Martabak manis harusnya terlihat serat-serat berdiri. Orang menyebutnya bersarang. Tetapi sering juga setelah dibuat tidak bagus hasilnya.
Penyebabnya :
Adonan tidak cukup lama dimixer.
Adonan tidak dibuat di loyang khusus martabak. Kalau Anda membuat martabak di dalam wajan, maka martabak akan matang seketika sebelum serat terbentuk. Gunakan loyang khusus yang tebal yang membuat kue tidak cepat matang.
Bila loyang tak cukup panas, martabak juga tidak bisa membentuk serat. Panaskan dahulu cukup lama. Untuk mengetesnya, taburkan 4-5 butir gula. Gula harus larut seketika.
Pemanggangan harus sangat lama agar serat kue terbentuk. Agar pemanggangan bisa lama, maka kue tidak boleh cepat matang. Agar tak cepat matang, letakkan wajan martabak jauh dari api. Letakkan ganjalan di antara api dan loyang kue.
Dalam rangka 40 hari meninggalnya tanteku, dan menggangap Cimahi sebagai hometown mereka, tahun baru yang lalu daku ikutan hadir, tepatnya di Asrama Basis, Baros, Cimahi.
Bersama Mada, yang sebetulnya adalah tanteku tapi karena umur kita gak beda jauh jadi aku biasa panggil nama saja, kita mengunjungi saudara lainnya yang di sekitaran Cimahi juga, dan Mada yang memang pinter masak masakan Manado “ditodong” untuk masak pas kebetulan pacarnya anaknya teh Melli ulang tahun jadilah daku membantu-bantu jadi asistennya “Chef Mada” 🙂
Gegara lihat Pannacotta di PHD (Pizza Hut Delivery) jadi pas lihat resep ini yang dishare Chef Budi Setiono, daku jadi pengen cobain, seperti apa sih Pannacotta itu? Asli belum pernah makan hehe secara juga daku penyuka makanan Italy, eh bener khan ini Pannacotta aslinya dari Italy?
Eh tapi nie berhubung baru pakai lagi si gelatine (dulu banget pernah tapi udah lupa wkwkwk) jadi sepertinya aku mistreat si gelatine ini. Mestinya setelah adonan matang baru deh bikin si gelatine ini, soalnya kemarin itu aku bikin gelatine ini dulu, alhasil walaupun si gelatine tidak diangkat dan masih di wajan berisi air hangat (karena mesti ditim dulu khan) tetap aja si gelatine agak-agak “ngumpul” alias gumpal karena kelamaan menunggu adonan utama matang (apinya juga kekecilan sih hikss) jadi si Pannacotta kurang set/padat karena kurangnya si gelatine. Next time mesti coba lagi ini hehe
Dan juga karena aku pengen buat suguhan Tahun Baru jadilah di cup plastik seperti buat puding itu, jadi gambarnya gak representative xixi
Pandan Pannacotta
Bahan :
500 ml krim kental
500 ml susu cair
200 gram gula pasir
5 lembar daun pandan
6 lembar gelatine, rendam, peras atau 18 gram gelatine bubuk (kalau menggunakan gelatine bubuk : konversi gelatine lembar dan bubuk : 1 : 3 alias 1 lembar gelatine = 3 gram gelatine bubuk)
100 gram kelapa muda, kerok lebar
Bahan Saus :
100 ml santan kental
2 sendok makan gula pasir
1/4 sendok teh garam
Cara Membuat :
Panaskan krim, susu dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
Tambahkan gelatin dan gula. Aduk sampai larut. Angkat. Tuang ke dalam gelas/cup. Dinginkan.
Saus : rebus santan, gula dan garam sambil diaduk sampai mendidih.
Sajikan pannacotta bersama kelapa muda dan saus (kalau aku : kelapa mudanya ditaruh duluan di masing-masing cup jadi tenggelam deh hehe)
Semoga di tahun baru ini Sahabat senantiasa diberkahi kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan 🙂
Apapun yang terjadi tetaplah semangat 🙂 untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi…
Hwaiting
Gehen Sie
Jia You
Ganbatte
Vamos
Rasa penasaranku akan KLapper Taart Potong akhirnya terjawab sudah. Ternyata adonan dan caranya mirip seperti membuat kue sus sehingga kuenya bisa dipotong. Rasanya juga enak lho, apalagi kalau pakai butter wijsman dan susu cair diganti dengan krim kental hehehe
KLapper Taart Potong
Bahan :
65 gram mentega
150 ml air
1/2 sdt garam
125 gram tepung terigu protein sedang
4 butir telur
100 gram gula pasir
75 ml susu cair
1/4 sdt rhum bakar
1/2 sdt vanila
100 gram kelapa muda, kerok lebar
50 gram kenari, iris panjang
50 gram kismis, rendam air sebentar
Cara Membuat :
Panaskan mentega, air dan garam sampai mendidih. Matikan api.
