Category Archives: Recipes

Sayur Babanci (Masakan Khas Betawi)

Pertama kali tahu Sayur Babanci ini beberapa tahun lalu, dari Jalansutra, dan pak Bondan Winarno yang menjelaskan kalau Sayur ini mulai langka, aku copas nie postingannya pak Bondan di JS tahun 2009 lalu.

Topik : Lebaran dengan Ketupat Babanci

Keluarga JS-ku,

Menjelang Idul Fitri, tiba-tiba saya teringat ketupat babanci bikin Mpok Mia (0811 144451). Iseng-iseng saya telepon apakah saya bisa pesan dan diambil hari Sabtu. Soalnya, sekalipun tidak berlebaran, tetapi keinginan makan ketupat tidak terbendung. Untungnya, Mpok Mia bersedia menerima pesanan untuk 20 porsi.

Hari Sabtu siang, pesanan diambil. Saya pisahkan empat porsi untuk dimakan di rumah. (Untunglah Yohan tidak jadi singgah :-p, sehingga kami berdua bisa makan dua kali. He he he!). Sisanya saya bagi dalam dua
wadah dan disimpan di kulkas, persiapan untuk dibawa ke rumah saudara esok hari sebagai buah tangan.

Harry Nazaruddin pernah menulis lengkap tentang sayur babanci atau ketupat babanci ini. Tetapi, biarlah saya ulang sekali lagi.

Sayur babanci sama sekali bukan sayur – bahkan tidak ada sayurnya. Konon, kata babanci mengacu pada “kelakuan” sayur ini, yaitu banci alias tidak jelas identitasnya. Gule bukan. Kare bukan. Soto juga bukan.
Menurut saya, bukan tidak mungkin “babanci” berasal dari kata “babah-enci”.
Ada kemungkinan masakan ini dulunya dibuat oleh kaum peranakan Tionghoa-Betawi. Menurut Mpok Mia, di Betawi masa lalu, hanya keluarga bek (mandor, tuan tanah) yang mampu menghadirkan masakan ini pada Hari Raya Idul Fitri.

Masakan ini memerlukan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah. Beberapa rempah sudah termasuk langka, seperti: lempuyang, kedaung, temu mangga, temu kunci, bangle. Daging yang dipakai adalah bagian kepala sapi, tetapi tidak termasuk lidah, otak, dan cingur. Seperti Anda tahu, bagian pipi sapi ini sangat empuk.

Secara umum, masakan ini memang cenderung mirip gule, dengan aroma maupun rasa rempah yang sangat intens. Selain daging kepala sapi, pada akhir proses memasak dimasukkan serutan kelapa muda dan srundeng yang ditumbuk halus. Rasa kuahnya sangat mirip dengan palu basa di Makassar. Saya
bahkan sempat mencoba sayur babanci ini dengan cara makan orang Makassar, yaitu memasukkan kuning telur ayam kampung ke mangkuk sayur yang masih panas. Hmm, mak nyussssss!

Sebetulnya, saya ingin mengadakan Halal Bihalal terbatas (maksimum 60 orang) di rumah saya dengan sajian ketupat babanci yang dipesan khusus dari Mpok Mia. Saya sungguh ingin berbagi pengalaman makan sayur babanci yang sangat khas ini. Ada yang berminat jadi ketupat?

Salam,

Bondan

 

dan juga postingannya Harnaz (Harry Nazarudin) :

Halo Pak Bondan,

Wah saya juga kebagian babanci pas lebarannya. Dan, kebagian jadi juru cicip sebelum dikirim ke Pak Bondan, karena yang masak pada puasa semua, hehehe. Terus terang, daripada yang kita makan sendiri, yang dikirim ke pak bondan malah lebih enak, haha!

Soal nama ‘babanci’, sebenarnya ‘babah-enci’ bukan cuma cuma milik masy. Tionghoa. Orang Betawi juga menyebut ‘babeh-encing’ yang disingkat banci juga. Saya heran melihat orang Betawi memanggil ‘Cici’, tapi bukan kakak perempuan seperti di Tionghoa, melainkan singkatan dari ‘encing’ yang artinya bibi.

