Sayur Babanci (Masakan Khas Betawi)

Pertama kali tahu Sayur Babanci ini beberapa tahun lalu, dari Jalansutra, dan pak Bondan Winarno yang menjelaskan kalau Sayur ini mulai langka, aku copas nie postingannya pak Bondan di JS tahun 2009 lalu.

Topik : Lebaran dengan Ketupat Babanci

Keluarga JS-ku,

Menjelang Idul Fitri, tiba-tiba saya teringat ketupat babanci bikin Mpok Mia (0811 144451). Iseng-iseng saya telepon apakah saya bisa pesan dan diambil hari Sabtu. Soalnya, sekalipun tidak berlebaran, tetapi keinginan makan ketupat tidak terbendung. Untungnya, Mpok Mia bersedia menerima pesanan untuk 20 porsi.

Hari Sabtu siang, pesanan diambil. Saya pisahkan empat porsi untuk dimakan di rumah. (Untunglah Yohan tidak jadi singgah :-p, sehingga kami berdua bisa makan dua kali. He he he!). Sisanya saya bagi dalam dua
wadah dan disimpan di kulkas, persiapan untuk dibawa ke rumah saudara esok hari sebagai buah tangan.

Harry Nazaruddin pernah menulis lengkap tentang sayur babanci atau ketupat babanci ini. Tetapi, biarlah saya ulang sekali lagi.

Sayur babanci sama sekali bukan sayur – bahkan tidak ada sayurnya. Konon, kata babanci mengacu pada “kelakuan” sayur ini, yaitu banci alias tidak jelas identitasnya. Gule bukan. Kare bukan. Soto juga bukan.
Menurut saya, bukan tidak mungkin “babanci” berasal dari kata “babah-enci”.
Ada kemungkinan masakan ini dulunya dibuat oleh kaum peranakan Tionghoa-Betawi. Menurut Mpok Mia, di Betawi masa lalu, hanya keluarga bek (mandor, tuan tanah) yang mampu menghadirkan masakan ini pada Hari Raya Idul Fitri.

Masakan ini memerlukan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah. Beberapa rempah sudah termasuk langka, seperti: lempuyang, kedaung, temu mangga, temu kunci, bangle. Daging yang dipakai adalah bagian kepala sapi, tetapi tidak termasuk lidah, otak, dan cingur. Seperti Anda tahu, bagian pipi sapi ini sangat empuk.

Secara umum, masakan ini memang cenderung mirip gule, dengan aroma maupun rasa rempah yang sangat intens. Selain daging kepala sapi, pada akhir proses memasak dimasukkan serutan kelapa muda dan srundeng yang ditumbuk halus. Rasa kuahnya sangat mirip dengan palu basa di Makassar. Saya
bahkan sempat mencoba sayur babanci ini dengan cara makan orang Makassar, yaitu memasukkan kuning telur ayam kampung ke mangkuk sayur yang masih panas. Hmm, mak nyussssss!

Sebetulnya, saya ingin mengadakan Halal Bihalal terbatas (maksimum 60 orang) di rumah saya dengan sajian ketupat babanci yang dipesan khusus dari Mpok Mia. Saya sungguh ingin berbagi pengalaman makan sayur babanci yang sangat khas ini. Ada yang berminat jadi ketupat?

Salam,

Bondan

 

dan juga postingannya Harnaz (Harry Nazarudin) :

Halo Pak Bondan,

Wah saya juga kebagian babanci pas lebarannya. Dan, kebagian jadi juru cicip sebelum dikirim ke Pak Bondan, karena yang masak pada puasa semua, hehehe. Terus terang, daripada yang kita makan sendiri, yang dikirim ke pak bondan malah lebih enak, haha!

Soal nama ‘babanci’, sebenarnya ‘babah-enci’ bukan cuma cuma milik masy. Tionghoa. Orang Betawi juga menyebut ‘babeh-encing’ yang disingkat banci juga. Saya heran melihat orang Betawi memanggil ‘Cici’, tapi bukan kakak perempuan seperti di Tionghoa, melainkan singkatan dari ‘encing’ yang artinya bibi.

