasa dan bahannya telur, bukan ikan. Dipanggang di oven tapi bisa juga dikukus. Aku pilih opsi terakhir, lebih mudah wkwkwk
Btw baru teringat beberapa hari lalu mengomentari postingan seorang teman tentang “urip itu mengirupi”, tepatnya bertanya apa sih artinya, eh hari ini aku masak urip-urip. Mungkin lebih tepat judul masakannya adalah “Urip-urip Telur”, yang artinya hidup-hidup telur, hidup yang suka telur wkwkwk
Bagea Kelapa ini tidak menggunakan full tepung sagu, melainkan ada penambahan tepung terigunya, dan juga menggunakan minyak. Plus kelapa sangrai membuatnya wangi dan juga rasanya enak…
Bagea Kelapa / Kue Sagu Kelapa
Bahan:
Masak hingga mendidih, lalu saring
Gula merah 540 gram
Air 166 ml
Minyak 166 ml
Bahan Kering:
Tepung Sagu 1 kg (saya gunakan tepung sagu papua, bisa beli di tokped)
Tepung terigu serbaguna 332 gram
Tepung maizena (atau tepung sagu) 30 gram
Soda kue 3/4 sdm
Kayumanis bubuk 3 gram
Kelapa sangrai 200 gram (dari kurleb 1.5 kelapa ukuran kecil)
Kocok hingga mengembang:
Telur antero 2 butir
Kuning telur 2 butir
Gula merah 100 gram
Cara membuat :
Bahan kering masukkan ke kocokan telur, lalu tambahkan gula merah yang sudah dingin.
Nasi Liwet merupakan salah satu menu praktis saat bingung mau masak apa. Dan biasanya aku menyetok ikan teri medan di kulkas. Jadi saat bosan masak atau kesiangan masak, Nasi Liwet salah satu penyelamat sehingga orang rumah gak jadi beli lauk di luar.
Kali ini berasnya aku pakai beras merah, dan bumbu pun tidak ditumis pakai minyak, melainkan dimasukkan terakhir saat nasi sudah matang, terus dikasih minyak kelapa atau virgin olive oil. So, lebih sehat pastinya.
Untuk bahan-bahannya sih seperti biasa, cuma ada penambahan kunyit, black pepper dan daun kemangi. Eh tapi ini aku kelupaan daun kemanginya hehe
Nasi Liwet Merah
Bahan: dimasak bersama beras
sereh
lengkuas
daun salam
kunyit
black pepper
Bumbu Iris :
bawang merah
cabe merah
daun kemangi
bawang putih
Setelah nasi matang, masukkan irisan bawang merah, bawang putih, cabe merah dan juga daun kemangi.