Masy. Betawi sebenarnya punya ragam budaya yang unik juga lho. Kang Irvan dulu pernah mendefinisikan Betawi sebagai ‘penduduk pesisir utara Jabar yang tidak bisa berbahasa Sunda’ – dan ini luas juga, dari Ciganjur, Klender, sampai Pondok Ranji. Budaya kulinernya pun macam-macam, tidak sekedar soto betawi. Betawi Klender terkenal dengan kue geplaknya. Betawi daerah kota punya nasi ulam. Babanci sendiri berasal dari daerah Cempaka Putih/Galur. Mencemplungkan oncom di dalam sayur asem adalah khas Betawi Jaksel – Ragunan, seperti di Muhayar. Masakan pecak dan pucung lebih masuk ke Betawi ‘pinggir’, seperti Ciganjur dan Bekasi. Ibunya Mia yang masak babanci contohnya, sama sekali tidak mengenal kuah pecak atau pucung.

Nah, Betawi sendiri menarik karena merupakan hasil dari campuran berbagai budaya yang ‘mampir’ di Jakarta. Ada yang terkena pengaruh Portugis, ada yang kental unsur orientalnya. Arab juga dominan. Nah, babanci, adalah salah satu yang saya sendiri bingung darimana pengaruhnya. Gulai santan adalah pengaruh melayu, tapi rasa babanci sendiri lebih rich dari gulai melayu. Bumbu adasnya bisa dirunut sebagai budaya Arab, dan cara merebus daging dan penyiapannya mirip dengan teknik Tionghoa. Tapi, sebagian besar unsur makanannya sendiri masih misterius, dan kemungkinan merupakan asli Betawi. Dan, yang unik adalah penggunaan daging buah kelapa sebagai sayur. Komentarnya Adi, ‘Sayur ini dibuat ketika di Jakarta masih banyak pohon kelapa!’ – untuk 20 porsi saja digunakan 9 buah kelapa, kelapa santan, kelapa gongseng, dan kelapa buah! Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satupun sayur di dunia ini yang menggunakan daging kelapa. Nah, babanci berarti termasuk Pusaka Kuliner kita!

Sayangnya, sayur ini statusnya sudah termasuk endangered species alias hampir punah. Di seluruh Jakarta setahu saya hanya di food court POINS yang jual. Di Cempaka Putih dulu ada warungnya, tapi sudah tutup. Dan ini juga melanda banyak makanan Betawi, karena masyarakat Betawi sendiri lebih tertarik berbisnis tanah (dan lebih profitable juga, hehe). Di keluarganya Mia sendiri hanya 2 orang yang bisa masak sayur babanci dari 6 bersaudara. Dua bulan sebelum buka warung di Adira dulu, Hajjah Siti Imronah, sang empunya resep, meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Sebelum meninggal, beliau menurunkan satu trik resep sayur babanci yang terakhir, dari cara menyiapkan lengkuas. Baru sejak itu masakan sayur babanci ibunya Mia bisa sama dengan aslinya. Kalau terus begini, lama-lama makanan ini bakal punah. Makanya sebelum punah, kita punya sebuah ‘crusade’ untuk membuat sebanyak mungkin orang mencicipi babanci – sampai2 kadang2 nanggung rugi dan nyaris kena tipu, hehe. Supaya, kalaupun sayur ini punah, paling tidak kita bisa cerita ke anak cucu, bahwa dulu pernah ada sayur betawi yang sayurnya daging kelapa…

Cheers,

Harnaz

 

Nah, sudah tahu sejarahnya khan? Sekarang silakan coba ya, resep ini kuambil dari Prima Rasa (Femina), yang bila membaca apa yang ditulis pak Bondan dan Harnaz, sepertinya masih jauh dari resep aslinya, tapi gpp ya  minimal mendekati hehe

 

Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)
Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)