Masy. Betawi sebenarnya punya ragam budaya yang unik juga lho. Kang Irvan dulu pernah mendefinisikan Betawi sebagai ‘penduduk pesisir utara Jabar yang tidak bisa berbahasa Sunda’ – dan ini luas juga, dari Ciganjur, Klender, sampai Pondok Ranji. Budaya kulinernya pun macam-macam, tidak sekedar soto betawi. Betawi Klender terkenal dengan kue geplaknya. Betawi daerah kota punya nasi ulam. Babanci sendiri berasal dari daerah Cempaka Putih/Galur. Mencemplungkan oncom di dalam sayur asem adalah khas Betawi Jaksel – Ragunan, seperti di Muhayar. Masakan pecak dan pucung lebih masuk ke Betawi ‘pinggir’, seperti Ciganjur dan Bekasi. Ibunya Mia yang masak babanci contohnya, sama sekali tidak mengenal kuah pecak atau pucung.

Nah, Betawi sendiri menarik karena merupakan hasil dari campuran berbagai budaya yang ‘mampir’ di Jakarta. Ada yang terkena pengaruh Portugis, ada yang kental unsur orientalnya. Arab juga dominan. Nah, babanci, adalah salah satu yang saya sendiri bingung darimana pengaruhnya. Gulai santan adalah pengaruh melayu, tapi rasa babanci sendiri lebih rich dari gulai melayu. Bumbu adasnya bisa dirunut sebagai budaya Arab, dan cara merebus daging dan penyiapannya mirip dengan teknik Tionghoa. Tapi, sebagian besar unsur makanannya sendiri masih misterius, dan kemungkinan merupakan asli Betawi. Dan, yang unik adalah penggunaan daging buah kelapa sebagai sayur. Komentarnya Adi, ‘Sayur ini dibuat ketika di Jakarta masih banyak pohon kelapa!’ – untuk 20 porsi saja digunakan 9 buah kelapa, kelapa santan, kelapa gongseng, dan kelapa buah! Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satupun sayur di dunia ini yang menggunakan daging kelapa. Nah, babanci berarti termasuk Pusaka Kuliner kita!

Sayangnya, sayur ini statusnya sudah termasuk endangered species alias hampir punah. Di seluruh Jakarta setahu saya hanya di food court POINS yang jual. Di Cempaka Putih dulu ada warungnya, tapi sudah tutup. Dan ini juga melanda banyak makanan Betawi, karena masyarakat Betawi sendiri lebih tertarik berbisnis tanah (dan lebih profitable juga, hehe). Di keluarganya Mia sendiri hanya 2 orang yang bisa masak sayur babanci dari 6 bersaudara. Dua bulan sebelum buka warung di Adira dulu, Hajjah Siti Imronah, sang empunya resep, meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Sebelum meninggal, beliau menurunkan satu trik resep sayur babanci yang terakhir, dari cara menyiapkan lengkuas. Baru sejak itu masakan sayur babanci ibunya Mia bisa sama dengan aslinya. Kalau terus begini, lama-lama makanan ini bakal punah. Makanya sebelum punah, kita punya sebuah ‘crusade’ untuk membuat sebanyak mungkin orang mencicipi babanci – sampai2 kadang2 nanggung rugi dan nyaris kena tipu, hehe. Supaya, kalaupun sayur ini punah, paling tidak kita bisa cerita ke anak cucu, bahwa dulu pernah ada sayur betawi yang sayurnya daging kelapa…

Cheers,

Harnaz

 

Nah, sudah tahu sejarahnya khan? Sekarang silakan coba ya, resep ini kuambil dari Prima Rasa (Femina), yang bila membaca apa yang ditulis pak Bondan dan Harnaz, sepertinya masih jauh dari resep aslinya, tapi gpp ya  minimal mendekati hehe

 

Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)
Sayur Babanci (gambar copas dari kompasiana.com)

SAYUR BABANCI

Bahan :

250 gram daging tetelan

1 liter air, untuk merebus

2 butir kelapa muda

3 sdm minyak goreng, untuk menumis

2 batang serai, memarkan

2 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk

400 ml santan encer, dan

300 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa

1 sdt air asam Jawa

20 mata petai, belah 2

1 sdm bawang goreng, untuk taburan

Bumbu Halus :

6 buah cabai merah

2 cm kunyit, bakar

5 butir kemiri sangrai

1/2 sdt ketumbar sangrai

1 cm kencur

2 cm lengkuas

1 cm jahe

8 butir bawang merah

2 siung bawang putih

1/2 sdt terasi bakar

1 sdt gula merah

2 sdt garam

 

Cara Membuat :

1. Rebus daging tetelan hingga empuk. Ambil kaldunya sebanyak 250 ml. Potong daging tetelan kecil-kecil.

2. Keruk daging kelapa muda hingga diperoleh sebanyak 500 gram.

3. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, serai, daun salam, daun jeruk hingga harum. Masukkan daging tetelan, kaldu, santan encer, didihkan. Tuangi santan kental.