Masukkan tepung terigu, aduk sampai kalis. Angkat.
Kocok sampai uap panasnya hilang. Tambahkan telur satu per satu sambil dikocok rata. Masukkan gula pasir. Kocok rata.
Tuang susu cair sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah sampai rata. Tambahkan rhum. Kocok rata. Masukkan kelapa muda, kismis, kenari.
Tuang di loyang 20x20x4 cm yang dioles margarin, taburi sedikit kenari di atasnya.
Oven dengan api bawah suhu 180 derajat Celcius selama 35 menit atau hingga matang.
Di penghujung tahun 2015 ini, ijinkan daku posting 1 resep yang recommended yaaa… enak banget deh, resep menyusul yaaa karena masih harus bikin klappertaart hehe
Resepnya dari Chef Budi Setiono yang muncul di majalah Sedap edisi September 2015. Oh iya pas bikin Three Chocolate Mousse ini aku kebingungan karena yang ditulis di majalah menurutku salah jadi aku cari-cari deh di facebook kali aja ada facebooknya si Chef ini dan ternyata ada. Langsung aku inbox dan mendapat respon positif alias langsung ditanggapi wuaaa senangnya dan Chef Budi juga menawarkan untuk masuk di groupnya. Ini ya linknya bila ada yang ingin bergabung group In Style with Chef B https://www.facebook.com/groups/1473620079620060/
Bahan I : kocok susu – krim – kuning telur – gula sampai rata. Masak dengan api kecil-sedang seperti membuat vanila sauce.
Masukkan gelatin. Aduk sampai larut. Bagi menjadi tiga bagian. Sisihkan.
Bahan II : panaskan krim. Masukkan dark cooking chocolate. Aduk sampai larut. Tambahkan satu bagian Bahan I. Aduk rata. Tuang ke dalam gelas. dinginkan.
Bahan III : panaskan krim. Masukkan white cooking chocolate. Aduk sampai larut.Tambahkan satu bagian Bahan I. Tuang di atas Bahan II. dinginkan.
Bahan IV : panaskan krim. Masukkan milk cooking chocolate. Aduk sampai larut. Tambahkan satu bagian Bahan I. Tuang i atas Bahan III. dinginkan.
Hari ke-3 Christmas, Sahabat sedang mengerjakan apakah? Hari Minggu seperti ini apalagi hari Minggu terakhir di tahun 2015 pastinya yang Christian sedang ke gereja ya? Atau sedang liburan? Atau bersantai bersama keluarga tercinta? Apapun yang Sahabat lakukan, semoga selalu diberikan kesehatan yang baik sehingga menikmati kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya 🙂 Tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2015. Banyak yang terjadi di tahun ini, semoga bisa menjadi refleksi diri kita menjalani tahun berikutnya. Tentunya ke arah yang lebih baik lagi 🙂
Mengakhiri tahun 2015 ini, ijinkan saya memohon maaf bila selama ini banyak kesalahan yang saya buat dan tidak maksimal melayani Sahabat, baik dalam perkataan, perbuatan maupun pikiran 🙂
Dan sebagai bentuk rasa terima kasih saya, dengan ini mohon dukungan Sahabat untuk menyukseskan Promo berikut ini:
Resep ini dari Chef Dharmawangsa hotel (maaf lupa namanya), saat Cooking Class yang diadakan khusus untuk Ibu-ibu TNI AD. Cocok buat yang suka coklat pahit karena penggunaan coklat bubuk yang banyak, juga cocok buat yang cari semprit cokelat yang praktis cara bikinnya, karena semua bahan tinggal dimixer saja dan tidak bantat hasilnya, malah renyah nyah nyah…
Resep menyusul yaa
sempet2nya minta foto bareng dengan ibu Kasad, ibu Gatot Nurmantyo 🙂
Durtart atau Duriantart adalah sejenis Nastar, karena isiannya Durian jadi sebenarnya gak sah kalau disebut Nastar bukan? Tapi karena bentuk dan juga kulitnya mirip-mirip Nastar jadi ya sudahlah kita sebut saja Nastar Durian, walaupun isian di dalamnya bukan selai Nanas melainkan selai durian. Kenapa memang dengan Nastar? Saya sih tetap doyan makan nastar tapi membuat selainya itu lho, capek xixixi sementara membuat selai durian tidaklah selama membuat selai nanas. Jadinya sih relatif lebih cepat dan rasanya tidak kalah dengan Nastar, tapi sayangnya ada juga yang tidak suka durian atau kuatir durian akan mengganggu kesehatan mereka. Padahal sebenarnya ya makanlah sebijaksana mungkin alias jangan banyak-banyak hehe
Untuk resepnya, sabar yaaa… nanti aku ketikkan 🙂