SAYUR BABANCI

Bahan :

250 gram daging tetelan

1 liter air, untuk merebus

2 butir kelapa muda

3 sdm minyak goreng, untuk menumis

2 batang serai, memarkan

2 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk

400 ml santan encer, dan

300 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa

1 sdt air asam Jawa

20 mata petai, belah 2

1 sdm bawang goreng, untuk taburan

Bumbu Halus :

6 buah cabai merah

2 cm kunyit, bakar

5 butir kemiri sangrai

1/2 sdt ketumbar sangrai

1 cm kencur

2 cm lengkuas

1 cm jahe

8 butir bawang merah

2 siung bawang putih

1/2 sdt terasi bakar

1 sdt gula merah

2 sdt garam

 

Cara Membuat :

1. Rebus daging tetelan hingga empuk. Ambil kaldunya sebanyak 250 ml. Potong daging tetelan kecil-kecil.

2. Keruk daging kelapa muda hingga diperoleh sebanyak 500 gram.

3. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, serai, daun salam, daun jeruk hingga harum. Masukkan daging tetelan, kaldu, santan encer, didihkan. Tuangi santan kental.

4. Aduk santan agar tidak pecah. Setelah mendidih, masukkan air asam Jawa, kelapa muda, dan petai. Setelah kuah agak berminyak, angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng.

Ayam Goreng ala KFC

Resep Ayam Goreng atau Fried Chicken ini kudapat saat ikutan kursus di Daan Mogot. Lupa tahunnya… dah pernah cobain, tapiiii seperti biasa, waktu itu belum kepikiran buat fotoin masakan jadi blas gak ada fotonya hehe tapi rasanya enak, walaupun belum se-yummy Fried Chicken KFC, ya iyalah hehe

Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)
Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)

Tepung Fried Chicken (dikonversi sendiri ya…)

Tepung terigu (tinggi protein) 500 gram
Cornstarch (tepung maizena) 90 gram
Rice flour (tepung beras) 60 gram
Pala bubuk 1 gram
Jahe bubuk 1 gram
Merica hitam bubuk 6 gram
Ketumbar bubuk 2 gram
Bawang putih bubuk 5 gram
Cabe bubuk 7 gram
Penyedap rasa 6 gram (optional)
Gula halus 30 gram
Garam halus 40 gram
Improver 7 gram
Soda kue 6 gram
Agar-agar 4 gram

Cara Pembuatan :
1. Timbang semua bahan di atas sesuai dengan ukuran.
2. Campurkan semua bahan. Aduk hingga rata.
3. Siap dipakai atau kemas.

Bumbu Perendam (Marinade) : bumbu dikira2 saja
Cabe bubuk kecil
Jahe bubuk
Pala bubuk
Merica putih bubuk
Bawang putih bubuk
Gula pasir
Garam halus

Cara Pembuatan :
1. Potong ayam 1 ekor jadi 10-12 bagian kemudian cuci sampai bersih.
2. Timbang bumbu-bumbu di atas, kemudian aduk sampai rata.
3. Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu rendaman, aduk rata.
4. Masukkan potongan ayam + bumbu rendaman dalam wadah tertutup, kocok2 selama lebih kurang 15 menit, biarkan selama kurang lebih 3-4 jam di kulkas.
5. Ayam siap digoreng.

Adonan Pencelup :
Tepung Fried Chicken 100 gram
Air 400 cc

Campur tepung + air, aduk rata.

Cara Menggoreng Ayam :
1. Ambil Tepung Fried Chicken secukupnya, masukkan wadah.
2. Ayam yang telah direndam dalam bumbu perendam, masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat.
3. Masukkan ke dalam adonan pencelup. Angkat dan agak ditiriskan.
4. Terakhir masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat dan agak dirontokkan tepung yang kering.
5. Goreng Ayam hingga terendam dalam minyak panas dan bagian dasar wajan diberi alas sehingga ayam tidak bersentuhan langsung dengan dasar wajan (bisa juga dengan menggunakan deep fryer).