4. Aduk santan agar tidak pecah. Setelah mendidih, masukkan air asam Jawa, kelapa muda, dan petai. Setelah kuah agak berminyak, angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng.

Ayam Goreng ala KFC

Resep Ayam Goreng atau Fried Chicken ini kudapat saat ikutan kursus di Daan Mogot. Lupa tahunnya… dah pernah cobain, tapiiii seperti biasa, waktu itu belum kepikiran buat fotoin masakan jadi blas gak ada fotonya hehe tapi rasanya enak, walaupun belum se-yummy Fried Chicken KFC, ya iyalah hehe

Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)
Ayam Goreng ala KFC (foto copas dari tribunnews.com)

Tepung Fried Chicken (dikonversi sendiri ya…)

Tepung terigu (tinggi protein) 500 gram
Cornstarch (tepung maizena) 90 gram
Rice flour (tepung beras) 60 gram
Pala bubuk 1 gram
Jahe bubuk 1 gram
Merica hitam bubuk 6 gram
Ketumbar bubuk 2 gram
Bawang putih bubuk 5 gram
Cabe bubuk 7 gram
Penyedap rasa 6 gram (optional)
Gula halus 30 gram
Garam halus 40 gram
Improver 7 gram
Soda kue 6 gram
Agar-agar 4 gram

Cara Pembuatan :
1. Timbang semua bahan di atas sesuai dengan ukuran.
2. Campurkan semua bahan. Aduk hingga rata.
3. Siap dipakai atau kemas.

Bumbu Perendam (Marinade) : bumbu dikira2 saja
Cabe bubuk kecil
Jahe bubuk
Pala bubuk
Merica putih bubuk
Bawang putih bubuk
Gula pasir
Garam halus

Cara Pembuatan :
1. Potong ayam 1 ekor jadi 10-12 bagian kemudian cuci sampai bersih.
2. Timbang bumbu-bumbu di atas, kemudian aduk sampai rata.
3. Masukkan potongan ayam ke dalam bumbu rendaman, aduk rata.
4. Masukkan potongan ayam + bumbu rendaman dalam wadah tertutup, kocok2 selama lebih kurang 15 menit, biarkan selama kurang lebih 3-4 jam di kulkas.
5. Ayam siap digoreng.

Adonan Pencelup :
Tepung Fried Chicken 100 gram
Air 400 cc

Campur tepung + air, aduk rata.

Cara Menggoreng Ayam :
1. Ambil Tepung Fried Chicken secukupnya, masukkan wadah.
2. Ayam yang telah direndam dalam bumbu perendam, masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat.
3. Masukkan ke dalam adonan pencelup. Angkat dan agak ditiriskan.
4. Terakhir masukkan ke dalam Tepung Fried Chicken sambil diguling-gulingkan. Angkat dan agak dirontokkan tepung yang kering.
5. Goreng Ayam hingga terendam dalam minyak panas dan bagian dasar wajan diberi alas sehingga ayam tidak bersentuhan langsung dengan dasar wajan (bisa juga dengan menggunakan deep fryer).

Selamat mencoba, semoga sukses yaa

Tips Memasak Mie Instan Agar Sehat

Hujan-hujan seperti ini (banjir pula Jakarta, hadeuhhh…) enaknya menyantap makanan yang berkuah panas seperti bakso, soto, bubur atau mie instan. Namun jangan sering-sering yaaa… menurut dokter sih, cukup sekali dua minggu karena kandungan pengawet maupun bahan-bahan lainnya dalam mie instan bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan bila dikonsumsi lebih sering.

Mie instan adalah sumber karbohidrat yang bukan komplek. Bahannya terbuat dari terigu, tepung yang diproses. Makin diproses, sumber karbohidrat jadi makin kurang sehat.

Selain itu, di dalam kemasan mie instan terdapat terdapat bumbu dan minyak.

“Bumbu dan minyak ini yang bikin mie instan jadi enak karena banyak garam, penyedap, dan lemak dari minyak,” ujar dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, dari departemen gizi fakultas kedokteran UI Jakarta.