Ada yang suka Asinan Sayur kah di sini? Pasti tahu donk ya Asinan Kamboja, itu lho Asinan Sayur Ala Betawi yang berlokasi di Jalan Kamboja, Rawamangun, Jakarta Timur. Gak tahu? Pasti gak suka asinan sayur yak xixi Kalau memang penyuka Asinan Sayur, pasti tahu donk Asinan Kamboja ini. Yup, karena Asinan Kamboja ini dah lama banget lho, sejak akhir tahun 1990 dah exist deh… Lho kok tahu? Iya saya tahu karena dulunya saya bekerja di daerah Jakarta Timur, tepatnya tahun 1988 saya bekerja di groupnya Kompas Gramedia di Jalan Matraman Raya. So, teman-teman saya banyak yang tinggalnya di Jakarta Timur, Jakarta Utara tepatnya Tanjung Priok, cuma saya sendiri xixi kesian yakkk
So lagiii… dulu diajaklah saya sama teman-teman kerja untuk makan ini Asinan Kamboja. Kali itulah perkenalan pertama saya dengan asinan sayur, dan ternyataaaa… saya suka banget lho… Saya tuh bisa dalam seminggu makan asinan sayur ini sebanyak 2-3 porsi dan gak bosen hahaha Jadi pengen pindah dan tinggal di Rawamangun supaya bisa makan asinan ala Betawi ini terus wkwkwk
di tembok dipasang daftar harga bila pembelian 1, 2, 3, dst… kelihatan khan panjang bener listnya… Jadi kalau ada yang beli 15 mereka gak usah capek2 ngitung lagi dengan kalkulator, tinggal lihat di tabel itu aja…
Asinan Kamboja ini ngetop banget lho… dan aslinya yang ada di dalam yaaa, dekat lapangan, bukan sebelumnya. Jadi kalau Sahabat masuk ke Jalan Kamboja III, pas depan RS Persahabatan, setelahnya Sahabat belok ke kanan terus ke kiri, terus ke kanan lagi dan gak jauh akan ketemu lapangan. Nah depan lapangan yang berfungsi sebagai tempat parkir itulah lokasi si Asinan Kamboja ini.
Oh iya, kenapa saya suka banget si Asinan Sayur Kamboja ini? Karena bumbu kacangnya beda booo dengan asinan lainnya. Enakk… gak tahu pakai bumbu rahasia apa, yang pasti enakkk pake bangetttt hehehe
Dalam sehari bisa ratusan Asinan terjual, eh tapi yang asinan sayur yaa… yang buah sih biasa aja menurut saya, apalagi kalau weekend Sabtu-Minggu gitu… Oh iya, kalau weekend siap-siap ngantri yaaa, karena kadang rameee bangetttt… Dulu waktu masih rajin berenang di Tirta Mas, saya suka sempatkan sehabis berenang mampir ke Rawamangun, ke mana lagi kalau bukan ke Asinan Kamboja, borong 3-5 bungkus, simpan kulkas, dan bisa tahan sampai 3-4 hari. Udah deh semingguan makan asinan ajah hahaha
Btw, kalau Sahabat punya informasi Asinan Betawi lainnya yang juga enak, kasih tahu saya ya, pasti saya samperin deh hehehe
Salah satu masakan yang praktis karena tidak sulit, menurutku yang pemalas ini hahaha Karena tinggal beli daging giling, masukkan bawang bombay cincang, dan bumbu lainnya, terus masak deh…
Meatball ini juga bisa kita buat banyak terus simpan di freezer, sewaktu-waktu diperlukan tinggal dikeluarkan. Lebih baik sih disimpan di plastik gitu dalam jumlah tertentu, jadi sekali pakai dan tidak usah dithawing lalu simpan lagi.
Oh iya, aku bikinnya sederhana aja dan fotonya juga sederhana, harap maklum ya xixi
MEAT BALL
Bahan :
200 gram daging giling
2 siung bawang putih, haluskan
1/4 buah bawang bombay, cincang halus
1 butir telur
1 sendok makan tepung panir halus (kalau tidak ada, bisa digantikan dengan 1 sdm tepung terigu dan 1 sdm tepung sagu)
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1 sdm tepung terigu untuk pelapis
Bumbu untuk menumis :
3 sendok makan margarin
1/4 buah bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, haluskan
3 buah tomat, buang biji, cincang halus
2 sendok makan pasta tomat
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
2 lembar bayleaf (saya skip)
200 ml air
1 sendok teh peterseli cincang untuk taburan (saya skip)
Cara membuat :
Campur daging giling, telur, tepung panir halus, bawang putih, bawang bombay, merica bubuk dan garam. Aduk rata. Bentuk bola-bola sebesar kelereng.
Gulingkan di atas tepung terigu.
Panaskan margarin, tumis meatball di dalam margarin sampai berubah warna.