Selamat mencoba, semoga sukses yaa

Fuyunghai Praktis

Sebetulnya membuat Fuyunghai ini mudah sekali karena hanya menggoreng telur, aslinya telur bebek, plus saos, kalau pun saos gak ada, pakai saja saos yang sudah jadi alias saos sambel ABC hehehe Berhubung gak niat bikin si fuyunghai, jadilah memakai bahan seadanya saja 🙂

Resep Fuyunghai Praktis ini hasil googling karena gak sempat lagi mencari-cari di file resep Primarasa-ku. Buat anakku yang pecinta masakan Chinese ya enak deh, dia sampai habis 3 potong lho xixi Aku gorengnya per 3 sendok sayur gitu…

Fuyunghai (dari web Sedap)

Bahan :

  • 4 butir telur bebek, kocok lepas
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 25 gram tepung sagu
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh merica halus
  • 1/2 batang daun bawang, diiris halus
  • 50 gram daging ayam giling
  • 50 gram udang kupas, dicincang kasar
  • 100 gram daging kepiting
  • 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
  • minyak untuk menggoreng

Bahan Saus :

  • 2 sendok makan margarin
  • 1 siung bawang putih, memarkan
  • 1/2 buah bawang bombay, iris panjang
  • 1 buah cabai merah buang biji lalu iris panjang
  • 1 buah wortel, potong korek api
  • 1 batang daun bawang, iris miring
  • 250 ml kaldu ayam
  • 2 sendok makan saos tomat
  • 1/4 sendok teh air lemon
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh tepung sagu, larutkan dalam 2 sendok makan air
  • 50 gram kacang polong

 

Cara Membuat :

1. Aduk telur, bawang putih, garam, bawang bombay, ayam, udang, daging kepiting, daun bawang dan tepung sagu.

2. Panaskan minyak dalam wajan cekung, lalu tuang 2 sendok sayur campuran bahan. Goreng sampai kering dan matang.

3. Buat saus, tumis bawang putih dan bawang bombay dalam margarin sampai harum lalu tambahkan cabai dan jahe. Aduk sampai cabai layu.

4. Masukkan wortel dan daun bawang. Aduk sampai setengah matang. Tuangkan saus tomat, garam dan gula pasir. Aduk-aduk lalu tambahkan kaldu. Aduk sampai mendidih lalu tuangkan larutan kanji. Biarkan hingga mendidih kembali. Masukkan kacang polong. Aduk sebentar lalu angkat.

5. Sajikan telur dengan sausnya.

Ongol-ongol Sagu

Salah satu kue tradisional kesukaanku 🙂 Apa karena aku orang Ambon yak jadi segala yang berbahan dasar sagu, daku suka hehe

Kalau ke pasar tradisional atau ke bakery selalu kucari ongol-ongol ini karena daku daku doyan banget ongol-ongol ini dan jarang banget bikin, mungkin cuma sekali dua kali aja saat almarhum mama masih ada.

Selama ini sudah mengumpulkan banyak resep ongol-ongol tapi belum satupun yang dieksekusi xixi Resep ini kudapat dari cik Suzie Sasmita saat ketemuan KTM di rumah beliau di daerah Puri Indah, Jakarta Barat 14 Desember lalu. Kenapa juga resep cik Suzie yang aku cobain? Karena ternyata nie ongol-ongol full santan dan bukan pakai air, jadi pastinya lebih enak hehe

Hasilnya beneran yummy dan lembek lho yah, tapi aku juga suka sih yang lembek 🙂

Ongol-ongol Sagu

  • 350 gram Tepung sagu (aku pakai tepung ubi, beli di Titan)
  • 1400 cc santan sedang (dari 1 buah kelapa)
  • 400 gram Gula merah
  • 150 gram Gula pasir
  • 1 sdt Garam
  • 1 buah kelapa agak muda, kupas kulitnya kemudian diparut, kukus, tambahkan sedikit garam

 

Cara Membuat :

  1. Campur tepung sagu dan setengah bagian santan, aduk rata, saring.
  2. Masak sebagian santan dan gula merah hingga gula hancur, saring
  3. Campur adonan kedua adonan, masak hingga setengah matang, kemudian masukkan ke loyang, kukus hingga matang. Bisa juga adonan dimasak hingga matang, tandanya adonan meletup-letup. Oh iya gunakan api kecil untuk memasak.
  4. Selagi panas, ambil sesendok adonan, gulingkan di kelapa parut. Tata di piring.