Kebanyakan garam, penyedap, dan lemak ini tentunya merugikan kesehatan. Terlalu banyak bumbu mie instan dan penyedap bisa membahayakan tekanan darah karena keduanya sama-sama sumber natrium. Kebanyakan lemak bisa membahayakan kesehatan jantung.

Meski begitu, dr Fiastuti berpendapat agak salah kaprah jika melarang mengonsumsi mie instan. “Boleh-boleh saja makan mie instan, asal ada syaratnya,” katanya pada Sehatnews.com.

Tips Memasak Mie Insant Agar Sehat
Tips Memasak Mie Insant Agar Sehat

Berikut Tips Memasak Mie Instan Agar Menjadi Makanan Yang Menyehatkan.

Syarat pertama adalah mengurangi bumbu dan minyaknya. Bumbu harus dikurangi agar asupan natrium yang berlebihan bisa dihindari. Minyak bumbu mie instan pun harus dikurangi untuk mengurangi asupan lemak.

Apalagi jika mie instan itu disiapkan untuk anak-anak. Anak tidak dianjurkan makan garam atau gula berlebihan.

Jangan mengajari anak untuk menyantap makanan yang kebanyakan garam dan penyedap. Sebab begitu anak tahu rasa enak dari makanan yang banyak garam dan penyedap, dia tak mau lagi makanan yang kurang asin. Beda dengan orang dewasa yang sudah punya nalar dan memilih makanan sehat.

“Sama halnya dengan rasa manis. Anak yang biasa minum manis akan kesulitan minum susu tanpa gula. Maka mulailah memberi anak susu plain atau tanpa rasa,” katanya.

Meskipun anak tidak boleh diberi diet rendah lemak, ia menegaskan anak tidak boleh diberi lemak sebebas-bebasnya.

Dr Fiastuti berpesan agar anak tetap diberi lemak namun tetap dipilihkan lemak tak jenuh tunggal dan ganda seperti yang terdapat pada alpukat dan ikan.

Syarat kedua, harus ditambahkan zat gizi yang lain sehingga memasok gizi yang komplit untuk tubuh.

“Mie instan jadi makin tak sehat jika dikonsumsi hanya mie saja. Itu artinya, kita hanya mengasup karbohidrat saja. Apalagi jika mie instandijadikan lauk makan nasi. Ini makin tak sehat,” tegasnya.

Agar sehat, hendaknya mie instan disajikan bersama dengan sayuran dan sumber protein sehingga tercapai komposisi ideal 60 persen karbohidrat, 15-20 persen protein, dan 30 persen lemak.

“Sumber protein paling mudah ditambahkan di mie instan adalah telur. Sumber protein telur ini termasuk yang paling baik karena mengandung asam amino yang paling lengkap,” kata dr Fiastuti.

Ketiga, selalu lakukan 2x perebusan. 

1. Rebus mie instan dalam air mendidih.

2. Tiriskan mie instan, buang air rebusan pertama. Mie instan dilapisi dengan lapisan lilin agar mie tidak lengket, lapisan tersebut akan larut dalam air rebusan pertama sehingga air rebusan pertama lebih baik tidak digunakan.

3. Rebus air yang baru hingga mendidih, apabila Anda ingin membuat mie goreng, cukup bilas mie dengan air panas, sebaliknya apabila Anda ingin mie kuah, jadikan air rebusan kedua sebagai kuahnya.

4. Masukkan bumbu mie instan secukupnya, dan juga bumbu minyak secukupnya, apabila ingin lebih asin dapat diganti dengan garam dan tambahkan sayuran sebagai pelengkap mie Anda.

Dengan merebus mie instan dua kali dan mengurangi penggunaan bumbu mie instan maka dapat mengurangi resiko penyakit yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi mie instan.

(sumber: sehatnews.com)

Fuyunghai Praktis

Sebetulnya membuat Fuyunghai ini mudah sekali karena hanya menggoreng telur, aslinya telur bebek, plus saos, kalau pun saos gak ada, pakai saja saos yang sudah jadi alias saos sambel ABC hehehe Berhubung gak niat bikin si fuyunghai, jadilah memakai bahan seadanya saja 🙂

Resep Fuyunghai Praktis ini hasil googling karena gak sempat lagi mencari-cari di file resep Primarasa-ku. Buat anakku yang pecinta masakan Chinese ya enak deh, dia sampai habis 3 potong lho xixi Aku gorengnya per 3 sendok sayur gitu…

Fuyunghai (dari web Sedap)

Bahan :

  • 4 butir telur bebek, kocok lepas
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 25 gram tepung sagu
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh merica halus
  • 1/2 batang daun bawang, diiris halus
  • 50 gram daging ayam giling
  • 50 gram udang kupas, dicincang kasar
  • 100 gram daging kepiting
  • 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
  • minyak untuk menggoreng

Bahan Saus :

  • 2 sendok makan margarin
  • 1 siung bawang putih, memarkan
  • 1/2 buah bawang bombay, iris panjang
  • 1 buah cabai merah buang biji lalu iris panjang
  • 1 buah wortel, potong korek api
  • 1 batang daun bawang, iris miring
  • 250 ml kaldu ayam
  • 2 sendok makan saos tomat
  • 1/4 sendok teh air lemon
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh tepung sagu, larutkan dalam 2 sendok makan air
  • 50 gram kacang polong

 

Cara Membuat :

1. Aduk telur, bawang putih, garam, bawang bombay, ayam, udang, daging kepiting, daun bawang dan tepung sagu.

2. Panaskan minyak dalam wajan cekung, lalu tuang 2 sendok sayur campuran bahan. Goreng sampai kering dan matang.

3. Buat saus, tumis bawang putih dan bawang bombay dalam margarin sampai harum lalu tambahkan cabai dan jahe. Aduk sampai cabai layu.

4. Masukkan wortel dan daun bawang. Aduk sampai setengah matang. Tuangkan saus tomat, garam dan gula pasir. Aduk-aduk lalu tambahkan kaldu. Aduk sampai mendidih lalu tuangkan larutan kanji. Biarkan hingga mendidih kembali. Masukkan kacang polong. Aduk sebentar lalu angkat.

5. Sajikan telur dengan sausnya.

Kehabisan Kertas Roti #Cerita Pelanggan

Met sore teman-teman,

Selamat Tahun Baru 2014 ya

Semoga apa yang teman-teman idam-idamkan dapat terwujud di tahun ini.

Karena barusan aja salah satu pelangganku mau order Cheese Button, jadi mau cerita nie tentang pelangganku itu. Suatu ketika di tahun 2009, mbak Ine http://ceritaelkaje.wordpress.com/author/inelkaje/ merekomendasikanku pada seorang temannya yang sedang mencari nastar homemade enak. Temannya mbak Ine itu, namanya Cik Wawa mencari nastar enak untuk diberikan ke pelanggannya. Dari situ jadilah cik Wawa memesan beberapa toples nastar, dan terus berlanjut dengan pesanan2 berikutnya.

Suatu saat cik Wawa mendadak order beberapa toples nastar (lupa tepatnya) dan karena mendadak aku gak sempat mempersiapkan bahan-bahan lainnya dan beneran kejadian daku kehabisan alas toples/”dorley”, ya sudah kupikir bisa donk pakai kertas roti. Ealah kertas roti pun rupanya gak ada. Kucari-cari di toko/warung dekat rumah gak ada juga. Waduhhh padahal itu dah malam jam 9-an, gak ada pasar buka malam2 gitu… Akhirnya daripada gak ada alas kertas apa-apa, kupakailah kertas dari buku, kebetulan ada stok buku tulis yang gak dipakai. Daku sih anteng-anteng aja hehe

kertas roti

Besoknya setelah kue diantar ke rumah cik Wawa di daerah Pulomas, beliau langsung sms, weleh rupanya dia teliti juga ya hehe Langsung deh complain, “Femmy, gimana sih kok pake kertas begitu? Itu kue mau dibawa clientku ke luar negeri,. Waduh aku malu banget nieee”

Sejak itu cik Wawa gak pesan2 lagi ke aku sampai setahun atau dua tahun lalu, beliau sms, “Femmy, masih bikin kue kering gak? Mau pesan donk dst…”

Sampai sekarang cik Wawa sering pesan juga buat bekal anak-anaknya yang sedang kuliah di Malaysia. Kalau beliau ke sana atau anak-anaknya ke Jakarta, beliau akan order Cheese Button, favorit anak-anaknya. Beberapa bulan lalu aku sempatkan untuk mengantar sendiri dan ketemuan langsung dengan cik Wawa, kita janjian ketemu di Food Court Kelapa Gading Mall. Setelah sekian tahun hanya sms-an dan terakhir bbm-an, akhirnya bisa ketemuan langsung dengan pelanggan itu, sesuatu banget yaaa….