 

Nasi Ayam Hainam #memasak dengan panci ISA

Nasi Ayam Hainam ini simple banget lho dan cepat pula memasaknya, soal rasa, yummy lho…

Nasi Ayam Hainam

Bahan :

  • 400 gram beras, cuci bersih
  • 400 ml air
  • 1/2 ekor ayam dipotong kecil

 

Bumbu:

  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • seujung jari jahe dicincang halus
  • 1 sendok makan minyak wijen
  • 1 sendok makan saos tiram
  • 1 sendok teh garam

Cara Membuat :

– Bawang putih dan jahe ditumis dengan minyak sampai wangi.

– Masukkan ayam dan bumbu-bumbu lain, ayam, aduk sampai rata. Tambahkan air.

– Dimasak dengan panci presto ISA full press selama 10 menit.

 

Donat Kentang

Resep ini udah pernah aku coba dan sukses, tapi aku lupa sumbernya dari mana, mungkin dari alm. Inong Harris (Dapur Bunda).

Gambarnya dah kehapus sama mp hikss jadi aku copas dari detikfood 🙂

Donat Kentang

Bahan:

  • 500 gram tepung terigu protein tinggi (cakra)
  • 1 bungkus (10 gram) ragi instan
  • 125 gram mentega
  • 75 gram gula pasir
  • 3 kuning telur
  • 250 ml susu cair
  • 200 gram kentang kukus, haluskan

Directions:
– Campur tepung, ragi, gula, kuning telur lalu uleni sambil dituang susu sedikit demi sedikit hingga tercampur rata.
– Tambahkan mentega dan kentang, lalu uleni lagi sampai elastis.
– Diamkan adonan selama 30 menit, selanjutnya adonan siap digunakan.

Cornflake Cookies

Resep ini modif sendiri setelah tanya2 rekan2 di milis dan juga karena beberapa kali nyobain resepnya primarasa meleber mulu. Yang menjadikannya agak lain dari yang lain karena penambahan kenari di dalamnya 🙂

Setelah lamaaaa banget ga pernah bikin2 lagi, kemarin (Minggu, Sep 25, 2011) aku bikin lagi…. karena penasaran dengan parcel yang selama bertahun-tahun isinya cornflake cookies juga. Ternyata oh ternyata, menurut teman2 kantor, lebih enak cornflake buatanku ini hehehe So, ga takut deh dibanding2kan dengan yang lain 🙂 Dan, kusempatkan untuk foto, walaupun hanya dari bb hehe

Cornflake Cookies

Ingredients:
– Gula halus 200-250 gram (kalau mau manis 250 gram kalau mau kurang manis, kurangi, atau 200 gram saja)
– Butter 250 gram
– Margarin 100 gram
– Kuning telur 2 butir
– Putih telur 1 butir
– Tepung sagu 100 gram
– Susu bubuk 50 gram
– Kenari 100 gram, iris panjang
– Cornflake 125 gram (remas2 spy agak hancur)
– Tepung terigu 300 gram

Directions:
– Kocok butter, margarin dan gula hingga tercampur rata. Kurang lebih 1-2 menit. Tambahkan telur, kocok sebentar. Masukkan bahan2 lainnya hingga tercampur rata. Bentuk dengan bantuan 2 buah sendok. Panggang.

January 7th, 2006

Jan Hagel

Kukis jadul khas Belanda ini resepnya aslinya dari femina jadul (entah sisipan, buklet or buku resep). Waktu itu kalo ga salah temen kantor yang beli dan aku copy karena resep2 lainnya ga begitu oke buatku. Setelah dicoba ternyata oke juga.. padahal aslinya rasanya seperti apa aku sendiri ga tahu, he he he

Bila mencari kue kering yang kurang manis namun rasanya oke, Jan Hagel inilah pilihannya… Kue ini pun mudah sekali membuatnya karena tidak pakai kocok2an (musuhan dulu dg mixer :p)) Oh iya, membuatnya pun sebetulnya cepat lho karena bisa saja tidak usah diangkat satu per satu lalu pindahkan ke loyang, melainkan dipotong-potong di loyang sehingga ketika matang, tinggal pindahkan ke toples, ringkas khan?

Jan Hagel

Bahan :

  • 225 tepung terigu, ayak
  • 50 gram gula bubuk
  • 150 gram butter
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 2 kuning telur ayam, kocok rata

Taburan:

  • 2 kuning telur ayam, kocok rata, untuk olesan
  • 100 gram kenari kupas, potong tipis memanjang, untuk taburan
  • gula pasir secukupnya, untuk taburan

Cara membuat:
– Dengan bantuan 2 buah pisau (atau kalau ada pakai pisau pastry) aduk rata semua bahan (kecuali telur) hingga berbutir2 halus seperti pasir (kalau pernah bikin strussel ya spt itulah kira2).
– Masukkan kuning telur bertahap sambil diaduk2 dengan ujung jari hingga adonan tidak lengket dan dapat dibentuk. Sisihkan.
– Panaskan oven bersuhu 160 derajat Celcius.
– Gilas adonan ukuran 30 x 25 x 1/2 cm, olesi seluruh permukaannya dengan kuning telur hingga rata.
– Potong2 adonan ukuran 3 x 6 cm. Taburi masing2 potongan adonan dengan kenari dan gula pasir.
– Taruh adonan kue di atas loyang dengan jarak di antaranya.
– Panggang dalam oven panas selama kl 40 menit hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, biarkan dingin.

untuk 250 gram

January 7th, 2006

Cheese Button Cookies, si imut tipis yang crispy yummy

Kuker keju dipadu dengan icing sugar, menjadikan rasanya unik, gurih2 manis…

Resep Cheese Button ini pertama kali aku share di milis NCC di tahun 2005 saat HBH (Halal Bihalal) milis NCC dan mendapatkan rating A+ dari Riana, salah seorang moderator di milis tersebut. Sejak itu banyak bakulers mencoba Resep Cheese Button ini dan bahkan menjadi salah satu jualan andalan kue kering mereka.

Rating A+ dari Riana
Rating A+ dari Riana

This is the best seller of my cookies. Almost everyone loves it. Need a high patience to make it no wonder the price is high. I have shared this recipe in the NCC mailing list in 2005 and got rating A+ from one of the moderator, Riana, tks Riana and NCC. Almost every year NCC-ers discuss about this cookies and makes me famous hahahaha Femmy Cheese Button, yes Cheese Button is my last name 😀

 

Giling adonan hingga ketebalan yang diinginkan, saya sih berdasarkan feeling aja, atau sekitar 3 penggaris besi yang disusun gitu

Ukur menggunakan penggaris buatan seperti di gambar (sekarang aku pakai penggaris stainless), lalu menggunakan rolling cutter, potong2. Sejak lama saya menggunakan penggaris besi sebagai pengukur, kebetulan punya foto lama hehe

adonan cb setelah dipotong2 seperti ini, siap dikasih topping icing sugar
Oleskan glazur icing sugar ke seluruh permukaan kue yang sudah dipotong-potong, lalu angkat satu per satu ke loyang

Cheese Button siap dipanggang
Cheese Button siap dimasukkan ke toples

Ingredients:

  • Butter 325 gram (aku pakai full butter)
  • Gula halus 1 sdm (boleh diskip)
  • Kuning telur 3 butir
  • Putih telur 1 butir
  • Keju edam kering, diparut, 150 gram (keju edam parut diangin-anginkan atau jemur tapi jangan sampai kering benar karena volume akan berkurang banyak, atau taruh di oven bagian atas luar dan sambil diaduk-aduk supaya tidak menggumpal)
  • Tepung sagu 90 gram (aku pakai tepung sagu tani Alini yang disangrai terlebih dahulu)
  • Tepung terigu protein rendah 425 gram (bisa sampai 475 gram tepung, tergantung kocokan butter + telur di awal)
  • Keju cheddar untuk topping, kurang lebih 150-200 gram (aku pakai Kraft karena hasilnya warna lebih bagus, sudah coba macam2 cheddar tapi Kraft yang terbaik buat topping menurutku)

Glazur:

  • Icing sugar (confection sugar) 225 gram (aku pakai merk Fiesta, pernah coba merk lain tapi hasilnya kurang ok, bisa juga pakai gula pasir biasa tapi aku gak pernah pakai)
  • Putih telur 70-80 gram
  • 1/2  sdt cream of tartar (optional)
  • Lemon essence/Vanilla extract (aku pakai lemon essence yang dijual di Toko Ani/Bluebell) –> kudu pake ya supaya wangi, kalau tidak ada bisa kok diganti dengan air lemon, kurang lebih 2 sdm, gak perlu tambah icing sugar lagi yaa…

Cara membuat Glazur:
Kocok semua bahan hingga setengah mengembang (soft peak), tambahkan lemon essence/vanilla extract.

 

Directions:

  1. Kocok butter dan gula halus hingga tercampur rata, masukkan telur, kocok rata, tambahkan keju. Aduk rata. Masukkan tepung sagu dan terakhir tepung terigu. Uleni hingga rata/kalis..
    Giling tipis 2-5 mm, potong kotak 2,3 cm x 2,3 cm.
    Olesi glazur, ratakan dan taburi keju cheddar parut
  2. Angkat satu persatu, tata di loyang kuker.
  3. Panggang dengan api kecil (150 atau 160 derajat Celcius) hingga matang.

Hasil jadi 3 toples hardtop ukuran 450 gram (kadang kurang kalau ketipisan)

TIPS:
– Supaya glazur tahan lama, tutup dengan lap basah. Kalau agak kering, kocok lagi, tambahkan putih telur sedikit.
– Icing sugar: kalau mau bikin banyak, diayak dulu supaya tidak menggumpal/berbutir2.
– Mengocok putih telur jangan terlalu lama, kalau kelamaan putih telur bisa ringan & kopong 🙁

January 7th, 2006

Resep Masakan Rumahan : Nasi Liwet Ikan Asin

nasi liwet ikan asin
Resep Masakan Rumahan : Nasi Liwet Ikan Asin

Resep nomor urut 1 di buku resep ISA ini merupakan Resep Masakan Rumahan yang simple banget lho membuatnya, tapi hasilnyaaaa yummyyyyy… beneran,, cobain aja deh hehe

Oh iya, resep ini yang didemokan sewaktu Demo ISA di SMPN 1 Dramaga, Bogor.

Ini ya resepnya #memasak dengan panci ISA

NASI LIWET IKAN ASIN

Bahan:

3 gelas beras

3 gelas air

50 gram ikan teri medan (siram air panas, tiriskan, terus goreng hingga kecokelatan)

Bumbu :

5 butir bawang merah, iris tipis

5 buah cabe merah atau rawit (sesuai selera), iris tipis

1 batang sereh dimemarkan

1 ibu jari lengkuas

3 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk (optional)

Cara membuat :

– Tumis bawang merah dan cabe

– Tambahkan ikan teri medan yang sudah digoreng.

– Masukkan beras, air dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk rata.

– Dimasak full press selama 10 menit.

– Diamkan sampai tanak. Sajikan.

Hayukkk buruan dipraktekkan Resep Masakan Rumahan ini, cocok buat pemula maupun penyuka praktis2 🙂