Oh iya, pastinya sih sekarang gak pakai alas kertas buku lagi hehe Selalu daku stok kertas roti di rumah, atau minimal kertas baking pasti ada.

Semalam bbm-an dengan cik Wawa dan beliau pesan CB lagi, buat clientnya di Surabaya.

wawa1 wawa2

 

Sekalian aja aku tawarkan Frozen Brownies, dan langsung pesan 5 pcs, welehhh padahal aku belum bikin lho, pede aja nawarinnya xixi dan enaknya kalau udah punya track record bikin kue enak, pelanggan langsung aja percaya kalau kue lainnya pasti enak juga, seperti bbm-nya cik Wawa berikut:

wawa3

 

Lanjut cerita tentang cik Wawa, barusan jam 8-an (2 Jan) aku antar sendiri pesanan cik Wawa ke rumahnya, dan dikasih gimmick 2 tas dan kalender,  Waduh makasih banyak ya cik, pas belum punya kalender buat di kamar hehe

wawa

 

Dan cik Wawa juga suka banget sama frozen brownies yang kubuat. Berbuntut repeat order 5 pack frozen brownies yang ukuran besar plus Cheese Button lagi buat clientnya.

wawa1wawa2

Ongol-ongol Sagu

Salah satu kue tradisional kesukaanku 🙂 Apa karena aku orang Ambon yak jadi segala yang berbahan dasar sagu, daku suka hehe

Kalau ke pasar tradisional atau ke bakery selalu kucari ongol-ongol ini karena daku daku doyan banget ongol-ongol ini dan jarang banget bikin, mungkin cuma sekali dua kali aja saat almarhum mama masih ada.

Selama ini sudah mengumpulkan banyak resep ongol-ongol tapi belum satupun yang dieksekusi xixi Resep ini kudapat dari cik Suzie Sasmita saat ketemuan KTM di rumah beliau di daerah Puri Indah, Jakarta Barat 14 Desember lalu. Kenapa juga resep cik Suzie yang aku cobain? Karena ternyata nie ongol-ongol full santan dan bukan pakai air, jadi pastinya lebih enak hehe

Hasilnya beneran yummy dan lembek lho yah, tapi aku juga suka sih yang lembek 🙂

Ongol-ongol Sagu

  • 350 gram Tepung sagu (aku pakai tepung ubi, beli di Titan)
  • 1400 cc santan sedang (dari 1 buah kelapa)
  • 400 gram Gula merah
  • 150 gram Gula pasir
  • 1 sdt Garam
  • 1 buah kelapa agak muda, kupas kulitnya kemudian diparut, kukus, tambahkan sedikit garam

 

Cara Membuat :

  1. Campur tepung sagu dan setengah bagian santan, aduk rata, saring.
  2. Masak sebagian santan dan gula merah hingga gula hancur, saring
  3. Campur adonan kedua adonan, masak hingga setengah matang, kemudian masukkan ke loyang, kukus hingga matang. Bisa juga adonan dimasak hingga matang, tandanya adonan meletup-letup. Oh iya gunakan api kecil untuk memasak.
  4. Selagi panas, ambil sesendok adonan, gulingkan di kelapa parut. Tata di piring.

 

Nasi Ayam Hainam #memasak dengan panci ISA

Nasi Ayam Hainam ini simple banget lho dan cepat pula memasaknya, soal rasa, yummy lho…

Nasi Ayam Hainam

Bahan :

  • 400 gram beras, cuci bersih
  • 400 ml air
  • 1/2 ekor ayam dipotong kecil

 

Bumbu:

  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • seujung jari jahe dicincang halus
  • 1 sendok makan minyak wijen
  • 1 sendok makan saos tiram
  • 1 sendok teh garam

Cara Membuat :

– Bawang putih dan jahe ditumis dengan minyak sampai wangi.

– Masukkan ayam dan bumbu-bumbu lain, ayam, aduk sampai rata. Tambahkan air.

– Dimasak dengan panci presto ISA full press selama 10 menit.

 

Donat Kentang

Resep ini udah pernah aku coba dan sukses, tapi aku lupa sumbernya dari mana, mungkin dari alm. Inong Harris (Dapur Bunda).

Gambarnya dah kehapus sama mp hikss jadi aku copas dari detikfood 🙂

Donat Kentang

Bahan:

  • 500 gram tepung terigu protein tinggi (cakra)
  • 1 bungkus (10 gram) ragi instan
  • 125 gram mentega
  • 75 gram gula pasir
  • 3 kuning telur
  • 250 ml susu cair
  • 200 gram kentang kukus, haluskan

Directions:
– Campur tepung, ragi, gula, kuning telur lalu uleni sambil dituang susu sedikit demi sedikit hingga tercampur rata.
– Tambahkan mentega dan kentang, lalu uleni lagi sampai elastis.
– Diamkan adonan selama 30 menit, selanjutnya adonan siap digunakan.

Cornflake Cookies

Resep ini modif sendiri setelah tanya2 rekan2 di milis dan juga karena beberapa kali nyobain resepnya primarasa meleber mulu. Yang menjadikannya agak lain dari yang lain karena penambahan kenari di dalamnya 🙂

Setelah lamaaaa banget ga pernah bikin2 lagi, kemarin (Minggu, Sep 25, 2011) aku bikin lagi…. karena penasaran dengan parcel yang selama bertahun-tahun isinya cornflake cookies juga. Ternyata oh ternyata, menurut teman2 kantor, lebih enak cornflake buatanku ini hehehe So, ga takut deh dibanding2kan dengan yang lain 🙂 Dan, kusempatkan untuk foto, walaupun hanya dari bb hehe

Cornflake Cookies

Ingredients:
– Gula halus 200-250 gram (kalau mau manis 250 gram kalau mau kurang manis, kurangi, atau 200 gram saja)
– Butter 250 gram
– Margarin 100 gram
– Kuning telur 2 butir
– Putih telur 1 butir
– Tepung sagu 100 gram
– Susu bubuk 50 gram
– Kenari 100 gram, iris panjang
– Cornflake 125 gram (remas2 spy agak hancur)
– Tepung terigu 300 gram

Directions:
– Kocok butter, margarin dan gula hingga tercampur rata. Kurang lebih 1-2 menit. Tambahkan telur, kocok sebentar. Masukkan bahan2 lainnya hingga tercampur rata. Bentuk dengan bantuan 2 buah sendok. Panggang.

January 7th, 2006

Jan Hagel

Kukis jadul khas Belanda ini resepnya aslinya dari femina jadul (entah sisipan, buklet or buku resep). Waktu itu kalo ga salah temen kantor yang beli dan aku copy karena resep2 lainnya ga begitu oke buatku. Setelah dicoba ternyata oke juga.. padahal aslinya rasanya seperti apa aku sendiri ga tahu, he he he

Bila mencari kue kering yang kurang manis namun rasanya oke, Jan Hagel inilah pilihannya… Kue ini pun mudah sekali membuatnya karena tidak pakai kocok2an (musuhan dulu dg mixer :p)) Oh iya, membuatnya pun sebetulnya cepat lho karena bisa saja tidak usah diangkat satu per satu lalu pindahkan ke loyang, melainkan dipotong-potong di loyang sehingga ketika matang, tinggal pindahkan ke toples, ringkas khan?

Jan Hagel

Bahan :

  • 225 tepung terigu, ayak
  • 50 gram gula bubuk
  • 150 gram butter
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 2 kuning telur ayam, kocok rata

Taburan:

  • 2 kuning telur ayam, kocok rata, untuk olesan
  • 100 gram kenari kupas, potong tipis memanjang, untuk taburan
  • gula pasir secukupnya, untuk taburan

Cara membuat:
– Dengan bantuan 2 buah pisau (atau kalau ada pakai pisau pastry) aduk rata semua bahan (kecuali telur) hingga berbutir2 halus seperti pasir (kalau pernah bikin strussel ya spt itulah kira2).
– Masukkan kuning telur bertahap sambil diaduk2 dengan ujung jari hingga adonan tidak lengket dan dapat dibentuk. Sisihkan.
– Panaskan oven bersuhu 160 derajat Celcius.
– Gilas adonan ukuran 30 x 25 x 1/2 cm, olesi seluruh permukaannya dengan kuning telur hingga rata.
– Potong2 adonan ukuran 3 x 6 cm. Taburi masing2 potongan adonan dengan kenari dan gula pasir.
– Taruh adonan kue di atas loyang dengan jarak di antaranya.
– Panggang dalam oven panas selama kl 40 menit hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, biarkan dingin.

untuk 250 gram

January 7th, 2006